Sistem Saraf Manusia

Tubuh manusia memiliki sistem pengatur kegiatan tubuh yang dikenal sebagai sistem regulasi.

Sistem regulasi pada manusia termasuk sistem saraf, hormon, dan pengindraan. Sistem saraf bekerja dengan cepat menanggapi perubahan.

Fungsinya ada dua, yaitu sebagai penerima dan penghantar rangsang ke seluruh bagian tubuh.

Sistem saraf juga berperan untuk memberikan tanggapan terhadap rangsangan tersebut.

Sel saraf yang menerima rangsangan disebut sebagai reseptor, dan sel lainnya yang menanggapi rangsangan disebut sebagai efektor.

Ingin tahu lebih lengkap? Yuk, simak seksama ulasan tentang Sistem Saraf dibawah ini!


Pengertian Sistem Saraf

Pengertian Sistem Saraf

Sistem saraf yaitu sistem kompleks yang berperan dalam mengatur dan mengoordinasikan seluruh aktivitas tubuh.

Sistem saraf ini, memungkinkan kamu untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti berjalan, berbicara, menelan, bernapas, dan semua aktivitas mental, termasuk berpikir, belajar, dan mengingat.

Sistem saraf juga membantu kamu dalam mengontrol bagaimana tubuh bereaksi dalam keadaan darurat.

Sistem saraf pada manusia terdiri dari otak, sumsum tulang belang, organ sensorik, dan semua saraf yang menghubungkan organ tersebut dengan seluruh tubuh.

Sistem ini, bekerja dengan mengambil informasi melalui bagian tubuh atau indera tertentu.

Lalu, memproses informasi tersebut dan memicu reaksi seperti membuat otak kamu bergerak, merasakan sakit, atau bernapas.


Fungsi Sistem Saraf

Fungsi Sistem Saraf

Secara umum, sistem saraf pada manusia memiliki beberapa fungsi, diantaranya yaitu:

  • Mengumpulkan informasi dari dalam dan luar tubuh (fungsi sensorik).
  • Mengirimkan informasi ke otak dan sumsum tulang belakang.
  • Memproses informasi di otak dan sumsum tulang belakang (fungsi integrasi).
  • Mengirimkan informasi ke otot, kelenjar, dan organ jadi bisa merespon dengan tepat (fungsi motorik).

Masing-masing struktur sistem saraf, yaitu saraf pusat dan tepi, menjalankan fungsi yang berbeda.

Baca juga : Sistem Pernapasan Manusia


Struktur Sistem Saraf Manusia

Struktur Sistem Saraf Manusia

1. Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat merupakan yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.

Fungsinya yairu buat menerima informasi atau rangsangan dari semua bagian tubuh, lalu mengontrol dan mengendalikan informasi itu untuk menghasilkan respon tubuh.

Informasi atau rangsangan tersebut, termasuk yang berkaitan dengan gerakan seperti bicara atau berjalan, atau gerakan tidak sadar, seperti berkedip dan bernapas.

ini juga termasuk bentuk informasi lainnya, seperti pikiran, persepsi, dan emosi manusia.

2. Sistem Saraf Tepi

Fungsi saraf tepi yaitu menghubungkan respon sistem saraf pusat ke organ tubuh dan bagian lainnya di tubuh kamu.

Saraf tepi ini, meluas dari saraf pusat ke area terluar tubuh sebagai jalur penerimaan dan pengiriman rangsangan dari dan ke otak.

Masing-masing susunan saraf tepi, yaitu somatik dan otonom, memiliki fungsi yang berbeda.

  • Sistem Saraf Somatik

Sistem saraf somatik bekerja dengan mengontrol semua hal yang kamu sadari dan secara sadar memengaruhi respon tubuh, seperti menggerakkan lengan, kaki, dan bagian tubuh lainnya.

Fungsi saraf ini menyampaikan informasi sensorik dari kulit, organ indera, atau otot ke sistem saraf pusat.

Selain itu, saraf somatik juga membawa respons keluar dari otak buat menghasilkan respon berupa gerakan.

  • Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf otonom mengontrol aktivitas yang kamu lakukan secara tidak sadar atau tanpa perlu memikirkannya.

Sistem ini terus menerus aktif buat mengatur berbagai aktivitas, seperti bernapas, detak jantung, dan proses metabolisme tubuh.

Ada 2 bagian dari sistem saraf otonom, diantaranya yaitu:

A. Sistem Simpatik

Sistem simpatik yaitu mengatur respons perlawanan dari dalam tubuh saat ada ancaman pada diri kamu.

Sistem ini, juga mempersiapkan tubuh buat mengeluarkan energi dan menghadapi potensi ancaman di lingkungan.

B. Sistem Parasimpatik

Sistem parasimpatik yaitu gunanya menjaga fungsi tubuh normal setelah ada sesuatu yang mengancam diri kamu.

Setelah ancaman berlalu, sistem ini akan memperlambat detak jantung, memperlambat pernapasan, mengurangi aliran darah ke otot, dan menyempitkan pupil mata.

Ini memungkinkan kamu untuk mengembalikan tubuh ke kondisi normal.


Hubungan Sistem Saraf dengan Sistem Lain

Hubungan Sistem Saraf dengan Sistem Lain

Sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang secara umum mengoordinasikan aktivitas-aktivitas tubuh yang cepat, misalkan gerakan otot.

Neurotransmiter yaitu zat perantara kimiawi yang dikeluarkan kedalam celah sinaps dengan jarak jangkauan kerja pendek.

Fungsinya untuk membuka atau menutup saluran ion spesifik kalo bergabung dengan protein reseptor.

Contohnya: Asetilkolin, epinefrin, norepinefrin, histamin, glisin, glutamat, aspartat.

Sistem endokrin bekerja dengan mensekresikan hormon kedalam darah untuk mempengaruhi tempat-tempat yang jauh.

Terutama mengontrol aktivitas metabolik dari aktivitas lain yang memerlukan durasi daripada kecepatan, misalnya mempertahankan kadar glukosa darah.

Sistem saraf dan sistem endokrin adalah dua sistem kontrol utama tubuh.

Kedua sistem tersebut, mengubah sel sasaran dengan mengeluarkan zat perantara kimiawi (neurotramsmiter atau hormon) yang berinteraksi secara tertentu dengan reseptor spesifik sel sasaran mereka.

Sistem saraf dan sistem endokrin secara fungsional berhubungan erat, banyak aspek regulasi dari sistem saraf dan sistem endokrin yang saling bertemu (neuroendokritn).


Gangguan pada Sistem Saraf

Gangguan pada Sistem Saraf

Ada beberapa gangguan atau penyakit yang mungkin terjadi sampai mengganggu fungsi vital dari sistem saraf pada manusia.

Berikut dibawah ini, ada beberapa macam-macam penyakit saraf, diantaranya yaitu:

1. Alzheimer

Alzheimer yaitu penyakit yang menyerang sel-sel otak dan neurotransmitter (bahan kimia yang membawa pesan di antara sel-sel otak).

Penyakit alzheimer ini memengaruhi fungsi otak, memengaruhi ingatan kamu, dan cara kamu berperilaku.

2. Parkinson

Penyakit parkinson yaitu gangguan yang terjadi saat sel-sel saraf tidak menghasilkan cukup dopamin, yaitu bahan kimia yang sangat penting untuk kelancaran kontrol otot dan gerakan.

3. Multiple Sclerosis

Multiple Sclerosis merupakan salah satu penyakit kronis yang memengaruhi saraf pusat.

Kondisi ini ditandai dengan adanya kerusakan pada selubung pelindung (mielin) yang mengelilingi serabut saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

4. Bell’s Palsy

Bell’s palsy merupakan kondisi lemah atau lumpuh tiba-tiba pada satu sisi wajah.

Ini disebabkan karena adanya saraf di wajah kamu yang meradang. Biasanya, kondisi ini cuma sementara dan bisa pulih dalam jangka waktu tertentu.

5. Epilepsi

Epilepsi merupakan kondisi yang ditandai dengan kejang yang berulang atau kambuhan.

Kondisi tersebut, bisa terjadi karena adanya gangguan aktivitas listrik di otak.

6. Meningitis

Meningitis yaitu salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges) mengalami radang.

Biasanya, penyakit meningitis tersebut disebabkan oleh virus atau bakteri.

7. Ensefalitis

Ensefalitis adalah penyakit infeksi yang ditandai dengan munculnya peradangan pada jaringan otak.

Sama seperti meningitis, penyakit ensefalitis juga disebabkan oleh infeksi virus.

8. Tumor Otak

Tumor otak yaitu gumpalan sel abnormal yang tumbuh di otak. Gumpalan ini bisa jinak, tapi bisa juga ganas atau kanker otak.

Kondisi tersebut, nantinya bisa merusak otak kamu dan tidak bisa menjalankan fungsi normalnya.

9. Cedera Otak

cedera otak yaitu cedera terkait otak yang memengaruhi seseorang secara fisik, emosional, dan sikap.

Ada dua bentuk cedera yang mungkin terjadi, yaitu cedera traumatik dan nontraumatik.

Adapun stroke, yang merupakan salah satu bentuk cedera nontraumatik yang mungkin terjadi.

10. Cedera Tulang Belakang

Hampir mirip dengan cedera otak, cedera tulang belakang yaitu kerusakan pada sumsum tulang belakang sampai menyebabkan hilangnya fungsi, perasaan, dan mobilitas tubuh.

Cedera tulang belakang ini, paling sering disebabkan oleh trauma.


Itulah beberapa pembahasan lengkap tentang Sistem Saraf Manusia. Gimana? Mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Juli 2021 - Published : 29 Juni 2021