Persilangan Monohibrid

Apa sih, yang dimaksud dengan persilangan monohibrid itu?

Hal ini merupakan salah satu perumusan dalam ilmu biologi dengan menggunakan persilangan dengan memiliki karakteristik yang berbeda.

Jadi, akan pembentukan gamet yang akan dipasangkan dengan pemisahan dari dua sel yang berbeda.

Ingin tahu lebih lengkap? Yuk, kita simak seksama pembahasannya dibawah ini!


Pengertian Persilangan Monohibrid

Pengertian Persilangan Monohibrid

Persilangan“ yaitu kata benda, salah satu istilah dalam biologi.

Persilangan adalah usaha yang menyebabkan terjadinya perkawinan dua individu yang berbeda galur, ras, atau jenisnya.

Monohibrid” kata benda yang juga merupakan istilah biologi, hibrida yaitu turunan yang dihasilkan dari perkawinan antara dua jenis yang berlainan (tentang hewan atau tumbuhan).

Monohibrida berarti persilangan yang dilakukan oleh dua individu yang memiliki satu sifat berbeda.

Persilangan monohibrid merupakan persilangan dengan satu sifat beda dari dua individu.

Penemuan sifat persilangan monohibrid pada tumbuhan tidak bisa lepas dari hukum mendel.

Pada persilangan monohibrid berlaku Hukum Mendel I, karena pada saat pembentukan gamet kedua (G2).

Gen didalam alel yang sebelumnya berpasangan akan mengalami pemisahan secara bebas dalam dua sel anak (gamet).

Secara bebas disini maksudnya yaitu pemisahan kedua gen itu tidak dipengaruhi atau mempengaruhi pasangan gen yang lainnya.


Ciri-Ciri Persilangan Monohibrid

Ciri-Ciri Persilangan Monohibrid

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri dari persilangan monohibrid, diantaranya yaitu:

  • Induk persilangan mempunyai satu sifat berbeda.
  • Fenotif atau sifat yang tampak ditentukan oleh sepasang gen.
  • Pada persilangan sesama individu dihasilkan fenotif filial (F1) yang 100% seragam.
  • Setiap genotip (susunan gen yang mempengaruhi hasil fenotif) dilambangkan dengan dua huruf yang sama.
  • Filial ke 2 (f2) mempunyai jumlah genotip maksimal 4 variasi.

Kasus Persilangan Monohibrid

Mendel melakukan persilangan monohibrid dengan satu sifat beda yang menunjukkan sifat dominansi seperti dibawah ini:

1. Kasus Dominansi Penuh

Persilangan pada kasus dominansi penuh akan terjadi kalo sifat gen yang satu lebih kuat dibandingkan dengan sifat gen yang lainnya.

Akibatnya, sifat gen yang lebih kuat tersebut bisa menutupi sifat gen yang lemah.

Dalam hal ini, gen yang memiliki sifat yang kuat disebut gen dominan dan gen yang memiliki sifat yang lemah disebut gen resesif.

Contohnya:

Persilangan antara bunga mawar merah (MM) dengan bunga mawar putih (mm) dengan gen M bersifat dominan penuh terhadap m. Lakukanlah persilangan sampai mendapatkan F2!

Contoh Kasus Dominansi Penuh
Referensi : ruangguru.com

Penyelesaian:

Berdasarkan persilangan diatas, kamu bisa mengetahui perbandingan fenotip dan genotipnya.

Perlu diingat, jadi kalo fenotip merupakan sifat yang tampak.

Jadi, berdasarkan hasil F2 kamu bisa tahu kalo perbandingan fenotipnya adalah 3 : 1 (3 sifat merah : 1 sifat putih).

Sedangkan, untuk perbandingan genotipnya diperoleh MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1.

2. Kasus Dominansi Tidak Penuh (Intermediet)

Persilangan pada kasus intermediet terjadi apabila sifat dari kedua gen sama-sama kuat.

Jadi, tidak ada gen yang bersifat dominan ataupun resesif.

Contohnya:

Persilangan antara bunga mawar merah (MM) dengan bunga mawar putih (mm) dengan M dan m sama-sama gen dominan. Lakukanlah persilangan sampai mendapatkan F2!

Penyelesaian:

Contoh Kasus Dominasi Tidak Penuh
Referensi : Ruangguru.com

Itulah beberapa pembahasan lengkap tentang Persilangan Monohibrid. Gimana? Mudah dipahami kan?

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan lainnya, langsung tulis aja dikolom komentar dibawah ini yak!

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Juli 2021 - Published : 16 Juni 2021