Gangguan Sistem Gerak

Kelainan sistem gerak yaitu sekelompok penyakit saraf yang menyebabkan gerakkan tubuh menjadi bermasalah.

Contohnya seperti, kesulitan untuk bergerak, gerakan melambat, atau gerakan tidak terkontrol.

Kelainan pada sistem gerak terjadi saat ada kerusakan atau gangguan pada organ-organ yang termasuk didalamnya.

Ada banyak sekali penyakit yang bisa menyebabkan kelainan pada sistem gerak tubuh.

Penasaran apa saja? Makanya, simak seksama ulasannya dibawah ini yuk!


1. Myasethenia Gravis

Myasethenia Gravis

Myasethenia gravis menyebabkan melemahnya otot-otot rangka pada tubuh.

Penyebabnya yaitu adanya gangguan komunikasi antara sel saraf dengan jaringan otot, jadi menyebabkan gerakan tubuh melemah.

Gejala yang muncul bisa berbeda-beda pada tiap penderita, seperti kesulitan bicara atau cadel, suara serak, napas pendek, dan kelopak mata turun.

Selain itu, penderita juga bisa mengalami kesulitan bergerak, seperti bangun dari posisi duduk ke berdiri, mengangkat benda, atau naik turun tangga.

Gejala lain yang mungkin muncul yaitu kesulitan dalam menunjukkan ekspresi wajah.

Biasanya, penderita Myasethenia Gravis juga mengalami gangguan penglihatan, seperti pendangan kabur atau ganda dan kesulitan mengunyah dan menelan.

Umumnya, gejala myasethenia gravis timbul saat penderitanya beraktivitas dan akan membaik setelah beristirahat.

Gejala penyakit tersebut, bisa muncul secara perlahan dan cenderung memburuk kalo tidak segera diobati.


2. Tremor

Tremor

Tremor merupakan gerakan gemetar yang terjadi secara berulang-ulang tanpa disengaja sama sekali.

Umumnya, tremor terjadi di tangan dan kepala, tapi bisa juga terjadi di bagian tubuh lainnya seperti kaki, perut, dan juga pita suara.

Meski umumnya tidak mengancam nyawa, tremor juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Orang yang mengalami tremor akan kesulitan untuk melakukan aktivitas atau pekerjaan, seperti menulis, berjalan, menyuap makanan, atau menggenggam benda.

Tremor disebabkan oleh gangguan pada area otak yang berfungsi mengatur pergerakan otot kita.

Tremor bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas, tapi sering sekali kondisi ini merupakan gejala dari suatu penyakit.


3. Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson

Penyakit parkinson terjadi karena tubuh kekurangan zat dopamin yang berperan dalam mengatur gerakan tubuh.

Pada kondisi tersebut, ada kerusakan sel saraf di otak yang mengakibatkan gerakan tubuh menjadi lambat dan tidak normal.

Ada 3 gejala utama penyakit parkinson, yaitu tremor, gerak tubuh melambat, dan kaku otot.

Selain itu, ada beberapa gelaja lainnya yang mungkin muncul, diantaranya yaitu:

  • Gangguan keseimbangan yang membuat penderita rentan terjatuh dan cedera.
  • Kesulitan dalam berjalan.
  • Bicara melambat dan tidak jelas.
  • Kesulitan dalam menulis.
  • Susah menelan.
  • Sulit menahan buang air kecil ataupun besar.
  • Produksi air liur berlebih.

Penderita penyakit parkinson juga lebih rentan mengalami depresi, cemas, dan juga demensia.


4. Distonia

Distonia

Distonia merupakan gangguan yang menyebabkan otot bergerak sendiri tanpa kita sadari.

Gerakan otot tersebut, bisa terjadi pada salah satu anggota tubuh aja atau seluruhnya.

Akibatnya, penderita distonia memiliki postur tubuh yang aneh dan mengalami tremor.

Penyebab distonia yaitu adanya gangguan pada bagian otak yang berfungsi mengendalikan kecepatan dan koordinasi gerakan tubuh.

Kelainan sistem gerak tubuh ini, bisa menimbulkan gejala berupa:

  • Kedutan
  • Tremor
  • Kram mata
  • Mata berkecip tanpa kendali
  • Gangguan bicara dan menelan
  • Posisi salah satu bagian tubuh tidak normal, misalnya leher miring.

5. Chorea

Chorea

Chorea merupaakan kelainan saraf otot yang menyebabkan munculnya gerakan tubuh yang tidak disadari.

Penyakit chorea ini, ditandai denga gerakan berulang yang singkat, cepat, dan juga tidak terkontrol.

Umumnya, Chorea terjadi pada wajah, mulut, lengan, tangan, dan juga kaki.

Akibatnya, penderita mengalami gangguan bicara, kesulitan menelan, lidah sering menjulur, tangan sulit dikepalkan, sampai gaya berjalan yang aneh.


6. Ataksia

Ataksia

Ataksia disebabkan oleh kelainan pada otak kecil dan saraf tulang belakang yang memengaruhi koordinasi gerakan tubuh.

Kelainan ataksia ini, menyebabkan seseorang kesulitan dalam menggerakan tubuh dengan mulus dan lancar.

Gejala ataksia meliputi, koordinasi gerak tubuh yang buruk, gemetar atau tremor, langkah kaki yang tidak stabil atau seperti mau jatuh, perubahan cara bicara, sulit bicara dan menelan, dan gerakkan bola mata yang tidak normal.

Selain itu, penderita ataksia juga bisa mengalami gangguan dalam berpikir atau emosi, dan kesulitan dalam menulis.


7. Sklerosis Lateral Amiotrofik (ALS)

Sklerosis Lateral Amiotrofik

ALS merupakan penyakit degeneratif yang mengganggu fungsi otak dan saraf tulang belakang.

Penderita kondisi ini, bisa mengalami kesulitan dalam melakukan beberapa aktivitas, seperti berbicara, menelan, berdiri, berjalan, dan menaiki tangga.

Sampai sekarang ini, belum ditemukan pengobatan buat Sklerosis Lateral Amiotrofik (ALS).

Gejala ALS pada setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung pada area sistem saraf yang mengalami kelainan.

Gejala yang mungkin muncul meliputi suara serak, sulit menelan, bicara tidak jelas, emosi tidak stabil, dan produksi air liur berlebih.

Selain itu, ada gejala lainnya yaitu bisa berupa lemas, kedutan, sesak napas, sampai penyusutan jaringan otot.


8. Fibromyalgia

Fibromyalgia

Hampir sama dengan nyeri otot, fibromyalgia yaitu masalah sistem otot yang juga menimbulkan rasa nyeri pada otot.

Bedanya, kalo myalgia cuma terasa pada kelompok otot di salah satu area tubuh aja, fibromyalgia bisa menyebabkan nyeri otot terasa di sekujur tubuh secara bersamaan.


9. Kram dan Kejang Otot

Kram dan Kejang Otot

Kedua masalah otot ini memiliki karakteristik yang hampir sama. Kram otot dan kejang otot terjadi saat otot mengalami kontraksi secara tiba-tiba dan tidak terkendali.

Bahkan, kondisi ini bisa muncul di malam hari sampai rasa sakitnya membuat kamu terjaga dari tidur lelap.

Meski tergolong tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya, kamu tidak bisa menggunakan otot yang sedang kram atau kejang sampai kondisinya membaik.


10. Osteoporosis

Osteoporosis

Menurut National Osteoporosis Foundation, osteoporosis yaitu penyakit pengeroposan tulang dan penurunan kepadatan massa tulang yang terjadi secara bertahap.

Penyakit ini tidak menimbulkan gejala, sehingga biasanya baru disadari saat kamu udah mengalami patah tulang.


Itulah beberapa pembahasan lengkap tentang Contoh Gangguan Sistem Gerak. Gimana? Mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Juli 2021 - Published : 27 Juni 2021