Sistem Ekonomi

Kali ini, cerdika bakal jelasin nih tentang sistem ekonomi. Penasaran?

Langsung simak aja nih selengkapnya disini, dari mulai pengertian sampai jenis-jenis dari sistem ekonomi.


Apa Itu Sistem Ekonomi?

Sistem Ekonomi adalah tata cara peraturan ekonomi yang ditetapkan pemerintah untuk dipatuhi oleh rakyat di suatu negara.

Sistem ekonomi mengatur prilaku ekonomi,  para pebisnis,  konsumen untuk menjalankan ekonomi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dengan adanya aturan akan membuat peraturan ekonomi sesuai dengan yang dijalankan.

Pertumbuhan ekonomi suatu negara akan berjalan sebagai mana mestinya bila ada sistem ekonomi yang berlaku pada negara tersebut.

Sistem ekonomi sebagai stick holder agar kegiatan perekonomian dapat berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan.

Sistem ekonomi mengatur segala aktivitas ekonomi tersebut.


Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Ahli

Para  ahli ekonomi memiliki definisi serta pandangan yang berbeda mengenai sistem ekonomi,  walau demikian definisi tersebut sesuai dengan koridor sebagai mana sistem ekonomi berlaku pada sebuah negara.

Perbedaan cara pandang sistem ekonomi, dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:,

1. Gilarso

Gilarso berpendapat bahwa  sistem ekonomi merupakan perilaku masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

Kegiatan tersebut meliputi  produksi,  distribusi, konsumsi,  investasi serta semua kegiatan ekonomi menjadi satu kesatuan utuh yang dinamis dan teratur.

2. Gregory  Grossman  Dan M.  Nanu

Sistem ekonomi adalah unsur dan komponen ekonomi yang meliputi unit serta agen ekonomi.

Unsur dan komponen tersebut yang saling berhubungan, berinteraksi dan saling menopang satu sama lain, serta memberikan pengaruh yang kuat terhadap aktivitas ekonomi.


Fungsi Sistem Ekonomi

Sistem Ekonomi diterapkan pada sebuah negara karena memiliki fungsi agar bermanfaat untuk sistem ekonomi yang sedang berjalan pada negara tersebut.

Fungsi sistem ekonomi itu sendiri meliputi :

1. Mendorong produsen untuk lebih meningkatkan produksinya.

Aktivitas ekonomi akan berjalan dengan baik, apabila produsen lebih produktif dalam menciptakan produknya..

2. Mengatur kegiatan perekonomian dalam lingkup sistem ekonomi.

Aktivitas ekonomi dalam ruang lingkup yang lebih besar perlu adanya aturan yang dapat membuat pertumbuhan ekonomi berjalan lancar dan baik.

3. Pengatur distribusi barang dalam masyarakat.

Setiap kegiatan ekonomi tentunya harus ada pendistribusian barang hasil produksi, sebagai pertanda bahwa aktivitas produksi barang itu berhasil.

Distribusi penting dilakukan agar barang dapat tiba di tangan konsumen.

4. Menciptakan suatu sistem agar distribusi tersebut merata kepada semua masyarakat.

Pendistribusian barang ditentukan oleh jenis barang itu sendiri.

Jika barang tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak, maka perlu adanya suatu sistem agar barang tersebut tersebar merata.


Jenis – jenis Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi dibagi menjadi beberapa jenis yang bertugas mengatur aktivitas ekonomi pada lingkungan tersebut.

Jenis – jenis sistem ekonomi yang harus diketahui meliputi sistem ekonomi tradisional,  sistem ekonomi liberal,  sistem ekonomi sosialis,  dan sistem ekonomi campuran.

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional yaitu suatu sistem yang mengatur perekonomian dengan cara yang konvensional.

Sistem ekonomi ini menjunjung tinggi adat istiadat yang berkembang di masyarakat dan menghargai toleransi antar masyarakat.

Sistem ekonomi ini merupakan sistem yang paling sederhana, karena hanya mengatur penjual dan pembeli.

Ciri – ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Berdasarkan definisi di atas,  maka sistem ekonomi tradisional memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

1. Menjunjung tinggi adat istiadat.

Tata aturan ekonomi tradisional lebih menitikberatkan pada kebudayaan serta adat istiadat yang berlaku.

Adat istiadat tentunya berbeda pada setiap daerah.

Hal tersebut mengakibatkan perbedaan aktivitas ekonomi pada suatu daerah.

Tata aturan ekonomi ini sangat menjunjung tinggi adat istiadat yang berlaku.

Rasa kekeluargaan dan toleransi masih tinggi pada sistem ini.

2. Tidak menyebabkan lingkungan tercemar polusi.

Barang dan jasa yang dihasilkan harus bersifat alami, serta produksi yang dilakukan harus sangat sederhana.

Penggunaan alat dan proses yang sederhana, akan meminimalisasi bahkan tidak menimbulkan polusi terhadap lingkungan sekitar.

3. Sistem yang sangat sederhana hanya mengatur interaksi antara penjual dan pembeli.

Aktivitas ekonomi ini hanya sebatas interaksi antara penjual dan pembeli.

Contoh yang sering ditemui yaitu pada pasar – pasar tradisional.

Aktivitas hanya melibatkan penjual dan pembeli.

4. Komoditas yang diperjualbelikan merupakan hasil alam.

Komoditas yang diperjual belikan pada sistem ini adalah mayoritas merupakan hasil alam.

Penjual menjual hasil alam dengan pengambilan keuntungan yang sangat sederhana.

5. Berlaku di pedesaan.

Pedesaan banyak yang menggunakan sistem ini.

Hal tersebut, karena bersifat tradisional serta sederhana dalam pemberlakuan tata aturan pasar, sehingga sistem ini lebih banyak berlaku di pedesaan.

Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

Walau sangat sederhana, namun sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dari sistem ekonomi tradisional,  yaitu :

1. Berdasarkan prinsip kekeluargaan.

Kelebihan dari sistem ini yaitu berdasarkan prinsip kekeluargaan.

Setiap pelaku ekonomi menanamkan rasa kekeluargaan serta toleransi yang tinggi pada setiap aktivitas ekonomi.

2. Setiap produsen dan penjual bersaing secara sehat.

Persaingan yang didasari rasa kekeluargaan yang tinggi akan menimbulkan persaingan yang sehat.

Tidak ada rasa ingin saling menjatuhkan dalam persaingan bisnisnya.

3. Menjunjung tinggi kejujuran pada sistem barter.

Transaksi yang dilakukan masih menggunakan sistem barter atau tukar menukar barang dengan nilai yang sama, walaupun jenis berbeda.

Nilai barang pada sistem barter tentunya berbeda. Hal tersebut memerlukan kejujuran bagi kedua belah pihak yang terlibat transaksi.

4. Hampir tidak pernah terjadi perselisihan.

Toleransi yang tinggi akan meminimalisasi suatu perselisihan.

Jika terjadi perselisihan dapat diselesaikan terlebih dahulu melalui jalur kekeluargaan.

5. Harga yang ditetapkan berdasarkan asas kekeluargaan.

Rasa toleransi yang begitu besar, termasuk dalam penentuan harga barang dan jasa memegang prinsip kekeluargaan.

Harga berdasarkan kekeluargaan, berpotensi untuk tidak berorientasi pada keuntungan semata.

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Dampak dari Politik Pintu Terbuka

1. Rendahnya etos kerja dan efektivitas kerja.

Berdasarkan cara – cara tradisional yang merupakan kebiasaan turun temurun, sehingga mengakibatkan rendahnya etos kerja.

Hal tersebut karena kerja yang dilakukan hanya sebatas kebiasaan.

2. Tidak ada sistem target sehingga penjual tidak mengetahui prestasi kerja.

Sistem kekeluargaan mengakibatkan pelaku ekonomi tidak berorientasi pada keuntungan semata.

Hal ini menyebabkan tidak adanya sistem target, sehingga tidak dapat mengukur prestasi kerja.

3. Sulitnya menetapkan harga sesuai pasar.

Harga pasar yang berlaku dipasarkan pada rasa kekeluargaan satu sama lain.

Sehingga sangat sulit untuk menentukan harga pasar yang potensial.

4. Tidak ada pemicu prestasi.

Rasa toleransi dan kekeluargaan yang tinggi menyebabkan pekerjaan yang dilakukan hanya sebatas saling menghargai, sehingga tidak ada pemicu prestasi untuk bersaing dengan lainnya.

5. Rendahnya penciptaan inovasi produk.

Barang dan jasa yang dijual di pasaran berdasarkan kepada komoditas hasil alam.

Hal ini mengakibatkan rendahnya inovasi produk serta tidak ada yang mendukung untuk menciptakan inovasi produk.

2. Sistem Ekonomi  Terpusat  ( Sosialis)

Tata cara pengaturan aktivitas ekonomi yang diatur oleh pemerintah atau pihak yang paling berkuasa.

Tanpa ragu lagi BapaK Jokowi muda menjadi negara sebagai pusat pengatur aktivitas ekonomi tersebut.

Ciri – Ciri  Sistem Ekonomi Terpusat  ( Sosialis)

Manfaat bisnis

Berdasarkan definsi di atas, sistem ekonomi sosialis disebut juga dengan sistem ekonomi komando yang memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

1. Pemerintah sebagai komando.

Setiap produksi barang dan jasa yang dihasilkan menyangkut hajat hidup orang banyak, diatur oleh pemerintah yang sebagai komando terpusat dan terkuat dalam sebuah negara.

2. Distribusi lebih merata

Diatur oleh pemerintah, menyebabkan proses pendistribusian bersifat merata dengan jumlah yang sama yang diterima oleh masing-masing warga negara.

3. Pendapatan yang diperoleh oleh masyarakat cenderung sama dan merata.

Pendapatan warga negara dengan sistem ini memungkinkan memiliki pendapatan yang sama dan merata.

4.Kesejahteraan yang merata

Pendapatan yang sama memungkinkan kesejahteraan yang sama dan tidak terjadi kesenjangan sosial.

5. Tidak memonopoli ekonomi oleh satu pihak.

Tidak ada pihak yang menumpuk kekayaan dengan memonopoli ekonomi.

Kelebihan Sistem Ekonomi Terpusat  (Sosialis)

Jenis bisnis berdasarkan motifnya

Berdasarkan ciri – ciri sistem ekonomi tersebut,  maka terdapat kelebihan dari sistem ekonomi yang diterapkan dalam sistem ekonomi sosialis.

Kelebihan tersebut diantaranya :

  1. Tidak ada praktek monopoli yang dilakukan oleh pihak tertentu.
  2. Rakyat sejahtera,  tidak ada lagi yang menumpuk kekayaan maupun yang kekurangan harta.
  3. Aktivitas bisnis lebih stabil.

3. Sistem Ekonomi Liberal ( Kapitalis)

Sistem ekonomi liberal sering disebut juga sistem ekonomi kapitalis yaitu tata cara aturan ekonomi yang memberikan kekuasaan kepada individu atau perorangan yang diberikan kebebasan untuk mengatur aktivitas ekonomi.

Sehingga terjadi persaingan bisnis yang sehat diantara para pemilik modal,  untuk menciptakan inovasi produk.

Contoh negara yang menerapkan tata cara aktivitas ekonomi ini adalah Amerika.

Ciri –  Ciri  Sistem Ekonomi Liberal  ( Kapitalis)

Negara yang menerapkan sistem ekonomi liberal atau yang disebut juga sistem ekonomi kapitalis memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

  1. Aktivitas ekonomi yang diatur oleh pengusaha atau individu yang sebagai pelaku ekonomi.
  2. Pihak swasta diberikan kebebasan untuk mengatur aktivitas ekonomi.
  3. Aktivitas ekonomi tidak mendapat campur tangan pemerintah secara langsung.
  4. Pemerintah hanya campur tangan melalui kegiatan tidak langsung seperti membuat kebijakan dan peraturan sehingga tidak melakukan ikut campur dalam penentuan harga pasar.
  5. Harga barang dititikberatkan pada permintaan dan penawaran atas aktivitas ekonomi individu.

Kelebihan Sistem Ekonomi  Liberal ( Kapitalis)

gambar pendapatan perkapita

Memberikan kekuasaan pada pihak swasta untuk mengatur aktivitas ekonomi memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.

Kelebihannya yaitu sebagai berikut :

  1. Inovasi produk lebih berkembang karena setiap orang yang berperan sebagai pelaku ekonomi bersaing dalam aktivitas ekonomi tersebut.
  2. Memberikan kebebasan pada warga negara untuk bersaing secara sehat dalam aktivitas ekonomi.
  3. Usaha yang dijalankan akan memberikan hasil yang sesuai.
  4. Konsumen diberikan wewenang untuk mengatur pasar.
  5. Setiap individu diberikan kebebasan finansial.

Kekurangan Sistem Ekonomi  Liberal ( Kapitalis)

Sistem ini juga terdapat beberapa kekurangan dalam setiap aktivitasnya. Kekurangannya sebagai berikut :

  1. Adanya pasar bebas, memungkinkan timbulnya persaingan yang tidak sehat.
  2. Keuntungan menjadi orientasi utama.
  3. Penyebaran produk tidak merata.
  4. Sumber daya manusia dan alam dieksploitasi.
  5. Kesejahteraan yang tidak merata atau timbulnya kesenjangan sosial.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah tata laksana peraturan ekonomi yang ditetapkan dalam sebuah negara yang mengatur hajat hidup warga negara.

Pemerintah akan memberikan pihak swasta dan kebebasan untuk mengatur kegiatan ekonomi individual.

Aturan yang diberlakukan merupakan gabungan dari dua sistem, yaitu liberal dan sosialis

Ciri –  Ciri Sistem Ekonomi Campuran

Penjelasan lebih terperinci mengenai tata aturan ekonomi campuran yaitu sebagai berikut.

Ciri – ciri yang dimiliki antara lain :

1. Adanya turun tangan pemerintah.

Pemerintah turut serta campur tangan dalam urusan aktivitas ekonomi tersebut terutama dalam mengatur sumber daya yang menyangkut kepentingan warga negara.

2. Pemerintah turut serta dalam memberlakukan kebijakan.

Peraturan yang ditetapkan dan berlaku masih terdapat campur tangan pemerintah dalam perilaku pada pasar.

3. Pemberian kebebasan kepada warga negara untuk menjadi pelaku ekonomi.

Memberikan kebebasan pada warga negara untuk menguasai sektor ekonomi swasta, yang tidak berhubungan dengan hajat hidup warga negara.

4. Pemerintah turut serta bertanggungjawab dalam penyebaran produk.

Barang dan jasa yang menyangkut kepentingan umum, didistribusikan oleh pemerintah agar tepat sasaran.

5. Mekanisme pasar mengatur penentuan jenis serta harga barang.

Harga dan jenis barang yang diperjualbelikan ditentukan oleh mekanisme pasar.

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

tata kelola pemerintahan yang baik

Setiap pemberlakuan tata cara aturan ekonomi terdapat kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan dari tata aturan ekonomi campuran ini yaitu :

1. Terciptanya kesejahteraan sosial.

Karena tidak adanya praktik monopoli oleh pihak – pihak tertentu mengakibatkan terciptanya kesejahteraan sosial.

2. Alat – alat vital dikuasai oleh negara sehingga tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat di kalangan swasta.

Keadilan lebih merata karena sumber daya yang penting dikuasai oleh negara,

3. Negara turut serta ikut campur dalam aktivitas pasar, sehingga mengetahui dengan jelas setiap kebutuhan pelaku ekonomi.

Adanya intervensi pemerintah dalam penentuan peraturan serta kebijakan pasar,  sehingga pemerintah lebih mengetahui dengan pasti kebutuhan masyarakat serta produksi yang dilakukan oleh masyarakat.

4. Pendistribusian barang dan jasa untuk kepentingan umum lebih merata.

Barang dan jasa untuk kepentingan umum harus disebarkan secara merata.

5. Sumber daya tidak dieksploitasi habis – habisan.

Pengeksploitasian sumber daya alam menjadikan terbatasnya ketersediaan sumber daya tersebut.

Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Diantara beberapa kelebihan tersebut terdapat kekurangan yang terjadi. Kekurangannya antara lain :

1. Sulitnya tercipta pasar bebas karena negara bertindak untuk melakukan intervensi pasar.

Ekonomi campuran menyulitkan aktivitas pasar bebas.

2. Memberikan peluang untuk tidak mendapatkan barang dan jasa yang merata

Pemerintah harus bertindak seadil mungkin sehingga pemerataan distribusi barang dan jasa tepat pada sasaran.

Dikhawatirkan jika pemerintah tidak bertindak adil, barang dan jasa hanya dapat dikuasai oleh pihak – pihak tertentu.

3. Sulitnya bagi sebuah negara untuk bersaing dalam pasar global.

Bagi negara yang memberlakukan tata aturan ekonomi campuran ini sangat sulit bersaing di pasar global.

4. Produksi barang dan jasa lebih terbatas.

Produksi barang dan jasa terbatas hanya untuk jenis – jenis tertentu yang diproduksi oleh pihak swasta.

5. Menimbulkan kesempatan terciptanya  persaingan yang tidak sehat.

Kebebasan pihak swasta sebagai pelaku ekonomi akan menciptakan persaingan yang tidak sehat diantara mereka.

Monopoli terhadap alat – alat vital yang dikuasai oleh negara juga dapat memungkinkan terjadinya sistem ekonomi komunis.

Pentingnya bagi kita untuk lebih memahami makna, fungsi, jenis, hingga kelemahan dan kelebihan sistem ekonomi.

Pemahaman tersebut akan sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari, tujuannya agar tata cara peraturan ekonomi sesuai dengan tujuan yang akan dituju.


Daftar Pustaka

Perbedaan De Facto dan De Jure

Ismail, Munawar. 2015. Ekonomi. Sistem Ekonomi Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Suharyono. 2017. Ekonomi. Sistem Ekonomi Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka.

Avatar
Vira Mahdiya

Saya mendalami Ilmu Pengetahuan Sosial sewaktu SMA dan sekarang Alhamdulillah menjadi mahasiswi di salah satu universitas favorit di Yogyakarta

Update : 28 Juni 2020 - Published : 28 Juni 2020

       

Tinggalkan komentar