Kromosom

Kamu pernah tidak sih, bertanya-tanya? Mengapa anak bisa mirip dengan orang tuanya?

Kemiripan yang dimiliki satu keluarga bisa terjadi karena peran dari kromosom manusia.

Kromosom manusia berperan penting buat membentuk ciri khas tiap individu.

Contohnya, seperti rambut keriting kamu yang mirip dengan Ibu yang diturunkan melalui kromosom.

Tapi, pernah mendengar kata Kromosom tidak sih? Apa itu Kromosom? Penasaran? Yuk simak ulasannya dibawah ini!


Pengertian Kromosom

Pengertian Kromosom

Kromosom yaitu struktur yang bentuknya bisa diibaratkan seperti tali dan ada didalam nukleus atau inti sel.

Didalamnya, ada protein dan satu buah molekul DNA.

Komponen inilah, yang bisa membuat kamu memiliki kemiripan karakteristik secara fisik dengan orangtua, tapi dengan ciri khasnya sendiri.

Kenapa para peneliti memilih kata-kata tersebut sebagai nama kromosom?

Karena, kromosom yaitu tubuh atau struktur dari sel dan struktur ini diwarnai dengan pewarna khusus saat penelitian dilakukan.

Tidak cuma manusia, hewan, dan tumbuhan juga memiliki kromosom. Cuma, jumlah dan karakteristiknya berbeda.


Fungsi Kromosom

Fungsi Kromosom

1. Menyimpan Informasi Genetik

Yaitu buat menyimpan informasi genetik yang disusun dari untaian rantai DNA yang didalamnya mengandung informasi genetik seseorang.

Kode genetik dari setiap individu bersifat unik, jadi antara satu dengan yang lainnya tidak sama.

Karena sifatnya yang unik, maka bisa dimanfaatkan buat melacak kekerabatan atau silsilah didalam dunia kepolisian atau kedokteran.

Informasi genetik yang tersimpan didalam kromosom, lalu akan dipakai sebagai acuan buat mengetahui apakah ada kelainan bawaan atau kelainan buatan yang ada didalam tubuh manusia.

2. Mengatur Metabolisme Sel

Seperti yang udah dijelaskan kalo kromosom ada di inti sel, jadi semua aktivitas sel akan diatur dan di kontrol dari inti sel.

Sintesis protein bisa berlangsung dengan menggunakan cetakan kode genetik yang nantinya akan disimpan didalam kromosom.

3. Memastikan DNA Tetap Ada di Tempatnya

Fungsi lainnya yaitu buat memastikan agar DNA selalu berada di tempatnya saat terjadi proses pembelahan sel. Dengan begitu, bisa dibagi menjadi rata antar sel.

Selain itu, juga berfungsi untuk memastikan supaya proses duplikasi DNA bisa terjadi secara tepat.


Struktur Kromosom

Struktur Kromosom

Berikut dibawah ini, ada beberapa struktur dari kromosom, diantaranya yaitu:

1. Sentromer

Bagian pusat kromosom biasanya berbentuk bulat.

Pada sentromer ada kinetokor mempunyai fungsi penting saat terjadinya pembelahan sel.

Pada bagian inilah, benang spindel melekat kepada masing-masing kutub yang berlawanan.

2. Kromatid

Kromatid merupakan salah satu dari kedua lengan hasil replikasi pada kromosom.

Pada lengan kromosom ada kromonema, merupakan pita yaang berbentuk spiral.

Pada kromonema bisa terlihat penebalan berupa manik-manik yang disebut Kromomer.

Biasanya kromomer susah buat  diamati, tapi bisa terlihat jelas pada kromosom yang udah banyak melakukan replikasi.

Kromonema dibungkus oleh substansi khusus yang disebut matriks. Kromatid melekat satu sama lain pada bagian sentromer.

3. Telomer

Telomer merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan bagian ujung dari kromosom.

Telomer berfungsi buat menjaga DNA pada bagian ujung tak terurai dan mencegah bertemunya satu lengan dengan lengan kromosom yang lainnya.

Selain itu, telomer juga memiliki fungsi untuk melindungi kromosom dari ancaman lingkungan.

4. Kromomer

Kromomer yaitu struktur berbentuk manik-manik yang merupakan akumulasi dari materi kromatin yang kadang terlihat saat interfase.

Kromomer sangat jelas terlihat pada kromosom politen (kromosom dengan DNA yang udah direplikasi berulang kali tanpa adanya pemisahan dan ada berdampingan sampai bentuk kromosom seperti kawat).

5. Satelit

Satelit merupakan bagian kromosom yang berbentuk bulatan dan berada di ujung lengan kromatid.

Satelit terbentuk karena adanya konstriksi sekunder di daerah itu.


Jenis Kromosom

Jenis Kromosom

Kromosom ini terbagi menjadi beberapa jenis-jenis, diantaranya seperti dibawah ini:

1. Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan fungsinya, kromosom dibagi lagi menjadi 2 (dua) jenis, diantaranya yaitu:

A. Kromosom Autosom (Tubuh)

Kromosom Autosom yaitu kromosom yang memberikan ciri-ciri yang ada pada tubuh makhluk hidup.

Contohnya:

  • Manusia memiliki 22 pasang kromosom autosom dan 1 pasang kromosom genosom.

B. Kromosom Genosom (Kelamin)

Kromosom Genosom yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin organisme pemilik kromosom itu.

Contohnya:

  • Manusia memiliki 1 pasang kromosom autosom, kalo 1 pasang kromosom itu adalah XX maka manusia itu wanita, tapi kalo 1 pasang kromosom tersebut XY maka jenis kelaminnya laki-laki.

2. Berdasarkan Letak Sentromernya

Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibagi menjadi 4 (empat) jenis, yaitu:

A. Kromosom Telosentrik

Telosentrik yaitu kromosom yang letak sentromernya ada di ujung lengan kromosom.

B. Kromosom Metasentrik

Metasentrik yaitu kromosom dengan sentromer yang ada tepat ditengah lengan kromosom tersebut.

C. Kromosom Akrosentrik

Akrosentrik yaitu kromosom yang letak sentromernya ada di dekat ujung salah satu lengan kromosom tersebut.

D. Kromosom Submentasentrik

Submetasentrik yaitu kromosom yang letak sentromernya ada hampir ada di tengah kromosom tersebut.

3. Berdasarkan Jumlah Sentromernya

Berdasarkan jumlah sentromernya, kromosom dibagi menjadi 4 (empat) jenis, yaitu:

A. Kromosom Asentrik

Asentrik merupakan kromosom yang tidak mempunyai kromosom.

B. Kromosom Monosentrik

Monosentrik yaitu kromosom yang cuma mempunyai satu kromosom.

C. Kromosom Disentrik

Disentrik merupakan kromosom yang memiliki 2 sentromer

D. Kromosom Polisentrik

Polisentrik adalah kromosom yang mempunyai banyak sentromer (lebih dari 2).


Jumlah Kromosom

Jumlah Kromosom

Normalnya, jumlah kromosom dalam setiap sel manusia adalah 23 pasang atau 46 buah, dengan 1 pasang diantaranya yaitu kromosom seks yang menentukan jenis kelamin manusia.

Sedangkan 22 pasang lainnya disebut kromosom autosomal. Kromosom manusia berpasang-pasangan, dengan setengah berasal dari ibu dan setengahnya lagi berasal dari ayah.

Pria dan wanita memiliki kromosom seks yang berbeda. Kromosom seks pada pria, terdiri dari 1 kromosom X dan 1 kromosom Y (XY).

Baca juga : Materi Gen

Sedangkan wanita memiliki dua kromosom X (XX). Kromosom X didapatkan dari ibu dan ayah bisa menyumbangkan kromosom X maupun Y.

Ini berarti, kromosom yang diturunkan dari ayahlah yang akan menentukan apakah sang anak akan terlahir sebagai laki-laki atau perempuan.


Bentuk Kromosom

Bentuk Kromosom

Berdasarkan letak sentromer pada kromosom, maka kromosom bisa dibedakan menjadi 4 bentuk, yaitu:

1. Kromosom Metasentris

Yaitu kromosom yang memiliki sentromer di bagian tengah (median), jadi kromosom terbagi atas 2 lengan yang sama panjang.

Pada saat anaphase, kromosom metasentris akan tampak berbentuk seperti huruf V apabila kromosom membengkok pada lekukan primer.

2. Kromosom Submetasentris

Yaitu kromosom yang memiliki sentromer di dekat bagian tengah (submedian), jadi kromosom terbagi atas 2 lengan yang sama panjang.

Pada saat anaphase kromosom akan berbentuk huruf J atau L.

3. Kromosom Subtelosentris (Akrosentris)

Yaitu kromosom yang memiliki sentromer di dekat ujung lengan kromosom (subterminal).

Biasanya, kromosom subtelosentris tidak membengkok dan akan berbentuk lurus.

4. Kromosom Telosentris

Yaitu kromosom yang memiliki sentromer di salah satu ujung lengan kromosom (terminal), jadi kromosom tampak cuma memiliki satu lengan aja.


Mutasi Kromosom

Mutasi Kromosom

Mutasi yaitu perubahan terhadap sifat keturunan (F1) yang kemudian akan menghasilkan sifat keturunan yang berbeda, dibandingkan dengan infuknya (P).

Organisme yang mengalami mutasi disebut sebagai “Mutan”. Penyebab terjadinya mutasi dinamakan “Mutagen”.

Mutasi bisa dikategorikan menjadi dua (2), diantaranya sebagai berikut ini:

1. Mutasi Gen

Mutasi Gen dinamakan sebagai Point Mutation atau Mutasi Titik.

Mutasi ini terjadi karena ada perubahan terhadap satu pasang DNA yang ada pada gen.

Berikut dibawah ini, ada beberapa tipe dari mutasi gen, diantaranya yaitu:

  • Nonsense Mutation atau Mutasi Gen Tidak Bermakna

Yaitu sebuah perubahan pada kodon atau triple basa. Tapi, perubahan ini tidak mengakibatkan kesalahan pada pembentukan protein.

  • Triple Mutaton atau Mutasi Ganda

Yaitu sebuah perubahan berupa pengurangan atau penambahan tiga basa dalam waktu yang sama

  • Frame Shift Mutation atau Mutasi Bingkai

Merupakan sebuah pengurangan atau penambahan terhadap basa nitrogen.

Mutasi ini terdiri dari duplikasi (penambahan basa nitrogen) atau delesi (pengurangan basa nitgoren)

  • Mutasi Penggantian Basa

Merupakan sebuah mutasi yang terdiri dari transversi dan transisi

2. Aberasi Kromosom

Aberasi adalah mutasi yang disebabkan karena terjadinya perubahan pada jumlah atau struktur.

Efek yang ditimbulkan bisa lebih besar dibandingkan yang disebabkan oleh mutasi gen.

Mutasi yang disebabkan oleh perubahan jumlah, diantaranya yaitu:

  • Euploidi terjadi saat ada pengurangan maupun penambahan jumlahnya.
  • Aneuploidi terjadi saat ada penambahan yang terjadi pada satu atau lebih dari satu genom.

Mutasi yang disebabkan oleh perubahan struktur kromosom, diantaranya yaitu:

  • Delesi disebabkan karena figmen yang hilang atau patah, jadi susunan mengalami perubahan.
  • Duplikasi disebabkan adanya penambahan figmen yang berasal dari homolog yang juga mengakibatkan perubahan susunan kromosom.
  • Inversi terjadi saat fragmen patah dan akan kembali lagi pada bentuk sebelumnya. Tapi, susunannya menjadi terbalik.

Kelainan Kromosom

Kelainan Kromosom

Nah, kalo fungsinya tidak berjalan dengan baik dan benar, maka akan berdampak pada proses pembelahan sel.

Kemudian, akan timbul berbagai macam gangguan kesehatan seperti kanker.

1. Kelainan Kromosom Kelamin (Seks) Laki-Laki

Saat seorang laki-laki mengalami kalainan kromosom seks, maka dia bisa mengalami kondisi yang dinamakan sindrom Klinefelter.

Penyakit tersebut, memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut dibawah ini:

  • Kesuburan yang terganggu.
  • Bagian dada tumbuh besar.
  • Testis berukuran kecil.
  • Memiliki proporsi tubuh tidak seimbang, seperti pinggul besar dengan tubuh tinggi.

2. Kelainan Kromosom Kelamin (Seks) Perempuan

Kelainan kromosom seks yang terjadi pada perempuan akan mengakibatkan sebuah penyakit yang dinamakan sindrom Turner dan juga trisomi X.

Nah, buat ciri-ciri seseorang mengalami sindrom Turner, diantaranya yaitu:

  • Tidak mengalami menstruasi.
  • Payudara berukuran kecil.
  • Pertumbuhan organ reproduksi menjadi gagal, jadi mengakibatkan wanita tidak subur.
  • Memiliki tubuh yang pendek.
  • Bentuk dada cenderung persegi dan leher yang lebar dan pendek.

Trisomi X yaitu sebuah kondisi yang disebabkan oleh jumlah kromosom X yang berlebih.

Kondisi tersebut, terjadi saat wanita mempunyai Trisomi X yang memiliki ciri-ciri seperti ini:

  • Mengalami keterlambatan berbicara.
  • Memiliki tubuh yang terlalu tinggi.
  • Otot yang lemah.
  • Mengalami kelainan pada ovarium.

Itulah beberapa pembahasan lengkap tentang Kromosom. Gimana? Mudah dipahami kan?

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan lainnya, langsung tulis aja dikolom komentar dibawah ini yak!

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Juli 2021 - Published : 12 Juni 2021