Sistem Pernapasan pada Manusia

Rata-rata manusia bernapas sekitar 17-30 ribu kali per hari.

Nah, buat bisa bernapas dengan baik, manusia perlu didukung dengan sistem pernapasan yang sehat.

Selain mengandalkan hidung dan paru-paru buat bernapas, ada beragam organ dan jaringan lain yang berperan sama pentingnya dalam sistem pernapasan.

Ingin tahu apa saja? Yuk, simak pembahasannya berikut dibawah ini!


 

 

Pengertian Sistem Pernapasan

Pengertian Sistem Pernapasan

Pernapasan atau respirasi didefinisikan sebagai sebuah pengambilan oksigen dan pelepasan karbohidrat dan penggunaan energi yang ada didalam tubuh.

Saat manusia bernapas, berarti sedang terjadi proses masuknya oksigen ke dalam tubuh dan pelepasan karbondioksida keluar tubuh.

Pertukaran antara oksigen dan karbondioksida tersebut terjadi didalam darah manusia.

Manusia yang memiliki pernapasan yang normal ditandai dengan bernapas sebanyak 12-20 kali dalam satu menit.

Dalam bernapas, umumnya manusia membutuhkan 300 liter oksigen dalam sehari.

Kalo seseorang tersebut sedang mengerjakan pekerjaan berat seperti olahraga, maka kebutuhan oksigennya jadi bertambah berkali kali lipat.

Jumlah oksigen yang diambil, tergantung dari jenis aktivitas yang dilakukan, ukuran tubuh, dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Umumnya, orang-orang yang melakukan aktivitas berat akan mengambil oksigen lebih banyak dibanding orang yang melakukan aktivitas ringan.

Baca juga : Gangguan Sistem Gerak Manusia

Orang yang memiliki tubuh yang lebih besar juga membutuhkan oksigen yang lebih banyak.

Selain itu, orang yang sering mengkonsumsi daging-dagingan akan membutuhkan lebih banyak oksigen dibanding orang yang lebih sering mengkonsumsi sayur-sayuran atau vegetarian.

Manusia bisa melakukan dua cara pernapasan yaitu menggunakan pernapasan dada dan pernapasan perut.

Manusia bernapas menggunakan alat atau organ-organ pernapasan yang terdiri dari hidung, faring, trakea, bronkus, bronkiolus, dan paru-paru.

Pada paru-paru yang normal, volume udara bisa mencapai 4500 cc. Kapasitas ini biasa dikenal dengan kapasitas total.

Saat proses pernapasan berlangsung, kapasitas vital udara yang digunakan cuma sampai 3500 cc.

Kapasitas vital yaitu jumlah udara maksimal yang bisa dikeluarkan manusia setelah paru-parunya terisi.

Lalu ke mana sisa yang 1000 cc nya? 1000 cc yang tersisa yaitu sisa udara yang tidak bisa digunakan.

Sisa udara tersebut, nantinya akan mengisi bagian paru-paru sebagai residu.


 

 

Fungsi Sistem Pernapasan

Fungsi Sistem Pernapasan

Organ-organ sistem pernapasan manusia memiliki fungsi buat memasukan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkannya dalam senyawa karbon dioksida dan uap air.

Nah, dibawah ini ada beberapa fungsi lain dari sistem pernapasan manusia, diantaranya yaitu:

1. Menghirup dan Menghembuskan Udara atau Bernapas

Pada paru-paru, udara dihirup melalui rongga hidung dan mulut. Lalu akan bergerak melalui faring, laring dan trakea lalu menuju ke paru-paru.

Kemudian, udara akan dihembuskan keluar dan mengalir melalui jalur yang sama.

Saat sedang menghirup udara, diafragma dan tulang rusuk terangkat. Saat volume paru-paru meningkat, tekanan udara turun dan udara masuk.

Saat menghembuskan napas, otot-otot menjadi rileks, paru-paru jadi lebih kecil dan udara dikeluarkan.

 

2. Pertukaran Gas Antara Paru-Paru dan Aliran Darah

Didalam paru-paru, akan terjadi pertukaran antara oksigen dengan limbah karbon dioksida.

Proses ini disebut dengan respirasi eksternal dan terjadi di Alveoli.

Oksigen yang dihirup, akan mengikat molekul hemoglobin dalam sel darah merah dan dipompa melalui aliran darah.

 

3. Pertukaran Gas Antara Aliran Darah dan Jaringan dalam Tubuh

Aliran darah akan mengalirkan oksigen ke sel tubuh dan membuang limbah karbon dioksida. Proses ini disebut respirasi internal.

Pada proses ini, sel darah merah akan membawa oksigen yang diserap dari paru-paru ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

 

4. Menciptakan Suara

Udara yang menggetarkan pita suara akan menciptakan sebuah suara. Suara ini, dibentuk oleh struktur di saluran pernapasan bagian atas.

Selama bernapas udara akan mengalir dari paru-paru ke kotak suara.

Saat manusia berbicara otot di laring akan menggerakkan tulang rawan aritenoid, lalu akan mendorong pita suara.

Getaran yang besar pada pita suara akan menghasilkan suara bernada tinggi. Sedangkan, getaran yang kecil akan membuat suara bernada rendah.

 

5. Mencium Bau

Proses penciuman dimulai dengan serat penciuman yang melapisi rongga hidung.

Saat udara memasuki rongga hidung, bahan-bahan kimia di udara akan mengaktifkan reseptor sistem saraf.

Stimulus ini akan mengirimkan sinyal ke otak. Sinyal itu, akan bergerak dan dari situ manusia bisa mengenali bau.


 

 

Organ Sistem Pernapasan pada Manusia

Organ Sistem Pernapasan pada Manusia

Berikut dibawah ini, ada beberapa organ dan bagian sistem pernapasan manusia, yaitu:

1. Rongga Hidung

Udara yang berasal dari luar akan memasuki rongga hidung.

Didalam rongga hidung yang berselaput, ada kelenjar minyak dan juga kelenjar keringat.

Selaput itu, memiliki fungsi untuk menangkap benda-benda asing yang masuk kedalam saluran pernapasan.

Didalam rongga hidung juga ada rambut-rambut kecil dan tebal.

Rambut-rambut itu memiliki fungsi buat menyaring partikel kotoran-kotoran yang masuk kedalam hidung bersama udara.

Selain itu, ada juga konka yang memiliki fungsi buat menghangatkan udara dingin yang masuk kedalam rongga hidung.

 

2. Faring (Tenggorokan)

Udara yang masuk dari rongga hidung akan melewati tenggorokan.

Tenggorokan memiliki dua cabang saluran yaitu saluran pernapasan dan saluran pencernaan yang terletak di bagian belakang.

Fungsi utama tenggorokan yaitu menyediakan saluran buat udara yang masuk dan juga keluar.

Di tenggorokan juga ada pita suara yang berguna buat menghasilkan suara. Kalo ada udara yang masuk, maka pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara.

Kalo seseorang makan sambil berbicara hal itu, bisa membahayakan karena makanan bisa masuk ke saluran pernapasan yang sedang terbuka.

Meski begitu, saraf manusia bisa mengatur supaya menelan, bernapas dan berbicara tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan.

Kalo hal tersebut sering dilakukan, maka akan bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

 

3. Trakea (Batang Tenggorokan)

Tenggorokan yaitu organ yang berbentuk pipa dan ada di sebagian leher sampai ke rongga dada.

Dinding tenggorokan sangat tipis dan kaku dan ada didalam rongga bersilia.

Silia ini memiliki fungsi buat menyaring benda-benda asing yang masuk melalui saluran pernapasan.

Batang tenggorokan ada di depan kerongkongan. Batang tenggorokan memiliki dua cabang.

Cabang dari tenggorokan itu, akan bercabang-cabang lagi didalam paru-paru dan jadi saluran kecil yang disebut bronkiolus.

Pada bronkiolus ada gelembung-gelembung kecil yang disebut juga dengan gelembung paru-paru atau alveolus.

 

4. Laring (Pangkal Tenggorokan)

Pangkal tenggorokan yaitu organ pernapasan yang berbentuk seperti saluran dan dikelilingi oleh tulang rawan.

Pangkal tenggorokan memiliki tulang rawan yang disebut “Epiglotis”. Tulang rawan ini, ada di bagian pangkal laring.

Pangkal tenggorokan juga diselimuti oleh membran yang bernama “Mukosa”.

Membran tersebut memiliki epitel-epitel berlapis yang cukup tebal buat menahan getaran-getaran suara yang sampai pada pangkal tenggorokan.

Fungsi utama dari pangkal tenggorokan yaitu sebagai tempat keluarnya masuk udara dan tempat menghasilkan suara.

Di sinilah, jantuk terbentuk yang disusun oleh beberapa tulang rawan pangkal tenggorokan. Didalam pangkal tenggorokan juga ada katup.

Saat manusia sedang menelan makanan, katup pada pangkal tenggorokan akan menutup dan akan terbuka kalo manusia sedang bernafas.

 

5. Bronkus (Cabang Batang Tenggorokan)

Fungsi dari cabang batang tenggorokan yaitu menyediakan jalan buat udara yang ingin masuk dan keluar dari dan menuju paru-paru.

Struktur dari batang tenggorokan sama dengan struktur batang tenggorokan.

Yang membedakan, cuma tulang rawan di cabang batang tenggorokan memiliki bentuk yang tidak teratur.

Pada cabang tenggorokan, juga ada cincin tulang rawan yang melingkari dengan baik.

Cabang batang tenggorokan memiliki cabang-cabang lagi yang disebut dengan bronkiolus.

Batang tenggorokan memiliki dua cabang yaitu cabang di sebelah kiri dan kanan. Kedua cabang itu mengarah kepada paru-paru dan bercabang lagi.

Cabang-cabang kecil yang masuk kedalam paru-paru disebut alveolus. Alveolus memiliki kapiler darah.

Melalui kapiler-kapiler tersebut, nantinya oksigen dan udara menuju kedalam darah.

 

6. Pulmo (Paru-Paru)

Paru-paru ada didalam rongga dada bagian atas. Di samping paru-paru, ada tulang rusuk dan di bawahnya ada diafragma.

Paru-paru terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kanan dan juga bagian kiri.

Paru-paru bagian kanan terdiri dari tiga lobus, sedangkan paru-paru kiri memiliki dua lobus saja. Paru-paru diselimuti oleh selaput yang tipis.

Di dalam paru-paru terdapat cabang dari bronkus, alveolus, dan pembuluh darah.

Bronkiolus memiliki cabang-cabang lagi yang disebut bronkiolus respirasi. Paru-paru jadi tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.


 

 

Mekanisme Sistem Pernapasan

Mekanisme Sistem Pernapasan

Manusia mempunyai 2 mekanisme sistem pernapasan, diantaranya yaitu:

1. Pernapasan Dada (Costal Breathing)

Pernapasan dada merupakan pernapasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk.

Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut, tulang rusuk terangkat ke atas, rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil, jadi udara masuk kedalam badan.

Mekanisme pernapasan dada bisa dibedakan menjadi:

  • Fase Inspirasi

Fase inspirasi, berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk, jadi rongga dada membesar.

Akibatnya, tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar, jadi udara luar yang kaya oksigen masuk.

  • Fase Ekspirasi

Fase ekspirasi yaitu fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk, jadi rongga dada menjadi kecil.

Akibatnya, tekanan didalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, jadi udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

 

2. Pernapasan Perut (Diaphragmatic Breathing)

Pernapasan perut merupakan pernapasan yang melibatkan otot diafragma.

Otot difragma pada perut mengalami kontraksi, diafragma datar, volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil, jadi udara masuk ke paru-paru.

Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

  • Fase Inspirasi

Fase inspirasi ini, berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar.

Akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar, jadi udara luar yang kaya oksigen masuk.

  • Fase Ekspirasi

Fase ekspirasi ini yaitu fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk, jadi rongga dada menjadi kecil.

Akibatnya, tekanan didalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, jadi udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.


 

 

Cara Memelihara Organ Pernapasan

Cara Memelihara Organ Pernapasan

Dibawah ini, ada beberapa cara memlihara organ pernapasan yang baik dan sehat, diantaranya yaitu:

1. Hindari Merokok

Mungkin hampir semua orang, udah mengetahui kalo merokok yaitu salah satu kebiasan yang buruk dan bisa mendatangkan berbagai penyakit.

Walaupun kamu bukan perokok, perokok pasif juga bisa merasakan dampak buruk yang sama.

Setiap kali kamu merokok, kamu akan menghirup ribuan bahan kimia kedalam paru-paru seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar.

Bahan-bahan yang ada didalam rokok, bisa menyebabkan iritasi dan kesulitan bernapas.

 

2. Berolahraga

Saat manusia berolahraga, jantung akan berdetak lebih cepat dan paru-paru juga.

Tubuh manusia saat berolahraga, akan membutuhkan lebih banyak oksigen.

Saat berolahraga, manusia yang biasanya akan bernapas sebanyak 15 kali per menit, menjadi 40 sampai 60 kali per menit.

Maka dari itulah, pentingnya untuk melakukan olahraga secara rutin.

Semakin banyak kamu berolahraga, maka akan semakin efisien paru-paru kamu.

Menciptakan paru-paru yang sehat dengan olahraga, akan membantu dalam melawan penuaan dan penyakit yang akan muncul.

 

3. Hindari Paparan Polusi

Mungkin hal ini cukup sulit dilakukan terlebih lagi, kalo kamu tinggal di perkotaan. Polusi bisa ada di mana-mana.

Polusi bisa merusak paru-paru dan mempercepat penuaan. Tapi, kamu bisa menghindari polusi dengan menggunakan masker.

Selain itu, kamu juga hindari paparan asap rokok yang juga bisa membahayakan tubuh.

 

4. Menghindari Infeksi

Cara terbaik untuk menghindari infeksi paru-paru yaitu menjaga kebersihan.

Selalu cuci tangan, kalo ingin mengkonsumsi makanan, dan bersihkan badan secara teratur.

Minum banyak air mineral dan selalu konsumsi buah dan sayuran setiap harinya.

Dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, maka akan membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.


 

 

Penyakit yang Menyerang Sistem Pernapasan

Penyakit yang Menyerang Sistem Pernapasan

Organ-organ yang ada didalam sistem pernapasan berperan penting dalam menangkap dan mengalirkan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tapi, fungsi sistem pernapasan juga bisa terganggu akibat udara yang dihirup, apalagi kalo udara tersebut mengandung kuman penyakit.

Ancaman penyakit tidak cuma datang dari luar sistem pernapasan, beberapa gangguan pernapasan juga bisa dari sistem pernapasan itu sendiri.

Dibawah ini, ada beberapa penyakit yang umum menyerang sistem pernapasan, yaitu:

  • Pilek
  • Influenza (flu)
  • Asma
  • Pneumonia
  • Tuberkolosis
  • Bronkitis
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Itulah beberapa pembahasan lengkap tentang Sistem Pernapasan pada Manusia. Gimana? Mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Juli 2021 - Published : 27 Juni 2021