Invertebrata

ranggaku 6 Juli 2023

Menurut struktur pembentukan tubuhnya, jenis hewan diklasifikasikan menjadi 2 yaitu hewan invertebrata dan hewan vertebrata.

Ada banyak sekali contoh hewan invertebrata dan vertebrata yang ada disekeliling kita, loh.

Tapi, tentu aja kita akan bingung membedakan antara keduanya kalo tidak paham pengertian dari masing-masing kelompok hewan tersebut.

Ingin tahu? Yuk, langsung simak aja pembahasannya dibawah ini!


Pengertian Invertebrata

Pengertian Invertebrata

Istilah Invertebrata sendiri yaitu bentuk awal “Vertebra”  yang berasal dari kata Latin.

“Vertebra” pada umumnya berarti “sendi”, arti khususnya adalah “sendi tulang belakang dari vertebrata”.

Kata ini ditambah dengan awalan “in” berarti tidak atau tanpa, yang mengandung arti “mereka yang bukan veterbrae”.

Invertebrata yaitu hewan yang tidak memiliki tulang punggung atau kolom vertebral, memiliki sistem organ tubuh yang lebih sederhana.

Sampai sekarang, udah ada sekitar 12 juta jenis spesies hewan invertebrata yang hidup di muka bumi.

Bahkan, 95% hewan di muka bumi masuk dalam jenis hewan invertebrata.

Ukurannya pun sangat beragam, ada yang mencapai ukuran raksasa, tapi umumnya invertebrata berukuran kecil.


Filum Invertebrata

Filum Invertebrata

Berikut dibawah ini, ada beberapa filum dari hewan invertebrata, diantaranya yaitu:

1. Filum Protozoa

Protozoa adalah hewan bersel satu yang hidup didalam air, protozoa memakan tumbuhan dan hewan.

Protozoa berkembangbiak secara reproduksi unseksual atau vegetatif, dengan cara membelah diri dan dengan cara seksuan atau generatif konjugasi.

Filum Protozoa terbagi menjadi beberapa kelas, diantaranya seperti berikut ini:

  • Kelas hewan berambut getar (cikata)
  • Kelas hewan berkaki semu (rhizopoda)
  • Kelas hewan berspora (sporozoa)
  • Kelas hewan berbulu cambuk (flogellato).

2. Filum Porifera

Porifera yaitu hewan air dan hidup di laut bentuk tubuh seperti tumbuhan yang melekat pada suatu dasar laut.

Jadi, porifera bisa berpindah tempat dengan bebas, tubuh porifera seperti tabung yang memiliki banyak pori (lubang kecil pada sisinya dan mempunyai rongga di bagian dalam).

Filum porifera bisa berkembangbiak dengan cara generatif dan juga vegetatif.

Porifera terdiri dari tiga kelas, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Kelas corcorea: Terdiri dari zat kapur (spikula) dan hidup di laut yang dangkal. Contohnya: Seghpha SP, charsarina SP.
  • Kelas hexactinelida: Terdiri atas zat kersik dan hidup di laut yang dalam. Contohnya: Pnerorepa SP.
  • Kelas demospangia: Tubuh lunak bahkan tidak mempunyai rangka. Contohnya: Spongia SP.

3. Filum Coelentrata

Coelentrata berasal dari kata “Coilos” atau “Berongga” dan “Entros” atau “Usus”.

Filum Coelentrata mempunyai 2 macam bentuk, yaitu bentuk pasif yang menempel pada suatu dasar dan tidak berpindah.

Coelentrata terdiri dari 3 (tiga) kelas, diantaranya seperti dibawah ini:

  • Kelas Anthozoa
  • Kelas Hydrozoa
  • Kelas Scyphozoan.

Filum coelentrata ini memiliki beberapa ciri-ciri khusus, yang diantaranya yaitu:

  • Multiseluler dan radial simetris (memotong bidang melalui pusat menciptakan segmen identik, mereka memiliki bagian atas dan bawah tapi tidak ada sisi).
  • Dikelilingi tentakel di sekitar mulut lapisan tubuh coelenterata terdri dari jaringan luar (eksoderm), jaringan dalam (endoderm), dan sistem otot yang membujur dan menyilang (mesoglea)
  • Mempunyai bentuk seperti tabung.
  • Memiliki knidoblast, yaitu sel eksoderm yang berisi racun yang berduri atau “nemtocyt”.
  • Hidup di air tawar, air laut, secara solider (melekat pada dasar perairan) dan berkoloni.
  • Mempunyai sel penyekat (nematosis).
  • Merupakan hewan karnivora (pemakan invertebrata kecil).
  • Tidak mempunyai organ atau sistem organ.
  • Tidak memiliki otak, tapi cuma impuls saraf yang berjalan melalui tubuh mereka dan bisa mendeteksi sinyal di lingkungannya.

4. Filum Platyhelminthes

Kata platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani, kata “Plays” (pipih) dan “Hemlines” (cacing).

Platyhelminthes berate juga memiliki pipih. Hewan golongan ini, mempunyai tubuh simetris bilateral (kedua sisi sama).

Platyhelminthes terbagi dalam tiga (3) kelas, diantaranya yaitu:

  • Kelas turbellaria (Cacing berambut getar)
  • Kelas trematoda (Cacing isap)
  • Kelas cestroda (Cacing pita).

Dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri khusus dari filum Platyhelminthes, yaitu:

  • Tubuh simetris bilateral.
  • Bentuk tubuhnya pipih dan lunak.
  • Tubuh tidak bersegmen kecuali Cestoda.
  • Lapisan tubuh Triploblastik Aselomata.
  • Alat eksresinya menggunakan flame cell.
  • Mempunyai mata.
  • Bersifat Hermafrodit.
  • Tidak mempunyai alat respirasi.
  • Sistem pencernaan melalui Gastrovaskuler.
  • Sistem saraf merupakan Ganglion.
  • Hidup bebas di air tawar dan tempat lembab.

5. Filum Mollusca

Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus atau lunak) merupakan hewan yang bertubuh lunak.

Tubuh lunaknya dilindungi oleh cangkang, meski ada juga yang tidak bercangkang. Hewan ini tergolong triploblastik selomata.

Sesuai dengan namanya, hewan lunak memiliki tubuh lunak yang dilindungi oleh cangkang dari bahan kalsium (kapur) mollusca bersifat hermoporit, memiliki sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem pengeluaran.

Mollusca dibedakan menjadi 4 kelas, diantaranya seperti dibawah ini:

  • Kelas lamilli brancuiata (golongan karang dan tiram).
  • Kelas gastropoda (golongan siput).
  • Kelas cephalopoda (golongan cumi-cumi).
  • Kelas amphineura.

Dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri khusus dari filum Mollusca, yaitu:

  • Tubuhnya bilateral simetris.
  • Dinding tubuhnya bersifat tripoblastik.
  • Tubuh pendek terlindung cangkok yang tersusun atas zat kapur yang dihasilkan oleh zat mantel.
  • Struktur kepala Mollusca semakin berkembang.
  • Alat pencernaan udah berkembang sempurna Kecuali pada Cephalopoda, peredaran darahnya terbuka jantungnya terdiri atas bagian dorsal yang dikelilingi pericardium.
  • Pernapasannya dilakukan oleh pulmonum, epidermis, insang atau mantel.
  • Alat ekskresinya berupa ginjal Reproduksi secara seksual.
  • Sistem syarafnya berupa tiga pasang simpul syaraf (ganglion) yaitu ganglion serebral, ganglion visceral, dan ganglion pedal, ketiganya dihubungkan oleh serabut-serabut syaraf.
  • Alat kelamin umumnya terpisah (dioesus), tapi ada juga yang hermaphrodit. Yang berkelamin terpisah, pembuahannya eksternal.

6. Filum Enchinodermata

Echinodermata dalam bahasa Yunani, “Echino” artinya Landak, dan “Derma” artinya Kulit.

Echinodermata yaitu kelompok hewan triopoblastik selomata yang memilki ciri khas adanya rangka dalam (endoskeleton) berduri yang menembus kulit.

Filum enchinodermata terdiri dari lima (5) kelas, yaitu:

  • Kelas bintang laut (asteroidal).
  • Kelas landak laut (echinoidal).
  • Kelas bintang laut (opiuroidal).
  • Kelas lilin laut (crinoidal).
  • Kelas teripong (holothuroidae).

Berikut ini, ada beberapa ciri-ciri khusus dari filum Enchinodermata, yaitu:

  • Mempunyai tiga lapisan embrional (triploblastik).
  • Simetri tubuh bilateral pada fase larva dan radial pada fase dewasa.
  • Ada pembagian tubuh anterior dan posterior.
  • Euselomata atau selomata.
  • Tidak mempunyai segmen tubuh.
  • Sistem pencernaan sempurna, dengan beberapa jenis yang tidak memiliki anus.
  • Tidak mempunyai sistem peredaran darah.
  • Sistem pernapasan berupa insang kecil atau papulaedan. Ada juga yang menggunakan kaki ambulakral (kaki tabung), atau teripang laut.
  • Tidak mempunyai sistem ekskresi.
  • Sistem saraf dibentuk oleh saraf cincin, saraf radial, dan saraf jala.
  • Reproduksi secara aseksual (regenerasi) dan seksual.
  • Umumnya memiliki kelamin yang terpisah, tapi beberapa jenis bersifat hermaprodit.
  • Penyokong tubuh berupa kerangka dalam (endoskleton), berupa pelat dan ada dibawah kulit.

7. Filum Antropoda

Filum Artropoda memiliki spesies yang paling besar, yaitu 75% dari seluruh hewan yang ada di seluruh dunia.

Arthropoda berasal dari bahasa latin, “Arthra” artinya “ruas, buku, segmen” dan “Podos” artinya “kaki yang berarti” yaitu hewan dengan kaki beruas, berbuku, atau bersegmen.

Tubuh arthropoda yaitu simetri bilateral dan tripoblastik selomata. Filum ini, memiliki Jumlah species yang paling besar dibandingkan filum-filum lain.

Tubuh dan kaki beruasa-ruas dan simetris bilateral, rangka luar mengandung zat kimia.

Antropoda memiliki peredaran darah, tapi darahnya tidak berwarna, pertumbuhannya lama mengalami metamorfosis (perubahan bentuk).

Filum antropoda terdiri atas beberapa kelas, yang diantaranya seperti dibawah ini:

  • Kelas serangga (insecta).
  • Kelas laba-laba (arachoidae).
  • Kelas udang-udangan (erustacea).
  • Kelas lipan (mynapoda).

Ciri-Ciri Invertebrata

Ciri-Ciri Invertebrata

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri dari hewan invertebrata, diantaranya yaitu:

  • Umumnya ada hewan yang bisa bergerak dengan langsung dan tidak.
  • Ada yang mampu membuat untuk membuat makanan sendiri.
  • Tersusun atas banyak sel dan banyak jaringan (multiseluler).
  • Mempunyai kerangka luar yang keras, tapi juga ada yang lunak.
  • Hewan Invertebrata tidak mempunyai tulang belakang.
  • Tidak memiliki tulang endoskeleton dengan tekstur yang keras.
  • Umumnya, memiliki ukuran yang kecil karena struktur yang belum mengalami perkembangan dengan begitu kompleks.
  • Termasuk kedalam organisme multiseluler, tapi belum memiliki dinding sel.
  • Mampu bertahan hidup cukup pada kondisi lingkungan yang ekstrim.
  • Hewan Invertebrata memiliki cara bereproduksi secara seksual.
  • Hewan Invertebrata bisa bertahan hidup secara heterotof.
  • Hewan Invertebrata pada umumnya tidak memiliki kerangka dalam atau kerangka internal.
  • Umumnya ada hewan yang bisa bergerak langsung dan tidak.
  • Tubuh pada hewan Invertebrata memiliki sistem pencernaan yang lebih sederhana dibandingkan dengan hewan Vertebrata.
  • Sistem pernafasan hewan Invertebrata tidak memiliki organ yang khusus untuk bernafas.

Contoh Invertebrata Tiap Filum

1. Filum Protozoa

Filum Protozoa

Bentuk tubuh protozoa sangat kecil, yaitu berkisar antara 10-50μm, tapi ada juga yang memiliki bentuk tubuh sampai 1 mm.

Sumber makanan protozoa adalah hewan dan juga tumbuhan.

Berdasarkan alat geraknya, protozoa terbagi menjadi beberapa kelas, diantaranya yaitu:

  • Kelas Rhizopoda (berkaki semu).
  • Kelas Flagellata (berbulu cambuk).
  • Kelas Cilliata (berambut getar).
  • Kelas Sporozoa (berspora).

2. Filum Cnidaria

Filum Cnidaria

Hewan yang memiliki sel penyengat atau disebut dengan “Knidosit”, yang digunakan untuk menangkap mangsa dan membela diri.

Cnidaria terbagi menjadi empat kelompok, yang diantaranya sebagai berikut ini:

  • Anthozoa (anemone laut, koral, pena laut).
  • Scyphozoa (ubur-ubur).
  • Cubozoa (ubur-ubur kotak).
  • Hidrozoa.

Filum Cnidaria kebanyakan terdapat di lingkungan laut.

Filum Cnidaria terkadang dikategorikan sebagai filum Coelenterata, karena merupakan hewan berongga yang disebut “Coelenteron”.

3. Filum Porifera

Filum Porifera

Hewan berpori yaitu hewan air yang hidup dilaut dengan bentuk tubuh seperti tumbuhan atau tabung berpori yang melekat pada suatu dasar laut dan bisa berpindah ke suatu tempat dengan bebas.

Makanan porifera merupakan bersumber dari bakteri dan plankton.

Filum porifera terbagi menjadi 3 kelas, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Kelas Corcorea
  • Kelas Hexactibelida
  • Kelas Desmospangia.

4. Filum Ctenophora

Filum Ctenophora

Hewan yang memiliki lubang-lubang kecil atau berpori-pori di hampir seluruh tubuhnya.

Pori-pori tersebut, bisa menimbulkan racun yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa atau musuhnya.

Meski bentuknya seperti ubur-ubur, tapi filum Coe Coeelenterata tidak memiliki sel penyengat (knidosit) seperti filum Cnidaria.

Filum Ctenopora terkadang dikategorikan sebagai filum Coelenterata, karena merupakan hewan berongga yang disebut Coelenteron.

5. Filum Platyhelminthes

Filum Platyhelminthes

Cacing pipih adalah salah satu hewan yang berbentuk cacing dengan tubuh pipih dan tidak bersegmen.

Umumnya, cacing pipih hidup di sungai, laut, danau atau sebagai parasit di tubuh organisme lain.

Ada beberapa kelas dalam filum Platyhelminthes, yaitu:

  • Kelas Turbellaria (cacing berambut getar)
  • Kelas Trematoda (cacing isap)
  • Kelas Cestoda (cacing pita).

6. Filum Nematoda

Filum Nematoda

Cacing gilik merupakan cacing yang berbentuk gilik. Kedua ujung tubuh filum Nematoda berbentuk runcing dan tengahnya bulat.

Ada beberapa contoh dari cacing gilik, yaitu seperti:

  • Cacing tambang
  • Cacing askaris
  • Cacing Filaria.

7. Filum Annelida

Filum Annelida

Cacing gelang yaitu cacing yang tubuhnya terdiri atas segmen-segmen seperti gelang dengan berbagai sistem organ yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup.

Filum annelida terbagi menjadi 5 kelas, diantaranya yaitu:

  • Kelas Polychaetae (berambut banyak).
  • Kelas Oligacaeta (berambut sedikit atau tidak semua sama sekali).
  • Kelas Hirudinea (menghisap darah).

Contoh cacing jenis filum annelida, diantaranya yaitu:

  • Cacing tanah
  • Cacing pasir
  • Cacing kipas
  • Cacing lintah.

8. Filum Mollusca

Filum Mollusca

Hewan yang bertubuh lunak, baik dilindungi oleh cangkang atau yang tidak dilindungi oleh cangkang.

Cangkang filum mollusca terdiri dari bahan kalsium (zat kapur).

Filum mollusca terdiri dari 3 kelas, yang diantaranya sebagai berikut ini:

  • P (memiliki 2 buah cangkang seperti kerang tiram dan simping).
  • Gastropoda (siput baik yang bercangkang atau tidak).
  • Cepalophoda (gurita dan cumi-cumi).
  • Scaphopoda dan Amphineura.

9. Filum Artropoda

Filum Artropoda

Filum bertubuh segmen yang biasanya bersatu menjadi 2 atau 3 daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan dan simetri bilateral.

Filum atropoda juga dikenal dengan sebutan hewan berbuku-buku.

Filum artropoda dibagi menjadi beberapa kelas, diantaranya yaitu:

  • Kelas Chelicerata (laba-laba, tungau, kalajengking).
  • Kelas Myriapoda (lipan).
  • Kelas Krustasea (kepiting, lobster, dan udang).
  • Kelas Hexapoda (serangga).

Nah, itulah pembahasan tentang Hewan Invertebrata beserta contohnya yang bisa kamu ketahui dan pelajari.

Semoga pembahasan diatas bisa membantu dan bermanfaat buat kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Artikel Terkait

Tumbuhan Monokotil


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
Mualana Fahri
30 Juli 2023

Mutasi


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
ranggaku
16 Juli 2023