Sistem Peredaran Darah Manusia

Darah memiliki peran penting buat mengalirkan oksigen, nutrisi, hormon, dan berbagai komponen penting lainnya buat menjaga kesehatan tubuh.

Mengalirnya sirkulasi darah dalam tubuh diatur oleh sebuah sistem bernama sistem kardiovaskular.

Kamu belum tahu dengan Sistem Peredarah Darah? Penasaran seperti apa cara kerja sistem peredaran darah manusia? Yuk simak!


Organ Penyusun Sistem Peredaran Darah pada Manusia

1. Jantung

Jantung

Jantung yaitu organ paling vital dalam sistem peredaran darah manusia yang fungsinya memompa dan menerima darah ke seluruh tubuh.

Letak jantung ada diantara paru-paru. Tepatnya di tengah dada, di bagian belakang kiri tulang dada.

Ukuran jantung kira-kira sedikit lebih besar dari kepalan tangan kamu, yaitu kira-kira sekitar 200-425 gram.

Jantung Anda terdiri atas empat ruang, yaitu serambi (atrium) kiri dan kanan, serta bilik (ventrikel) kiri dan kanan.

Jantung memiliki empat katup yang memisahkan keempat ruang tersebut. Katup jantung berfungsi menjaga aliran darah mengalir ke arah yang benar.

Katup ini termasuk katup trikuspid, mitral, paru, dan aorta. Setiap katup memiliki flaps, yang disebut leaflet atau cusp, yang membuka dan menutup sekali setiap jantung kamu berdetak.

2. Pembuluh Darah

Pembuluh Darah

Pembuluh darah merupakan pipa elastis yang menjadi bagian dari sistem peredaran darah manusia.

Pembuluh dari memiliki fungsi yaitu buat membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lainnya atau sebaliknya.

Berikut dibawah ini, ada 3 pembuluh darah utama yang ada di jantung, diantaranya yaitu:

  • Arteri

Arteri yaitu membawa darah yang kaya oksigen dari jantung ke bagian tubuh lainnya.

Arteri memiliki dinding yang cukup elastis, sehingga mampu menjaga tekanan darah tetap konsisten.

  • Vena

Vena membawa darah yang miskin oksigen (penuh karbon dioksida) dari seluruh tubuh buat kembali ke jantung.

Dibandingkan arteri, vena memiliki dinding pembuluh yang lebih tipis.

  • Kapiler

Kapiler mempunyai tugas untuk menghubungkan arteri terkecil dengan vena terkecil.

Dindingnya sangat tipis, jadi memungkinkan pembuluh darah buat bertukar senyawa dengan jaringan sekitarnya.

Contohnya seperti karbon dioksida, air, oksigen, limbah, dan juga nutrisi.

3. Darah

Darah

Komponen utama sistem peredaran darah manusia selanjutnya adalah darah. Tubuh manusia rata-rata mengandung sekitar 4-5 liter darah.

Darah memiliki fungsi untuk mengangkut nutrisi, oksigen, hormon, dan berbagai zat lain dari dan ke seluruh tubuh.

Tanpa adanya darah, maka oksigen dan sari makanan (nutrisi) akan sulit untuk mencapai seluruh bagian tubuh.

Menurut situs American Red Cross, darah terdiri dari beberapa komponen, diantaranya yaitu:

  • Plasma Darah

Plasma darah yaitu yang bertugas mengangkut sel-sel darah, lalu diedarkan ke seluruh tubuh bersama nutrisi, hasil limbah tubuh, antibodi, protein pembekuan darah, dan bahan kimia, seperti hormon dan protein.

  • Sel Darah Merah (Eritrosit)

Sel darah merah atau eritrosit yaitu yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru buat diedarkan ke seluruh tubuh.

  • Sel Darah Putih (Leukosit) 

Leukosit yaitu yang bertanggung jawab buat melawan infeksi virus, bakteri, dan jamur yang memicu perkembangan penyakit.

  • Keping Darah (Trombosit)

Keping darah yaitu yang memiliki peran penting proses pembekuan darah (koagulasi) saat tubuh terluka.


Mekanisme Peredaran Darah

Mekanisme Peredaran Darah

Secara umum, sistem peredaran darah manusia terbagi menjadi 2, diantaranya seperti dibawah ini:

1. Peredaran Darah Besar (Sistemik)

Sistemik dimulai saat darah yang mengandung oksigen dipompa dari bilik kiri jantung menuju seluruh tubuh sampai akhirnya kembali lagi ke serambi kanan jantung.

Secara sederhana, peredaran darah besar (sistemik) bisa digambarkan sebagai aliran darah dari jantung – seluruh tubuh – jantung.

2. Peredaran Darah Kecil (Pulmonal)

Peredaran darah ini, dimulai saat darah yang mengandung CO2 atau karbon dioksida dipompa dari bilik kanan jantung menuju paru-paru.

Didalam paru-paru, terjadi pertukaran gas yang mengubah karbon dioksida menjadi oksigen saat keluar dari paru-paru dan kembali lagi ke jantung (serambi kiri).

Secara sederhana, sistem peredaran darah kecil (pulmonal) adalah perederan darah dari jantung – paru-paru – jantung.


Penyakit pada Sistem Peredaran Manusia

Penyakit pada Sistem Peredaran Manusia

Sistem sirkulasi darah sangat vital buatkehidupan manusia. Adanya kelainan dalam sistem peredaran darah bisa berdampak pada fungsi tubuh secara menyeluruh.

Bahkan, organ tubuh bisa mengalami kerusakan dan menimbulkan berbagai penyakit yang serius.

Ada beberapa penyakit paling umum yang bisa mengganggu sistem peredaran darah pada manusia, yaitu:

  • Hipertensi, yaitu yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
  • Aneurisma aorta, merupakan penggelembungan di dinding aorta.
  • Aterosklerosis, yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah karena adanya penumpukan lemak, kolesterol, dan zat sisa lainnya di dinding pembuluh darah arteri.
  • Penyakit jantung, yaitu meliputi aritmia, arteri koroner, gagal jantung, kardiomiopati, serangan jantung, dan lainnya.
  • Varises, yaitu yang disebabkan oleh darah yang seharusnya dialirkan ke jantung, malah kembali ke kaki.

Pelajari juga : Materi Genetik


Teknologi Sistem Peredaran Darah

Teknologi Sistem Peredaran Darah

Berikut dibawah ini, ada beberapa teknologi sistem peredaran darah, diantaranya yaitu:

1. Elektrokardiograf (ECG)

ECG yaitu teknik yang digunakan untuk mengetahui struktur internal peredaran darah, diagnosis adanya gumpalan darah, arah aliran darah, gerakan jantung, dan pembuluh darah besar.

ECG dilakukan tanpa memasukkan alat apapun kedalam tubuh pasien, tapi cuma dengan gelombang ultrasonik untuk membentuk gambar bayangan.

2. Angioplasti

Teknologi angioplasti yaitu membuka aliran darah yang tersumbat oleh timbunan lemak dengan menggunakan balon yang dimasukkan pada kateter.

Kamu udah pernah lihat kateter belum? Kateter adalah tabung kecil panjang yang udah sering digunakan di dunia kedokteran.

3. Operasi By Pass Jantung

Operasi By Pass Jantung ini, biasanya dilakukan ke penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Tujuannya buat mengembalikan pasokan darah ke jantung dengan cara membuat saluran baru supaya aliran darah ke jantungnya lancar.

4. Transplantasi Jantung

Transplantasi jantung yaitu teknik penggantian jantung yang rusak dengan menggunakan jantung yang berasal dari donor.

Untuk menjadi donor jantung ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Jadi, tidak bisa sembarang orang menjadi donor jantung.

5. Terapi Gen

Terapi gen ini, dilakukan dengan cara menumbuhkan pembuluh darah baru dengan menyuntikan beberapa salinan gen.

Terapi gen ini, juga digunakan untuk memperbaiki gen-gen mutan yang membawa penyakit.

Eh, tapi mutan yang dimaksud di sini bukan mutan seperti Wolverine, ya.

6. Radioactive Scanning

Teknologi sistem peredaran darah yang keenam namanya Radioactive Scanning atau pemindaian dengan bahan radioaktif.

Teknologi yang satu ini, bisa mendeteksi adanya penyakit jantung dengan cara menyuntikkan bahan radioaktif kedalam tubuh pasien.

Eh, tenang aja, bahan radioaktif yang digunakan tidak berbahaya. Setelah itu, hasilnya akan direkam buat dijadikan bahan tinjauan selanjutnya.

7. Pacemaker

Pacemaker yaitu alat pemacu detak jantung untuk menstabilkan detak jantung dengan memberi impuls listrik berkekuatan ringan.


Itulah beberapa pembahasan lengkap tentang Sistem Peredaran Darah Manusia. Gimana? Mudah dipahami kan?

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan lainnya, langsung tulis aja dikolom komentar dibawah ini yak!

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Juli 2021 - Published : 17 Juni 2021