Eubacteria

Kamu tahu tidak, setelah Carl Woose melakukan analisis molekular, Archaebacteria yang semula dikelompokkan Eubacteria dalam Kingdom Monera kini menjadi kelompok yang terpisah.

Kingdom Monera tidak digunakan lagi dan sebagai gantinya muncul kingdom Archaebacteria dan Eubacteria. Keduanya dibedakan berdasarkan perbedaan genetiknya.

Yuk, langsung aja simak pembahasan lengkapnya mengenai Eubacteria dibawah ini!


Pengertian Eubacteria

Pengertian Eubacteria

Istilah Eubacteria berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata “eu” yang memiliki arti sejati.

Eubacteri (bakteri) yaitu organisme uniseluler yang tidak memiliki membran inti sel (prokariotik) dan tidak berklorofil pada dinding selnya.

Bakteri pertama kali ditemukan pada tahun 1674, oleh seorang ilmuwan belanda yaitu Antony van Leuuwenhoek yang juga seorang penemu mikroskop lensa tunggal.

Istilah bakteri diperkenalkan oleh Ehrenberg pada tahun 1828. Ilmu yang mempelajari bakteri disebut dengan bakteriolog.

Eubacteria yaitu organisme bersel tunggal mikroskopis. Eubacteria sering sekali disebut juga sebagai “Bakteri Sejati”.

Sebagian besar organisme yang kita anggap sebagai “bakteri” yaitu Eubacteria.

Eubacteria ada di jantung perdebatan serius dalam klasifikasi ilmiah yang membentuk kembali hirarki tradisional “Kingdom, Filum, Kelas, Ordo, Famili, Genus, dan Spesies.”

Awalnya, Eubacteria dianggap bagian dari kerajaan Prokaryota, kadang-kadang disebut “Monera,” bersama dengan kerabat mereka yang Archaebacteria.

Organisme prokariotik seperti bakteri terutama ditentukan oleh ketiadaan inti sel. Hal ini membuat mereka berbeda dari evolusi organisme hidup lainnya, dan udah menyebabkan sejumlah adaptasi yang inovatif.

Banyak prokariota bersel tunggal, meskipun hal tersebut tidak selalu merupakan persyaratan buat keanggotaan pada kerajaan ini.

Selain kerajaan Prokaryota, ahli biologi juga diklasifikasikan organisme dalam Animalia, Fungi, Plantae, dan Protista.


Jenis Eubacteria

Jenis Eubacteria

1. Berdasarkan cara memperoleh makanannya, Eubacteria dibedakan menjadi:

A. Bakteri Heterotrof

Bakteri Heterotrof (tidak mampu menyusun makanan sendiri), yang terdiri dari:

  • Parasit : Yaitu engambil nutrisi dari organisme yang masih hidup. Contohnya: Escherichia coli.
  • Saprofit : Yaitu yang mengambil nutrisi dari organisme yang udah mati. Contohnya: Mycobacterium tuberculosis.

B. Bakteri Autotrof

Bakteri Autotrof (bisa menyusun makanannya sendiri), yang terdiri dari:

  • Fotoautotrof : Yaitu menggunakan sumber energi cahaya matahari. Contohnya: Bakteri hijau (bakterioklorofil) dan bakteri ungu (bakteriopurpurin).
  • Kemoautotrof : Yaitu menggunakan sumber energi kimia. Contohnya: Nitrobacter, Nitrosomonas, dan Nitrosococcus.

2. Berdasarkan kebutuhan oksigennya, Eubacteria dibedakan menjadi:

A. Bakteri Aerob

Bakteri Aerob yaitu bakteri yang membutuhkan O2 bebas. Contohnya: Nitrosomonas dan Mycobacterium tuberculosis.

B. Bakteri Anaerob

Bakteri Anaerob yaitu bakteri yang tidak membutuhkan O2 bebas. Contohnya: Clostridium tetani dan bakteri denitrifikasi.

3. Berdasarkan letak flagelanya, Eubacteria dibedakan menjadi:

  • Atrik : Merupakan salah satu bakteri yang tidak memiliki flagela.
  • Monotrik : Yaitu bakteri yang memiliki satu flagela dan melekat pada salah satu ujung sel.
  • Lofotrik : Yaitu bakteri yang memiliki banyak flagela dan melekat pada salah satu ujung sel.
  • Amfitrik : Yaitu bakteri yang memiliki satu flagela dan masing-masing melekat pada kedua ujung sel.
  • Peritrik : Yaitu bakteri yang memiliki flagela yang tersebar pada seluruh pemukaan sel.

4. Berdasarkan bentuknya, Eubacteria dibedakan menjadi:

A. Basil (Batang)

Bakteri berbentuk batang dibedakan menjadi: monobasil, diplobasil, dan streptobasil.

  • Monobasil (batang tunggal). Contohnya: Escherichia coli dan Lactobacillus casei.
  • Diplobasil (batang berkelompok dua-dua). Contohnya: Salmonella typhosa.
  • Streptobasil (rantai batang). Contohnya: Azotobacter dan Bacillus anthracis.

B. Kokus (Bola)

Bakteri berbentuk bola dibedakan menjadi monokokus, diplo-kokus, streptokokus, dan stafilokokus.

  • Monokokus (tunggal). Contohnya: Micrococcus luteus.
  • Diplokokus (bola berkelompok dua-dua). Contohnya: Diplococcus pneumoniae (penyebab penyakit radang paru-paru).
  • Streptokokus (bentuk rantai). Contohnya: Streptococcus thermophilus (untuk membuat yoghurt).
  • Stafilokokus (menggerombol seperti anggur). Contohnya: Staphylococcus aureus.
  • Sarkina (bentuk kubus). Contohnya: Sarcina lutea.

C. Spirilum (Spiral atau Seperti Huruf S)

Bakteri berbentuk spiral dibedakan menjadi koma dan spirokaeta.

  • Bakteri berbentuk Koma. Contohnya: Vibrio cholerae (penyebab penyakit kolera).
  • Bakteri berbentuk Spirokaeta (spiral dan berekor). Contohnya: Spirochaeta pallida atau Treponema pallidum (penyebab penyakit raja singa atau sifilis.

Ciri-Ciri Eubacteria

Ciri-Ciri Eubacteria

Eubacteria memiliki peran yang tidak terhitung jumlahnya, termasuk dekomposisi dan daur ulang nutrisi, pencernaan dan penyakit.

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri umum dari Eubacteria, diantaranya yaitu:

  • Umumnya tidak berklorofil.
  • Bentuknya bervariasi.
  • Tidak memiliki membran inti atau prokariotik.
  • Berukuran antara 1 s/d 5 mikron.
  • Hidup secara parasit atau bebas (kosmolipit) atau pathogen.
  • Bersifat uniseluler (bersel satu).
  • Eubacteria adalah organisme uniseluler prokariotik.
  • Eubacteria dengan dinding sel yang tersusun atas peptidoglikan (gula dan protein).
  • Ukuran tubuh Eubacteria sekitar 1-5 mikron.
  • Eubacteria berkembangbiak dengan cara membelah diri, konjugasi, transformasi dan transduksi (pemindahan sebagian materi genetik melalui perantara virus).
  • Eubacteria bisa mensekresikan lendir ke permukaan dinding sel membentuk kapsul.
  • Ada Eubacteria yang memiliki flagel dan ada juga Eubacteria yang tidak memiliki flagel.
  • Eubacteria hidup kosmopolitan artinya bisa hidup di segala tempat. Misalnya di darat, udara, air, bahkan tubuh manusia.
  • Apabila ada di lingkungan yang kurang menguntungkan Eubacteria akan membentuk endospora.
  • Pada Eubacteria ada yang memiliki klorofil, ada juga Eubacteria yang tidak berklorofil. Eubacteria sering terlibat dalam hubungan simbiosis dengan organisme lain. Ini adalah interaksi yang erat antara dua spesies yang berbeda.
  • Organisme yang bersel tunggal atau uniseluler. Inti sel bakteri tidak memiliki membran inti atau prokariotik. Ketiga, ukuran sel bakteri berkisar antara 1-5 µm, di mana setiap 1 µm sama dengan 1/1000 mm.
  • Bergerak dengan flagela atau pili.
  • Berperan penting untuk proses penguraian zat-zat organik.

Baca juga : Ciri-Ciri Archabacteria


Reproduksi Eubacteria

Reproduksi Eubacteria

Bakteri bisa berkembangbiak secara vegetatif (aseksual) ataupun generatif (seksual), penjelasannya seperti dibawah ini:

1. Reproduksi Vegetatif (Aseksual)

Bakteri bisa berkembangbiak secara aseksual dengan membelah diri (pembelahan biner) pada lingkungan yang tepat atau sesuai.

Reproduksi bakteri bisa berlangsung dengan sangat cepat. Pada keadaan optimal, beberapa jenis bakteri bisa membelah setiap 20 menit.

Kamu bisa menghitung jumlah bakteri hasil reproduksi dalam waktu 1 jam atau  1 hari, dengan rumus 2n (n jumlah pembelahan).

Pada kondisi yang kurang menguntungkan, sel-sel bakteri bisamempertahankan diri dengan pembentukan spora (endospora).

Endospora artinya spora yang terbentuk di dalam bakteri. Tapi, ada juga jenis bakteri yang akan mati karena perubahan faktor lingkungan.

Faktor lingkungan ini yaitu cahaya matahari yang terus-menerus, kenaikan suhu, kekeringan, dan adanya zat-zat penghambat serta pembunuh bakteri, seperti antibiotika dan desinfektan.

2. Reproduksi Generatif (Seksual)

Bakteri tidak melakukan pembiakan seksual yang sebenarnya, seperti yang terjadi pada makhluk hidup eukariot, karena bakteri tidak mengalami penyatuan sel kelamin.

Meski begitu, pada bakteri terjadi pertukaran materi genetik dengan sel pasangannya. Makanya, perkembangbiakan bakteri yang terjadi dengan cara ini disebut perkembangbiakan paraseksual.

Perkembangbiakan parasekual bakteri bisa terjadi dengan 3 cara, diantaranya yaitu:

  • Transformasi

Yaitu pemindahan potongan materi genetik atau DNA dari luar ke sel bakteri penerima. Dalam proses ini, tidak terjadi kontak langsung antara bakteri pemberi DNA dan penerima.

Contohnya: Streptococcus pneumonia, Bacillus, Haemopphilus, Neisseria dan Pseudomonas.

  • Konjugasi

Yaitu pertukaran materi genetik dengan cara membentuk bangunan atau jembatan atau selubung buat menyalurkan materi genetiknya, atau reproduksi bakteri yang belum diketahui jenis kelaminnya.

  • Transduksi

Yaitu pemindahan DNA dari sel pemberi ke sel penerima dengan perantaraan virus. Dalam hal ini, protein virus yang berfungsi sebagai cangkang digunakan buat pembungkus dan membawa DNA bakteri pemberi menuju sel penerima.


Peran Eubacteria pada Kehidupan

Peran Eubacteria pada Kehidupan

1. Peran Eubacteria yang Menguntungkan

  • Pembusukan (penguraian) sisa-sisa makhluk hidup.
  • Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi.
  • Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen.
  • Penyubur tanah.
  • Penghasil antibiotik.
  • Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.
  • Pembuatan zat kimia.
  • Penghasil biopestisida.

2. Peran Eubacteria yang Merugikan

  • Pembusukan makanan.
  • Penyebab penyakit pada manusia.
  • Mycobac-terium (penyebab penyakit lepra).
  • Penyebab penyakit pada hewan.
  • Penyebab penyakit pada tanaman budidaya.
  • Penyebab penyumbatan pipa air yang terbuat dari besi.
  • Penyebab keroposnya pipa-pipa besi.

Nah, itulah pembahasan tentang Eubacteria dan beberapa peran penting pada kehidupan yang bisa kamu ketahui dan pelajari.

Semoga pembahasan diatas bisa membantu dan bermanfaat buat kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Juli 2021 - Published : 22 Mei 2021