Lempar Cakram

Lempar cakram merupakan salah satu dari cabang olahraga atletik nomor lempar.

Dimana, nantinya pemain harus melemparkan cakram maksimal 3 kali dalam setiap perlombaan.

Buat memperoleh jarak lempar terjauh pada lapangan khusus lempar cakram dengan beberapa peraturan yang mengikat.

Sedangkan, cakram itu sebuah benda yang terbuat dari bahan dasar kayu, yang berbentuk piring berbingkai sabuk besi. (Didi Sugandi, 1986 : 51)

Jadi, kesimpulan dari lempar cakram yaitu nomor lomba atletik lempar yang memakai sebuah benda kayu yang berbentuk piring dan bersabuk besi yang dilemparkan.


 

Sejarah Lempar Cakram

Sejarah Lempar Cakram

Lempar cakram jadi sebuah olahraga yang pernah dipertandingkan diperkirakan mulai ada bahkan sejak abad ke 5 sebelum masehi.

Olahraga yang selalu ada dalam setiap ajang olahraga internasional seperti Olimpiade.

Gak cuma itu, lempar cakram merupakan olahraga yang jadi ikon.

Semenjak runtuhnya kejayaan eropa kuno, olahraga ini sempat menghilang dalam kehidupan masyarakat dan cuma jadi cerita dalam narasi sejarah aja.

Pada olimpiade modern pertama, cuma diikuti oleh kaum lelaki aja.

Sampai pada tahun 1928, akhirnya pertandingan olahraga ini bisa diikuti oleh perempuan dan termasuk dalam ajang Olimpiade.


 

Spesifikasi Cakram

Cakram

Dalam bahasaInggris, lempar cakram ini disebut sebagai Discus Throw.

Umumnya, cakram yang dilempar mampunyai garis tengah sepanjang 220 mm serta beratnya 2 kg buat pria dan 1 kg buat wanita.

Atau seperti ini:

  • Berat cakram buat pria 2 kg dengan garis tengah 219 sampai 220 mm.
  • Berat cakram buat wanita 1 kg dengan memakai garis tengah 180 sampai 182 mm.

Cakram ini bisa terbuat dari bahan dasar kayu yang dibentuk menyerupai piring berbingkai sabuk besi.

Tapi, ada juga cakram yang berbahan dasar karet padat, dan biasanya cakram seperti ini cuma dipakai pada saat latihan aja.


 

Ukuran Lapangan Lempar Cakram

Ukuran Lapangan Lempar Cakram

Lapangan buat lempar cakram ini mempunyai bentuk lingkaran, dimana lingkaran itu adalah tempat para atlet buat melempar cakram.

Kalo ditarik dari garis tengah, ukuran lapangan ini mempunyai panjang 2 garis keluar ke arah depan dengan membentuk sudut 40 derajat.

Permukaan lapangannya juga harus datar, gak licin, dan bisa terbuat dari semen, aspal, atau bahan lainnya.

Lingkaran lemparan dikelilingi dengan sangkar atau pagar kawat, buat menjamin keselamatan para petugas, peserta dan penonton.

Lebih jelasnya seperti ini:

  • Garis tengah lapangan berukuran 2,50 m. Lingkaran buat melempar pada pertandingan resmi terbuat dari metal atau baja.
  • Perpanjangan dari garis tengah sepanjang 0,75 m.
  • Sudut lempar sebesar 40 derajat .
  • Garis batas lempar (lebar garis lima 5 cm).

 

Peraturan Lempar Cakram

Peraturan Lempar Cakram

Dibawah ini ada beberapa peraturan dalam permainan lempar cakram yang udah dibuat, diantaranya yaitu:

 

1. Peraturan untuk Juri

Ada peraturan buat juri dalam menilai sebuah perlombaan lempar cakram, yaitu:

a. Juri 1

Tugas utamanya adalah memanggil para peserta dan jadi pengawas gerakan-gerakan kaki yang mengalami kesalahan.

Kesalahan itu dilakukan sewaktu ada di lingkaran pada waktu pelempar melakukan gerakan putaran.

Contohnya: Ada dibelakang lingkaran lempar.

2. Juri 2

Tugasnya yaitu sebagai pengawas gerakan kaki peserta yang salah pada sisi lingkaran.

Contonya: Pada saat cakram tengah dilepaskan oleh tangan si peserta yang melempar.

Juri 1 harus selalu siap dan sigap dengan pengeras suara atau megaphone.

Dan, sebaiknya selalu memegangnya supaya bisa memberitahukan ke seluruh peserta yang jadi pelemper, agar bersiap-siap.

Lalu, juri 2 harus memegang bendera yang jadi pertanda, kalo itu sah atau gak sah lemparan yang dilakukan oleh peserta.

c. Juri 3

Tugasnya yaitu menempatkan alat pengukur, sesudah bendera penanda tempat jatuhnya cakram disematkan.

Alat ukur ini umumnya disebut dengan ujung pita meteran.

d. Juri 4 dan 5

Tugas kedua juri ini yaitu sebagai pengamat dan selalu melihat tempat jatuhnya cakram paling dekat atau jatuhnya cakram pertama.

Buat peserta yang kidal atau memakai tangan kiri, posisi juri ataupun wasit perlu mengalami perubahan.

Supaya, tetap mampu sinkron dengan keadaan selama pertandingan berlangsung.

 

2. Aturan dalam Bermain

Ada juga peraturan yang berlaku saat perlombaan lempar cakram berlangsung yang harus diketahui oleh peserta.

  • Pelemparan cakram harus diawali dengan sikap berdiri dan pelempar gak diperbolehkan buat menginjak garis lingkaran.
    Terlebih lagi meninggalkan lingkaran sebelum posisi berdirinya dianggap absah lewat 1/2 lingkaran bagian dalam oleh juri atau panitia.
  • Pengukuran dalam pelemparan akan dilakukan dengan lemparan yang ditarik dengan sumber menurut bekas dari tempat jatuhnya cakram. Sama dimana, paling dekat dengan tepi pada balok.
  • Kalo pelempar ada 8 orang lebih, maka pelempar biasanya akan diberikan hak buat melempar 3 kali dan juri memilih 8 pelempar yang paling baik buat masuk final.
  • Kesempatan melempar menjadi 6 kali dan akan langsung masuk final, kalo perserta lomba berjumlah di bawah 8 orang.

 

Gaya dalam Lempar Cakram

Gaya dalam Lempar Cakram

Gaya yang dipakai pada saat melakukan lempar cakram ini ditentukan pada awalan yang akan dipakai.

Awalan tersebut ditandai dengan posisi tubuh pelempar saat melakukan persiapan.

Di dalam posisi awal ini ada 2 gaya dalam melempar cakram, yaitu:

1. Lempar Cakram Gaya Samping

Gaya samping yaitu dimana gaya dari pemain pada waktu persiapan menghadap ke arah samping atau searah dengan tangan yang nantinya akan dipakai buat memegang cakram.

Umumnya, gaya samping yang dipakai yaitu samping kanan, karena sebagian besar atlet lempar cakram memakai tangan kanan buat melempar.

Dengan memakai gaya samping, atlet bisa mengambil ancang-ancang dengan 2 cara, yaitu membuat ayunan dari arah samping ke depan beberapa kali.

Buat mengukur sudut, lalu pada ayunan kesekian atlet akan melepaskan cakram sejauh mungkin ke depan.

 

2. Lempar Cakram Gaya Belakang

Gaya belakang ini merupakan gaya lempar cakram yang bisa dilakukan dengan memutar badan 1,5 (satu setengah) lingkaran.

Caranya:

  • Berdiri membelakangi sektor lemparan.
  • Pada saat akan berputar badan, lengan kanan diayun jauh kebelakang.
  • Pandangan mulai melirik sektor lemparan, sumbu putar berada pada ujung kaki kiri.
  • Tolakkan kaki kiri dan badan meluncur ke arah lemparan.
  • Kaki kanan diayun memutar ke kiri buat tumpuan.
  • Kedua kaki saling bertukan posisi buat berputar dan menyeimbangkan badan.
  • Pada saat cakram dilemparkan, kaki kanan segera berpindah ke depan dan kaki kiri di pindah ke belakang.

 

Teknik Dasar Lempar Cakram

Teknik Dasar Lempar Cakram

Ada beberapa teknik dasar dari permainan lempar cakram, yaitu sebagai berikut:

1. Teknik Memegang Cakram

Teknik dasar dalam lempar cakram yang ini harus kamu lakukan dengan tepat dan benar.

Caranya:

  • Letakkan cakram di telapak tangan kiri agar lebih mudah buat memegangnya.
  • Lalu, pemegangan memakai tangan kiri ini fungsinya buat pelempar kanan.
  • Letakkan tangan kanan di atas cakram di bagian tengah. Buka keempat jari dengan sedikit renggang. Hal ini berfungsi sebagai penutup pada bagian pinggir cakram.
  • Kemudian, letakan ibu jari bebas dimana aja pada cakram.

 

2. Teknik Awalan Lempar Cakram

Teknik ini harus dipelajari buat semua pelempar cakram dalam mengawali sebuah lemparan.

Dengan awalan yang sempurna, maka akan menghasilkan hasil yang optimak.

Lempar cakram ini diawali dengan posisi badan yang memutar.

Putaran bisa dilakukan dengan 1, 1¼ atau 1¾ putaran. Teknik awalan ini, emang sangat berpengaruh pada hasil lemparan.

Caranya:

  • Posisi badan berdiri kearah samping atas pada lemparan. Lalu, kedua kaki dibuka selebar bahu. Upayakan kaki serileks mungkin dan tekuk sedikit.
  • Fokuskan gerakan pada awalan berjalan dengan baik, lalu diikuti dengan ayunan cakram kearah samping kanan, belakang dan kiri secara berulang-ulang. Ulangi gerakan tersebut sebanyak 2 sampai 3 kali.
  • Kemudian putar badan.
    Ingat! Dalam teknik awalan ini sering terjadi kegagalan yang disebabkan oleh pegangan cakram yang kurang atau gak kuat dan gak melakukan ayunan dengan benar atau gak disertai dengan gerakan lanjutan.
  • Putaran badan dilakukan secara cepat. Putaran terhadap bagian bawah tubuh mendahului bagian atas tubuh.

 

3. Teknik Melempar Cakram

Berikut ada teknik melempar cakram yang baik dan benar, yaitu seperti ini:

  • Tolakkan pada kaki kanan, agar panggul bisa diangkat keatas. Lalu, dorong kaki kanan ke arah depan dan atas.
  • Badan dicondongkan ke arah kanan dan putar ke arah kiri diikuti dengan putaran gerakan panggul ke kiri juga.
  • Tumpukan badan pada kaki kiri. Letakan badan kearah lemparan penuh, lalu lempar cakram kearah depan atas.
  • Cakram dilemparkan setinggi dagu dengan sudut sebesar 90 derajat. Lemparan tersebut dilepaskan dengan putaran searah dengan jarum jam. Lepaskan cakram pada saat ada dimuka bahu dan dorong memakai jari telunjuk.
  • Kalo cakram udah dilemparkan sebelum mencapai muka bahu, maka lemparan akan gagal dan akan membuat lemparan jarak dekat dan gak keluar di daerah yang udah ditentukan. Tapi, kalo pelepasan cakram terlambat, maka hasil dari lemparannya akan keluar dari daerah lemparan dan hasilnya gak memuaskan.
  • Cakram dilepaskan dengan posisi badan condong kearah depan. Fokus pandangan kearah lemparan atau depan.

 

4. Sikap Akhir Lempar Cakram

Setelah melempar, kamu juga harus perhatikan sikap akhir lempar cakram, seperti ini nih:

  • Pindahkan kaki kanan ke arah depan dan kaki sedikit ditekuk. Hal tersebut mencegah agar badan gak keluar daerah lingkaran yang udah ditetapkan.
  • Arahkan pandangan fokus menuju jatuhnya cakram dan letakkan kaki kiri di belakang.
  • Posisikan badan berdiri seperti semula dan keluar dari lingkaran sampai melewati bagian belakang. Usahakan gak keluar lingkaran dengan cara lari atau melompat.

 

Hal Penting pada saat Bertanding

Hal Penting pada saat Bertanding

Ada beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan pada saat petandingan lempar cakram berlangsung, yaitu:

  • Sangat dianjurkan buat melakukan putaran secara sempurna, guna buat melakukan putaran besar antara tubuh bagian bawah dan juga bagian atas.
  • Cakram perlu didorong buat melewati lingkaran.
  • Pelempar harus bisa mencapai jarak yang cukup pada waktu cakram melayang melintasi lingkaran.
  • Pelempar harus mendarat dengan jari-jari kanan, lalu diikuti dengan gerakan memutar secara progresif.
  • Pelempar harus mendarat dengan memakai kaki kanan dan wajib tepat di titik pusat lingkaran dan juga kaki kiri yang sedikit ke arah kiri dari garis lemparan.

 

Hal yang Harus Dihindari saat Bertanding

Hal yang Harus Dihindari saat Bertanding

Kamu perhatikan juga hal yang harus kamu hindari saat sedang bertanding, diantaranya yaitu:

  • Pelempar pada awal putaran jatuh kearah belakang.
  • Tubuh terlalu membungkuk ke arah depan.
  • Tubuh cuma berputar di tempat yang sama.
  • Pelempar melompat terlalu tinggi di atas udara.
  • Pelempar menumpukan berat badan pada bagian kaki depan dan membiarkannya sampai jatuh.
  • Kaki pelempar gak rileks atau terlalu tegang, jadi pada akhirnya penempatan menjadi gak sempurna atau bahkan salah.
  • Pelempar melakukan lemparan sebelum waktunya, pada banyak kasus, pelempar melempar terlalu dini atau terlalu cepat dari waktu diumumkan.

Itulah pembahasan terlengkap mengenai lempar cakram. Paham kan? Jangan lupa di share ke teman kalian semua 😀

       

Tinggalkan komentar