Tumbuhan Paku

Jenis tumbuhan paku sangat bervariasi, jadi kamu mungkin bingung memilih tanaman paku untuk menghiasi rumah.

Tanaman suplir dan pakis haji termasuk tumbuhan paku yang populer di Indonesia.

Tapi ternyata, masih banyak lagi jenis tumbuhan paku yang cantik dijadikan tanaman hias dan bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan.

Kamu tertarik untuk menanam beragam jenis tumbuhan paku di rumah?

Untuk membantu kamu memilih tumbuhan paku yang cantik untuk menghiasi rumah, yuk simak ulasan dibawah ini!


Pengertian Tumbuhan Paku

Pengertian Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku yaitu organisme autotrof yang memiliki kemampuan untuk menyusun zat makanannya sendiri atau untuk organisme lainnya.

Tumbuhan paku atau tumbuhan pakis termasuk kedalam tumbuhan berkormus atau kormophyta, yaitu jenis tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun sejati.

Spora yang dimiliki tumbuhan paku dibentuk dalam kotak spora, jadi tumbuhan paku juga bisa disebut sebagai kormophyta berspora.

Perlu diketahui, kalo tumbuhan paku juga tidak bisa tumbuh didaerah bersalju, tapi bisa tumbuh subur didaerah tropis.

Di Indonesia dan Malaysia ada setidaknya 12.000 spesies tumbuhan paku. Pada jumlah yang tidak terlalu banyak, tumbuhan paku tidak bersifat parasit pada inangnya.

Banyak sekali sepesies yang tersebar dan bisa tumbuh di berbagai daerah. Kalo berkunjung ke hutan atau berwisata ke hutan akan banyak sekali menemukan tumbuhan paku.

Walaupun ada di dalam hutan, tapi tumbuhan paku tersebut tidak berbahaya.


Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri dari tumbuhan paku yang sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias, yaitu:

  • Memiliki akar, batang, dan daun.
  • Memiliki pembuluh darah xylem dan floem.
  • Tidak mempunyai biji.
  • Berakar serabut.
  • Memiliki klorofil.
  • Tidak berbunga.
  • Daun muda berbentuk menggulung.
  • Biasanya hidup dengan cara menumpang pada tumbuhan lain.
  • Cara hidup tanaman paku-pakuan adalah secara epifit dan sporofit.
  • Memiliki ukuran beragam, yaitu mulai dari beberapa milimeter sampai 6 meter.
  • Bentuk tumbuhan bervariasi, yaitu ada yang bercabang dan ada juga yang tidak bercabang.
  • Sebagian jenis tumbuhan paku memiliki spora jantan yang berukuran lebih kecil daripada spora betina.
  • Mengalami metagenesis dengan tahap sporofit (menghasilkan spora) dan gametofit (menghasilkan sel kelamin).

Struktur Tumbuhan Paku

Struktur Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berpembuluh yang tidak berbiji.

Daunnya memiliki beberapa bentuk spora, seperti:

  • Paku homospora : Yaitu menghasilkan jenis dan ukuran spora yang sama. Contoh: Paku kawat (Lycopodium).
  • Paku heterospora : Yaitu menghasilkan jenis dan ukuran spora yang berbeda. Contoh: Selaginella.
  • Paku peralihan : Yaitu menghasilkan ukuran spora yang sama, tapi berjenis kelamin jantan dan betina. Contoh: Paku ekor kuda (Equisetum).

Pertumbuhan batang tumbuhan paku juga memiliki bentuk yang beraneka ragam, seperti:

  • Paku pohon (Cyathea) : Yaitu tumbuhan paku yang memiliki bentuk batang seperti batang pohon palem.
  • Paku kawat (Lycopodium) : Yaitu tumbuhan paku yang memiliki bentuk batang seperti kawat.

Batang paku yang berbentuk rhizome akan bercabang dan beruas pendek.

Pada rhizome, ada akar seperti rambut, yang merupakan akar serabut. Contohnya: Paku suplir.


Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi tumbuhan paku dibagi menjadi 2 bagian, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Berdasarkan Morfologi Tubuhnya

Berdasarkan Morfologi Tubuhnya

Berdasarkan perbedaan morfologi tubuh, tumbuhan paku bisa diklasifikasikan menjadi 4 divisi, diantaranya yaitu:

A. Psilophyta

Ciri-cirinya:

  • Tumbuhan berpembuluh paling primitif atau disebut juga dengan paku purba.
  • Belum memiliki struktur akar (masih akar rhizome).
  • Tidak memiliki daun (paku telanjang), tapi kalo tumbuhan tersebut memiliki daun, bentuknya kecil (mikrofil) dan belum terdiferensiasi.
  • Belum memiliki pembuluh pengangkut.
  • Pada batangnya terdapat sporangium.
  • Spora yang dihasilkan memiliki jenis dan ukuran yang sama (homospor).

Contohnya:

  • Psilotum nudum.

B. Lycophyta

Ciri-cirinya:

  • Batang bercabang seperti kawat atau paku kawat.
  • Tumbuhan epifit (tubuhnya menumpang dengan tumbuhan lain).
  • Daunnya berbentuk seperti rambut sisik, beberapa jenis udah menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang.
  • Sporangiumnya terkumpul dalam strobilus. Strobilus merupakan kumpulan sporofil yang membentuk struktur kerucut.
  • Berkas pengangkutnya masih sederhana.
  • Beberapa Lycophyta seperti Lycopodium tidak berfotosintesis, tapi bersimbiosis dengan jamur.
  • Pada Lycopodium bisa menghasilkan spora tunggal yang nantinya akan berkembang menjadi gametofit yang memiliki organ jantan dan betina atau paku peralihan, sedangkan pada Selaginella bisa menghasilkan dua spora, yaitu spora kecil (mikrospora) dan besar (makrospora) atau heterospora.

Contohnya:

  • Isoetes

C. Equisetophyta (Sphenophyta)

Ciri-cirinya:

  • Memiliki banyak daun dengan bentuk seperti kawat dan tersusun melingkar dan batangnya berongga dan beruas seperti ekor kuda, membuat kelompok paku ini disebut dengan paku ekor kuda.
  • Seperti halnya pada Lycophyta, sporangium pada kelompok paku ini juga ada didalam strobilus.
  • Merupakan kelompok paku peralihan.

Contohnya:

  • Equisetum debile.

D. Pterophyta

Ciri-cirinya:

  • Pterophyta dianggap sebagai paku sejati.
  • Memiliki daun besar (makrofil) dan ada sorus dibawahnya dengan ciri khas menggulung pada usia muda.
  • Banyak ditemukan di daerah pegunungan berhawa dingin dan digunakan sebagai tanaman hias.
  • Sporangiumnya terdapat dalam sporofil.

Contohnya:

  • Azolla pinnata
  • Adiantum
  • Asplenium nidus.

2. Berdasarkan Habitatnya

Berdasarkan Habitatnya

Berdasarkan habitatnya, tumbuhan paku bisa diklasifikasikan menjadi 3 divisi, diantaranya yaitu:

A. Paku Tanah

Paku tanah merupakan jenis tumbuhan paku yang hidup di tanah atau merayap di permukaan yang terjal.

Contohnya: Lindsaya macracana.

B. Paku Epifit

Paku epifit yaitu jenis tumbuhan paku yang hidup menumpang di tumbuhan lainnya, terutama pada pohon.

Berdasarkan keterbukaan tempatnya, paku epifit sendiri terbagi lagi kedalam dua kelompok, yaitu:

  • Epifit Terbuka

Tumbuhan ini, tumbuh pada bagian yang terkena sinar matahari langsung atau tahan terhadap hembusan angin.

Contohnya: Platycerium desvaux.

  • Epifit Tertutup

Tumbuhan ini, tumbuh pada bagian bawah pohon yang terlindungi (tertutup sinar matahari).

Contohnya: Antrophyum callifolium

C. Paku Akuatik

Berdasarkan keberadaannya di air, paku akuatik terbagi lagi kedalam tiga kelompok, diantaranya yaitu:

  • Paku yang Mengapung di Permukaan Air. Contohnya: Famili Marsileaceae.
  • Paku yang Berada Didalam Kolam Air. Contohnya: Acrosticum Aureum L.
  • Paku yang Berada Didaerah Pasang-Surut. Contohnya: Ceratopteris Thalictroides.

Habitat Tumbuhan Paku

Habitat Tumbuhan Paku

Habitat tumbuhan paku ada di darat, terutama pada lapisan bawah tanah di dataran rendah, tepi pantai, lereng gunung, 350 meter diatas permukaan laut terutama di daerah lembab, dan ada juga yang bersifat epifit (menempel) pada tumbuhan lain.

Tumbuhan paku adalah tumbuhan fotoautotrof. Tumbuhan paku ada yang hidup mengapung di air (misalnya Azolla pinnata dan Marsilea crenata).

Tapi, umumnya tumbuhan paku yaitu tumbuhan terestrial (tumbuhan darat).


Reproduksi Tumbuhan Paku

Reproduksi Tumbuhan Paku

Reproduksi tumbuhan paku bisa secara aseksual (vegetatif), yaitu dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas).

Gemma merupakan anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora.

Reproduksi secara seksual (generatif) melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat-alat kelamin (gametogonium).

Gametogonium jantan (anteredium) menghasilkan spermatozoid dan gametogonium betina menghasilkan sel telur (ovum) seperti halnya tumbuhan lumut, tumbuhan paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan).

  • Metagenesis paku homospora
  • Metagenesis Paku Heterospora dan Paku Peralihan

Pada metagenesis tumbuhan paku, baik pada paku homospora, paku heterospora, atau paku peralihan, pada prinsipnya sama.

Saat ada spora yang jatuh di tempat yang cocok, spora tadi akan berkembang menjadi protalium yang merupakan generasi penghasil gamet atau generasi gametofit.

Yang nantinya akan segera membentuk anteredium yang akan menghasilkan spermatozoid dan arkegonium yang akan menghasilkan ovum.

Saat spermatozoid dan ovum bertemu, akan terbentuk zigot yang diploid yang akan segera berkembang menjadi tumbuhan paku.

Tumbuhan paku yang kamu lihat sehari-hari adalah generasi sporofit, karena mampu membentuk sporangium yang akan menghasilkan spora buat perkembangbiakan.

Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya.

Kalo diamati, daun tumbuhan paku penghasil spora (sporofil), disana akan kamu temukan organ-organ khusus pembentuk spora.

Spora dihasilkan dan dibentuk dalam suatu wadah yang disebut sebagai sporangium.

Biasanya, sporangium pada tumbuhan paku terkumpul pada permukaan bawah daun.


Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tumbuhan Paku

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tumbuhan Paku

Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan paku, diantaranya yaitu:

  • Kadar air dalam tanah.
  • Kadar air dalam udara.
  • Kandungan hara mineral dalam tanah.
  • Kadar cahaya untuk fotosintesis.
  • Suhu yang optimal.
  • Perlindungan dari angina.
  • Perlindungan dari cahaya yang terlalu kuat.

Tidak semua faktor tersebut berpengaruh, tapi tergantung pada jenis tumbuhan pakunya.

Survive tidaknya suatu tumbuhan paku di suatu areal tergantung dari ketahanan gametofitnya, apakah akan berkembang secara alami di lingkungannya atau tidak.

Seperti tanaman tingkat tinggi, tumbuhan paku tumbuh lingkungannya masing-masing (biasanya tempat lembab).

Beberapa paku bisa bertahan hidup di daerah yang ekstrim seperti lingkungan kering dan panas. Beberapa jenis paku bisa tumbuh di daerah gurun.

Tumbuhan paku meletakkan dirinya tepat sesuai dengan  nitchenya, tanah yang lembab, udara yang lembab, intensitas cahaya dan sebagainya. Jarang tumbuhan paku hidup diluar nitchenya.


Manfaat Tumbuhan Paku

Manfaat Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki naluri bertahan hidup yang sangat kuat.

Berikut ini, ada beberapa manfaat tumbuhan paku yang bisa hidup dan tumbuh dengan baik di tempat tanaman lain gagal tumbuh, yaitu:

1. Sebagai Material Bangunan

Selain kayu mahoni, kayu ulin, dan kayu jati, ternyata tumbuhan paku juga bisa digunakan untuk bahan bangunan.

Jenis tanaman yang digunakan yaitu tanaman pakis haji yang terkenal kuat dan memiliki struktur yang kokoh.

Pakis haji bisa tumbuh hingga sepanjang 15 m dan berbentuk bulat, tanpa cabang, kasar, dan berserabut.

2. Sebagai Obat-Obatan

Ada beberapa jenis tumbuhan paku yang bisa dijadikan obat-obatan.

Contohnya pakis haji yang bisa digunakan buat membantu meringankan diare dan paku kawat buat membantu mengobati penyakit kulit.

Ada juga paku ekor kuda buat membantu memperlancar buang air dan paku rane buat membantu menyembuhkan luka, karena ada kandungan antibiotik yang tinggi.

3. Sebagai Tanaman Hias

Tentu aja tanaman paku cantik dijadikan tanaman hias.

Untuk tanaman gantung didalam dan di luar ruangan, kamu bisa memilih paku suplir yang memiliki daun berukuran kecil dan tumbuh pada tulang daun panjang.

Tidak cuma itu, paku tanduk rusa juga populer untuk dijadikan tanaman hias.

Sesuai namanya, tanaman ini memiliki bentuk daun yang menjulur kebawah menyerupai tanduk rusa. Biasanya, paku tanduk rusa tumbuh menempel pada pohon lain.


Itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai Tumbuhan Paku dan Manfaatnya. Gimana? Mudah dipahami kan?

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan lainnya, langsung tulis aja dikolom komentar dibawah ini yak!

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 2 Average: 5]
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 6 Juni 2021 - Published : 6 Juni 2021