Tujuan Belanda Datang ke Indonesia

Bangsa Belanda udah datang ke indonesia dari tahun 1595 dengan memakai 4 rombongan kapal yang awalnya di pimpin oleh Cornelis de Houtman.

Sebenarnya, kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia ini gak terjadi begitu aja atau karena kedatangan spontan.

Tapi, ada beberapa tujuan yang menyebabkan mereka berlayar dan mendatangi indonesia.

Karena, alasan itulah mengapa bangsa mereka sampai mendatangi bangsa kita dan berlayar ke Indonesia.

Nah, berikut ada beberapa tujuan utama Bangsa Belanda datang ke Indonesia. Penasaran? Yuk langsung aja simak ulasannya!


 

1. Mengambil Hasil Rempah-Rempah

Mengambil Hasil Rempah-Rempah

Tujuan banyaknya bangsa Eropa yang sering sekali berlayar dan mendatangi bangsa Asia yaitu mengambil hasil rempah-rempah.

Salah satunya Belanda datang ke Indonesia yaitu buat mengambil hasil rempah-rempah Indonesia.

Karena, rempah-rempah saat itu sangat langka di Eropa dan mereka cuma akan memperolehnya dengan cara membeli dari negara lain yang tentunya akan membutuhkan lebih banyak usaha dan uang.

Tentunya, akan lebih mudah mendatangi negara penghasil yang akan mendapatkannya dengan cara yang lebih mudah dan juga murah.

Bahkan, dengan beragam cara licik mereka bisa mengambil sesukanya dan bisa menaklukan rakyat pribumi.

Memonopoli perdagangan jadi hal biasa dan tentu aja akan jadi tujuan yang gak baik yang sering mereka lakukan demi keuangan dan demi mendapatkan rempah-rempah terbaik.


 

2. Memperkerjakan Tanpa Adanya Upah

Memperkerjakan Tanpa Adanya Upah

Bukan hal yang aneh lagi, kalo bangsa asing yang sering datang ke Indonesia melakukan hal yang gak baik dan gak menyenangkan.

Mengapa kok begitu?

Kerena, kebanyakan dari mereka saat itu cuma ingin melakukan sesuatu yang mengerikan. Dimana, mereka akan melakukan hal sesukanya seperti menjajah tanpa adanya keperikemanusiaan.

Salah satunya yaitu Belanda, bangsa mereka datang dan memonopoli pemasaran rempah-rempah di Indonesia.

Mereka, saat itu hidup dimasa penjajahan belanda jadi saksi bisu dimana bangsa Belanda melakukan beragam hal keji seperti contoh negara netral.

Salah satu kekejian yang dilakukan oleh bangsa Belanda yaitu mengambil tenaga Indonesia dalam bekerja buat mereka, tapi tanpa adanya upah atau sesuatu yang bisa mereka dapatkan setelah bekerja.

Itulah yang dinakan dengan kerja rodi atau yang sering dilakukan oleh para penjajah.

Tanpa adanya rasa kasihan, mereka selalu memaksa dan mengambil tenaga para rakyat Indonesia yang saat itu masih miskin dan gak bisa membebaskan diri dari belenggu penjajahan.


 

3. Mengambil Kekayaan Indonesia Dengan Cara yang Tidak Baik

Mengambil Kekayaan Indonesia Dengan Cara yang Tidak Baik

Bangsa Belanda datang ke Indonesia yaitu buat mencuri kekayaan dan SDA bahkan juga SDM yang ada di Indonesia saat itu.

Bukan tanpa sebab, adanya 350 penjajahan bangsa belanda yang ada di Indonesia.

Mereka datang dengan beragam jenis tujuan yang jelas sangat merugikan seluruh rakyat Indonesia sendiri.

Bangsa Indonesia yang saat itu masih sangat primitif, selalu diperas dan diperbudak oleh para penjajah yang silih berganti datang menjajah negeri Indonesia.

Bahkan diantara semua penjajah yang pernah menjajah negara Indonesia, Belanda lah yang memakan waktu yang paling lama.

Dimana, Belanda udah banyak mengambil kekayaan Indonesia yang berharga tanpa ada imbalan balik pada rakyat Indonesia.

Ini adala kejahatan besar yang membuat publik dan dunia ternganga. Belanda bahkan dengan rakusnya selalu menggali potensi SDA yang ada dan menjadikannya keuntungan buat pihak mereka.


 

4. Dijadikan Pegawai dan Orang yang Bisa Bahasa Belanda

Dijadikan Pegawai dan Orang yang Bisa Bahasa Belanda

Tujuan bangsa Belanda datang ke Indonesia adalah supaya bisa mendapatkan pekerja yang bisa mereka aja kerjasama.

Gak semua masyarakat Indonesia yang dijadikan budak oleh mereka, sebagian juga ada yang bermitra saat itu dan dijadikan sebagai penerjemah apa yang mereka inginkan.

Saat itu, Belanda punya beberapa pekerja yang nantinya akan jadi bawahan yang selalu memberikan arahan pada para budak yang mau melakukan apa aja demi uang dan kekuasaan.

Kebanyakan dari pekerja juga pemberontak yang rela menjual kebanggaan dirinya sebagai warga negara cuma buat kesenangan.

Karena, mereka yang berpihak pada pemerintahan Belanda tentunya akan diberikan kemudahan dan segala kemewahan.

Jadi, Belanda gak akan lagi sulit dalam mendapatkan apa yang mereka inginkan. Karena, semuanya akan mereka dapatkan dengan mudah.


 

5. Untuk Mengambil Semua Jatah Tanpa Membayar

Untuk Mengambil Semua Jatah Tanpa Membayar

Disini, tujuan dari bangsa Belanda datang ke Indonesia yaitu cuma demi perdagangan yang bisa mereka monopoli sebisanya.

Bahkan, mereka akan melakukan berbagai macam hal yang mengerikan demi mendapatkan apa yang mereka inginkan dari bangsa Indonesia.

Termasuk dalam mengabaikan masalah pemabayaran dan upah atas jasa yang mereka pakai pada waktu itu, seperti TNI Indonesia.

Sejak masa VOC sampai Kerajaan Belanda, Belanda gak pernah banyak penjajah dan menemukan kehidupan di koloni-koloni gak menyenangkan, maka Belanda gak pernah benar-benar mengambil akar dan memperluas koloni.

Dengan begitu, sebagian besar wilayah di Indonesia di luar pelabuhan, hub dan pusat produksi sering kali tetap ada dalam kepemilikan penguasa lokal sesuatu yang benar-benar didorong oleh Belanda.

Karena, mereka gak berkepentingan dalam memerintah sebuah kerajaan besar, mereka terutama berfokus pada memastikan jalur perdagangan dan pusat-pusat produksi yang sempit.

Para penguasa lokal ini sering punya kesepakatan dengan Belanda buat menjaga kepentingan bersama dan sering bertengkar dengan penguasa lokal lainnya atas nama Belanda.

Tapi, bangsa Belanda awalnya datang ke Indonesia ini adalah buat perdagangan rempah-rempah.

Jadi, gak ada yang benar-benar tahu kapan motif itu benar-benar berubah dari perdagangan menjadi monopoli ke penjajahan.

Kemudian, penjajahan bangsa Belanda berakhir pada tahun 1942 dan digantikan oleh bangsa Jepang.

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 27 Juli 2020 - Published : 27 Juli 2020