Cyanobacteria

Cyanobacteria merupakan kelompok utama bakteri fotosintetik yang melakukan fotosintesis oksigen.

Cyanobacteria melepaskan oksigen dan menggunakan air sebagai substrat donor-elektron, yaitu membelah molekul air buat melepaskan oksigen.

Selain itu, mereka juga mampu memperbaiki nitrogen. Ingin tahu lebih lengkap? Yuk, simak ulasan dibawah ini!


Pengertian Cyanobacteria

Pengertian Cyanobacteria

Alga atau Ganggang Hijau Biru (Cyanobacteria) merupakan kelompok dari Eubacteria (bakteri).

Anggota Cyanobacteria tersebar dalam berbagai tempat misalnya seperti di perairan, tanah, batu-batuan dan bongkahan batu.

Umumnya, Cyanobacteria melimpah di perairan yang memiliki pH Netral atau perairan yang memiliki sedikit sifat basa. Sangat jarang dijumpai di perairan dengan pH kurang dari 4-5.

Selain itu, ada juga Cyanobacteria yang mampu bersimbiosis dengan organisme lain seperti:

  • Gloeocapsa dan Nostoc yang bersimbiosis dengan alga yang membentuk lumut kerak (liche).
  • Anabaena bersimbiosis dengan lumut hati.
  • Paku air dan palem-paleman untuk memfiksasi nitrogen.

Cyanobacteria mengandung sejenis klorofil, berbagai karotenoid juga fikosianin dan fikoeritrin.

Dengan adanya fikosianin Cyanobacteria, lalu memiliki warna yang khas yaitu hijau kebiru-biruan.

Cyanobacteria berperan sebagai tumbuhan perintis yang membentuk permukaan tanah gundul juga berperan penting dalam menambah materi organik kedalam tanah.


Klasifikasi Cyanobacteria

Klasifikasi Cyanobacteria

Cyanobacteria termasuk dalam kingdom Monera, divisi cyanophyta Cyanophyceae dibedakan dalam 3 ordo berdasarkan bisa tidaknya membentuk spora, yaitu:

1. Ordo Choococcales

Ordo Choococcales berbentuk tunggal atau kelompok tanpa spora, dengan warna biru kehijau-hijauan.

Umumnya, alga tersebut membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok yang basah.

Setelah proses pembelahan sel-sel tetap saling menempel dengan perantaraan lendir, jadi kemudian terbentuklah kelompok-kelompok atau koloni.

Contoh spesies dari ordo chroococcales, diantaranya yaitu:

  • Chrococcus
  • Gleocapsa
  • Anacystis
  • Merismopedia
  • Eucapsis
  • Coelosphaerium
  • Mycrocystis.

2. Ordo Chamaesiphonales

Alga bersel tunggal atau koloni berbentuk benang yang memiliki spora. Benang-benang ini adalah hormogonium yang bisa merayap dan membentuk koloni baru.

Spora sendiri terbentuk dari isi sel (endospora), setelah keluar dari sel induknya spora bisa jadi tumbuhan baru.

Ordo Chamaesiphonales dibagi menjadi 3 famili, diantaranya yaitu:

A. Famili Dermocarpaceae

Pembelahan sel vegetatif menjadi 2 bagian sel yang sama mungkin terjadi dalam anggota famili ini. Contoh spesiesnya yaitu Dermocarpa.

Selnya berbentuk bulat sampai ramping atau pyriform dan tumbuh terikat pada substrat dalam kelompok.

Reproduksi diselesaikan sendiri oleh endospora yang mungkin berkembang dalam jumlah besar dengan sel vegetative

2. Famili Chamoesiphonaceae

Contoh spesiesnya yaitu Chamaesiphon. Persebarannya luas dan umumnya epifit.

Ada pada tanaman angiospermae aquatik, lumut dan ganggang khususnya Chladophora dan pada tanaman dewasa, protoplast pada kutub distal membentuk sebuah rantai spora yang disebut exospora.

3. Famili Pleurocapcaceae

  • Xenococcus

Bulatan sel dari Xenococcus menempel pada filamen alga, mereka mengalami pembelahan anticlinal buat meningkatkan ukuran dari koloni.

Setiap sel bisa memproduksi banyak endospora dan disebut baeocyt yang membedakan mereka dari spora bakteri.

Endospora dari beberapa ganggang hijau-biru mungkin bersifat motil buat periode yang singkat.

  • Hyella

Cabang trikom dari Hyella tumbuh dari desmoschsis yang hidup dalam cangkang kalkareus atau bersama ganggang lainnya.

Filamen besal mungkin menjadi pluriseriata. Banyak sel mungkin terbagi dalam bentuk endospora.

3. Ordo Hormogonales

Sel-selnya adalah koloni berbentuk benang atau diselubungi suatu membran.

Benang-benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, dan jarang memiliki percabangan sejati, atau lebih sering memiliki percabangan semu.

Benang-benang ini selalu bisa membentuk hormogonium. Ordo Hormogonales sendiri dibagi menjadi 5 famili, yaitu:

A. Famili Oscillatoriaceae

Hidup dalam air atau diatas tanah yang basah, sel-selnya berbentuk bulat yaitu benang-benang dan akhirnya membentuk koloni yang berlendir.

Contoh spesiesnya, yaitu dibawah ini:

  • Oscillatoria : Trikom dari Oscillatoria berbentuk silindris dan tidak bercabang. Mereka cuma memiliki satu membran. Trikom sering ada di massa pelampung atau bagian mengkilap pada tanah lembab.
  • Spirullina : Ganggang ini mengandung kadar protein yang tinggi sehingga dijadikan sumber makanan. Spirullina mampu menghasilkan karbohidrat dan senyawa organik lain yang sangat diperlukan oleh tubuh, juga menghasilkan protein yang cukup tinggi.
  • Mycrocaleus : Trikom kadang-kadang saling menggulung satu sama lain dan ada pada membran yang sama. Beberapa spesies Mycrocaleus hidup pada air tawar, laut dan juga pada pasir yang lembab.

B. Famili Nostocaceae

Trikom tidak bercabang, heterokist dan akinet terdapat pada organisme dewasa. Contoh spesiesnya yaitu seperti dibawah ini:

  • Nostoc
  • Anabaena
  • Cylindrospermum.

C. Famili Scytonemataceae

Trikom disertai membran yang mungkin berwarna.

Trikom dicirikan oleh percabangan palsu tanpa pembelahan sel inisiasi pada bidang yang baru, trikom atau hormogonia putus atau tumbuh menyambung membran.

Contoh spesies ini yaitu Tolipotrix Diameter trikom seragam dan disertai membran yang sempit.

D. Famili Stigonemataceae

Trikom dari beberapa genera merupakan pluriseriata.

Trikomnya berbeda dari cyanophyta lainnya dalam percabangannya yaitu dimulai oleh pembelahan sel pada bagian yang baru.

Contoh spesies ini yaitu Hapalosiphon, dan Stigonema.

E. Famili Rivullariaceae

Dengan ciri trikom yang meruncing dari dasar sampai apeks atau dari tengah kearah 2 ujung. Contoh spesies ini yaitu:

  • Calothrix : Hidup di air tawar, air laut dan melapisi batu-batuan atau menempel pada ganggang dan tanaman aquatik lainnya.
  • Rivularia : Rivularia tidak memiliki akinet. Beberapa spesies dari Rivularia bersifat sub areal dan hidup pada karang yang lembab.

Ciri-Ciri Cyanobacteria

Ciri-Ciri Cyanobacteria

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri dari Cyanobacteria (Ganggang Hijau Biru), diantaranya yaitu:

  • Inti tidak diselubungi dengan membrane.
  • Tidak berflagel.
  • Bisa bergerak dengan pergerakan meluncur.
  • Memiliki klorofil dan karatenoid, fikosininm, dan terkadang fikoeritrin.
  • Dinding sel yang terletak antara plasmalema dan selubung lendir.
  • Umumnya, alga hijau-biru habitat di perairan dengan pH netral dan sedikit basa.
  • Cyanobacteria hidup di berbagai tempat seperti tanah, perairan, batu-batuan, dan bongkahan batu.
  • Sebagian dari Cyanobacteria yang bisa berkoloni dengan bentuk filament memiliki heterosista dengan spora yang istirahat atau disebut dengan resting spore. Heterosista yaitu sel yang lebih tebal dan tidak memiliki inti. Spora istirahat yaitu spora yang dindingnya sangat tebal dan didalamnya berisi sel.
  • Bentuk organism bisa uniseluler seperti Chroococcus, Analytis sedangkan yang berkoloni seperti Merismopedia, Nostoc, Microcytis atau filament seperti Oscillatoria, Mircocoleus, Anabaena. Sel yang membentuk koloni yaitu serupa, sedangkan bentuk filamen tersusun dari sekumpulan sel yang membentuk rantai, trikoma (seperti tabung) atrau selubung.

Baca juga : Archabacteria


Manfaat Cyanobacteria

Manfaat Cyanobacteria

Adapun beberapa manfaat dari Cyanobacteria itu sendiri, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Cyanobacteria, sebagai pengikat nitrogen bebas artinya Peran Cyanobacteria yaitu mengikat nitrogen yang utama di alam, nitrogen sendiri sangat diperlukan oleh tanaman jadi cyanobacteria menguntungkan buat tanaman.
  • Sebagai vegetasi peintis, yaitu dengan cara membentuk lapisan pada permukaan tanah gundul, jadi mampu hidup pada lingkungan yang kurang menguntungkan dimana tumbuhan lain tidak bisa hidup di daerah itu.
  • Cyanobacteria juga berperan sangat penting buat menambah materi-materi organik kedalam tanah.
  • Spiriluna mampu menghasilkan senyawa karbohidrat yang lumayan dan senyawa organic lain sangat tinggi yang diperlukan oleh manusia sebagai sumber pangan yang mengandung banyak sekali protein didalamnya. Makanya, Spiriluna bisa dipakai buat dikembangkannya sumber pangan di masa datang karena Spiriluna ini dalam bentuk pil.

Baca juga : Eubacteria


Reproduksi Cyanobacteria

Reproduksi Cyanobacteria

Cyanobacteria sering ditemukan di danau, sungai, laut, rawa, batu, tanah, di air dengan suhu yang tinggi, tau di air dengan tingkat keasaman tinggi (ph = 4).

Berikut dibawah ini, ada beberapa system reproduksi pada Cyanobacteria, diantaranya yaitu:

1. Pembelahan Biner

Pembelahan biner bisat terjadi pada Cyanobacteria uniseluler atau multiseluler yang berbentuk filamen (benang).

Pada Cyanobacteria uniseluler, sel-sel hasil pembelahan ada yang langsung memisah dan ada juga yang tetap bergabung jadi membentuk koloni (misalnya Gloeocapsa).

Sel-sel hasil pembelahan pada Cyanobacteria yang berbentuk filamen menyebabkan filamen menjadi bertambah panjang.

2. Fragmentasi

Fragmentasi yaitu pemutusan sebagian tubuh organisme. Bagian tubuh yang terlepas akan tumbuh menjadi individu baru.

Fragmentasi terjadi pada Cyanobacteria yang berbentuk filamen. Pemutusan bagian tubuh bisa terjadi di bagian-bagian tertentu pada sel-sel yang mati.

Filamen hasil pemutusan disebut hormogonium. Hormogonium ini memiliki panjang filamen yang berbeda-beda, bisa terlepas, dan filamen induk, maka akan tumbuh menjadi Cyanobacteria baru.

Contoh Cyanobacteria yang mengalami fragmentasi diantaranya seperti Oscillatoria sp. dan Plectonema boryanum.

3. Pembentukan Endospora

Pembentukan endospora terjadi kalo kondisi lingkungan kurang menguntungkan, misalnya pada kondisi kekeringan. Sel yang mengandung endospora ini disebut “Akinet”.

Akinet berasal dari sel vegetatif, berukuran lebih besar dari sel-sel tubuh lainnya karena mengandung cadangan makanan dan berdinding tebal.

Kalo kondisi lingkungan membaik, maka endospora akan tumbuh menjadi Cyanobacteria baru. Contohnya: Nostoc sp.


Habitat Cyanobacteria

Habitat Cyanobacteria

Cynophyta bisa ditemukan pada berbagai lingkungan, yaitu seperti di danau, laut, dan sungai.

Cynophyta bisa terlihat dengan mata telanjang berupa lapisan tipis berwarna hijau, merah, atau ungu kehitaman.

Pada saat tertentu, Cynophyta yang hidup di air muncul berlimpah sehingga menyebabkan air tampak berwarna seperti warna cynophyta tersebut.

Contohnya:

  • Cyanophyta berwarna hijau biru (Anabaena) membuat air sawah tampak kehijauan.
  • Cyanophyta merah (Ascillatoria rubescens) membuat laut di daerah Timur Tengah berwarna merah, jadi disebut Laut Merah.

Beberapa jenis Cyanophyta yang bisa mengikat nitrogen berperan sebagai tumbuhan perintis pada habitat miskin nutrisi (makanan), misalnya pantai.

Cyanophyta, Syneckococcus lividus bisa hidup di habitat yang ekstrim, misalnya habitat dengan tingkat keasaman tinggi (pH 4,0) dan temperatur tinggi.

Sedangkan, jenis lainnya ada yang hidup bersimbiosis dengan organisme lain, misalnya Nostoc dan Anabaena azollae.

Baca juga : Protista


Keuntungan dan Kerugian Cyanobacteria

Keuntungan dan Kerugian Cyanobacteria

Dibawah ini, ada beberapa keuntungan dan kerugian dari Cyanobacteria, diantaranya yaitu:

1. Keuntungan Cynobacteria

  • Cyanobacteria, sebagai pengikat nitrogen bebas artinya Peran Cyanobacteria yaitu mengikat nitrogen yang utama di alam, nitrogen sendiri sangat diperlukan oleh tanaman jadi cyanobacteria menguntungkan buat tanaman.
  • Sebagai vegetasi peintis, yaitu dengan cara membentuk lapisan pada permukaan tanah gundul, jadi mampu hidup pada lingkungan yang kurang menguntungkan dimana tumbuhan lain tidak bisa hidup di daerah itu.
  • Cyanobacteria juga berperan sangat penting buat menambah materi-materi organik kedalam tanah.
  • Spiriluna mampu menghasilkan senyawa karbohidrat yang lumayan dan senyawa organic lain sangat tinggi yang diperlukan oleh manusia sebagai sumber pangan yang mengandung banyak sekali protein didalamnya. Makanya, Spiriluna bisa dipakai buat dikembangkannya sumber pangan di masa datang karena Spiriluna ini dalam bentuk pil.

2. Kerugian Cynobacteria

  • Kalo terlalu banyak cynobacteria menempel pada tembok bangunan, maka lama-kelamaan tembok akan cepat mengalami keretakan.
  • Beberapa spesies dari cynobacteria memproduksi racun saraf (neurotoksin) seperti ular yang sangat berbahaya buat hewan dan manusia, biasanya racun ini menyerang hati (hepatotoksin) dan sel (sitotoksin) mereka membentuk endotoksin jadi sangat berbahaya buat hewan dan manusia.
  • Cynobacteria juga bisa merugikan akibat ulah manusia yaitu cynobacteria bisa hidup di lingkungan yang mengandung kadar fosfat dan nitorgen yang tinggi. Kadar itu pada suatu lingkungan perairan sering diakibatkan oleh pencemaran limbah industri dan pertanian. Kondisi ini bisa mengakibatkan tumbuhnya Cyanobacteria secara berlimpah. Limpahan itu bisa menutupi permukaan perairan, jadi matahari dan oksigen yang dibutuhkan organism lain dalam perairan berkurang.

Nah, itulah pembahasan tentang Cyanobacteria dan beberapa peran penting pada kehidupan yang bisa kamu ketahui dan pelajari.

Semoga pembahasan diatas bisa membantu dan bermanfaat buat kalian semua sobat cerdika.com 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 24 Mei 2021 - Published : 24 Mei 2021