Persilangan Dihibrid

Kamu udah tahu belum sih? Apa yang dimaksud dengan persilangan dihibrid itu?

Untuk kamu yang belum tahu. Yuk simak pembahasannya berikut dibawah ini!


Apa Itu Persilangan Dihibrid?

Apa Itu Persilangan Dihibrid

Persilangan dihibrid merupakan persilangan antara dua individu sejenis yang melibatkan dua sifat beda.

Misalnya, persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat dan berwarna hijau dengan tanaman ercis berbiji kisut dan berwarna cokelat, padi berumur pendek dan berbulir sedikit dengan padi berumur panjang dan berbulir banyak.

Pada persilangan dihibrid berlaku Hukum II Mendel karena pada saat pembentukan F2, gen didalam gamet yang tadinya mengalami pemisahan lalu akan bergabung secara bebas.

Penggabungan secara bebas ini maksudnya yaitu gen yang satu bisa secara bebas bergabung dengan gen yang lainnya tanpa adanya syarat tertentu.


Ciri-Ciri Persilangan Dihibrid

Ciri-Ciri Persilangan Dihibrid

Berbeda dengan persilangan monohibrid yang cuma memperhatikan satu sifat beda, maka persilangan dihibrid yaitu persilangan antara dua individu sejenis dengan dua sifat beda.

Medel melakukan percobaan dengan menyilangkan tanaman ercis (pisum sativum) dengan memperhatikan dua sifat beda yaitu tanaman erci berbiji bulat berwarna kuning dan tanaman ercis berbiji kerut berwarna hijau.

Nah, berikut dibawah ini ada beberapa ciri-ciri dari persilangan dihibrid yang perlu diketahui, diantaranya yaitu:

  • Persilangan dengan memperhatikan dua sifat beda.
  • Jumlah gamet yang terbentuk pada setiap individu adalah 4 (2n).
  • Fenotip individu ditentukan oleh 2 macam sifat genetik.
  • Dijumpai maksimal 16 variasi genotip pada F2.

Proses dan Hasil Persilangan Dihibrid

Saat Mendel melakukan persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat warna kuning (BBKK) dengan tanaman ercis berbiji kerut warna hijau (bbkk).

Ternyata, semua keturunannya (F1) merupakan tanaman ercis berbiji bulat warna kuning (BbKk).

Saat Mendel melanjutkan percobaannya dengan menyilangkan tanaman F1 dengan sesamannya, maka diperoleh perbandingan fenotip seperti ini:

9/16 bulat kuning : 3/16 bulat hijau : 3/16 kerut kuning : 1/16 kerut hijau.

Coba kamu perhatikan gambar dibawah ini:

Proses Dihibrid

Perhatikan hasil dari persilangan dihibrid dibawah ini:

Hasil Persilangan Dihibrid

Dari hasil persilangan sesama F1 (bulat kuning heterozigotik/BbKk) pada tanaman ercis F2 diperoleh 16 variasi genotip. Perbandingan fenotip:

9 bulat kuning : 3 bulat hijau : 3 kerut kuning : 1 kerut hijau.


Itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai Persilangan Dihibrid. Gimana? Sangat mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas, bisa membantu dan bermanfaat untuk kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 19 Juli 2021 - Published : 16 Juli 2021