Kata Sapaan

Sadarkah kamu kalo sering menggunakan kata sapaan dalam percakapan sehari-hari, loh?

Atau pasti kamu sering mendengarnya saat menonton siaran berita di media elektronik, seperti televisi atau video di internet.

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan Kata Sapaan itu?

Ingin tahu? Makanya, yuk langsung simak seksama pembahasan mengenai Kata Sapaan dibawah ini!


Pengertian Kata Sapaan

Pengertian Kata Sapaan

Kata sapaan yaitu kata yang digunakan untuk menyapa seseorang atau pihak kedua, baik tunggal atau jamak.

Kalimat atau kata sapaan sering sekali digunakan dalam sebuah penyampaian kalimat berita baik di televisi atau di radio.

Kata sapaan sebuah kata yang dipakai buat bisa menegur sapa orang sebagai lawan berbicara (orang kedua) atau menggantikan nama orang ketiga.

Kata sapaan juga sebuah kata yang digunakan buat bisa menyapa seseorang atau pihak kedua, baik itu tunggal atau jamak.

Baca juga : Fungsi Kata Majemuk


Ciri-Ciri Kata Sapaan

Ciri-Ciri Kata Sapaan

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri dari kata sapaan yang perlu kamu ketahui, diantaranya yaitu:

  • Kata sapaan tidak memiliki perbendaharaan kata sendiri, tapi memakai kata-kata dari perbendaharaan nama diri dan kata nama perkerabatan.

Contohnya:

  • Lang (Bentuk utuh: Gilang)
  • Li (Bentuk utuh: Ali)
  • Bu (Bentuk utuh: Ibu)
  • Pak (Bentuk utuh: Bapak)
  • Yah (Bentuk utuh: Ayah)

Jenis Kata Sapaan

Jenis Kata Sapaan

Kata serapan terdiri dari beberapa jenis, diantaranya seperti dibawah ini:

1. Istilah dalam Kekerabatan

Beberapa kata sapaan yang masuk kedalam istilah didalam kekerabatan yaitu Dik, Bapak, Kakek, Saudara, Kak dan lainnya.

Contohnya:

  • Selamat datang, Saudara Saudari sekalian.
  • Selamat pagi, Pak. Bagaimana kabar Bapak hari ini?
  • Pagi, Bu. Hari ini kita jadi ke sekolah, kan?
  • Sore, Kak. Apakah ada yang dapat saya bantu?
  • Halo, Dik. Saya mau numpang tanya arah untuk menuju alun-alun kota lewat mana, ya?

2. Nama Diri (Baik Orang Atau Benda)

Beberapa kata yang masuk kedalam nama diri, baik orang atau benda yaitu (orang) Tuti, Safira, Gilang, Siska, (benda): si Kelinci, si Kancil, Raja Rimba, dan lainnya.

Contohnya:

  • Hai, Galang. Lama tak berjumpa, ya.
  • Halo, Gilang. Bagaimana kabarnya?
  • Hai, Safira. Apakah kamu memiliki waktu luang hari selasa?
  • Selamat pagi, Raja Rimba yang Agung. Apa yang Anda inginkan untuk sarapan sore ini?
  • Pagi, Kelinci. Bagaimana berburu mu semalam?

3. Nama Jabatan atau Gelar

Beberapa kata yang masuk kedalam nama jabatan atau gelar yaitu Gubernur, Bupati, Dokter, Jenderal, Profesor, Suster, dan lainnya.

Contohnya:

  • Selamat datang, Profesor. Kami telah menunggu kedatangan Anda sejak tadi.
  • Selamat pagi, Pak Bupati. Ini merupakan beberapa berkas yang perlu untuk Bapak tandatangani.
  • Selamat pagi, Dok. Apakah saya sudah diperbolehkan pulang hari ini?
  • Selamat pagi, Jenderal. Jadwal untuk hari ini telah kami siapkan.
  • Siang, Sus. Apakah Pak dokter sudah datang?

4. Kata Ganti

Beberapa kata yang masuk kedalam kata ganti yaitu engkau, kamu, anda, saudara, nyonya, tuan, nona, dan lainnya.

Contohnya:

  • Nona mau makan apa hari ini?
  • Permisi, sekarang giliran Anda untuk mengikuti tes wawancara.
  • Nyonya, apakah ada yang bisa saya bantu?
  • Jika berkehendak, silahkan tuan mengikuti meeting lewat zoom nanti sore.
  • Apakah kamu sudah makan hari ini?

5. Menunjukkan Rasa Hormat

Beberapa kata yang masuk kedalam menunjukan rasa hormat seperti yang terhormat, paduka yang mulia, dan lainnya.

Contohnya:

  • Yang terhormat kepala sekolah.
  • Paduka yang mulia, sekarang sudah saatnya makan malam.

6. Kata Nama Pelaku

Beberapa kata yang masuk kedalam nama pelaku seperti peserta, penonton, hadirin, pendengar, dan sejenisnya.

Contoh:

  • Para hadirin yang saya hormati.
  • Pendengar setia radio fm.
  • Untuk peserta lomba melukis dengan nomor 1017 diharapkan maju ke panggung.
  • Penonton pada malam hari ini sangat antusias.

Jenis Kalimat Sapaan

Jenis Kalimat Sapaan

Selain jenis kata sapaan, ada juga beberapa jenis kalimat sapaan yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Sapaan Biasa

Sapaan biasa yaitu sapaan yang digunakan di dalam kehidupan sehari-hari dan tidak membutuhkan kalimat yang formal.

Contohnya:

  • Hai Tiyas, sibuk nggak hari ini?
  • Hai, Sagita. Apakah kamu tahu toko baju muslim yang ada di sekitar sini?
  • Halo, Ibra. Kamu sedang sakit ya? Wajahmu terlihat sangat pucat.
  • Halo, Ibu Dela. Apakah Erlang sudah pulang sekolah?
  • Hai, Adi. Bagaimana liburanmu minggu lalu? Pasti seru banget, ya.

2. Sapaan Hormat

Sapaan hormat merupakan jenis kalimat sapaan yang menggunakan kalimat yang lebih formal.

Contohnya:

  • Selamat pagi, Nyonya. Apakah Nyonya membutuhkan bantuan?
  • Selamat datang, Tuan. Mari saya antarkan menuju nomor tempat duduk Tuan.
  • Selamat pagi, Bapak dan Ibu sekalian. Mari kita langsung saja melaksanakan rapat pada hari ini.
  • Selamat malam, Ibu. Silakan Ibu duduk di meja yang sudah Ibu pesan ini.
  • Selamat siang, Pak RT. Saya ingin melapor mengenai sanak saudara saya yang akan menginap beberapa hari ke depan.

3. Sapaan Kasar

Sapaan kasar yaitu sapaan yang digunakan di dalam kehidupan sehari-hari dan biasanya digunakan cuma pada antar teman aja.

Contohnya:

  • Oy, Bro. Ada jadwal apa hari ini nih?
  • Oit, Mbek. Apa kabarmu sekarang? Kapan kamu akan pulang kampung?
  • Hai, Lek. Mana janjimu mengenai proyek untuk aku itu?
  • Halo, Mblo. Bagaimana kemajuan dari pdkt mu dengan gadis itu?
  • Hai, Cantik. Lama kita tak berjumpa, ya. Makin cantik saja sepertinya.

Cara Penulisan Kata Sapaan

Cara Penulisan Kata Sapaan

Pemakaian kata sapaan ini sangat terikat dengan adat kesantunan, adat-istiadat setempat, dan situasi serta keadaan percakapan.

Itulah mengapa, kaidah kebahasaan sering sekali terkalahkan oleh adat kebiasaan yang berlaku di daerah tempat bahasa Indo­nesia tumbuh dan berkembang.

Tapi perlu kamu ingat, didalam hal ini yaitu cara penulisan kata kekerabatan yang dipakai sebagai kata sapaan, yaitu ditulis dengan menggunakan huruf awal huruf kapital.

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam pedoman umum, dijelaskan tata cara penulisan dalam kata sapaan, yaitu:

  • Huruf kapital itu digunakan yaitu sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan.

Seperti saudara, bapak, ibu, kakak, paman, kakek, nenek,adik, om, tante, yang dipakai dalam  penyapaan atau juga pengacuan.

Contohnya: Berapa harganya, Bu / Pak / Bude / Pakde / Kak / Bang?

  • Huruf kapital tersebut digunakan sebagai kata ganti Anda.

Contohnya: Sekarang anda tinggal dimana?


Contoh Kata Sapaan

Contoh Kata Sapaan

1. Ibu bertanya, “Pukul berapa Bapak akan pulang ke rumah?”

Penjelasan:

Kata Bapak di dalam kalimat diatas yaitu kata sapaan yang dipakai sebagai penyapaan sebab dipakai untuk menyapa orang kedua (orang yang sedang diajak berbicara).

Kata sapaan seperti ini harus ditulis dengan menggunakan huruf kapital.

2. Kakak berkata, “Sampaikan kepada ayah, hari ini, kakak akan terlambat pulang ke rumah”.

Penjelasan:

Kata Kakak dalam kalimat diatas, dipakai buat menyapa orang pertama (diri pembicara sendiri) jadi tidak termasuk kedalam penyapaan.

Begitu juga dengan kata ayah dalam kalimat tersebut bukan sebagai penyapaan sebab mengacu pada orang ketiga (yang sedang dibicarakan).

Menurut EYD, penulisan kata seperti ini tidak boleh diawali dengan menggunakan huruf kapital.

3. Kita harus menghormati ayah yang sudah memperjuangkan hidup kita sampai seperti sekarang.

Penjelasan:

Kata ayah dalam kalimat diatas, mengacu kepada orang ketiga (yang sedang dibicarakan) jadi tidak berpersan sebagai kata penyapaan.

Kata seperti ini, penulisannya juga tidak perlu diawali dengan menggunakan huruf kapital.

4. Selain sebagai penyapaan, kata sapaan yang dipakai sebagai pengacuan awal katanya juga harus ditulis dengan menggunakan huruf besar.

Contohnya:

  • Mereka pergi ke rumah Pak RT.
  • Esok kami akan mengunjungi Bapak Ibra yang sedang sakit.

Nah, itulah pembahasan tentang Kata Sapaan dan contohnya yang bisa kamu ketahui dan pelajari.

Semoga pembahasan diatas bisa membantu dan bermanfaat buat kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 16 Juni 2021 - Published : 16 Juni 2021