Sel Punca

Didalam tubuh, ada banyak sekali jenis sel-sel yang bekerja supaya semua organ berfungsi dengan baik.

Tapi, pernahkah kamu mendengar tentang salah satu sel yang bernama Sel Punca?

Dalam dunia medis, sekarang sel punca menjadi topik yang cukup hangat dibicarakan.

Kenapa? Karena, sel punca memiliki kemampuan yang “Spesial” dan bisa menjadi suatu pengobatan terbaru dalam mengobati berbagai penyakit kronis.

Untuk lebih jelasnya? Yuk, kita simak seksama pembahasan tentang sel punca dibawah ini!


 

 

Pengertian Sel Punca

Pengertian Sel Punca

Pada dasarnya, semua individu berasal dari satu sel yang disebut dengan zigot.

Sel gabungan antara sel telur wanita dengan sperma pria. Lalu, sel ini membelah menjadi dua, kemudian empat sel dan seterusnya.

Setelah membelah, sel-sel tersebut akan secara alami mengambil peran dan tanggung jawabnya masing-masing didalam tubuh.

Proses ini sering disebut juga dengan proses “Diferensiasi”.

Sel punca atau sel stem merupakan sel yang masih “polos” dan belum memiliki fungsi apapun.

Kalo kamu ingat pelajaran saat di sekolah, setiap jaringan terdiri dari sel yang memiliki fungsinya masing-masing.

Contohnya, sel otot yang mempunyai fungsi untuk mempertahankan fungsi otot.

Sedangkan, sel stem tidak seperti sel-sel lainnya. Sel ini ibaratnya murni dan belum diberikan tanggung jawab apapun, belum juga melewati proses diferensasi.

Selain itu, sel jenis ini memiliki kemampuan buat dan bisa membelah sebanyak-banyaknya sesuai dengan kebutuhan.

Kedua kemampuan ini, membuat sel stem dianggap “spesial” dan bisa digunakan untuk mengobati suatu penyakit.


 

 

Fungsi Sel Punca

Fungsi Sel Punca

Sel tubuh yang udah “bekerja” pada suatu jaringan, memiliki kemampuan buat memperbanyak diri cuma beberapa kali aja sebelum mereka rusak.

Sedangkan,

Sel punca memiliki kemampuan untuk membuat dirinya banyak, sampai tidak terbatas sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Jadi, sel tersebut dianggap bisa membentuk kembali suatu jaringan yang rusak.

Kemampuan itulah, yang dianggap bisa digunakan untuk membantu mengobati berbagai penyakit, khususnya buat penyakit kronis.

Udah banyak penelitian yang mencoba untuk memahami dan melakukan uji coba kegunaan sel punca.

Dari banyak penelitian itu, diketahui kalo sel stem ini berpotensi buat mengobati berbagai penyakit seperti:

  • Stroke.
  • Luka bakar.
  • Rematik.
  • Penyakit jantung.
  • Penyakit parkison’s.
  • Kanker.
  • Gangguan kemampuan mendengar.
  • Gangguan penglihatan, misalnya kerusakan retina.

 

 

Jenis-Jenis Sel Punca

Jenis-Jenis Sel Punca

Dibawah ini, ada beberapa jenis sel punca atau sel stem yang bisa digunakan dalam penelitian media, yaitu:

1. Sel Punca Embrionik

Sel yang diambil dari embrio, sel zigot yang udah berkembang dan membelah yang memiliki usia sekitar 3-5 hari.

Biasanya sel ini didapatkan dari proses bayi tabung, jadi bukan diambil dari rahim perempuan yang udah mengandung embrio.

Sel stem embrio ini memiliki umur yang sangat panjang, bisa memperbanyak dirinya beratus-ratus kali lipat, dan bersifat pluripoten atau bisa berkembang menjadi sel apapun yang ada di tubuh.

Tapi sampai saat ini, penggunaan sel punca atau sel stem embrionik masih cukup kontroversi.

 

2. Sel Punca Non-Embrionik

Tak seperti namanya, sel jenis ini tetap diambil dari tubuh bayi ataupun anak-anak.

Sel punca non-embrionik atau sel punca dewasa, berasal dari berbagai jaringan yang masih dalam tahap perkembangan.

Sel jenis ini, cuma bisa memperbanyak diri sesuai dengan peran yang udah dia terima sebelumya.

Contohnya seperti sel stem hematopoietic yaitu sel stem dewasa yang berasal dari sumsum tulang dan berfungsi untuk membuat sel darah baru.

 

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 2 Average: 4.5]
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 29 Mei 2021 - Published : 29 Mei 2021