Pantun Nasehat

Pantun nasehat yaitu salah satu jenis pantun yang isinya ada banyak ajaran atau nasehat, baik itu tentang akhlak atau moral, ilmu, dan agama.

Dan, pada pantun tersebut biasanya terkandung nilai luhur yang terkandung dan secara turun-temurun diajarkan pada para generasi muda.

Biasanya, pantun nasehat digunakan dalam menyampaikan setiap pesan kebaikan di tengah pergaulan masyarakat yang heterogen.

Contohnya: Tentang pesan buat selalu berbakti pada orang tua, guru, atau pemimpin baik itu dilingkungan kecil atau besar seperti lingkungan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Ingin tahu lebih lengkap? Yuk, langsung simak pembahasannya dibawah ini.


Fungsi Pantun

Fungsi Pantun

Pantun sebagai karya sastra tentu memiliki fungsi. Adapun fungsi pantun dalam masyarakat yaitu sebagai alat pemelihara bahasa.

Dengan begitu, pantun berfungsi dalam kemampuan menjaga alur berpikir masyarakat.

Hadirnya pantun membuat seseorang harus melatih pikiran untuk mengetahui makna sebelum diucapkannya kata.

Baca juga : Contoh Pantun Jenaka

Tidak cuma itu, seseorang yang memiliki keahlian dalam berpantun banyak dihargai orang karena kecepatan dan mahirnya bermain kata.

Bisa disimpulkan, fungsi pantun yaitu sebagai alat penguat dalam menyampaikan pesan yang berguna dalam kehidupan. Hal ini karena pantun mengandung pesan moral dan petuah.


Ciri-Ciri Pantun

Ciri-Ciri Pantun

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri pantun, diantaranya yaitu seperti:

  • Pantun terdiri atas 4 baris
  • Pantun terdiri atas sampiran dan isi
  • Pada setiap baris pantun terdapat 8-12 suku kata atau sekitar 4-6 kata
  • Pantun memiliki sajak A-B-A-B atau bisa menggunakan sajak A-A-A-A, tapi ada juga yang menggunakan sajak A-A-B-B

Kenapa Dinamakan Pantun Nasehat?

Kenapa Dinamakan Pantun Nasehat

Ada ulasan yang cukup unik, yang berbentuk pantun pula. Kenapa bisa dinamakan pantun nasehat?

Sebenarnya sederhana, disebut pantun nasehat karena memiliki beberapa hal penting seperti dibawah ini:

  • Didalamnya sarat dengan pengingat
  • Mengingatkan kepada semua umat
  • Supaya jangan berbuat jahat
  • Supaya jangan mendekati maksiat
  • Supaya jangan dengki khianat
  • Supaya jangan umpat mengumpat
  • Supaya jangan cacat mencacat
  • Supaya jangan hambat menghambat
  • Supaya jangan melupakan akhirat
  • Supaya jangan meninggalkan ibadat
  • Supaya jangan hasud dan hasad
  • Supaya jangan membuang adat
  • Supaya jangan membuang tabiat.

Melalui pantun nasehat inilah, setiap nilai luhur yang ada pada ajaran agama dan juga adat menjadi terpelihara.

Karena, langsung diwariskan secara lisan melalui anak cucu dengan cara yang sangat kreatif, yaitu pantun.


Contoh Pantun Nasehat

1. Contoh Pantun Nasehat Agama

Contoh Pantun Nasehat Agama

A. Pantun Nasehat Agama – Haram

Dalam rumah ada belalang (sampiran)
Belalang hijau jangan dimakan (sampiran)
Dalam kitab ada terlarang (isi)
Perbuatan haram jangan dilakukan (isi)

B. Pantun Nasehat Agama – Perbuatan Hina

Katak di sawah melompat-lompat (sampiran)
Pak tani datang membawa jerat (sampiran)
Sungguh hina sifat mengumpat (isi)
Dunia akhirat pasti dilaknat (isi)

C. Pantun Nasehat Agama – Ilmu Agama

Ikan Arwana ikan Pari
Semuanya terdampar dan mati
Ilmu agama harus dicari
Buat bekal akhirat nanti

D. Pantun Nasehat Agama – Siksa Kubur

Pohon manggis tumbuh subur
Di bawahnya pohon kacang
Mayat menangis di alam kubur
Teringat jasad tidak sembahyang

2. Contoh Pantun Nasehat Adat

Contoh Pantun Nasehat Adat

A. Pantun Nasehat Adat – Pentingnya Budi Pekerti

Kuat rumah karena sendi
Rusak sendi rumah binasa
Kuat bangsa karena budi
Rusak budi bangsa binasa

B. Pantun Nasehat Adat – Perubahan Adat

Dahulu rebab yang bertangkai
Kini kopi yang berbunga
Dahulu adat yang berpakai
Sekarang rodi yang berguna

C. Pantun Nasehat Adat – Intropeksi

Sebelum menggali buah bengkuang
Galilah dahulu buah ketari
Sebelum mencari kesalahan orang
Carilah dahulu kesalahan sendiri

D. Pantun Nasehat Adat – Ikhlas

Kalau keladi sudah ditanam
Janganlah lagi meminta talas
Kalau budi sudah ditanam
Janganlah lagi meminta balas

3. Contoh Pantun Nasehat Berbalas

Contoh Pantun Nasehat Berbalas

A. Pantun Nasehat Berbalas – Marah

Ikan belanak masih merah
Dalam plastik ia dibawah
Jadi anak jangan pemarah
Kalau pemarah lekas tua

Kemudian, dibalas dengan pantun berikut ini:

Ada senar dalam kereta
Kereta panjang isinya berjuta-juta
Memang benar apa yang kau kata
Orang pemarah tak ada yang suka

B. Pantun Nasehat Berbalas – Penyabar

Jantung berdetak hati berdebar
Melihat harimau dalam ikatan
Kalau kita orang penyabar
Banyak yang tentram bila berdekatan

Kemudian, dibalas dengan pantun berikut ini:

Anak ayam diambil maya
Karena kakinya ada yang luka
Penyabar adalah sifat mulia
Semua pasti akan suka

4. Contoh Pantun Nasehat Orang Tua

Contoh Pantun Nasehat Orang Tua

A. Pantun Nasehat Orang Tua – Pahala Menghormati Orang Tua

Hari rabu minum kolak
Kolak diminum hilang dahaga
Hormatilah ibu dan bapak
Agar kamu masuk surga

B. Pantun Nasehat Orang Tua – Menyayangi Orang Tua

Kupu-kupu diatas kembang
Kembang layu tiada bertulang
Waktu kecil kita ditimang
Ayah Ibu wajib disayang

C. Pantun Nasehat Orang Tua – Ingat Pesan Orang Tua

Tak terasa sudah jam dua
Ditunggu-tunggu akhirnya datang juga
Selalu ingat pesan orangtua
Agar hidup sukses dan jaya

5. Contoh Pantun Nasehat Belajar

Contoh Pantun Nasehat Belajar

A. Pantun Nasehat Belajar – Jangan Malas

Buah mangga dibelah-belah
Bawa kepasar dalam panci
Siapa yang malas bersekolah
Saat besar menyesal nanti

B. Pantun Nasehat Belajar – Semangat Menuntut Ilmu

Pohon jambu di mana tumbuh
Tumbuh dekat pohon rambutan
Carilah ilmu dengan bersungguh-sungguh
Agar bermanfaat dihari kemudian

C. Pantun Nasehat Belajar – Carilah Ilmu Sejak Dini

Ada udang di balik batu
Batu dibalik ada buaya
Mumpung mudah carilah ilmu
Agar senang di hari tua


Nah, itulah pembahasan tentang Pantun Nasehat dan beberapa contohnya yang bisa kamu ketahui dan pelajari.

Semoga pembahasan diatas bisa membantu dan bermanfaat buat kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 20 Mei 2021 - Published : 11 Mei 2021