Sistem Endokrin

Saat tubuh kamu kekurangan air, maka tubuh akan mengirim impuls ke otak. Kamu pun akan merasa kalo kamu haus.

Kemudian, saraf akan berperan aktif dalam mempengaruhi kelenjar hipotalamus.

Lalu, kelenjar hipofisis akan menghasilkan hormon antidiuretik (vasopresin) yang fungsinya untuk menghambat atau menghentikan pembuangan cairan tubuh melalui urin.

Kalo kamu minum, maka impuls rasa haus akan berkurang dan hormon antiuretik akan dihentikan.

Itu merupakan salah satu contoh pengaruh sistem endokrin untuk tubuh kamu.


Pengertian Sistem Endokrin

Pengertian Sistem Endokrin

Sistem endokrin yaitu sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah buat mempengaruhi organ-organ lain.

Hormon bertindak sebagai “pembawa pesan” dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, lalu akan menerjemahkan “pesan” itu menjadi suatu tindakan.

Sedangkan,

Kelenjar endokrin yaitu organ-organ yang menghasilkan sekresi yang disebut hormon yang dialirkan secara langsung kedalam aliran darah dan sel-sel glandular.

Karena alasan-alasan itu, kelenjar-kelenjar tersebut dikenal sebagai kelenjar tanpa ductus.

Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu yaitu kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya langsung kedalam darah yang beredar dalam jaringan.

Kelenjar tanoa melalui ductus atau saluran dari hasil sekresi disebut dengan hormon.


Fungsi Sistem Endokrin

Fungsi Sistem Endokrin

Sistem endokrin berfungsi untuk membantu mengatur dan menjaga berbagai fungsi tubuh dengan melepaskan hormon atau disebut dengan pesan kimia.

Hormon-hormon tersebut, diproduksi dan disekresi oleh apa yang dikenal sebagai kelenjar endokrin.

Hormon yang dihasilkan dan membantu mensekresikan untuk mengatur perkembangan generatif, pencernaan, pertumbuhan, reproduksi, dan fungsi jaringan.

Kelenjar ini termasuk tiroid, pankreas, kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal, badan pineal, dan kelenjar reproduksi.

Sistem endokrin tidak bekerja sendiri, tapi bekerjasama dengan sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh untuk bisa membantu fungsi tubuh dengan cara yang benar.

Baca juga : Sistem Pertahanan Tubuh pada Manusia


Sel Penyusun Sistem Endokrin

Sel Penyusun Sistem Endokrin

Sel-sel penyusun organ atau sistem endokrin bisa dibedakan menjadi dua, diantaranya yaitu:

1. Sel Neusekretori

Sel neusekretori yaitu sel yang berbentuk seperti sel saraf, tapi fungsinya sebagai penghasil hormon.

Contoh sel neusekretori yaitu seperti sel saraf pada hipotalamus.

Sel tersebut memperlihatkan fungsi endokrin, jadi bisa juga disebut sebagai sel neuroendokrin.

Jadi, semua sel yang bisa mengahsilkan sekret disebut sebagai sel sekretori.

Makanya, sel saraf seperti yang ada pada hipotalamus disebut juga sebagai sel neusekretori.

2. Sel Endokrin Sejati

Sel endokrin sejati atau sel endokrin klasik yaitu sel endokrin yang benar-benar berfungsi sebagai penghasil hormon, tidak memiliki bentuk seperti sel saraf.

Kelenjar endokrin sejati melepaskan hormon yang dihasilkannya secara langsung kedalam darah (cairan tubuh).

Kelenjar endokrin sejati atau klasik bisa ditemukan pada hewan yang mempunyai sistem sirkulasi, baik vertebrata atau invertebrata.

Hewan invertebrata yang sering menjadi objek studi sistem endokrin yaitu Insekta, Crustaceae, Cephalopoda, dan Moluska.

Kelenjar endokrin bisa berupa sel tunggal atau berupa organ multisel.


Jenis Kelenjar Endokrin

Jenis Kelenjar Endokrin

Berikut dibawah ini, ada beberapa jenis-jenis kelenjar endokrin, diantaranya yaitu:

1. Kelenjar Pituitari

Ada di dasar otak besar, kelenjar pituitari yaitu kelenjar yang terbesar dan bisa memengaruhi aktivitas kelenjar lainnya.

Kelenjar pituitari (hipofisis) terbagi menjadi 3 lobus dan masing-masing memiliki hormon yang berbeda, yaitu:

A. Lobus Anterior

Lobus anterior menghasilkan beberapa hormon, seperti:

  • Tiroksin (TSH), yaitu merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi tiroksin.
  • Adenokortikotropin (ACTH), yaitu merangsang korteks adrenal untuk memproduksi kortikosteroid.
  • Focille Stimulating Hormone (FSH), yaitu memacu perkembangan tubulus seminiferus dan spermatogenesis.
  • Luteinizing Hormone (LH), merupakan menstimulasi estrogen.
  • Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH), yaitu menstimulasi testis dalam menghasilkan testosteron.
  • Prolaktin (TH), merupakan menstimulasi sekresi air susu.

B. Lobus Intermedia

Lobus intermedia menghasilkan beberapa hormon, seperti:

  • Somatotrof (STH), yaitu merangsang tumbuhnya tulang.
  • Melanosit Stimulating Hormone (MSH), yaitu mengatur penyuburan pigmen dalam perubahan warna kulit.

C. Lobus Posterior

Lobus posterior menghasilkan beberapa hormon, seperti:

  • Oksitosin, yaitu merangsang kontraksi otot di uterus.
  • Antidiuretik Hormone (ADH), yaitu mencegah pembentukan urin dalam jumlah banyak.

2. Kelenjar Tiroid

Terletak di daerah leher, dekat jakun. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang paling kaya akan pembuluh darah.

Kelenjar tiroid menghasilkan tiga hormon, diantaranya yaitu:

  • Tiroksin, yaitu untuk membantu dalam proses metabolisme, pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan kematangan seks.
  • Triidotironin, merupakan untuk mengatur distribusi air dan garam dalam tubuh.
  • Kalsitonin, merupakan untuk menjaga keseimbangan kalsium dalam darah.

3. Kelenjar Paratiroid

Terletak di daerah kelenjar kodok. Kelenjar paratiroid adalah kelenjar yang bisa mengendalikan kadar kalsium dalam darah.

Kelenjar paratiroid menghasilkan satu hormon, diantaranya yaitu:

  • Parathormon, merupakan hormon untuk mengendalikan kadar kalsium dalam darah.

4. Kelenjar Adrenalin

Terletak diatas ginjal, kelenjar adrenalin (suprarenalis) terdiri dari dua bagian, diantaranya yaitu:

A. Korteks

Korteks menghasilkan beberapa hormon, diantaranya seperti:

  • Korteks mineral, yaitu untuk menyerap natrium darah dan mengatur reabsorpsi air di ginjal.
  • Glukokortikoid, yaitu untuk mengubah protein menjadi glikogen, mengubah glikogen menjadi glukosa, dan menaikkan kadar glukosa pada darah.
  • Androgen, merupakan hormon untuk membentuk sifat kelamin sekunder pada kaum laki-laki.

B. Medula

Medula menghasilkan beberapa hormon, diantaranya seperti:

  • Andrenalin, yaitu hormon untuk mengubah glikogen dalam otot menjadi glukosa dalam darah.

5. Kelenjar Pineal

Kelenjar pineal terletak di dinding posterior ventrikel ketiga yang melekat pada otak dan berbentuk kerucut yang sangat kecil.

Kelenjar pineal dibungkus oleh jaringan ikat pia meter dan terjulur septa yang mengandung pembuluh darah kecil.

Yang membagi berbagai kelompok sel sekretoris yang mencolok dan berjumlah banyak yaitu pinealosit. Sel-sel itu, menghasilkan melatonin yang merupakan suatu derivat triptofa.

Serabut saraf simpatis tidak bermielin memasuki kelenjar pineal dan berakhir diantara pinealosit. Selain sel pinealosit, juga ada sel glia interstisial yang menyerupai astrosit.

Sel tersebut memiliki inti panjang yang terpulas lebih kuat daripada inti pinealosit. Jumlah atrosit pineal ini cuma sekitar 5%.

6. Pankreas

Pankreas merupakan salah satu kelenjar yang menghasilkan hormon insulin.

7. Testis

Testis merupakan kelenjar yang menghasilkan hormon testosteron.

8. Ovum

Ovum yaitu menghasilkan hormon estogen yang fungsinya buat menebalkan dinding rahim dan progesteron yang fungsinya untuk menjaga ketebalan dinding rahim.


Gangguan pada Sistem Endokrin

Gangguan pada Sistem Endokrin

Ada beberapa gangguan dalam sistem endokrin, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Diabetes

Diabetes mellitus yaitu gangguan endokrin yang terjadi saat pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tubuh tidak bisa menggunakan insulin yang tersedia dengan optimal.

Gejala diabetes bisa seperti:

  • Haus atau lapar yang berlebih.
  • Kelelahan
  • Sering buang air kecil.
  • Mual dan muntah.
  • Kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak disertai alasan.
  • Perubahan pada penglihatan.

2. Akromegali

Akromegali yaitu gangguan saat kelenjar pituitari menghasilkan hormon pertumbuhan yang berlebih.

Ini menyebabkan pertumbuhan yang berlebih, terutama pada tangan dan kaki.

Gejala akromegali diantaranya seperti ini:

  • Ukuran bibir, hidung, atau lidah yang terlalu besar.
  • Tangan dan kaki yang terlalu besar atau bengkak.
  • Perubahan struktur tulang muka.
  • Nyeri pada tubuh dan sendi.
  • Suara yang dalam.
  • Kelelahan dan kelemahan.
  • Sakit kepala.
  • Pertumbuhan tulang dan kartilago yang berlebih dan penebalan kulit.
  • Disfungsi seksual, termasuk penurunan libido.
  • Sleep apnea.
  • Gangguan pada penglihatan.

3. Penyakit Addison

Penyakit addison ditandai dengan penurunan produksi kortisol dan aldosteron, akibat kerusakan kelenjar adrenal.

Gejala penyakit addison biasanya seperti dibawah ini:

  • Depresi.
  • Diare.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Hiperpigmentasi pada kulit.
  • Hipoglikema.
  • Nafsu makan rendah.
  • Tekanan darah rendah.
  • Periode menstruasi yang terlewat.
  • Mual dengan atau tanpa muntah.
  • Ingin mengonsumsi garam.
  • Penurunan berat badan.
  • Kelemahan.

4. Sindrom Cushing

Sindrom cushing disebabkan oleh kelebihan kortisol yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal.

Gejala dari sindrom cushing seperti:

  • Buffalo hump (lemak diantara bahu, seperti punuk).
  • Diskolorasi kulit seperti memar.
  • Kelelahan.
  • Merasa sangat haus.
  • Penipisan dan melemahnya tulang (osteoporosis).
  • Sering buang air kecil.
  • Gula darah tinggi (hiperglikemia).
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mudah marah dan perubahan mood.
  • Obesitas pada bagian atas tubuh.
  • Wajah bundar.
  • Kelemahan.

5. Penyakit Graves

Penyakit graves yaitu salah satu jenis hipertiroidisme yang mengakibatkan produksi hormon tiroid.

Gejala penyakit graves biasanya seperti ini:

  • Mata menonjol.
  • Diare.
  • Kesulitan tidur.
  • Kelelahan dan kelemahan.
  • Goiter (pembesaran kelenjar tiroid).
  • Intoleransi terhadap panas.
  • Detak jantung yang tidak teratur.
  • Mudah marah dan perubahan mood.
  • Detak jantung berdebar cepat (takikardia).
  • Kulit yang tebal atau merah pada betis.
  • Tremor.
  • Penurunan berat badan.

6. Hashimoto’s Thyroiditis

Hashimoto’s thyroiditis yaitu suatu kondisi saat tiroid diserang oleh sistem imun yang menyebabkan hipotiroidisme dan produksi hormon tiroid yang rendah.

Gejala hashimoto’s thyroiditis biasanya seperti dibawah ini:

  • Intoleransi terhadap dingin.
  • Konstipasi.
  • Rambut kering dan rontok.
  • Kelelahan.
  • Goiter (pembesaran kelenjar tiroid).
  • Nyeri sendi dan otot.
  • Periode menstruasi yang terlewat.
  • Detak jantung yang melambat.
  • Pertambahan berat badan.

7. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme merupakan kondisi yang ditandai dengan kelenjar tiroid yang overaktif.

Gejala umum dari hipertiroidisme yaitu seperti:

  • Diare.
  • Kesulitan tidur.
  • Kelelahan.
  • Goiter.
  • Intoleransi terhadap panas.
  • Mudah marah dan perubahan mood.
  • Detak jantung yang cepat (takikardia).
  • Tremor.
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab.
  • Kelemahan.

8. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme yaitu kondisi saat tiroid underaktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid.

Gejala umum dari hipotiroidisme yaitu seperti ini:

  • Intoleransi terhadap dingin.
  • Sembelit.
  • Menurunnya produksi keringat.
  • Rambut kering.
  • Kelelahan.
  • Goiter.
  • Nyeri pada sendi dan otot.
  • Periode menstruasi yang terlewat.
  • Detak jantung yang melambat.
  • Muka membengkak.
  • Kenaikan berat badan.

9. Prolaktinoma

Prolaktinoma muncul kalo kelenjar pituitari yang disfungsional menghasilkan hormon prolaktin berlebih yang berguna dalam produksi ASI.

Prolaktin berlebih bisa menyebabkan berbagai gejala, seperti:

  • Disfungsi ereksi.
  • Kemandulan.
  • Kehilangan libido.
  • Periode menstruasi yang terlewat.
  • Produksi ASI tanpa penyebab.

Itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai Sistem Endokrin. Gimana? Sangat mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas, bisa membantu dan bermanfaat untuk kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 1 Juli 2021 - Published : 30 Juni 2021