Masa Bercocok Tanam

Apa sih, yang kamu ketahui tentang masa bercocok tanam? Ya,

Masa bercocok tanam yaitu suatu masa dimana saat manusia mulai memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan hutan belukar buat dijadikan ladang dan memelihara hewan dengan beternak.

Terjadinya masa bercocok tanam ini, dimana pada saat cara hidup berburu dan mengumpulkan makanan ditinggalkan. Lalu, pada masa itu mereka mulai hidup menetap di suatu tempat.

Ingin tahu pembahasan lengkap mengenai Masa Bercocok Tanam tersebut? Yuk simak langsung pada artikel berikut ini.


Ciri – Ciri Kehidupan Masa Bercocok Tanam

Ciri - Ciri Kehidupan Masa Bercocok Tanam

Ada beberapa ciri – ciri dari kehidupan sosial, budaya, dan teknologi manusia purba pada saat masa bercocok tanam, yaitu:

1. Kehidupan Sosial

Berikut ini, ada beberapa ciri dari kehidupan sosial pada saat masa bercocok tanam, diantaranya adalah:

  • Dikenal dengan kehidupan berhuma, setiap manusia akan membersihkan hutan dan bercocok tanam dan kalo tanah yang ditanam dirasa gak subur maka mereka akan berpindah dan hal ini akan dilakukan berulang kali.
  • Dengan tinggal disekitaran huma, memelihara hewan jadi hal ini bisa disebut menetap.
  • Dengan tinggal menetap menunjukkan kemajuan pada kehidupan manusia.
  • Adanya peningkatan populasi manusia dengan rata – rata usia 35 tahun.
  • Mulai adanya peraturan masyarakat, karena mereka udah menetap lama dan membentuk perkampungan.
  • Mengangkat seorang pemimpin.
  • Saling bergotong royong, saling membantu, dan saling melengkapi.

2. Kehidupan Budaya

  • Dengan adanya perkembangan dalam kebudayaan secara pesat, maka manusia juga udah bisa mengembangkan dirinya buat menciptakan kebudayaan yang lebih baik.
  • Peninggalan kebudayaan manusia pada masa bercocok tanam semakin banyak dan beragam, baik yang terbuat dari tanah liat, batu ataupun tulang.

Ada beberapa hasil peninggalan kebudayaan pada masa bercocok tanam, yaitu:

Contohnya: Beliung Persegi, Kapak Lonjong, Mata panah, Gerabah, Perhiasan, Bangunan Megalitikum seperti menhir, dolmen, sarkofagus, kubur batu, punden berundak, waruga, arca.


3. Kehidupan Teknologi

Selanjutnya dalam sejarah masa bercocok tanam ini, dimana pada kebudayaan orang – orang purba mengalami perkembangan yang luar biasa.

Pada masa itu, terjadi revolusi secara besar – besaran dalam peradaban manusia seperti kehidupan food gathering yang menjadi food producing.

Makanya, hal tersebut membuat terjadinya perubahan yang sangat pesat dan meluas dalam seluruh penghidupan umat manusia saat itu.


Jenis Manusia Pendukung pada Masa Bercocok Tanam

Jenis Manusia Pendukung pada Masa Bercocok Tanam

1. Pithecanthropus Erectus

Pada jenis pithecanthropus erectus ini bisa dikategorikan antara manusia dengan kera.

Selain didasarkan pada volume otaknya, tapi juga didasarkan dengan ciri pada fisik yang lainnya, seperti:

  • Tulang keningnya sangat menonjol ke muka dan di atas bagian hidung bergandeng jadi satu.
  • Di atas tulang kening tulang dahinya terus aja licin ke belakang, jadi bisa dikatakan dahinya gak ada.

Setelah adanya penemuan jenis manusia purba Pithecanthropus Erectus ini mendorong penemuan – penemuan yang lain, seperti:

 

2. Homo Mojokertensis

Ditahun 1936, pertama kali fosil ini ditemukan oleh Von Koenigswald yang berupa tengkorak kanak – kanak di dekat Mojokerto.

Dari gigi – giginya itu, diperkirakan kanak – kanak tersebut belum melewati umur lima tahun.

Makhluk itu dinamakan Homo Mojokertensis dan mempunyai beberapa ciri – ciri mendasar, yaitu:

  • Mempunyai badan yang tegap.
  • Mempunyai tinggi badan sekitar 165 sampai 180 cm.
  • Mempunyai tulang raham dan gigi graham yang kuat.
  • Mempunyaibagian kening yang menonjol.
  • Gak mempunyai dagu, sama halnya dengan meganthropus.
  • Pada volume otak gak sempurna seperti halnya pada jenis homo yaitu sekitar 750 sampai 1. 300 cc volume otak.
  • Mempunyai atap tulang tengkorak yang tebal dan melonjong.
  • Mempunyai sebuah alat pengunyah dan udah memakan segalanya.
  • Otot tengkuk udah kecil.

3. Meganthropus Paleojavanicus

Lalu, pada tahun 1941 Von Koenigswald menemukan sebagian tulang rahang bawah yang lebih besar dan kuat dari pada rahang Pithecanthropus Erectus di daerah Sangiran (Lembah Sungai Bengawan Solo).

Selanjutnya, Von Koenigswald menyatakan kalo makhluk ini lebih tua daripada Pithecanthropus Erectus manapun.

Nah, berikut ini beberapa ciri – ciri dari Meganthropus Paleojavanicus, yaitu:

  • Mempunyai tinggi badan sekitar 165 sampai dengan 180 cm.
  • Mempunyai postur badan yang tegap.
  • Mempunyai volume otak 900 cc.
  • Tonjolan pada bagian kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.
  • Gak berdagu dan mempunyai hidung yang lebar.
  • Mempunyai gigi, otot kunyah, dan rahang yang kuat dan besar.
  • Makanan jenis tumbuh – tumbuhan dan juga buah – buahan.

4. Homo Soloensis

Setelah itu, Von Koenigswald dan Weidenrich menemukan sebelas fosil tengkorak spesies ini didekat Ngandong (kawasan lembah Bengawan Solo, Blora).

Makhluk yang satu ini juga diketahui tingkatannya lebih tinggi daripada jenis Pithecanthropus Erectus.

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri – ciri dari Homo Soloensis, diantaranya yaitu:

  • Mempunyai tinggi tubuh antara 165 sampai dengan 180 cm.
  • Badan tegap, tapi gak setegap Meganthrophus.
  • Volume otak berkisar antara 750 sampai 1350 cc.
  • Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.
  • Hidung lebar dan gak berdagu.
  • Mempunyai rahang yang kuat dan geraham yang besar.
  • Makanan berupa tumbuhan dan daging hewan buruan.

Corak Kehidupan Manusia Purba pada Masa Bercocok Tanam

Corak Kehidupan Manusia Purba pada Masa Bercocok Tanam

Gimana sih, corak kehidupan manusia purba pada saat masa bercocok tanam itu?

Jadi pada saat itu, selain melakukan kegiatan bercocok tanam, manusia purba juga melakukan kegiatan beternak. Kira – kira pada zaman Mesolitikum.

Pada masa itu, manusia yang tumbuh merupakan (homo sapiens) yang berasal dari rumpun masyarakat melayu.

Hutan belukar pada masa bercocok tanam dimanfaatkan sebagai tempat buat bercocok tanam seperti sayur mayur, ubi-ubi, bertanam padi, buah sukun, buah nangka, bertanam ketela, pisang, dan juga kedelai.

Kalo dengan berjalannya waktu tanah gak lagi subur, maka mereka akan secara serentak pindah tempat bersama sama.

Sistem berlandang dan sistem berternak dengan berpindah ini disebut bergumah.

Kegiatan ini masih bisa kalian temukan di Negara Indonesia di wilayah pedalaman kalimantan dan juga papua.


Alat – Alat Peninggalan pada Masa Bercocok Tanam

Alat - Alat Peninggalan pada Masa Bercocok Tanam

1. Kapak Lonjong

Kapak lonjong ini terbuat dari batu nefrit yang berwarna lumut hijau mempunyai fungsi sebagai benda wasiat yang dipakai buat berladang.

 

2. Gerabah

Gerabah merupakan alat terbuat dari tanah liat yang dipanaskan di api, sebagai alat rumah tangga seperti wadah air, masakan, dan lain sebagainya.

 

3. Perhiasan

Pada masa itu udah ditemukan perhiasan yang terbuat dari tanah liat, dari batu kalsedon, ada juga yang terbuat dari batu agat, batu jenis yaspur, dai cokelat merah, dan juga dari kulit kerang.

 

4. Beliung Persegi

Peralatan batu yang menonjol dari masa bercocok tanam ini, bentuknya mirip seperti cangkul, tapi gak mempunyai ukuran sebesar cangkul zaman sekarang.

Mempunyai fungsi yaitu bisa dipakai buat mereka yang akan mengolah kayu, seperti halnya buat membangun rumah dan juga perahu.

Beliung persegi bisa kalian temukan di wilayah kepulauan Indonesia yaitu wilayah Nusa Tenggara, Pulau Sumatra, Pulau Jawa, dan juga Sulawesi.

 

5. Mata Panah

Mata panah ini dipakai buat berburu, memenah dan menangkap ikan, dengan bentuk seperti gergaji yang terbuat dari tulang.

Mata panah ini bisa kalian temukan didalam gua dipinggiran sungai, ditemukan di Papua dan Kalimantan.


Sistem Kepercayaan pada Masa Bercocok Tanam

Sistem Kepercayaan pada Masa Bercocok Tanam

Ada juga beberapa sistem kepercayaan yang dianut pada masa bercocok tanam itu, diantaranya sebagai berikut:

1. Bidang Kepercayaan

Kepercayaan masyarakat masa itu bisa diwujudkan dengan berbagai kegiatan upacara tradisi, upacara penguburan mayat dan dibekali dengan adanya benda-benda yang mereka punya ikut masuk ke dalam kekuburanya.

Ada seorang kepala suku yang mempunyai kekuasaan dan bentuk tanggung jawab secara penuh terhadap beberapa kelompok – kelompok suku.

 

2. Bidang Sosial

Jumlah dari anggota kelompok semakin lama dan semakin banyak, jadi bisa membuat kelompok di dalam satu kampung tersebut.

Manusia udah bisa memperoleh dan kembali menguasai alam di lingkungan. Hidup yang udah menetap adalah bentuk awalnya perkembangan dan kehidupan manusia.

 

3. Bidang Ekonomi

Sistem perekonomian pada masa itu tumbuh dengan kegiatan tukar – menukar atau barter yang dengan berjalannya waktu semakin berkembang pesat.

 

4. Bidang Budaya

Ada beberapa peninggalan dalam bidang budaya seperti peninggalan kerajinan yang terbat dari batu, tanah liat dan tulang. Seperti baliung, gerabah, dan lain sebagainya.

 

5. Bidang Teknologi

Saat itu, manusia punya waktu luang, karena jarak panen dengan jarak tanam cukup jauh.

Makanya, mereka memanfaatkan waktu dengan menciptakan teknologi baru dengan memakai teknik seperti teknik tangan, teknik pukulan, teknik goresan, roda berputar, serta teknik tatap batu.


Nah, diatas merupakan pembahasan lengkap mengenai Masa Bercocok Tanam pada manusia purba. Semoga menambah wawasan kalian 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 3 Average: 5]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 6 Oktober 2020 - Published : 2 Juni 2020

       

2 pemikiran pada “Masa Bercocok Tanam”

  1. Kesimpulan

    1. Manusia praaksara memilih tempat tinggal yang dekat dengan persediaan air. Mereka mulai tinggal menetap pada masa bercocok tanam.

    2. Pembabakan corak kehidupan masyarakat praaksara ada tiga, yaitu :

    a. Masa berburu dan meramu

    b. Masa bercocok tanam

    c. Masa perundagian

    3. Sistem kepercayaan masyarakat praaksara muncul pada zama Neolitikum, pada saat masyarakat praaksara sudah mengenal bahwa adanya kehidupan setelah mati.

    Balas
  2. Kesimpulan
    1. Manusia praaksara memilih tempat tinggal yang dekat dengan persediaan air. Mereka mulai tinggal menetap pada masa bercocok tanam.
    2. Pembabakan corak kehidupan masyarakat praaksara ada tiga, yaitu :
    a.) Masa berburu dan meramu
    b.) Masa bercocok tanam
    c.) Masa perundagian
    3. Sistem kepercayaan masyarakat praaksara muncul pada zama Neolitikum, pada saat masyarakat praaksara sudah mengenal bahwa adanya kehidupan setelah mati.

    Balas

Tinggalkan komentar