Perbedaan Archabacteria dan Eurobacteria

Kamu pernah mendengar istilah Archaebacteria dan Eubacteria belum?

Archaebacteria bisa dikatakan sebagai organisme paling tua yang hidup di Bumi. Sedangkan,

Eubacteria adalah organisme uniseluler yang tidak memiliki membran inti sel (prokariotik) dan tidak berklorofil pada dinding sel.

Dibawah ini, ada beberapa perbedaan Archabacteria dan Eurobacteria. Ingin tahu? Yuk simak pembahasannya!


Perbedaan Archabacteria dan Eurobacteria

Perbedaan Archabacteria dan Eurobacteria
Sumber : siswapedia.com

Berikut dibawah ini, ada beberapa perbedaan dari Archabacteria dan Eurobacteria, diantaranya yaitu:

1. Dinding Sel

Archaebacteria memiliki dinding sel yang tidak memiliki kandungan peptidoglikan, tapi kandungan lipopolisakarida.

Diketahui dinding sel dari organisme Archaebacteria ini, terdiri dari polisakarida dan protein yang bukan peptidoglikan.

Sedangkan,

Eubacteria memiliki dinding sel yang terbuat dari bahan peptidoglikan, yang mana terdiri dari gula dan protein.

Peptidoglikan yaitu gabungan dari protein dan polisakarida, dimana ketebalan peptidoglikan akan membagi Eubacteria menjadi bakteri dua gram.

Kalo peptidoglikan tebal, maka menjadi bakteri gram positif dan kalo peptidoglikan pada dinding sel tipis maka termasuk bakteri gram negatif.

2. Lipid Membrane

Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria juga bisa dilihat dari lipid membrane organisme.

Lipid membran yaitu permukaan berlapis ganda dari semua sel. Hampir semua membran plasma mengandung tipe lipid yang sama.

Dimana, lipid itu berupa fosfolipida seperti etanol amin fosfatidil, fosfatidil serin, fosfatidil ginositol, fosfatidin kolin (lesitin), dan stingomiolin.

Kalo dilihat dari lipid membran yang dimiliki, maka Eubacteria memiliki hidrokarbon yang tidak bercabang.

Sedangkan, hidrokarbon pada Archaebacteria ada beberapa yang bercabang dan ada yang tidak bercabang.

Selain itu, pada lipid membran plasma juga bisa ditemukan kolesterol.

Diketahui, kalo lipid ini bisa digunakan oleh makhluk hidup, termasuk juga oleh Eubacteria dan Archaebacteria. Dimana, lipid pada membran organisme tersebut yang menjadi pembeda.

3. RNA Polymerase

Archaebacteria adalah organisasi yang terdiri dari beberapa jenis, sedangkan Eubacteria cuma terdiri dari satu jenis aja.

Dan, hal tersebut yang menjadi perbedaan antara Archaebacteria dan Eubacteria yang perlu kamu diketahui.

Dengan begitu, udah bisa dipastikan kalo bakteri yang memiliki RNA polynerase satu jenis yaitu Eubacteria dan yang memiliki RNA polymerase lebih dari satu jenis yaitu Archaebacteria.

4. Intron

Intron adalah setiap urutan nukleotida dalam gen yang dibuat didalam penjalinan RNA selama pematangan produk RNA akhir.

Kata intron ini berasal dari intragenic region, yaitu sebuah daerah didalam gen. Dimana, intron mengacu pada urutan DNA didalam gen dan urutan yang sesuai dalam transkrip RNA.

Intron tersebut juga bisa disebut dengan bagian dalam gen yang tidak ditujukan untuk pengkodean.

Saat membicarakan intron, ternyata organisme Eubacteria tidak memiliki intron. Sedangkan pada Archaebacteria, intron bisa ditemukan dalam beberapa gen.

Dimana, intron adalah bagian dari asal Deoksiribonukleat atau molekul asam Ribonukleat yang tidak mengkode protein, tapi bertindak sebagai penghalang buat pola sekuensi gen.

5. Respon

Buat mengetahui perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria, juga bisa dilihat dari respon yang diberikan dari organisme tersebut.

Perlu diketahui, kalo bakteri juga memiliki respon terhadap antibiotik streptomisin dan juga kloramfenikol.

Saat terkena antibiotik streptomisin atau kloramfenikol, lalu tidak mengalami pertumbuhan yang terhambat maka termasuk Archaebacteria.

Sedangkan, bakteri yang mengalami pertumbuhan terhambat merupakan Eubacteria.

6. Sistem Reproduksi

Archaebacteria mengalami reproduksi aseksual yaitu dengan melakukan pembelahan biner, fragmentasi dan pertumbuhan tunas.

Organisme satu ini melakukan transfer gen dengan horizontal. Sedangkan,

Eubacteria juga melakukan transfer gen dengan horizontal dan bereproduksi secara pembelahan biner, tunas, dan fragmentasi.

Meski begitu, Eubacteria mampu menghasilkan spora yang membantu mereka tetap aktif meski di tempat yang sulit.


Persamaan Archabacteria dan Eurobacteria

Persamaan Archabacteria dan Eurobacteria

Meskipun antara Archaebacteria dengan Eubacteria memiliki banyak perbedaan yang udah disebutkan diatas.

Tapi, kedua bakteri tersebut juga memiliki beberapa persamaan. Berikut ini, beberapa persamaan Archabacteria dan Eurobacteria, yaitu:

  • Keduanya belum memiliki nukleus/inti sel sehingga termasuk prokariotik.
  • Keduanya merupakan organisme uniseluler (bersel satu).
  • Keduanya memiliki dinding sel.
  • Keduanya berkembang biak dengan cara membelah diri.
  • Keduanya memiliki filamen yang sama.

Itulah pembahasan mengenai Perbedaan dan Persamaan Archabacteria dan Eubacteria. Semoga bisa bermanfaat dan membantu.

Akhir kata terimakasih udah berkunjung di cerdika.com. Kalo ada yang kurang jelas, silahkan bertanya di kolom komentar 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 2 Average: 5]
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 24 Mei 2021 - Published : 24 Mei 2021