Imunisasi

ranggaku 13 Juli 2023

Banyak sekali para ahli yang merekomendasikan untuk imunisasi, khususnya untuk anak-anak.

Mengutip Center of Disease Control and Prevention (CDC), istilah imunisasi sering digunakan secara bergantian dengan istilah vaksinasi.

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan imunisasi itu?

Ingin tahu? Apa itu Imunisasi? Makanya, yuk langsung aja simak ulasannya berikut ini!


Pengertian Imunisasi

Pengertian Imunisasi

Imunisasi yaitu proses untuk membuat seseorang imun atau kebal terhadap suatu penyakit.

Proses tersebut, dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit.

Bayi yang baru lahir emang udah memiliki antibodi alami yang disebut dengan kekebalan pasif.

Antibodi tersebut didapatkan dari ibunya, saat bayi tersebut masih didalam kandungan.

Tapi, kekebalan ini cuma bisa bertahan beberapa minggu atau bulan aja. Setelah itu, bayi akan menjadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit.

Agar antibodi itu terbentuk, seseorang harus diberikan vaksin sesuai dengan jadwal yang udah ditentukan.

Jadwal imunisasi tergantung jenis penyakit yang akan kamu cegah atau antisipasi.

Sejumlah vaksin cukup diberikan satu kali, tapi ada juga yang harus diberikan beberapa kali, dan diulang pada usia tertentu.

Vaksin bisa diberikan dengan cara di suntik pada bagian tubuh tertentu atau di teteskan didalam mulut.


Manfaat Imunisasi

Manfaat Imunisasi

Tujuan imunisasi yaitu buat mencegah suatu penyakit atau mengurangi tingkat keparahannya.

Imunisasi melindungi orang dari penyakit serius dan mencegah penyebaran penyakit tersebut ke orang lain.

Selama bertahun-tahun, imunisasi berhasil mengatasi epidemi penyakit menular yang dulu umum terjadi, seperti campak, gondongan, dan batuk rejan.

Penyakit lain yang juga berhasil diberantas dengan imunisasi yaitu seperti polio dan cacar.


Jenis Imunisasi

Jenis Imunisasi

Ada dua (2) jenis-jenis imunisasi, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Imunisasi Aktif

Imunisasi aktif yaitu tubuh secara aktif menghasilkan antibodi sebagai bentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit setelah seseorang mendapatkan vaksinasi.

Imunisasi aktif merupakan respons imun yang dibentuk saat si kecil mendapatkan vaksinasi setiap bulannya.

Imunisasi aktif membutuhkan waktu buat membentuk kekebalan tubuh. Tapi pada imunisasi pasif, kekebalan tubuh bisa langsung didapatkan.

Selain itu, pada imunisasi aktif, kekebalan dihasilkan tubuh sendiri, sedangkan kekebalan pada imunisasi pasif tidak berasal dari tubuh sendiri.

Secara umum, imunisasi aktif juga bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan imunisasi pasif.

2. Imunisasi Pasif

Imunisasi pasif yaitu pemberian antibodi dari seseorang yang udah kebal terhadap penyakit pada seseorang yang belum kebal.

Situasi ini bisa terjadi secara alami, misalnya pemberian antibodi dari tubuh ibu hamil pada janin dalam kandungannya.

Tapi, proses tersebut juga bisa terjadi secara buatan, misalnya dalam bentuk penyuntikkan imunoglobulin.

Jadi pada imunisasi pasif, kamu tidak membentuk kekebalan tubuh secara aktif, tapi mendapatkannya dari yang udah terbentuk.


Efek Samping Imunisasi

Efek Samping Imunisasi

Pemberian vaksin dapat disertai efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), yaitu:

  • Demam ringan sampai tinggi.
  • Nyeri dan bengkak pada area bekas suntikan
  • Agak rewel.

Tapi, reaksi tersebut akan hilang dalam 3-4 hari.

Bila anak mengalami KIPI seperti diatas, kamu bisa memberi kompres air hangat dan obat penurun panas tiap 4 jam.

Cukup pakaikan anak baju yang tipis, tanpa diselimuti. Selain itu, berikan ASI lebih sering, disertai nutrisi tambahan dari buah dan susu.

Lalu, kalokondisinya tidak membaik, segera periksakan anak ke dokter.

Selain reaksi diatas, sejumlah vaksin juga dapat menimbulkan reaksi alergi parah sampai kejang.

Tapi, efek samping itu tergolong jarang. Penting diingat, kalo manfaat imunisasi pada anak lebih besar dari efek samping yang mungkin muncul.

Penting buat memberitahu dokter, kalo anak pernah mengalami reaksi alergi setelah pemberian vaksin.

Hal ini guna mencegah timbulnya reaksi berbahaya, yang bisa disebabkan oleh pemberian vaksin berulang.


Itulah beberapa pembahasan lengkap tentang Imunisasi Beserta Manfaatnya. Gimana? Mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Artikel Terkait

Tumbuhan Monokotil


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
Mualana Fahri
30 Juli 2023

Mutasi


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
ranggaku
16 Juli 2023