Persendian

Sistem gerak pada tubuh manusia terdiri atas tulang, otot, dan persendian.

Meskipun sendi lebih jarang dibahas, tetapi dalam perannya sangat penting bagi tubuh manusia, loh.

Sendi yaitu tempat bertemunya dua tulang atau lebih agar tulang tersebut bisa bergerak.

Ada berapa macam sebenarnya sendi didalam tubuh, dan berapa jumlahnya? Ingin tahu? Yuk simak ulasan dibawah ini.


Pengertian Sendi

Pengertian Sendi

Sendi yaitu perhubungan antar tulang, jadi tulang bisa digerakkan. Hubungan dua tulang disebut persendian (artikulasi).

Persendian atau artikulasi adalah hubungan antar tulang-tulang yang membentuk sistem gerak pada manusia.

Persendian mempunyai peran penting dalam proses gerak yang dilakukan oleh manusia.

Gerakan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya pada persendian di ikat oleh jaringan yang disebut ligamen.

Gerakan pada persendian dilapisi oleh minyak sendi, kalo minyak sendi pada tulang habis maka gerakan pada persendian akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

Sistem muskuloskeletal pada manusia terdiri dari tulang, otot dan persendian (dibantu oleh tendon, ligamen dan tulang rawan).

Sistem ini memungkinkan buat duduk, berdiri, berjalan atau melakukan kegiatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga : Sistem Peredaran Darah Manusia

Selain sebagai penunjang dan pembentuk tubuh, tulang juga berfungsi sebagai pelindung organ dalam.

Tempat pertemuan 2 tulang yaitu persendian, yang berperan dalam mempertahankan kelenturan kerangka tubuh.

Tanpa adanya persendian, maka kamu tidak akan mungkin bisa melakukan berbagai gerakan.

Sedangkan, yang berfungsi menarik tulang pada saat kamu bergerak yaitu otot, jaringan elastik yang kuat.


Fungsi Sendi

Fungsi Sendi

Proses tekanan pada sendi weight bearing berkisar antara 2.5-10 kali dari berat badan individu tersebut.

Sering sekali besar tekanan yang terjadi mencapai 150-300 psi.

Melihat besarnya tekanan itu, sangat mengagumkan kalo sendi-sendi itu mampu mempertahankan fungsinya sepanjang kehidupan seseorang.

Berikut dibawah ini, ada beberapa fungsi sendi manusia yang perlu diketahui, diantaranya yaitu:

  • Menghubungkan tulang yang satu dengan yang lainnya.
  • Membuat tulang yang bersatu tersebut bisa digerakkan.
  • Membuat tubuh leluasa untuk bergerak.

Macam-Macam Sendi

Macam-Macam Sendi

Berdasarkan mekanisme sistem geraknya, sendi pada sistem rangka manusia dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

1. Sendi Mati (Sinartrosis)

Sendi mati atau sinartrosis merupakan jenis persendian yang tidak bisa digerakkan.

Pada sendi mati, jaringan ikat yang menjadi penghubung antar tulang akan mengeras dan berubah menjadi tulang.

Selain itu, pada hubungan antar tulang ini celah sendi juga tidak ditemukan.

Sendi mati atau sinartrosis dibedakan menjadi 2 tipe, diantaranya yaitu:

  • Tipe Suture

Tipe suture yaitu tipe sendi yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut padat. Misalnya, pada tulang tengkorak.

  • Tipe Sinkondris

Tipe sinkondris yaitu tipe sendi yang dihubungkan oleh kartilago hialin. Misalnya, hubungan diafisis dan epifisis pada tulang dewasa.

2. Sendi Kaku (Amfiartosis)

Sendi kaku atau amfiartosis yaitu jenis persendian yang memungkinkan buat bisa sedikit digerakkan.

Macam sendi yang satu ini dihubungkan oleh kartilago. Sendi kaku dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu:

  • Tipe Simfisis

Tipe simfisis adalah salah satu tipe sendi yang dihubungkan oleh kartilago serabut yang pipih.

Misalnya, pada tulang kemaluan dan sendi antar tulang belakang.

  • Tipe Sindesmosis

Tipe sindesmosis adalah tipe sendi yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen.

Misalnya, pada sendi antartulang kering dan tulang betis.

3. Sendi Gerak (Diartrosis)

Sendi gerak yaitu jenis persendian yang memungkinkan buat leluasa digerakkan, karena antara dua tulang tidak hubungkan oleh jaringan ikat.

Dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri  dari sendi gerak, diantaranya seperti:

  • Permukaan sendi dilapisi selaput jaringan ikat fibrous yang tipis dan menyerabut.
  • Bagian dalam kapsul dibatasi oleh selaput sendi, yaitu selaput penghahasil cairan synovial yang berfungsi sebagai minyak pelumas sendi.
  • Kapsul fibrousnya diperkuat dengan adanya ligament, tapi ada juga yang tidak.
  • Biasanya terdapat bantalan kartilago serabut didalam kapsulnya.

Klasifikasi Sendi

Klasifikasi Sendi

Sendi diklasifikasikan 3 tipe atas dasar jenis pergerakannya, yaitu seperti dibawah ini:

1. Synarthroses

Synarthroses merupakan sendi yang pergerakannya sangat terbatas atau tidak bisa digerakkan.

Dijumpai pada tulang tengkorak. Potongan tulang disambungkan oleh elemen fibrosa atau rawan sendi.

2. Amphiarthroses

Amphiarthroses merupakan salah satu jenis sendi dengan pergerakkan yang terbatas.

Jaringan berupa diskus fibrocartilage yang lebar dan pipih menghubungkan antara dua tulang.

Umumnya, bagian tulang yang berada pada sisi persendian dilapisi oleh tulang rawan hialin dan struktur keseluruhan berada dalam kapsul.

Contohnya:

  • Sendi Vertebra
  • Tibiofibular Distal
  • Simfisis Pubis
  • Sakroiliaka dua pertiga proksimal.

3. Diarthroses

Diarthroses merupakan salah satu jenis sendi dengan pergerakkan yang luas.

Umumnya, dijumpai pada sendi-sendi ekstremitas. Dijumpai adanya celah sendi, rawan sendi yang licin dan membran sinovium dan kapsul sendi.


Jenis Gerak pada Persendian

Jenis Gerak pada Persendian

Berikut dibawah ini, ada beberapa jenis gerak pada persendian, diantaranya yaitu:

1. Gerak Inverse dan Gerak Eversi

Gerak inverse merupakan gerak membuka telapak kaki ke arah dalam tubuh.

Sedangkan,

Gerak eversi merupakan gerak kaki membuka ke arah luar, atau gerak memiringkan kaki.

2. Gerak Pronasi dan Gerak Supinasi

Gerak pronasi yaitu gerak menelungkupkan tangan. Sedangkan, gerak supinasi yaitu gerakan menegadahkan tangan.

3. Gerak Elevasi dan Gerak Depresi

Gerak elevasi yaitu gerak menengadahkan kepala. Sedangkan, gerak depresi yaitu gerakan menurunkan atau menundukkan kepala.

4. Gerak Adduksi dan Gerak Abduksi

Gerak adduksi merupakan gerak mendekati tubuh. Sedangkan, gerak abduksi merupakan gerak menjauhi tubuh.

Contoh gerak adduksi dan gerak abduksi, diantaranya yaitu:

  • Gerakan membuka tungkai kaki.
  • Gerak merenggangkan tangan.
  • Gerak mengacungkan tangan.

5. Gerak Fleksi dan Gerak Ekstensi

Gerak fleksi yaitu gerakan membengkokkan atau menekuk. Sedangkan, gerak ekstensi yaitu gerak meluruskan.

Contoh gerak fleksi dan gerak ekstensi, diantaranya yaitu:

  • Gerak pada siku.
  • Gerak pada lutut.
  • Gerak pada ruas-ruas jari.
  • Gerak pada bahu.

Sendi Berdasarkan Arah Geraknya

Sendi Berdasarkan Arah Geraknya

Berdasarkan arah gerakannya, sendi diartrosis dibedakan menjadi 6 macam, diantaranya yaitu:

1. Sendi Engsel

Sendi engsel yaitu sendi diartrosis yang ujung-ujung tulangnya berporos satu dan membentuk engsel.

Arah gerakannya cuma satu, yaitu seperti gerakan engsel pintu. Contohnya: Sendi pada mata kaki, sendi siku, lutut, dan ruas jari.

2. Sendi Putar

Sendi putar yaitu sendi diartrosis yang salah satu ujung tulangnya dapat mengitari ujung tulang lainnya.

Arah gerakannya memungkinkan untuk berotasi pada satu poros.

Contohnya: Pada sendi antara tulang atlas dan tulang tengkorak, dan sendi antara tulang hasta dan tulang pengumpil.

3. Sendi Pelana atau Sendi Sela

Sendi pelana yaitu sendi diartrosis yang ujung-ujung tulangnya bertaut dan berbentuk pelana.

Macam sendi ini memiliki 2 poros berporos dua jadi bisa bergerak bebas, sama seperti gerakan orang yang sedang berkuda.

Contohnya: Sendi pada sendi antara tulang pergelangan tangan tulang dengan tulang telapak tangan atau sendi antara tulang telapak tangan dengan ruas jari.

4. Sendi Kondiloid atau Elipsoid

Sendi kondiloid yaitu sendi diartrosis yang ujung-ujung tulangnya memungkinkan gerakan ke kanan dan ke kiri, ke depan dan ke belakang.

Salah satu ujung tulang pada jenis persendian ini berbentuk oval dan masuk ke dalam ujung tulang lain.

Contoh sendi kondiloid yaitu ada pada sendi antara tulang pergelangan tangan dan tulang pengumpil.

5. Sendi Peluru

Sendi peluru yaitu sendi diartrosis yang ujung-ujung tulangnya berbentuk bongkol dan lekuk.

Dengan bentuknya ini gerakan bebas ke semua arah bisa dilakukan, karena poros yang terbentuk berjumlah tiga.

Contoh sendi peluru yaitu ada pada sendi antara tulang lengan atas dan tulang gelang bahu serta pada tulang paha dan tulang gelang panggul.

6. Sendi Luncur

Sendi luncur merupakan sendi diartrosis yang ujung-ujung tulangnya agak rata.

Sendi luncur tidak mempunyai poros, jadi cuma bisa melakukan gerakan menggeser.

Contoh sendi luncur yaitu ada pada sendi antara tulang pergelangan tangan, tulang selangka, tulang pergelangan kaki, dan tulang belikat.


Sendi Berdasarkan Anatomi Lokasi

Sendi Berdasarkan Anatomi Lokasi

Selain berdasarkan arah geraknya, sendi juga dibagi menjadi beberapa berdasarkan anatomi lokasinya, yaitu:

  • Sendi Sternoklavikularis
  • Sendi Artikulatoris Vertebra
  • Sendi Sakroiliaka Panggul
  • Sendi Temporomandibular Rahang
  • Sendi Rtikulasi Kaki
  • Sendi Pinggul
  • Sendi Lutut
  • Sendi Artikulasi Tangan
  • Sendi Pergelangan
  • Sendi Siku
  • Sendi Bahu Aksila (Glenohumeral dan Sendi Akromioklavikularis).

Itulah beberapa pembahasan lengkap tentang Persendian Beserta Contohnya. Gimana? Mudah dipahami kan?

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan lainnya, langsung tulis aja dikolom komentar dibawah ini yak!

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Juli 2021 - Published : 18 Juni 2021