Perdagangan Internasional

Suatu negara tidak bisa bergantung hanya dari perdagangan di negaranya sendiri.

Negara tersebut tetap memerlukan negara lain untuk menjalin perdagangan internasional.

Salah satu pendorong adanya perdagangan internasional adalah perbedaan sumber daya alam yang dimiliki oleh masing-masing negara.

Selain itu, perdagangan internasional juga dapat meningkatkan GDP suatu negara yang pada akhirnya berpengaruh pada tingkat kemakmuran negara yang bersangkutan.

Pada artikel kali ini,  akan membahas berbagai hal mengenai perdagangan internasional.

Baik dari teori-teori yang berkembang hingga berbagai tujuan dilakukannya perdagangan internasional.


Pengertian Perdagangan Internasional?

Perdagangan Internasional adalah kerja sama dalam hal perdagangan antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain yang dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama.

Perdagangan tersebut bisa dilakukan individu dengan individu, individu dengan organisasi ataupun organisasi dengan organisasi.

Organisasi bisa berasal dari pemerintah maupun swasta.

Berkat adanya perdagangan internasional, kemajuan di beberapa sektor dapat terjadi.

Mulai dari industrialisasi di berbagai bidang, semakin banyaknya perusahaan multinasional, perkembangan transportasi, dan globalisasi yang makin terbuka.

Perdagangan internasional sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu.

Meski begitu, dampak perubahannya baru dirasakan beberapa abad terakhir.


Tujuan Perdagangan Internasional?

Setiap perdagangan yang dilakukan oleh individu maupun sebuah negara sekalipun pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai.

Hal itu merupakan penerapan prinsip ekonomi dengan skala yang lebih besar.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa tujuan suatu negara melakukan perdagangan internasional.

1. Meningkatkan Devisa Negara

Devisa merupakan valuta asing yang diakui secara global dan dapat digunakan sebagai sarana pembayaran internasional oleh suatu negara.

Meningkatnya cadangan devisa tentu dapat memberikan kelancaran aktivitas ekspor dan impor barang.

Secara tidak langsung, hal ini juga akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dari negara yang bersangkutan.

2. Menyerap Tenaga Kerja Lebih Banyak

Aktivitas ekspor yang semakin meningkat setelah adanya perdagangan internasional akan berpengaruh pada jumlah produk yang diminta.

Untuk dapat memenuhi permintaan tersebut, produsen akan meningkatkan faktor produksi berupa bahan baku, mesin dan juga tenaga kerja.

Sehingga, perdagangan internasional berperan juga dalam mengurangi pengangguran.

3. Memenuhi Kebutuhan Negara yang Menjalin Perdagangan

Suatu negara tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa melakukan perdagangan internasional.

Sekalipun itu negara super power seperti Amerika, tetap saja membutuhkan negara lain untuk memenuhi kebutuhannya.

Sebagai contoh, meskipun Indonesia kaya akan rempah-rempahnya dan negara Timur Tengah memiliki cadangan minyak yang besar, tentu kebutuhan masing-masing negara tidak dapat terpenuhi hanya dengan sumber daya yang dimiliki.

Maka dari itulah perdagangan internasional dilakukan untuk memenuhi kebutuhan negara sendiri dan juga negara lain.

4. Memperluas Pasar dan Transfer Pengetahuan

Adanya perdagangan internasional, seorang produsen memiliki kesempatan untuk menjual produknya lebih luas lagi.

Daerah pemasarannya juga akan semakin bertambah karena melibatkan lebih banyak negara.

Terlebih, jika kerja sama dilakukan dengan negara yang lebih maju, tentu akan ada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.

5. Mempererat Hubungan Antar Negara

Jika kamu memiliki sebuah bisnis, tentu kamu akan menjaga hubungan baik dengan beberapa pemangku kepentingan.

Mulai dari suplier, partner bisnis hingga klien.

Hal yang sama juga terjadi pada dua negara yang saling berdagang.

Berawal dari hubungan dagang, kerja sama bilateral melebar ke sektor pendidikan, kebudayaan bahkan investasi.

6. Pertukaran Teknologi

Tahukah kamu jika beberapa komponen pada perangkat iPhone adalah buatan Samsung?

Dua di antaranya adalah chip memory NAND dan juga layar OLED.

Meskipun di satu sisi mereka bersaing, perdagangan internasional memungkinkan keduanya untuk bekerja sama dan saling bertukar teknologi.

Contoh lain adalah di Indonesia, kita menjual beberapa jenis bahan baku kepada negara maju.

Kerja sama ini mensyaratkan negara maju tersebut untuk membangun pabrik dan berproduksi di Indonesia.

Sehingga, akan ada transfer teknologi yang terjalin di antara keduanya.

7. Mencegah Terjadinya Krisis

Kebutuhan pokok suatu negara dapat terhambat jika terjadi kegagalan pada saat produksi.

Selain itu, adanya bencana juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya krisis pangan ataupun ekonomi.

Dengan menjalin perdagangan internasional, sektor-sektor yang mengalami krisis dapat tertangani.


Manfaat Perdagangan Internasional

Berbagai manfaat dapat dirasakan oleh negara-negara yang terlibat.

Berikut adalah beberapa manfaat dari perdagangan internasional antara dua negara atau lebih.

1. Investasi

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada bulan November 2019, Hyundai Motor Company (HMC) baru saja menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia.

Perusahaan tersebut akan membangun pabrik di Cikarang dan memproduksi mobil untuk pasar Asia Tenggara.

Ini adalah salah satu bentuk manfaat dari adanya perdagangan internasional antar keduanya.

2. Tersedianya Produk-produk Negara Lain

Smartphone yang kamu gunakan saat ini, sebagian besar adalah produk dari negara lain.

Selain itu, terdapat ratusan gerai makanan cepat saji yang tersebar di seluruh kota di Indonesia.

Jika Indonesia menutup diri dari perdagangan internasional, tentu berbagai produk tadi tidak akan beredar bebas di pasaran.

3. Perkembangan Infrastruktur

Jika perdagangan internasional berjalan secara konsisten, hal tersebut dapat mendorong pembangunan infrastruktur di suatu negara.

Umumnya pada sektor transportasi dan komunikasi.

Sehingga alur perpindahan barang atau jasa dapat berjalan dengan lancar dan efisien dari segi biaya dan waktu.

4. Kerja Sama di Berbagai Bidang

Seperti dijelaskan pada tujuan perdagangan internasional, salah satunya adalah mempererat hubungan antar negara.

Dengan semakin eratnya hubungan tersebut, kerja sama yang dijalankan tidak hanya pada sektor perdagangan saja.

Kerja sama bahkan bisa sampai ke sektor investasi, keuntungan lain seperti penambahan kuota jamaah haji, dll.


Teori Perdagangan Internasional

Berbeda dengan perdagangan domestik, perdagangan internasional cukup rumit untuk dijalankan.

Selain karena perbedaan sistem ekonomi yang dianut, ada berbagai persoalan lain yang menghambat kelancaran kerja sama jika tidak dilakukan negosiasi dan penyesuaian kebijakan.

Berikut ini adalah beberapa teori dari para tokoh dunia tentang perdagangan internasional.

1. Model Adam Smith

Menurut teori Adam Smith, perdagangan internasional tidak perlu dilakukan jika barang-barang sejenis memiliki harga sama di berbagai negara.

Perdagangan hanya bisa dilakukan jika terdapat perbedaan harga.

Dari situlah keuntungan mutlak dapat diperoleh, karena biaya produksi yang lebih rendah dibanding negara lain.

2. Model Heckscher-Ohlin

Berbeda dengan teori Richardian yang dijelaskan oleh David Ricardo, model Ohlin lebih menekankan pada keunggulan komparatif akibat adanya perbedaan jumlah pada faktor-faktor produksinya, seperti tenaga kerja yang lebih murah dan sumber daya yang melimpah.

Dua faktor produksi penting menurut teori ini adalah tenaga kerja dan modal.

3. Faktor Spesifik

Model faktor spesifik mengasumsikan bahwa suatu ekonomi menghasilkan dua barang menggunakan dua faktor produksi, modal dan tenaga kerja dalam pasar persaingan sempurna.

Salah satu dari dua faktor produksi, biasanya modal, diasumsikan spesifik untuk industri tertentu.

Faktor kedua, tenaga kerja, dianggap bebas bergerak dan tanpa biaya antara kedua industri.

Karena modal tidak bergerak, orang dapat berasumsi bahwa modal dalam dua industri berbeda dan tidak dapat disubstitusikan dalam produksi.

Di bawah interpretasi ini, masuk akal untuk membayangkan bahwa sebenarnya ada tiga faktor produksi: Tenaga kerja, modal spesifik dalam industri satu dan modal spesifik dalam industri dua.

4. Model Gravitasi

Pada model ini, jarak antar negara dan juga interaksi keduanya dalam ukuran ekonomi menjadi dasar untuk menerka perdagangan.

Pada versi yang lebih besar, konsep ini juga memasukkan faktor-faktor seperti hubungan diplomatik suatu negara, tingkat pendapatan dan juga kebijakan perdagangan.

5. Model Richardian

Teori model Richardian menyatakan bahwa suatu negara akan memproduksi barang yang menjadi spesialisasinya dan tidak memproduksi bermacam-macam barang.

Sehingga barang tersebut akan memiliki keunggulan komparatif dibanding barang dari negara lain.

Dalam teori perdagangan internasional, konsep ini bisa dikatakan paling penting.

Teori ini mengasumsikan bahwa hanya ada satu faktor produksi, yaitu tenaga kerja.

Selain itu, perbedaan dalam hal produktivitas tenaga kerja juga dipengaruhi oleh adanya perbedaan teknologi.


Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional tidak terjadi begitu saja.

Suatu negara tentu memiliki berbagai faktor yang mendorongnya untuk melakukan perdagangan internasional.

Berikut ini adalah faktor-faktor pendorong tersebut.

1. Perbedaan Sumber Daya Alam

Perbedaan cuaca, perbedaan letak geografis dan berbagai faktor lain membuat sebuah negara memiliki sumber daya alam yang berbeda-beda.

Akan tetapi, penduduk global memiliki kebutuhan dasar yang sama.

Oleh sebab itu, perdagangan internasional memungkinkan sumber daya alam dapat tersebar secara merata di berbagai negara.

2. Perbedaan Faktor Produksi

Meskipun memiliki sumber daya manusia dan alam yang melimpah, Indonesia masih belum mampu memaksimalkan bahan mentah yang dimiliki.

Hal ini mendorong pemerintah untuk melakukan perdagangan internasional agar terjalin kerja sama dengan negara lain.

Kerja sama ini diharapkan mampu memberi nilai tambah pada sumber daya yang dimiliki.

3. Mendapatkan Keuntungan dari Perdangangan Internasional

Jika perdagangan hanya berjalan di dalam negeri, perputaran kekayaan hanya berjalan di tempat saja.

Perdagangan internasional membuka peluang bagi suatu negara untuk memperoleh keuntungan dari negara lain.

Sehingga, arus kekayaan semakin bertambah seiring degangan hasil keuntungan dari perdagangan internasional.

4. Menghemat Biaya

Perdagangan internasional, selain menghasilkan keuntungan juga dapat menghemat biaya.

Hal itu dikarenakan pasar yang semakin luas akan mendorong produsen membuat lebih banyak produk.

Produksi dalam jumlah besar dapat mengurangi biaya tetap pada masing-masing produk.

5. Perbedaa n Teknologi

Keterbatasan teknologi yang dimiliki suatu negara akan mendorongnya untuk melakukan perdagangan internasional.

Salah satu contohnya adalah PT. Telkom Indonesia yang membeli berbagai sarana seperti roket dan satelit dari Amerika untuk membangun infrastruktur telekomunikasinya.

6. Keinginan Memperluas Pasar

Perluasan pasar juga akan menjadi dorongan untuk meraih skala ekonomis dalam proses produksi di suatu negara.

7. Kebutuhan Untuk Memperoleh Dukungan

Dengan terjalinnya hubungan dagang, suatu negara dapat memperoleh dukungan dari mitra dagangnya.

Contoh nyata adalah Amerika dan China yang mendominasi perdagangan di banyak negara.

Sehingga negara-negara lain cenderung mendukung langkah-langkah kebijakan kedua negara tersebut karena bergantung dengan mereka.


Jenis Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional biasanya meliputi beberapa jenis kegiatan dagang.

Berikut penjelasan dari masing-masing jenisnya.

1. Ekspor

Ekspor adalah segala aktivitas penjualan barang ke luar negeri.

Dalam melaksanakan ekspor, terdapat dua cara melakukannya, yaitu dengan cara ekspor biasa (menggunakan syarat dan ketentuan yang berlaku) atau ekspor tanpa L/C.

Keduanya dibedakan pada penggunaan Letter of Credit (L/C).

Ekspor biasa bisa dilakukan dengan menjalankan syarat dan ketentuan yang berlaku dan ditandai dengan pemberian L/C ke pembeli.

Sementara ekspor tanpa L/C bisa dilakukan asalkan mendapat izin dari departemen perdagangan.

2. Impor

Berbeda dengan ekspor, impor merupakan segala aktivitas pembelian barang dari luar negeri.

Jika Indonesia membeli mobil dari Jepang, itu artinya Jepang melakukan ekspor mobil ke Indonesia dan Indonesia melakukan Impor mobil dari Jepang.

3. Barter

Salah satu aktivitas perdagangan dengan cara menukarkan suatu barang dengan barang lainnya.

Untuk menjalankannya, terlebih dahulu harus ditentukan nilai dari suatu barang.

Kemudian ditukarkan dengan barang lain yang nilainya sebanding dengan barang tersebut.

4. Konsinyasi (Consignment)

Perdagangan ini dilakukan dengan cara pengiriman barang ke luar negeri dilakukan lebih dulu meski belum ada pembeli.

Penjualan nantinya dilakukan di pasar bebas atau bursa dagang secara lelang.

5. Package Deal

Perdagangan ini dilakukan atas kesepakatan perjanjian dagang (trade aggreement) terhadap negara lain.

6. Border Browsing

Perdagangan ini terjadi pada negara yang saling berbatasan dan juga terlibat perjanjian tertentu.

Contohnya adalah antara Indonesia dengan Malaysia.

Tujuannya agar memudahkan penduduk perbatasan untuk memperoleh barang lebih mudah.


Dampak Positif Perdagangan Internasional

Dampak positif adanya perdagangan internasional sejatinya akan menjadi manfaat bagi negara yang terlibat perdagangan.

Beberapa di antaranya sebagai berikut :

  1. Bisa mendapatkan atau mengonsumsi barang yang tidak bisa diproduksi sendiri. Contohnya adalah produk Samsung yang bisa kamu beli meskipun Indonesia bukan produsen dari produk tersebut.
  2. Memperluas jangkauan pasar. UKM di Indonesia dapat menjual barangnya hingga ke Malaysia, Thailand bahkan Eropa.
  3. Transfer teknologi dapat terjadi.
  4. Mempercepat atau menumbuhkan ekonomi negara.
  5. Menambah devisa.
  6. Membuka kesempatan kerja lebih luas lagi.
  7. Membuat persebaran sumber daya alam lebih merata ke berbagai negara.
  8. Mempererat hubungan baik atau kerja sama antar negara.

Dampak Negatif Perdagangan Internasional

1. Menghambat Pertumbuhan Industri dalam Negeri

Tidak dapat dipungkiri, perdagangan internasional dapat memunculkan persaingan usaha secara global.

Salah satunya dengan memunculkan perusahaan asing beroperasi di dalam negeri. Tentu pertumbuhan industri dalam negeri dapat terhambat karena hal ini.

2. Menyebabkan Rasa Ketergantungan dengan Produk Luar Negeri

Produk-produk terbaik yang dihasilkan negara lain akan membuat kita bergantung dengannya dan enggan memulai mengembangkan produk sendiri.

3. Masyarakat Jadi Konsumtif

Bertebarannya produk-produk luar negeri membuat masyarakat tergiur akan kualitasnya. Hal ini memicu perilaku konsumtif yang semakin tinggi.

4. Tidak Stabilnya Sektor Keuangan

Aliran dana investasi yang masuk ke dalam negeri dapat berpengaruh terhadap kondisi pasar modal.

5. Pengaruhnya Terhadap Neraca Pembayaran

Keuntungan yang berasal dari suatu perusahaan multinasional tidak hanya dihasilkan dari satu negara. Hal itu tentu menjadi kekurangan bagi negara yang bersangkutan.

Pasalnya banyak keuntungan yang akhirnya tidak bisa dimaksimalkan untuk pembangunan ekonomi.


Contoh Perdagangan Internasional

1. Ekspor

Pihak yang melakukan ekspor disebut eksportir.

Beberapa contoh kerja sama antara Indonesia dengan negara lain dimana Indonesia berperan sebagai eksportir sebagai berikut.

  1. Kegiatan ekspor kelapa sawit dari Indonesia ke Singapura dan Malaysia.
  2. Kegiatan ekspor kopi, cengkeh dan lada dari Indonesia ke beberapa negara di Eropa.

2. Impor

Pihak yang melakukan impor disebut importir.

Selain ekspor Indonesia juga melakukan impor terhadap beberapa komoditas penting.

Indonesia membeli produk-produk seperti mobil, smartphone, pesawat dari beberapa negara untuk diperdagangkan atau digunakan sebagai fasilitas di dalam negeri.

Sampai di sini, tentu kamu sudah cukup paham tentang perdagangan internasional, manfaat dan tujuannya, serta dampak positif dan negatifnya.

Secara garis besar, perdagangan internasional adalah kebutuhan utama suatu bangsa dalam membangun sebuah negara.


Daftar Pustaka

Feriyanto, Andri. 2015. Ekonomi. Perdagangan Internasional. Yogyakarta : Pustaka Baru Press.

Diphayana, Wahono. 2018. Ekonomi. Perdagangan Internasional. Yogyakarta : Deepublish.

Avatar
Vira Mahdiya

Saya mendalami Ilmu Pengetahuan Sosial sewaktu SMA dan sekarang Alhamdulillah menjadi mahasiswi di salah satu universitas favorit di Yogyakarta

Update : 7 September 2020 - Published : 29 Juli 2020