Bakteri

Saat mendengar kata bakteri, pasti kamu langsung mengidentifikasikannya dengan sesuatu yang berbahaya.

Ya, bakteri emang memiliki reputasi yang buruk dan ini bukanlah tanpa alasan.

Bakteri adalah biang keladi dari berbagai penyakit serius. Mulai dari pneumonia, tipes, TBC, sampai meningitis.

Tapi, bakteri sebenarnya tidak melulu merugikan. Ada juga jenis-jenis bakteri yang baik buat kesehatan.

Apa itu? Makanya, yuk simak pembahasannya tentang bakteri dibawah ini!


Pengertian Bakteri

Pengertian Bakteri

Bakteri merupakan kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.

Mereka bisa hidup di lingkungan yang beragam, baik didalam atau diluar tubuh manusia (seperti tanah, air sungai, dan air laut).

Organisme ini, milik prokariota dan domain yang sangat kecil (mikroskopik) serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya bisa memberikan manfaat di bidang makanan, obat, dan industri.

Secara umum, ukuran 0,5-5 m bakteri, tapi ada bakteri tertentu yang bisa sampai 700 m dengan diameter, yang Thiomargarita.

Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tapi dengan prekursor sangat berbeda (peptidoglikan).

Beberapa jenis bakteri yang motil (dapat bergerak) dan mobilitas yaitu karena flagel tersebut.


Ciri-Ciri Bakteri

Ciri-Ciri Bakteri

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri dari bakteri yang membedakannya dengan makhluk hidup lain, yaitu:

  • Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 sampai ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1-5 mikron.
  • Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas, kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan.
  • Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan.
  • Organisme multiselluler.
  • Prokariot (tidak memiliki membran inti sel).
  • Umumnya, tidak memiliki klorofil.
  • Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam.
  • Hidup bebas atau parasite.

Baca juga : Eubacteria


Cara Hidup Bakteri

Cara Hidup Bakteri

Cara hidup bakteri meliputi cara mendapatkan makan, dan cara bakteri bernafas. Dibawah ini penjelasannya:

1. Cara Hidup Bakteri Mendapatkan Makan

Berdasarkan cara bakteri mendapatkan makanannya, bakteri di golongkan menjadi 2 jenis, yaitu:

A. Bakteri Heterotrof

Cara hidup bakteri heterotrof merupakan dengan cara mendapatkan makanannya dari organisme lain.

Biasanya, berupa bahan makanan seperti bahan organik yang ada di sekitarnya.

Umumnya, sebagian besar bakteri jenis heterotrof tidak mengandung klorofil, jadi tidak bisa memproduksi makanannya secara sendiri.

Berdasarkan makanannya, bakteri heterotrof di bagi menjadi 2, diantaranya yaitu:

Bakteri Parasit

Bakteri parasit yaitu bakteri yang mendapatkan makanannya dari organisme yang ditumpanginya.

Contohnya:

  • Familia spirochaetaceae, yang ada pada usus hewan moluska bercangkang dua.
  • Familia treponemataceae, yang ada pada hewan vertebarata dan manusia.
  • Borrelia burgdorferi.
  • Borrelia recurrentis.
  • Borrelia novyi.

Sebagian bakteri jenis parasit, ada yang menyebabkan penyakit pada inangnya (bakteri patogen) dan sebagian lainnya tidak (bakteri apatogen).

Bakteri Saprofit

Bakteri saprofit yaitu bakteri yang mendapatkan makanannya dari sisa-sisa organisme yang udah mati.

Cara yang digunakan yaitu dengan mengubah bahan organik menjadi bahan anorganik melalui proses fermentasi dan respirasi.

Proses penguraian ini, umumnya menghasilkan gas metana, karbondioksida, asam sulfur, nitrogen, hidrogen, dan nitrat.

Contohnya:

  • Thibacillus denitrificans.
  • Escherichia coli.
  • Clostridium sporageus.
  • Desulfovirio desulfuricans.
  • Methanobacterium ruminatum.
  • Metanobacterium omelianski.

B. Bakteri Autotrof

Bakteri autotrof yaitu bakteri yang bisa menghasilkan makanannya sendiri dari senyawa anorganik dengan melakukan proses pengubahan.

Berdasarkan cara proses pengubahan senyawa anorganiknya, bakteri autotrof di bagi menjadi 2, yaitu:

Bakteri Fotoautotrof

Bakteri fotoautotrof yaitu bakteri yang membuat makanannya dengan di bantu oleh energi cahaya matahari melalui proses fotosintesis.

Yang termasuk bakteri fotoautotrof yaitu bakteri hijau, yang memiliki pigmen hijau disebut bakterioklorofil dan bakteri ungu, yang memiliki pigmen kuning, merah, dan ungu, atau bakteriopurpurin.

Bakteri Kemoautotrof

Bakteri kemoautotrof merupakan bakteri yang membuat makanannya dengan menggunakan bantuan dari energi kimia.

Contohnya seperti:

  • Nitrosococcus.
  • Nitrosocystis.
  • Nitrosomonas.
  • Nitrospira.

2. Cara Hidup Bakteri Sistem Pernapasan (Respirasi)

Pada proses sistem pernafasan (respirasi), sebagian jenis bakteri membutuhkan oksigen dan juga ada yang tidak. Berdasarkan dari sumber oksigen yang dibutuhkan dalam proses sistem pernafasan, bakteri di bagi menjadi :

  • Bakteri Anaerob Obligat : Yaitu baketri yang cuma bisa tumbuh pada lingkungan miskin oksigen dan oksigen bersifat toksik pada bakteri tersebut. Contoh: Clostridium tetani.
  • Bakteri Mikroaerofilik : Yaitu bakteri yang bisa tumbuh, baik cuma pada lingkungan dengan tekanan oksigen rendah.
  • Bakteri Aerob Obligat : Yaitu bakteri yang cuma bisa tumbuh pada lingkungan beroksigen. Contoh: Hidrogomonas dan Nitrobacter.
  • Bakteri Anaerob Aerotoleran : Merupakan bakteri yang tidak mati saat terpapar oksigen.
  • Bakteri Anaerob Fakulatif : Yaitu bakteri yang bisa tumbuh baik sebagai aerob atau anaerob. Contoh: Escherichia coli, Shigella, Salmonella thypose.

Sistem metabolisme pada bakteri jenis Anaerob Aerotoleran dan Obligat bersifat fermentatif kuat.

Sedangkan, pada bakteri jenis Anaerob Fakulatif, metabolisme respirasi terjadi cuma kalo ada oksigen, tapi tidak terjadi fermentasi.

Reaksi enzimatik terjadi pada saat bakteri tumbuh dalam lingkungan yang memiliki udara.


Reproduksi Bakteri

Reproduksi Bakteri

Bakteri dapat melakukan reproduksi dengan 2 cara, yaitu reproduksi secara aseksual dan reproduksi secara seksual.

1. Reproduksi Aseksual

Berikut dibawah ini, ada beberapa jenis reproduksi secara aseksual, diantaranya yaitu:

A. Pembelahan

Umumnya, bakteri berkembangbiak dengan pembelahan biner. Artinya, pembelahan terjadi secara langsung, dari satu sel membelah jadi 2 sel anakan.

Masing-masing sel anakan, nantinya akan membentuk dua sel anakan lagi, begitu juga seterusnya.

Proses pembelahan biner, diawali dengan proses replikasi DNA jadi dua DNA identik, diikuti pembelahan sitoplasma dan akhirnya terbentuk dinding pemisah diantara kedua sel anak bakteri.

B. Pembentukan Tunas atau Cabang

Bakteri membentuk tunas yang akan melepaskan diri dan membentuk bakteri baru.

Reproduksi dengan pembentukan cabang didahului dengan pembentukan tunas yang tumbuh jadi cabang dan akhirnya melepaskan diri.

Bisa kamu jumpai pada bakteri famili Streptomycetaceae.

C. Pembentukan Filamen

Pada pembentukan filament, sel mengeluarkan serabut panjang sebagai filament yang tidak bercabang.

Bahan kromosom lalu masuk kedalam filament, kemudian filament terputus-putus menjadi beberapa bagian.

Tiap bagian membentuk bakteri baru. Dijumpai terutama dalam keadaan abnormal, misal kalo bakteri Haemophilus influenza dibiakan pada pembenihan yang basah.

2. Reproduksi Seksual

Berikut dibawah ini, ada beberapa jenis reproduksi secara seksual, diantaranya yaitu:

A. Transformasi

Transformasi yaitu perpindahan materi genetik berupa DNA dari sel bakteri yang satu ke sel bakteri yang lain.

Pada proses transformasi ini, ADN bebas sel bakteri donor akan mengganti sebagian dari sel bakteri penerima, tapi tidak terjadi melalui kontak langsung.

Cara transformasi ini, cuma terjadi pada beberapa spesies aja. Contoh: Streptococcus pnemoniaeu, Haemophillus, Bacillus, Neisseria, dan Pseudomonas.

Transformasi ini merupakan cara bakteri menularkan sifatnya ke bakteri lain.

Misalnya pada bakteri Pneumococci yang menyebabkan Pneumonia dan pada bakteri patogen yang semula tidak kebal antibiotik bisa berubah menjadi kebal antibiotik karena transformasi.

Proses transformasi ini, pertama kali ditemukan oleh Frederick Grifith tahun 1982.

B. Transduksi

Transduksi merupakan pemindahan materi genetik bakteri ke bakteri lain dengan perantaraan virus.

Selama transduksi, kepingan ganda ADN dipisahkan dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima oleh bakteriofage (virus bakteri).

Kalo virus-virus baru sudah terbentuk dan akhirnya menyebabkan lisis pada bakteri, bakteriofage yang nonvirulen (menimbulakan respon lisogen) memindahkan ADN dan bersatu dengan ADN inangnya.

Virus bisa menyambungkan materi genetiknya ke DNA bakteri dan membentuk profag.

Saat terbentuk virus baru, didalam DNA virus sering terbawa sepenggal DNA bakteri yang diinfeksinya.

Virus yang terbentuk memiliki dua macam DNA yang dikenal dengan partikel transduksi (transducing particle).

Proses transduksi ini, dikemukakan oleh Norton Zinder dan Jashua Lederberg pada tahun 1952.

C. Konjugasi

Konjugasi yaitu bergabungnya dua bakteri (+ dan -) dengan membentuk jembatan buat pemindahan materi genetik.

Artinya, terjadi transfer ADN dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima melalui ujung pilus.

Ujung pilus akan melekat pada sel peneima dan ADN dipindahkan melalui pilus tersebut. Kemampuan sel donor memindahkan ADN dikontrol oleh faktor pemindahan (transfer faktor = faktor F)


Klasifikasi Bakteri

Klasifikasi Bakteri

Berikut dibawah ini, ada beberapa klasifikasi bakteri yang perlu kamu ketahui, diantaranya yaitu:

1. Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Bentuk Tubuhnya

  • Basilus (Batang). Contohnya: Bakteri Salmonella typhosa.
  • Coccuc (Bulat). Contohnya: Bakteri Micrococcus luteus.
  • Spiralium (Spiral). Contohnya: Bakteri Spirochaeta pallidum.

2. Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Alat Geraknya

  • Monotrich (Berflagel 1 pada bagian ujung tubuhnya). Contohnya: Bakteri Vibrio Cholera.
  • Lophotrich (Berflagel lebih dari 1 pada bagian ujung tubuhnya). Contohnya: Bakteri Rhodospirillum rubrum.
  • Amphitrirch (Berflagel masing masing 1 pada kedua ujung tubuhnya). Contohnya: Bakteri Pseudomonas aeruginosa.
  • Peritrich (Berflagel banyak pada semua sisi tubuhnya). Contohnya: Bakteri Salmonella thyposa.

3. Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Pewarnaan Gramnya

A. Gram-positif (Tidak mempertahankan zat warna metil ungu)

Ciri-cirinya:

  • Memiliki dinding sel yang lebih sederhana
  • Banyak mengandung peptidoglikan

Contohnya: Bakteri Aerococcus

B. Gram-negatif (Mempertahankan zat warna metil ungu)

Ciri-cirinya:

  • Memiliki dinding sel yang lebih kompleks
  • Sedikit mengandung peptidoglikan

Contohnya: Bakteri Vibrio.

4. Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Makanannya

A. Autotrof (Dapat membuat makanan sendiri). Dibedakan menjadi 2, yaitu:

  • Fotoautotrof (Sumber energi dari cahaya)
  • Kemoautotrof (Sumber energi dari hasil reaksi kimia)

B. Heterotrof (Tidak dapat membuat makanan sendiri)

5. Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Kebutuhan Oksigennya

  • Aerob (Membutuhkan oksigen bebas untuk mendapatkan energi). Contohnya: Bakteri Nitrobacter.
  • Anaerob (Tidak membutuhkan oksigen bebas untuk mendapatkan energi). Contohnya: Bakteri Micrococcus denitrificans.

Peranan Bakteri

Peranan Bakteri

Berikut dibawah ini, ada beberapa peranan bakteri dalam kehidupan, diantaranya yaitu:

  • Sebagai dekomposer (pengurai), yang bekerja sama dengan jamur buat menguraikan zat organik menjadi zat anorganik.
  • Mengikat nitrogen yang ada di udara untuk makhluk hidup lain.
  • Menyuburkan tanah dan tanaman.

Bakteri Gram Positif dan Negatif

Bakteri Gram Positif dan Negatif

1. Bakteri Gram Positif

Bakteri gram positif yaitu bakteri yang dinding selnya menyerap warna violet dan memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal.

Contohnya:

  • Bifidobacterium.
  • Lactobacillus.
  • Staphilococcus.
  • Clotridium.
  • Actinomyces.
  • Arachnia.
  • Propionibacterium.
  • Peptostreptococcus.

Ciri-Ciri Bakteri Gram Positif:

Dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri dari bakteri gram positif, yaitu:

  • Mempunyai sitoplasma lipid membrane.
  • Lapisan peptidoglikan yang tebal.
  • Beberapa spesies memiliki flagellum.
  • Beberapa spesies memiliki kapsul polisakarida.
  • Tidak memiliki kepekaan dengan streptomysin.
  • Toksin yang dibentuk berupa Eksotoksin Endotoksin.
  • Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rum.

Klasifikasi Bakteri Gram Positif:

Klasifikasi bakteri dapat didasarkan pada beberapa jenis penggolongan, seperti dibawah ini:

A. Klasifikasi Bakteri Pantogen

  • Gracilicutes : Bakteri Gram Negatif.
  • Firmicutes : Bakteri Gram Positif.
  • Tenericutes : Bakteri tanpa dinding sel.
  • Archaebacteria.

B. Klasifikasi Berdasarkan Genetika

  • Komposisi basa DNA.
  • Homologi sekuens DNA dan RNA Ribosoma.
  • Pola-pola metabolism stabil yang dikontrol oleh gen.
  • Polimer-polimer pada sel.
  • Struktur organel dan pola regulasinya.

C. Klasifikasi Berdasarkan Ekspresi Fenotipe

  • Morfologi Sel.
  • Morfologi Koloni.
  • Sifat terhadap pewarnaan.
  • Reaksi pertumbuhan.
  • Sifat pertumbuhan.

D. Klasifikasi Berdasarkan Bentuk Sel

  • Bentuk bulat (coccus).
  • Bentuk batang.
  • Bentuk spiral.
  • Bentuk vibrio.

E. Klasifikasi Terhadap Sifat Pewarnaan

  • Pewarnaan sederhana.
  • Pewarnaan diferensial.
  • Pewarnaan khusus.

F. Klasifikasi Berdasarkan Sifat Pertumbuhan

  • Aerob.
  • Anaerob.
  • Mikroaerofilik.

G. Klasifikasi Berdasarkan Metabolisme

  • Bakteri Autotrophic.
  • Bakteri Heterotrophic.

Bakteri Gram Positif yang Menguntungkan:

Berikut dibawah ini, ada beberapa bakteri gram positif yang menguntungkan, diantaranya yaitu:

  • Micrococcaceae.
  • Lactobacillaceae dan Streptococcaceae.
  • Bacillaceae.

2. Bakteri Gram Negatif

Bakteri gram negatif yaitu bakteri yang dinding selnya menyerap warna merah dan memiliki lapisan peptidoglikan yang tipis.

Lapisan peptidoglikan pada bakteri gram negatif ada di ruang periplasmik antara membrane plasma dengan membrane luar.

Contohnya:

  • Aeruginosa.
  • Azotobacter.
  • Influenza.
  • Rhizobium leguminosarum.
  • Salmonella typhi.
  • Helicobacter pylori.
  • Neisseria gonorrchoeae.
  • Pseudomonas aeruginosa.

Ciri-Ciri Bakteri Gram Negatif:

Dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri dari bakteri gram negatif, yaitu:

  • Mempunyai sitoplasmic membrane.
  • Kurang rentang terhadap senyawa penisilin.
  • Struktur dinding sel yang tipis yaitu sekitar 10-15 mm, yang multilayer atau berlapis tiga.
  • Tidak resisten terhadap gangguan fisik.
  • Mengandung lemak pada dinding sel yang banyak yaitu sekitar 11-12.

Contoh Bakteri Gram Negatif:

  • Pseudomonas.
  • Moraxella.
  • Helicobacter.
  • Stenotrophomas.
  • Bdellovibrio.
  • Bakteri asam laktat.
  • Legionella.
  • Cyanobacteria.
  • Sprichaeta.
  • Green sulfur & non-sulfur bacteria.
  • Alpha-proteobacteria (Wolbachia).
  • Enterobacteriaceae.
  • Escherichia Coli.
  • Salmonella.
  • Sigella.
  • Legionella.
  • Neisseria.
  • Legionella.
  • Treponema.
  • Vibrio.
  • Bordetella.
  • Chlamydia.
  • Campylobacter.
  • Haemophillus.
  • Alpha-proteobacteria.
  • Wolbachia.
  • Spirochaeta.
  • Green sulfur & green non-sulfur bacteria.

Itulah beberapa pembahasan lengkap tentang Pengertian Bakteri. Gimana? Mudah dipahami kan?

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan lainnya, langsung tulis aja dikolom komentar dibawah ini yak!

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Juli 2021 - Published : 24 Juni 2021