Virus

Kata virus berasal dari bahasa Latin, yaitu “Virion” yang berarti racun. Penemuan virus berkembang dari masa ke masa, mulai dari 1883-1935.

Virus termasuk bagian dari mikroorganisme. Dinamakan bagian dari mikroorganisme karena yaitu makhluk hidup dengan ukuran hanya beberapa mikro atau mungkin lebih kecil dari itu, karena 1 mikron sama dengan 0,001 mm.

Virus merupakan organisme parasit, yang mana dia membutuhkan inang untuk bertahan hidup.

Virus harus menemukan inang untuk bereproduksi, termasuk melalui sel tubuh manusia. Tanpa menumpang ke tubuh inangnya, dia tidak bisa mereplikasi diri.

Beberapa virus bahkan, bisa membunuh sel inangnya buat bisa berkembang biak. Kalo dia tidak menemukan inang, virus tidak bisa hidup dalam waktu yang lama.


Sejarah Penemuan Virus

Sejarah Penemuan Virus

1. Adolf Meyer

Pada tahun 1883, setelah seorang ilmuwan asal Jerman bernama Adolf Meyer, menemukan adanya bintik-bintik kuning pada daun tembakau.

Mengetahui hal tersebut, Meyer mencoba mengekstraksi getah tembakau itu lalu menyemprotkan pada tembakau yang masih sehat.

Ternyata, tembakau yang sehat tersebut juga mengalami bintik-bintik kuning. Lalu, Meyer meneliti getah tembakau itu menggunakan mikroskrop.

Ternyata tidak ditemukan adanya bakteri, jadi dia berkesimpulan kalo makhluk yang menyerang tembakau itu berukuran lebih kecil dari bakteri.

2. Dmitri Ivanovsky

Lalu pada tahun 1892, ilmuwan berasal dari Rusia yang bernama Dmitri Ivanovsky melakukan penelitian yang sama dengan Meyer, yaitu menyaring getah tembakau yang sakit.

Bedanya, Dmitri menyaring getah tersebut dengan saringan bakteri.

Lalu, hasil saringan itu disemprotkan pada tembakau yang masih sehat, ternyata tembakau tersebut juga menjadi sakit.

3. Martinus Beijerinck

Beijerinck adalah ilmuwan berasal dari Belanda yang juga melakukan penelitian sama dengan dua peneliti sebelumnya.

Perbedaannya, Beijerinck mencoba untuk menonaktifkan makhluk penyebab penyakit tersebut menggunakan alkohol.

Hasilnya alkohol tidak bisa menonaktifkan makhluk tersebut. Lalu, Beijerinck menyebutnya sebagai virus lolos saring.

4. Wendell Meredith Stanley

Pada tahun 1935, seorang ilmuwan asal Amerika Serikat bernama Wendell Meredith Stanley berhasil mengristalkan makhluk penyebab penyakit pada tembakau.

Nah, kemudian Wendell Meredith Stanley memberikan nama penyakit tersebut dengan “Tobacco Mosaic Virus” atau (TMV).


Ciri-Ciri Virus

Ciri-Ciri Virus

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup, karena dia tidak bisa menjalankan fungsi biologisnya secara bebas.

Karena karakteristik khasnya ini, virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu.

Baik pada manusia (misal virus influenza dan HIV), hewan (misal virus flu burung), atau tanaman (misal virus mosaik tembakau).

  • Virus cuma memiliki satu jenis asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid atau selubung protein. Asam nukleat yaitu DNA dan RNA.
  • Virus ukurannya sangat kecil yaitu antara 25-300 nm. Untuk 1 nm sama dengan 10-9 m.
  • Tubuh virus tidak berbentuk sel. Jadi, virus tidak memiliki inti sel, membran plasma, dan sitoplasma.
  • Virus cuma bisa hidup dan berkembangbiak pada sel hidup atau parasit intraseluler obligat.
  • Virus adalah suatu makhluk metaorganisme. Makhluk metaorganisme yaitu suatu bentuk peralihan antara benda mati atau memiliki sifat yang bisa dikristalkan dan makhluk hidup atau bisa berkembangbiak.
  • Virus memiliki beberapa bentuk tubuh. Bentuk tubuh virus yaitu bulat, batang, bentuk T, dan silindris.

Bentuk Virus

Bentuk Virus

Ternyata, virus memiliki banyak sekali bentuk-bentuknya loh!

  • Berbentuk batang, contohnya seperti TMV (Tobacco Mosaic Virus).
  • Berbentuk batang dan berujung oval seperti peluru, contohnya Rhabdovirus.
  • Berbentuk bulat, contohnya HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan Orthomyxovirus.
  • Berbentuk filamen atau benang, contohnya virus Ebola.
  • Berbentuk polihendral, contohnya virus Adenovirus.
  • Berbentuk seperti huruf T, contohnya bakteriofag yaitu virus yang menyerang bakteri Escherichia Coli.

Struktur Virus

Struktur Virus

Virus tidak digolongkan dalam organisme seluler, karena tidak memiliki bagian-bagian sel seperti dinding sel, membran sel, sitoplasma, dan organel sel lainnya.

1. Kepala Virus

Virus memiliki kepala berisi DNA dan RNA yang menjadi bahan genetik kehidupannya.

Isi kepala virus dilindungi oleh kapsid, yaitu selubung protein yang tersusun oleh protein. Bentuk kapsid sangat bergantung pada jenis virusnya.

Kapsid virus bisa berbentuk bulat, polihedral, heliks, atau bentuk lain yang lebih kompleks. Kapsid tersusun atas banyak kapsomer atau sub-unit protein.

Kapsid yaitu lapisan berupa rangkaian kapsomer pada tubuh virus yang fungsinya sebagai pembungkus DNA atau RNA.

Fungsi kapsid ini adalah sebagai pembentuk tubuh dan pelindung bagi virus dari kondisi lingkungan luar.

2. Isi Tubuh Virus (Virion)

Virion merupakan bahan genetik yang berupa salah satu tipe asam nukleat (DNA atau RNA).

Tipe asam nukleat yang dimiliki virus akan mempengaruhi bentuk tubuh virus. Virus dengan isi tubuh berupa RNA biasanya berbentuk menyerupai kubus, bulat, atau polihedral.

Contohnya, pada virus-virus penyebab penyakit polymyelitis, virus influenza, dan virus radang mulut dan kuku.

3. Ekor Virus

Ekor merupakan bagian dalam struktur tubuh virus yang fungsinya sebagai alat untuk menempelkan diri pada sel inang.

Ekor yang melekat di kepala ini, umumnya terdiri atas beberapa tabung tersumbat yang berisi benang dan serat halus.


Cara Hidup Virus

Cara Hidup Virus

Virus tergolong kedalam parasit intraseluler obligat, karena cuma bisa hidup didalam sel yang hidup.

Artinya kalo sel tersebut mati, maka virus tersebut tidak akan mati tapi akan mengkristal.

Sel hidup yang ditumpangi virus tersebut disebut sebagai sel inang. Gimana virus mengenali inangnya? Yaitu memakai sistem Lock Key atau Kesesuaian.

Berdasarkan jenisnya, sel inang dibagi menjadi 2 yaitu kisaran inang luas dan kisaran inang sempit.

  • Virus dengan kisaran inang luas, bisa menginfeksi beberapa inang. Contoh: Virus flu burung bisa menginfeksi unggas, babi, dan manusia.
  • Virus dengan kisaran inang sempit, cuma bisa menginfeksi inang tertentu aja. Contoh: Virus flu cuma bisa menginfeksi sel-sel di saluran pernapasan dan virus bakteriofag cuma bisa menginfeksi bakteri Escherichia Coli.

Penularan virus dari satu inang ke inang yang lainnya bisa melalui udara, lendir, air, darah, atau melalui perantara seperti nyamuk.


Perkembangbiakan Virus

Perkembangbiakan Virus

Perkembangbiakan virus dikenal dengan istilah replikasi atau perbanyakan diri. Bagi virus, sel inang adalah sumber energi untuk sintesis protein.

Perkembangbiakan virus dibagi menjadi 2, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Daur Litik

Terjadinya daur litik disebabkan oleh ketahanan sel inang lebih lemah daripada daya infeksi virus.

Akibatnya sel inang akan pecah dan mati, serta akan menghasilkan virion-virion yang baru. Adapun tahapan pada daur litik, yaitu:

  • Adsorpsi
  • Penetrasi
  • Sintesis
  • Replika
  • Pematangan atau perakitan
  • Lisis.

2. Daur Lisogenik

Daur lisogenik terjadi kalo pertahanan tubuh inang lebih kuat daripada daya infeksi virus.

Pada daur ini, sel inang masih bisa bereproduksi dengan normal dan tidak akan langsung pecah. Tapi, DNA virus bakteriofag akan berinteraksi dengan kromosom sel inang membentuk profag.

Saat sel inang yang mengandung profag tersebut membelah diri, baru profag akan diwariskan ke sel berikutnya.

Adapun tahapan pada daur lisogenik, yaitu:

  • Adsorpsi dan infeksi
  • Pemetrasi
  • Penggabungan
  • Pembelahan
  • Sintesis.

Klasifikasi Virus

Klasifikasi Virus

1. Klasifikasi Virus Berdasarkan Ada Tidaknya Selubung pada Nukleokapsid

Ada dua (2) kelompok virus dalam klasifikasi ini, diantaranya yaitu:

  • Virus Berselubung: Yaitu virus yang selubungnya terdiri dari lipoprotein dan glikoprotein. Contoh: Poxyvirus, Herpesvirus, Togavirus, Rhabdovirus, dan Paramyxovirus.
  • Virus Telanjang: Yaitu virus yang tidak memiliki selubung pada nukleokapsidanya. Contoh: Papovirus, Adenovirus, Picornavirus, dan Reovirus.

2. Klasifikasi Virus Berdasarkan Jumlah Kapsomernya

Ada lima (5) kelompok virus dalam klasifikasi ini, yaitu sebagai berikut ini:

  • Virus dengan 32 kapsomer, contohnya Parvovirus.
  • Virus dengan 60 kapsomer, contohnya Picornavirus.
  • Virus dengan 72 kapsomer, contohnya Papovirus.
  • Virus dengan 162 kapsomer, contohnya Herpesvirus.
  • Virus dengan 252 kapsomer, contohnya Adenovirus.

3. Klasifikasi Virus Berdasarkan Jenis Sel Inangnya

Berdasarkan jenis sel inangnya, virus dikelompokkan menjadi empat (4), diantaranya yaitu:

  • Virus penyerang bakteri, misalnya virus T.
  • Virus penyerang tanaman, misalnya TMV dan Tungro.
  • Virus penyerang hewan, misalnya virus rabies dan flu burung.
  • Virus penyerang manusia, misalnya polio, HIV, dan flu.

4. Klasifikasi Virus Berdasarkan Tipe Genom dan Metode Replikasinya

Berdasarkan tipe genom dan replikasinya, virus dibagi menjadi tujuh (7) kelompok, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Virus tipe I memiliki DNA utas ganda dan reproduksinya dengan cara replikasi, contohnya Herpesvirus.
  • Virus tipe II memiliki DNA utas tunggal dan reproduksinya dengan cara replikasi, contohnya virus MVM.
  • Virus tipe III memiliki RNA utas ganda dan reproduksinya secara replikasi, contohnya Reovirus.
  • Virus tipe IV memiliki RNA utas tunggal (+) dan reproduksinya secara replikasi, contohnya virus polio.
  • Virus tipe V memiliki RNA utas tunggal (-) dan reproduksinya secara replikasi, contohnya virus rabies.
  • Virus tipe VI memiliki RNA utas tunggal (+) dengan DNA perantara dan reproduksinya secara transkriptasi balik, contohnya virus AIDS.
  • Virus tipe VII memiliki RNA utas ganda dengan RNA perantara dan reproduksinya secara transkriptasi balik, contohnya Heparnavirus.

5. Klasifikasi Virus Berdasarkan Jenis Asam Nukleatnya

Berdasarkan asam nukleatnya, virus dikelompokkan menjadi dua (2), diantaranya yaitu:

  • Virus DNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA, contohnya Parvovirus.
  • Virus RNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA, contohnya Picornavirus.

6. Klasifikasi Virus Berdasarkan Bentuk Dasarnya

Berdasarkan bentuk dasarnya, virus dibagi menjadi tiga (3) kelompok, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Virus bentuk iksohedral memiliki sumbu rotasi ganda dan tata ruangnya dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi, contohnya virus polio.
  • Virus helikal memiliki satu sumbu rotasi, bentuknya menyerupai batang panjang, nukleokapsid tidak kaku, dan berbentuk heliks, contohnya virus flu.
  • Virus kompleks memiliki struktur lebih kompleks daripada jenis virus lainnya, contoh virus cacar.

Dampak Positif Virus

Dampak Positif Virus

Ada beberapa dampak positif virus yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Bidang Kesehatan

Beberapa virus yang berperan di bidang kesehatan sebagai pencegahan kanker dan pengendalian kesehatan tubuh, yaitu:

  • Virus berperan dalam pembuatan beberapa vaksin. Seperti vaksin polio, campak, cacar, kanker, dan lainnya.
  • Beberapa virus berperan dalam melakukan pengendalian terhadap beberapa sel kanker yang akan dibunuh dengan menggunakan cell-killing effects virus secara langsung, dibanding menggunakan sistem imun.
  • Virus-directed enzyme prodrug therapy (VDEPT), yaitu sebuah terapi virus dimana sel yang menjadi target dimasukkan enzim dan bisa mengaktifkan dan menonaktifkan prekusor atau cytoxic yang tersusun secara sistematis.
  • Membuat antitoksin. Antitoksin ini terbentuk melalui penggabungan DNA virus dan gen yang bersifat menguntungkan.
  • Bahan pembuatan insulin. Virus penyebab kanker dicangkokkan dengan gen-gen penghasil insulin ke bakteri.
  • Terapi gen dengan mengubah gen penyebab infeksi menjadi gen penyembuh
  • Bacteriophages udah berhasil menyembuhkan penyakit tifus pada ayam dan disentri.

2. Bidang Pertanian

Manfaat Virus di bidang pertanian bisa dilihat dari penggunaan organisme biologis dalam mengendalikan kerusakan oleh hama atau yang biasa disebut dengan pengendalian biologis.

Kegiatan tersebut udah banyak digunakan pada sistem-sistem pertanian, diantaranya yaitu:

  • Pengendalian hama serangga melalui Baculoviruses, atau sekelompok virus yang bisa menginfeksi serangga dan artropoda lainnya.
  • Integrated Pest Management. Penerapan IPM ini mengandalkan agen-agen biologis.

3. Bidang Science

Virus udah digunakan secara luas pada studi molekuler dan seluler yang bisa dipakai buat memanipulasi dan mengetahui fungsi-fungsi dari sel.

Selain itu, virus juga bisa dipakai sebagai penelitian genetik, seperti replikasi DNA, transkipsi, formasi RNA, formasi protein, DNA dasar dari ketahanan tubuh.


Dampak Negatif Virus

Dampak Negatif Virus

1. Penyakit pada Hewan

Virus Rabies atau virus Rhabdhovirus merupakan virus yang dapat menyerang sistem saraf pusat manusia dan otak.

Akibatnya, tubuh tidak akan mampu untuk bergerak dan menimbulkan hydrophobia.

Virus ini ditularkan pada manusia melalui gigitan hewan berdarah panas yang udah terjangkit virus rabies ini seperti gigitan anjing, kera, kelelawar sampai rakun.

Makanya, ada baiknya buat selalu berhati-hati dengan hewan liar dan melakukan vaksinasi buat hewan peliharaan di rumah.

Selain itu. ada juga Virus Avian influenza tipe A (H5N1) yang sempat terkenal di Indonesia karena penyebaran wabahnya saat itu.

Virus ini rupanya menyerang hewan unggas, seperti burung dan ayam. Hal berbahayanya yaitu virus ini mampu menular pada manusia.

Virus influenza tipe A ini, bisa menyebabkan epidemik pada hewan (epizootik) dan berbagai spesies hewan dalam cakupan wilayah yang luas (panzootik), jadi mampu menularkan cukup banyak hewan dalam satu wilayah.

Gejala terjangkit virus ini berupa ganggungan pernapasan, muntah diare, dan gejala flu pada umumnya.

2. Penyakit pada Tumbuhan

Virus Tobacco Mozaic merupakan penyebab penyakit mosaik pada tumbuhan tembakau.

Faktanya, virus ini merupakan cikal bakal penamaan kata “virus” dan cabang ilmu mempelajari tentang virus (virologi).

Virus Tobacco Mozaic ini, mampu mengkerdilkan tanaman karena adanya infeksi pada daun tumbuhan.

Gejala virus ini, terdiri dari warna hijau muda di daun tumbuhan menyerupai pola “mosaik” atau belang-belang warna hijau terang dan hijau gelap pada daun.

Adanya mutasi yang terjadi pada virus ini, rupanya mampu menyerang tumbuhan lain selain tembakau. Misalnya, labu, buncis, mentimun, kentang dan sebagainya.

Selain itu ada juga Virus Rice Tungro Bacilliform yang dapat mengancam pertumbuhan padi, karena menimbulkan penyakit tungro.

Gejala virus ini, berupa kerdilnya tumbuhan padi dan warna merah sampai oranye-kuning, jadi mengakibatkan berkurangnya jumlah gabah hasil panen.

3. Penyakit pada Manusia

Beberapa penyakit yang diderita manusia, umumnya disebabkan adanya serangan virus dalam tubuh. Virus memiliki ukuran mikroskopis yang berkisar antara 20-300 milimikron.

Virus bersifat aseluler atau tidak memiliki sel, jadi virus cuma akan berkembangbiak di dalam sel hidup. Virus akan menyerang kekebalan atau imunitas saat sistem imun lemah.

Berikut ini, ada beberapa macam virus biologi yang mengancam kesehatan manusia, diantaranya yaitu:

  • Virus HIV
  • Virus Ebola
  • Virus Corona Paramyxovirus
  • Virus Herpes Simplex
  • Virus Dengue
  • Virus Polimielitis

Nah, itulah pembahasan tentang Pengertian Virus dan beberapa contohnya yang bisa kamu ketahui dan pelajari.

Semoga pembahasan diatas bisa membantu dan bermanfaat buat kalian semua sobat cerdika.com 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 18 Mei 2021 - Published : 18 Mei 2021