Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati berperan sebagai indikator dari sistem ekologi dan sarana buat mengetahui adanya perubahan spesies.

Keanekaragaman hayati juga mencakup kekayaan spesies dan kompleksitas ekosistem, jadi bisa memengaruhi komunitas organisme, perkembangan, dan stabilitas ekosistem.

Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai salah satu negara “Megabiodiversity”.

Sebutan tersebut, didukung oleh keadaan alam di Indonesia dengan iklim tropis yang menjadi habitat yang cocok bagi berbagai flora dan fauna.

Hal ini, menjadikan keanekaragaman hayati (biodiversitas) di Indonesia menjadi terhitung sangat tinggi.

Ingin tahu lebih lengkap? Yuk, simak pembahasannya berikut dibawah ini!


 

 

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati yaitu keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, spesies, dan ekosistem pada suatu daerah.

Keanekaragaman hayati terbentuk dari keseragaman dan keberagaman sifat atau ciri makhluk hidup.

Setiap lingkungan memiliki tingkat keberagaman yang berbeda-beda, keberagaman itu ditunjukkan oleh variasi bentuk, ukuran, jumlah, warna, dan sifat lain makhluk hidup.

Sedangkan, keseragaman merupakan ciri yang yang terdapat dalam satu spesies.

Ada 2 faktor terjadinya keanekaragaman, yaitu faktor keturunan (genetik) dan lingkungan. Faktor keturunan disebabkan karena adanya gen yang memberikan sifat dasar atau sifat bawaan.

Tapi, sifat dasar atau bawaan tidak selalu dibawa oleh induk secara turun-temurun, hal itu disebabkan karena adanya faktor lingkungan.

Jadi, antara faktor keturunan dengan faktor lingkungan terdapat interaksi yang saling berhubungan.


 

 

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati terjadi dengan tingkatan mulai dari organisme yang rendah sampai tingkat organisme yang tinggi.

Tingkatan tersebut diantaranya sebagai berikut ini:

1. Tingkat Gen

Keanekaragaman tingkat gen ini, disebabkan oleh variasi gen atau struktur gen dalam suatu spesies makhluk hidup.

Apa sih, yang dimaksud dengan gen itu? Jadi,

Gen merupakan faktor pembawa sifat keturunan yang bisa dijumpai didalam kromosom.

Setiap susunan gen akan memberi penampakan, baik anatomi ataupun fisiologi pada setiap organisme.

Kalo susunannya berbeda, maka penampakannya pun akan berbeda pada satu sifat atau bahkan secara keseluruhan.

Keanekaragaman ini, cukup mudah dikenali dengan ciri-ciri yang memiliki variasi, nama ilmiah yang sama, dan perbedaan morfologi yang tidak terlalu mencolok.

Biasanya, keanekaragaman hayati tingkat gen disebut sebagai “Varietas”.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen pada tumbuhan, yaitu:

  • Padi (Oryza sativa) dengan varietas padi rojolele, padi ciherang, padi ciliwung, dan lainnya.
  • Mangga (Mangifera indica) dengan varietas Mangga arumanis, mangga manalagi, mangga golek, dan lainnya.
  • Durian (Durio zibethinus) dengan varietas durian petruk, durian bawor, durian monthong, dan lainnya.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen pada hewan, yaitu:

  • Anjing (Canis familiaris) dengan ras anjing golden retrieve, anjing bulldog, anjing german shepherd, dan lainnya.
  • Kucing (Felis catus) dengan ras kucing anggora, kucing persia, kucing sphinx, dan lain sebagainya.
  • Sapi (Bos taurus) dengan ras sapi bali, sapi madura, sapi fries holland, dan lain sebagainya.

Dalam keanekaragaman hayati tingkat gen, peningkatan bisa terjadi melalui persilangan atau hibridisasi antar organisme atau spesies.

Dengan sifat berbeda dan pembudidayaan hewan dan tumbuhan liar oleh manusia atau demostikasi.

 

2. Tingkat Spesies

Keanekaragaman tingkat spesies ini, bisa ditemukan pada komunitas atau kelompok berbagai spesies makhluk hidup dalam genus atau famili ang sama di suatu tempat.

Biasanya, semakin jauh dari kehidupan manusia, keanekaragaman tingkat spesies ini juga semakin tinggi. Contohnya di hutan.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies pada tumbuhan, yaitu:

A. Tingkat Genus

Tingkat genus ini dibagi menjadi 2 kelompok, diantaranya seperti dibawah ini:

  • Genus Citrus. Contohnya: Pada Jeruk bali (Citrus maxima), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan jeruk manis (Citrus nobilis).
  • Genus Musa: Contohnya: Pada Pisang buah (Musa paradisiaca) dan pisang serat (Musa textilis).

B. Tingkat Famili

Tingkat famili dibagi menjadi beberapa:

  • Famili Poaceae. Contohnya: Pada padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays), dan alang-alang (Imperata cylindrical).
  • Famili Zingiberaceae. Contohnya: Pada kunyit (Curcuma domestica) dan jahe (Zingiber officinalis).

Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies pada hewan, yaitu:

A. Tingkat Genus

Tingkat genus dibagi menjadi Genus Felis dan Genus Bos. Penjelasannya dibawah ini:

  • Genus Felis. Contohnya: Kucing leopard (Felis bengalensis), kucing rumahan (Felis silvestris), dan kucing hutan (Felis chaus).
  • Genus Bos. Contohnya: Pada sapi berpunuk (Bos indicus), sapi potong dan perah di Eropa (Bos Taurus), dan sapi asli Indonesia (Bos sondaicus).

B. Tingkat Famili

Tingkat famili, dibagi menjadi beberapa:

  • Famili Bovidae. Contohnya: Pada sapi (Bos) dan kerbau (Bubalus).
  • Famili Canidae. Contohnya: Serigala (Canis) dan rubah (Lycalopex).

 

3. Tingkat Ekosistem

Keanekaragaman tingkat ekosistem ini, terjadi akibat perbedaan letak geografis yang menyebabkan perbedaan iklim dan berpengaruh pada perbedaan suhu, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran matahari.

Dengan banyaknya perbedaan itu, flora dan fauna yang menempati suhu daerah akan bervariasi juga.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem, diantaranya yaitu:

  • Ekosistem Lumut

Ekosistem lumut yang ada di wilayah sekitar puncak gunung atau di daerah dingin sekitar kutub dan didominasi oleh tumbuhan lumut.

Hewan yang bisa di jumpai didalamnya adalah hewan-hewan berbulu tebal, seperti beruang kutub.

  • Ekosistem Hutan Konifer

Ekosistem hutan konifer yang didominasi oleh tumbuhan yang berdaun seperti jarum.

Contohnya pinus atau cemara yang didalamnya, terdapat hewan juga salah satunya beruang.

  • Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Ekosistem hutan hujan tropis yang ditumbuhi beragam pohon, liana, dan epifit. Hewan yang hidup didalamnya misalnya kera.

  • Ekosistem Padang Rumput

Ekosistem padang rumput yang ada di wilayah kering di ketinggian sekitar 4000 MDPL dan didominasi oleh rumput-rumputan.

Pada ekosistem padang rumput ini, hidup mamalia besar, karnivora, dan herbivora.

  • Ekosistem Gurun

Ekosistem gurun yang memiliki perbedaan suhu mencolok antara siang dan malam, angin kencang, iklim panas, dan hujan yang sangat sedikit serta didominasi oleh kelompok tumbuhan xerofit seperti kaktus.

Hewan yang dapat dijumpai di dalamnya, yaitu seperti reptil dan mamalia kecil.

  • Ekosistem Pantai

Ekosistem pantai yang didominasi oleh formasi pes-caprae dan barringtonia berbentuk perdu atau pohon.

Didalamnya, terdapat serangga, burung pantai, dan lain sebagainya.


 

 

Manfaat Keanekaragaman Hayati

Manfaat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup.

Keragaman hewan, tumbuhan, dan organisme di bumi memenuhi segala macam kebutuhan yang diperlukan oleh kita sebagai manusia.

Kebutuhan yang dipenuhi oleh ketiganya tidak cuma mencakup kebutuhan primer, tapi juga kebutuhan sekunder.

Dibawah ini, ada manfaat keanekaragaman hayati di nilai dari beberapa aspek, yaitu:

1. Nilai Biologi

Keanekaragaman hayati menyediakan kebutuhan sandang, pangan, bahan bangunan, obat-obatan, dan oksigen bagi manusia atau makhluk hidup lainnya.

Hampir seluruh kebutuhan makanan dari makhluk hidup di bumi berasal dari hewan dan tumbuhan di alam liar.

 

2. Nilai Pendidikan

Dalam tubuh makhluk hidup, ada sumber gen yang secara alami udah beradaptasi dengan lingkungannya.

Makanya, kelestarian keanekaragaman hayati adalah syarat utama buat bisa menjaga ketersediaan plasma nutfah atau sumber gen dalam makhluk hidup.

 

3. Nilai Estetika dan Budaya

Keanekaragaman hayati memberikan pemandangan alam yang indah.

Tidak sedikit keanekaragaman ekosistem seringkali menjadi tempat wisata bagi wisatawan mancanegara ataupun lokal.

Keunikan fisik hewan ataupun tumbuhan, juga sering sekali menjadi bahan koleksi manusia sebagai hiburan.

 

4. Nilai Ekologi

Keanekaragaman hayati pada satu daerah juga sangat berperan besar buat menjaga proses ekosistem, seperti daur zat dan aliran energi.

Selain itu, keanakeragaman hayati tumbuhan juga berperan besar dalam menjaga tanah dari erosi, menjaga aliran sungai, menjaga stabilitas iklim, dan terjaganya proses fotosintesis.

 

5. Nilai Religius

Keanekaragaman hayati juga mengingatkan kita, akan kebesaran Tuhan yang udah menciptakan keindahan alam ini.


 

 

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Seluruh makhluk hidup di bumi udah seharusnya dijaga dengan segala upaya agar kelestariannya terjaga.

Upaya pelestarian sebenarnya dapat dilakukan dengan beberapa cara. Tapi, ada 2 metode yang sering digunakan, yaitu:

1. Metode Insitu

Metode insitu adalah sebuah upaya pelestarian dari keanekaragaman hayati, dimana langsung dilakukan pada tempat dari flora dan fauna berada.

Metode ini, memberikan perlindungan pada kawasan yang dianggap memiliki ekosistem unik atau flora dan fauna yang terancam punah.

Biasanya, dilakukan dengan pembuatan suaka marga satwa, cagar alam, hutan suaka alam dan taman nasional:

  • Suaka marga satwa : Yaitu sebuah upaya perlindungan terhadap ekosistem yang dinilai memiliki keunikan. Keunikan tersebut berisi berbagai jenis flora dan fauna yang wajib dilindungi.
  • Taman nasional : Yaitu sebidang tanah yang memperoleh perlindungan mutlak pemerintah. Tanah ini biasanya isinya adalah ekosistem-ekosistem terlindungi.
  • Cagar alam : Yaitu keadaan alam yang memiliki sifat khas berasal dari flora maupun fauna di dalamnya. Cagar alam juga memiliki ekosistem yang wajib dilindungi.
  • Hutan suaka alam : Yaitu hutan yang memiliki ekosistem terlindungi didalamnya. Hutan suaka alam pun biasa dikenal dengan nama hutan lindung.

 

2. Metode Eksitu

Metode eksitu yaitu metode pelestarian dari keanekaragaman hayati yang dilakukan menggunakan cara pengambilan fauna dan flora dari wilayah aslinya.

Tujuannya konservasi, perlindungan, dan pengembangbiakan.

Metode ini, juga dilakukan saat ekosistem dari tempat flora dan fauna tersebut tinggal udah hancur total atau rusak, jadi membutuhkan waktu supaya bisa ditinggali kembali.

Metode eksitu juga merupakan upaya konservasi memakai cara koleksi spesies langka, jadi masa hidup dari hewan atau tumbuhan itu bisa lebih lama.

Dalam metode eksitu, ada beberapa cara yaitu menggunakan kebun binatang, taman safari, dan taman hutan raya.


Nah, itulah pembahasan tentang Keanekaragaman Hayati dan manfaatnya yang bisa kamu ketahui dan pelajari.

Semoga pembahasan diatas bisa membantu dan bermanfaat buat kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Juli 2021 - Published : 29 Mei 2021