Tegangan Listrik

Kamu pasti gak asing sama yang namanya tegangan listrik. Saat kamu lewat di gardu listrik PLN pasti sering melihat awas listrik tegangan tinggi sekian ribu volt.

Sering juga mendengar istilah SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi).

Sebenarnya, apa sih tegangan listrik itu? Nah, dibawah ini pembahasan lengkapnya. Langsung simak kuy!


Pengertian Tegangan Listrik

Pengertian Tegangan Listrik

Tegangan listrik yaitu perbedaan potensial listrik antara 2 titik dalam rangkaian listrik dan dinyatakan dalam satuan volt.

Besaran ini, mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik.

Tergantung pada perbedaan potensial listriknya, suatu tegangan listrik bisa kamu katakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.

Secara definisi, tegangan listrik menyebabkan objek bermuatan listrik negatif tertarik dari tempat bertegangan rendah menuju tempat bertegangan lebih tinggi.

Jadi, menyebabkan arah arah arus listrik konvensional di dalam suatu konduktor mengalir dari tegangan tinggi menuju tegangan rendah.


Simbol Tegangan Listrik DC dan Tegangan Listrik AC

Simbol Tegangan Listrik DC dan Tegangan Listrik AC

Rangkaian – rangkaian Elektronik pada umumnya beroperasi dengan memakai tegangan DC yang rendah seperti 1,5V hingga 24V DC.

Simbol sumber tegangan DC pada rangkaian – rangkaian elektronik biasanya yaitu simbol baterai dengan tanda positif (+) dan tanda negatif (-) yang menunjukan arah polaritasnya.

Sedangkan, simbol tegangan AC pada rangkaian listrik atau rangkaian elektronik yaitu sebuah lingkaran bulat dengan gelombang Sinus didalamnya.


Jenis Tingkatan Tegangan Listrik

Jenis Tingkatan Tegangan Listrik

Tegangan listrik yaitu arus beda potensial yang bisa menumbuhkan atau membangkitkan medan listrik sehingga menyebabkan timbulnya arus listrik dengan bantuan konduktor.

Nah, berdasarkan ukuran beda potensialnya, tegangan listrik bisa kamu bedakan menjadi 4 tingkatan yaitu:

  1. Tegangan listrik ekstra rendah (ekstra low voltage)
  2. Tegangan listrik rendah (low voltage)
  3. Tegangan listrik tinggi (high voltage)
  4. Tegangan listrik ekstra tinggi (Exstra high voltage)

Tegangan listrik dinyatakan berdasarkn satuan Volt. Cara mengukur tegangan listrik bisa dilakukan dengan memakai bantuan alat khusus yaitu multimeter (tester).

Alat ukur listrik multitester ini biasanya banyak dipakai buat mengukur tegangan listrik, mengukur tahanan dan kuat arus listrik.


Jenis Tegangan Listrik Berdasarkan Aliran Arus

Jenis Tegangan Listrik Berdasarkan Aliran Arus

Ada beberapa jenis tegangan listrik, yang berdasarkan pada aliran arusnya.

1. Tegangan Listrik AC

Tegangan AC bisa disebut sebagai tegangan listrik bolak – balik dan tegangan AC mempunyai 2 jenis yaitu Single Phase dan juga Tripel Phase.

Tegangan AC single phase yaitu jenis tegangan AC yang dipakai dalam kehidupan sehari – hari. Tegangan AC single phase ini cuma punya satu phase dan ground/netral.

Contohnya: Listrik rumah dari PLN, Genset, Dinamo Sepeda dan Altenator pada mobil atau motor.

2. Tegangan Listrik DC

Tegangan listrik DC merupakan tegangan listrik searah dan mempunyai notasi atau tanda titik negatif di ujung satu dan notasi postif diujung yang lainnya.

Pemasangan tegangan DC harus benar letak antara kedua kutubnya. Karena, kalo ada kesalahan dalam pemasangan atau cara memasangnya yang terbalik, maka akan mengakibatkan kerusakan pada kedua bagian.

Sumber tegangan DC: Elemen volta, Baterei, Aki, Solar cell, Adaptor dan Power Supply.

Sedangkan, pada pengaplikasian tegangan DC ini banyak ditemui sama seseorang pada berbagai peralatan elektronik.

Contohnya: Handphone, Sepeda Motor, Remote, Mainan dan Pemutar Musik Portable dan lain-lain.


Satuan pada Tegangan Listrik

Tegangan listrik mampunyai satuan Volt dan simbol buat tegangan listrik yaitu V. Tapi, dalam referensi akademis lebih sering dipakai simbol E buat menyebutkan tegangan listrik.

Hal ini dilakukan supaya gak tertukar dengan simbol satuan tegangan (Volt) yang juga disimbolkan dengan V.


Rumus Tegangan Listrik

Rumus Tegangan Listrik

Tegangan merupakan beda potensial antara 2 titik, bisa didefinisikan sebagai jumlah kerja yang diperlukan buat memindahkan arus dari titik satu ke titik lainnya.

Jadi, rumus tegangan antara 2 titik yaitu:

V– Vb = ∫E . dI

Keterangan:

  1. Va = Potensial di titik a
  2. Vb = Potensial di titik b
  3. E = Medan Listrik
  4. I = Arus Listrik

Sedangkan, berdasarkan penerapannya, beda potensial itu ada pada arus listik bolak – balik (AC) dan arus listrik searah (DC).

Dibawah ini, ada rumus arus searah:

V = √(P.R)

V = I . R

Keterangan:

  1. V = Tegangan Listrik
  2. P = Daya Listrik
  3. R = Hambatan Listrik
  4. I = Kuat Arus Listrik

Sedangkan, keterangan pada arus bolak – balik adalah:

  1. V = Tegangan Listrik (Volt)
  2. I = Kuat Arus Listrik (Ampere)
  3. P = Daya Listrik (Watt)
  4. R = Hambatan Listrik (Ohm)
  5. Z = Impedansi
  6. ф = Beda fase antara I dan V

1. Rumus Tegangan Listrik dengan Kuat Arus

Buat mencari rumus tegangan listrik, kalo diketahui Kuat Arus Listrik dan Hambatan Listriknya, yaitu:

V = I x R

Keterangan:

  1. V = Tegangan Listrik (Volt)
  2. I = Kuat Arus Listrik (Ampere)
  3. R = Hambatan Listrik (Ohm)

Contoh Soal!

A. Jika didalam suatu rangkaian liastrik terdapat Hambatan sebesar 5.5 Ohm dengan Arus Listrik yang mengalir sebesar 10 Ampere. Maka, berapakah Tegangan Listrik didalam Rangkaian Listrik tersebut?

Jawaban:

Diketahui : I = 10 Ampere dan R = 5.5 Ohm

Ditanya: Berapa tegangan listrik dalam rangkaian listrik?

Jawab: V = I x R

V = 10 Ampere x 5.5 Ohm

V = 55 Volt

Jadi, Tegangan Listrik didalam rangkaian listrik tersebut adalah 55 Volt.

2. Rumus Tegangan Listrik dengan Daya Listrik

Nah, buat menghitung rumus Tegangan Listrik kalo yang diketahui Daya Listriknya, berikut ini adalah rumusnya:

V = P / I

Keterangan:

  1. V = Tegangan Listrik (Volt)
  2. P = Daya Listrik (Watt)
  3. I = Kuat Arus Listrik (Ampere)

Contoh Soal!

A. Terdapat Televisi dengan Kuat Arus Listrik sebesar 1.2 Ampere dengan besaran Daya Listriknya sebesar 264 Watt. Maka, berapakah Tegangan Listriknya?

Jawaban:

Diketahui: P = 264 Watt dan I = 1.2 Ampere

Ditanya: Berapa Tegangan Listriknya?

Jawab: V = P/I

V = 264 Watt / 1.2 Ampere

V = 220 Volt

Jadi, tegangan listrik yang digunakan pada Televisi tersebut adalah 220 Volt.


Bahaya Tegangan Listrik

Arus Listrik

Seperti air terjun, semakin tinggi tebingnya maka akan semakin sakit saat menyentuh airnya.

Listrik pun juga gitu, akan sangat berbahaya kalo tegangan listrik tinggi kamu sentuh langsung tanpa ada isolator.

Kalo menyentuh arus listrik dengan tegangan rendah, mungkin kamu cuma akan mengalami shock (terkejut) seperti yang sering kamu alami sehari-hari.

Tapi, menyentuh tegangan listrik menengah sampai tinggi secara langsung bisa menyebabkan pingsan, terbakar, bahkan bisa menyebabkan kematian.

NOTE: Makanya, berhati – hatilah terutama buat kamu yang udah mempunyai keluarga sendiri dan punya anak yang masih kecil.

Semoga bisa bermanfaat dan membantu kalian semua dalam proses belajar 😀

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 13 April 2020 - Published : 17 Maret 2020

       

Tinggalkan komentar