Hambatan Listrik

Arus listrik yaitu banyaknya muatan listrik yang mengalir pada sebuah rangkaian listrik dalam tiap satuan waktu yang dikarenakan adanya pergerakan elektron – elektron pada konduktor.

Tapi, tahukah kamu apa itu hambatan listrik? Nah, buat kamu yang belum tahu secara betul apa itu hambatan listrik akan kesulitan untuk memberikan definisi hambatan listrik.

Makanya, dibawah ini aku akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan hambatan listrik. Yuk langsung simak!


Pengertian Listrik

Pengertian Listrik

Listrik merupakan rangkaian fenomena fisika yang berhubungan dengan kehadiran dan aliran muatan listrik.

Nah, listrik juga bisa menimbulkan berbagai macam efek yang udah umum bisa kamu ketahui seperti, petir, listrik statis, induksi elektromagnetik dan arus listrik dan juga hambatan listrik.


Pengertian Hambatan Listrik

Pengertian Hambatan Listrik

Hambatan listrik merupakan sebuah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (Resistor) dengan arus listrik yang lewat.

Resistor bisa kamu temukan diperangkat elektronik yang ada, seperti televisi, lampu, radio dan smartphone. Nah, ada beberapa faktor yang menentukan besarnya hambatan listrik, seperti:

  1. Panjang penghantar: Semakin panjang sebuah penghantar, maka hambatannya juga akan semakin besar.
  2. Suhu: Nilai resistansi akan meningkat seiring dengan peningkatan suhu pada sebuah penghantar.
  3. Luas Penampang: Semakin kecil diameter sebuah penghantar, maka semakin tinggi juga nilai resistansinya.
  4. Jenis Bahan: Contohnya besi bisa menghantar listrik lebih baik dari tembaga. Dinyatakan dalam besaran hambatan jenis / Resistivitas. Makin kecil nilai hambatan jenis suatu benda, maka benda tersebut dikatakan menghantar listrik lebih baik. Simbol hambatan jenis itu ditulis (ρ) dengan satuan (Ω) meter.

Hambatan listrik sendiri mempunyai satuan yaitu Ohm dan hambatan bisa diartikan sebagai Penahanan atau Perlawanan yang diterima oleh Elektron yang mengalir pada sebuah penghantar oleh Molekul yang ada didalamnya.

Setiap penghantar memberikan penahanan aliran arus listrik dan penahanan tersebut bisa terjadi karena disebabkan oleh:

  1. Tiap – tiap atom akan menahan perpindahan elektron yang terjadi pada perlawanan terhadap elektron ke arah luarnya.
  2. Benturan elektron – elektron dan atom tersebut gak terhitung pada sebuah penghantarnya.

Macam – Macam Hambatan Listrik

Macam - Macam Hambatan Listrik

Dibawah ini ada beberapa macam hambatan yang bisa kamu bedakan, antara lain.

1. Hambatan Sesuai Jenis Penghantarnya

Ada jenis – jenis penghantar berdasarkan nilai hambatannya, berikut dibawah ini ulasannya.

a. Konduktor

Konduktor merupakan jenis penghantar listrik yang mudah banget buat dialiri arus listrik.

Contohnya: Tembaga, Emas, Perak dan lain – lainnya.

b. Non Konduktor / Isolator

Non Konduktor / Isolator merupakan jenis penghantar listrik yang sangat sulit buat dialiri arus listrik, bahkan juga palah gak bisa dialiri arus listrik sama sekali.

Contohnya: Kaca, Karet, Plastik, Kertas, dan lain sebagainya.

c. Semi Konduktor

Semi konduktor merupakan jenis penghantar listrik yang mana, arus listrik gak akan semudah buat mengalir seperti pada bahan penghantar konduktor dan nilai hambatan juga gak akan sebesar pada bahan penghantar isolator.

Contohnya: Silikon, Germanium dan lain – lain.

2. Hambatan Sambungan

Penyebab besar kecilnya suatu hambatan atau tahanan (resistance) listrik di suatu rangkaian listrik bisa juga dipengaruhi oleh penyambungan komponen pada kelistrikan tersebut.

Hambatan Sambungan

Contonya: Kalo ada penyambungan antara terminal baterai dengan kabel yang gak tersambung dengan baik atau sambungannya longgar, maka saat lewat bagian tersebut akan mengakibatkan dan menimbulkan panas.

3. Hambatan Panas

Pada suatu Temperatur atau Suhu akan mempengaruhi besar kecilnya nilai pada suatu tahanan.

Apabila, kalo temperaturnya naik maka nilai tahanan listrik tersebut juga akan bertambah yang cukup besar.

Hambatan Panas

Pada gambar nyala lampu yang ada diatas ini, akan semakin redup saat kawat dipanaskan. Maka, membuktikan kalo arus listrik yang mengalir ke lampu tersebut semakin sedikit, karena nyala lampu yang redup.

Maka, berarti tersebut dipengaruhi karena semakin besarnya hambatan listrik yang ada pada kawat.


Nilai Hambatan Listrik

Arus Listrik

Nilai hambatan atau resistansi dalam sebuah rangkaian listrik bisa diukur memakai satuan Ohm yang udah diberi lambang dengan simbol Omega.

Sedangkan, Standar Internasional yang dipakai buat menandakan kelipatan pada sebuah resistansi tersebut yaitu Kilo Ohm, Moga Ohm dan Giga Ohm.

  • 1 Kilo Ohm = 1.000 Ohm (103 Ohm)
  • 1 Mega Ohm = 1.000.000 Ohm (106 Ohm)
  • 1 Giga Ohm = 1.000.000.000 Ohm (109 Ohm)

Simbol dan Satuan Hambatan Listrik

Simbol dan Satuan Hambatan Listrik

Nilai hambatan listrik dinyatakan dalam satuan Ohm (Ω). Nah, kata Ohm sendiri diambil dari seorang fisikawan yang bernama Georg Simon Ohm berasal dari Jerman.

Georg Simon Ohm merupakan orang yang menemukan hubungan antara tegangan arus dan hambatan listrik yang lebih dikenal sebagai Hukum Ohm.

Nah, kalo simbol hambatan listrik ditulis dengan huruf R yang singkatan dari Resistance atau juga biasa dipakai buat menyebut komponen Resistor.

1. Hukum Ohm

Hukum Ohm menyatakan kalo besarnya kuat arus yang mengalir diantara dua titik berbanding lurus dengan beda potensial antara kedua titik tersebut.

Karena, arus yang mengalir berbanding terbalik dengan hambatan listrik antara 2 titik tersebut. Maka, bisa dinyatakan kalo kuat arus yang mengalir sama dengan tegangan listrik dibagi hambatan listrik.

Rumusnya: I (Kuat Arus) = V (Tegangan) / R (Hambatan)

2. Resistansi dan Konduktansi

Resistansi dan hambatan listrik berbanding terbalik dengan konduktansi atau hantaran.

Resistansi merupakan nilai seberapa besar menghambat arus listrik. Sedangkan, konduktasi merupakan nilai seberapa besar menghantarkan arus listrik.

Dengan prinsip ini, bisa kamu rumuskan kalo bersar konduktansi berbanding terbalik dengan resistansi.

Satuan konduktansi dinyatakan dalam Siemens (S) dan sering ditulis dengan simbol G.

Rumus Konduktansi: Kalo R = V/I maka G = I/V jadi G = 1/R

3. Hambatan Kawat

Nilai hambatan sebuah kawat bisa ditentukan oleh hambat jenis kawat (P), panjang kawat (I), dan luas penampang kawat (A).

Besarnya hambatan berbanding lurus dengan panjang dan berbanding terbalik denga luas penampangnya. Ini dinyatakan oleh seorang fisikawan yang bernama Claude Pouillet dalam hukum Pouillet yang berasal dari Prancis.

Rumus Hambatan Kawat: R = P I/A

Keterangan:

  1. P = Hambat jenis kawat (Ωm)
  2. L = Panjang kawat (m)
  3. A = Luas Penampang kawat (m2)

Berdasarkan rumus diatas, bisa dinyatakan kalo sebuah kawat (daru jenis yang sama) yang lebih panjang punya hambatan listrik yang lebih besar dan sebuah kawat dengan luas penampang lebih besar punya hambatan yang lebih kecil.


Rumus Hambatan Listrik

Rumus Hambatan Listrik

Hambatan Listrik sendiri mempunyai rumus tersendiri, yaitu:

R = V/I

Keterangan:

  1. R = Hambatan Listrik (Ohm)
  2. V = Tegangan Listrik (Volt)
  3. I = Arus Listrik (Ampere)

Atau,

R = ρ.L/A
A =  π . r2

Keterangan:

  1. ρ = Resistivitas / hambatan jenis (Ω.m)
  2. L = Panjang kawat (m)
  3. A = Luas penampang kawat (m2)
  4. r = Jari – jari kawat (m)
  5. π = 3,14 atau 22/7

Karena hambatan listrik dipengaruhi oleh suhu, maka rumus hambatan listrik bisa dituliskan juga jadi:

R2 = R. (1 + αΔT)
ΔT = T2 – T1

Keterangan:

  1. R1 = Hambatan awal (Ω)
  2. R2 = Hambatan akhir (Ω)
  3. α  = Koefisien suhu
  4. ΔT = Perubahan suhu

Contoh Soal Hambatan Listrik

Contoh Soal Hambatan Listrik

1. Ada sebuah Lampu Pijar yang mempunyai tegangan listrik yaitu sebesar  40 Volt, dengan kekuatan Arus Listrik yaitu sebesar  10 Ampere. Maka, hitunglah besaran Hambatan Listrik yang dihasilkan oleh Lampu Pijar tersebut!

Jawaban:

Diketahui:

  • V = 40 Volt
  • I = 10 Ampere

Ditanya: Besar hambatan listrik yang dihasilkan?

Jawab:

  • R = V/I
  • R = 40 Volt/10 Ampere
  • R = 4 Ohm

Jadi, besar hambatan listrik yang dihasilkan oleh lampu pijar adalah 4 Ohm

2. Sebuah kawat dengan hambatan jenis 2 x 10-5 Ω.m. Panjang kawat 5 meter. Apabila luas penampangnya 10-2 cm2. Maka, berapakah hambatannya?

Jawaban:

Diketahui:

  • ρ = 2 x 10-5 Ω.m
  • L = 5 meter
  • A = 10-2 cm2 = 10-6 m2

Ditanya: berapa hambatannya (R) ?

Jawab:

  • R = ρ.L/A
  • R = 2 x 10-5 .5/10-6
  • R = 100 Ω

Jadi, besar hambatan yang dihasilkan adalah 100 Ohm


Kesimpulan (Infografis)

infografis hambatan listrik


Gimana? Udah paham materi tentang hambatan listrik? Jadi menurut kamu, seperti apa sih hambatan listrik itu?

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 10 September 2020 - Published : 18 Maret 2020

       

2 pemikiran pada “Hambatan Listrik”

Tinggalkan komentar