Tujuan PKI di Indonesia

Tahun 1050-an pendatang baru, DN Aidit memimpin PKI. Dengan berbagai programnya, PKI berhasil mendekati rakyat dan PKI jadi partai non pemerintah terbesar di dunia.

Pada fungsi Pemilu pertama tahun 1955 yang diselenggarakan pemerintah orde lama, PKI menduduki peringkat keempat setelah PNI, Masyumi, dan Partai Nahdhatul Ulama.

PKI mengembangkan sayap di berbagai lini: Gerakan Wanita (Gerwani), Pemuda Rakyat, Pelajar (CGMI), dan Petani (BTI). Hampir sepertiga rakyat Indonesia saat itu jadi anggotanya.

Jadi gak heran, setelah pemberontakan PKI 30 September 1966, dinyatakan sebagai partai terlarang di tahun 1966 anggota PKI masih ada sampai saat ini.

Nah, berikut ada beberapa Tujuan PKI di Indonesia. Ingin tahu apa aja tujuannya? Yuk simak seksama ulasannya dibawah ini.


 

1. Gerakan Anti Pemerintah Hindia Belanda

Gerakan Anti Pemerintah Hindia Belanda

Pada tahun 1914, nama ISDV digantikan menjadi nama PKI buat menunjukkan tujuan utama dari partai tersebut.

Di awal tahun pembentukannya, PKI merupakan partai anti pemerintah dan PKI berdiri serta punya tujuan buat mengakhiri penjajahan Belanda di Indonesia yang udah berlangsung ratusan tahun.

Pada tahun 1926, pemberontakan mereka yang dipimpin oleh Alimin dan Muso di wilayah Jawa Barat dan Sumatera Barat.

PKI mengumumkan dibentuknya Republik. Pemberontakan yang gak disetujui oleh tokoh PKI lain yaitu Tan Malaka, akhirnya dihancurkan oleh Belanda.

Banyak sekali anggotanya yang terbunuh. Sedangkan, yang masih hidup diasingkan ke Boven, Papua, Digul. Ditahun 1927, PKI dinyatakan terlarang oleh Belanda.


 

2. Menghapus Kapitalisme

Menghapus Kapitalisme

Kapitalisme dan negara yang menganut ideologi liberalisme memusatkan pada materi dan kebebasan individu diatas segalanya.

Siapa aja yang berkelebihan secara materi bisa mendapatkan segalanya, dan individu bisa mendapatkan kebebasan jadi bisa melakukan segalanya.

Tapi, ini pasti melanggar banyak hak asasi yang berlaku di Indonesia. Makanya, buatlah tujuan Organisasi PKI yang ingin menghapus kapitalisme.

Dan ini sesuai dengan tujuan daerah partai ini, yang menginginkan Indonesia yang merdeka, yang bebas dari kapitalisme.

Karena, mengingat kapitalisme yang menjadi warisan penjajah Belanda dan mendarah daging karena lamanya penjajahan tersebut.


 

3. Menghapus Kelas-Kelas Sosial

Menghapus Kelas-Kelas Sosial

Kelas-kelas sosial tercipta karena adanya kapitalisme. Karena, kalo orang yang mempunyai kedudukan yang lebih tinggi atau uang yang lebih banyak dari yang lain, ini menciptakan kelas sosial yang lebih tinggi dari pada orang lain.

Tapi, yang jadi ancaman adalah kapitalisme ada dan berkembang karena agama yang dianggap sebagai salah satu penyebab terciptanya kelas-kelas sosial.

Sebelum kemerdekaan Indonesia, penghapusan kelas-kelas sosial berkaitan dengan dihapuskannya penjajahan. Karena di Indonesia, kelas sosial tercipta karena adanya penjajahan.

Penjajahan yang menggolong-golongkan menjadi pribumi dan non pribumi. Sedangkan, pribumi sendiri dibagi jadi golongan bangsawan atau priyayi dan rakyat jelata.

Pemberontakan PKI udah dilakukan sejak pemerintahan Belanda masih menguasai Indonesia.

Setelah kemerdekaan Indonesia, dimana ideologi Bangsa Indonesia udah disepakati bersama buat mencapai tujuan pembangunan nasional, PKI masih ingin paham komunis yang berlaku.

Mereka yang anti agama kemudian memutuskan kalo agama harus dihilangkan dan diperangi sebagai cara mengatasi kesenjangan sosial.

Akhirnya terjadi bentrokan dari pemuka agama, khususnya agama Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia.


 

4. Membentuk Persatuan Buruh

Membentuk Persatuan Buruh

Nah, buat mewujudkan penghapusan kapitalisme dan kelas sosial, maka tujuan awal yaitu pembentukan persatuan buruh.

Buruh yang termasuk pekerja kelas bawah ini merupakan golongan yang paling mudah dipengaruhi.

Mereka dianggap mewakili kelas pekerja yang kesejahteraannya gak pernah diperhatikan.

Dengan prinsip sama rata, persatuan buruh kemudian akan menuntut hak lebih dari umumnya, kenaikan gaji, fasilitas, dan sebagainya yang gak selalu diimbangi dengan produktivitas yang baik.

Buruh-buruh ini juga akan mudah diajak buat demonstrasi.

Di masa Presiden Soekarno, persatuan buruh yang dibentuk PKI yang paling terkenal yaitu Buruh Tani Indonesia.

Lalu di akhir tahun 1964, dimana PKI semakin berkuasa sempat tercetus permintaan untuk mempersenjatai para buruh dan sebuah permintaan yang gak bisa dijelaskan alasannya.

Di masa pemerintahan orde baru dan Reformsi seperti sekarang ini, serikat buruh yang ada udah gak lagi digawangi oleh PKI atau paham komunis lainnya.


 

5. Mengubah Dasar Negara Pancasila

Mengubah Dasar Negara Pancasila

Pancasila yang udah disusun sebagai hasil dari sidang BPUPKI 1 dan sidang ini gak membuat Pancasila.

Para tokoh dalam sidang atau yang dikenal dengan Panitia 9 ini kemudian menyusun bahasa yang lebih terperinci.

Mereka Panitia 9 cuma menuangkan apa aja yang udah ada dan menjadi kepribadian bangsa Indonesia. Dan, sesuatu yang udah ada sejak zaman nenek moyang Indonesia dan belum tertulis.

Pada saat itu, Pancasila dikenal dengan sebutan Pancasila Krama. Pancasila ini yang lalu disahkan dalam sidang PPKI pertama, pada 18 Agustus 1945.

Pancasila yang dibentuk gak menganut paham kapitalis, liberalisme, dan juga komunis. Ini murni jadi ideologi Bangsa Indonesia.

Cuma Bangsa Indonesia yang punya ideologi seperti ini. Didalamnya, terkandung pesan kalo Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius dan bangsa yang beragama.

Penganut paham ateis gak termasuk dan gak boleh jadi Warga Negara Indonesia. Dalam sila pertama, ini ditegaskan.

Meskipun setiap individu kemudian bebas buat memilih agama yang sesuai dengan hati nuraninya.

Pancasila juga menghargai kepemilikan pribadi dan kelompok. Tapi, segala sesuatu yang berhunungan dengan hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh negara.

Peran warga negara dalam proses pembangungan yang berlebih dalam materi dan lainnya juga dianjurkan buat membantu dengan yang lemah.

Disini, Bangsa Indonesia gak memerlukan kesamaan dalam hal materi. Dalam agama yang dianut setiap manusia dianjurkan buat berbagi.

Kepentingan pribadi dan golongan gak dihapuskan, serta kepentingan negara dan bangsa diatas segalanya. Persatuan dan kesatuan jadi contoh integrasi bangsa yang harus dimiliki.

Meskipun begitu, PKI yang berkembang setelah masa kemerdekaan gak mau mengakui adanya Pancasila.

Padahal kedudukannya jelas, tercantum pada pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945. Mengubah dasar negara Pancasila jadi komunis jadi tujuan mereka setelah kemerdekaan.

Cita-cita atau tujuan tersebut yang masih ada mungkin sampai saat ini, setelah lebih dari 30 tahun PKI dianggap sebagai partai terlarang di Indonesia.

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 27 Juli 2020 - Published : 27 Juli 2020