Perbedaan Debit dan Kredit

Istilah dasar yang harus dimengerti adalah debit dan kredit dalam dunia akuntansi.

Kesalahan dalam menginput data pada kolom debit atau kredit dapat mengacaukan hasil akhir sebuah laporan keuangan.

Itu karena setiap ada transaksi yang dilakukan dapat mengubah nilai keduanya.

Seorang pencatat keuangan harus memastikan nilai debit dan kredit selalu seimbang.

Proses pencatatan debit dan kredit selalu saling melengkapi.

Saat nilai debit bertambah, maka kredit juga akan bertambah di sisi kanan.

Pada artikel ini kamu akan mempelajari perbedaan debit dan kredit secara lebih jelas.

Sehingga dapat mengetahui apa arti debit dan juga kredit, serta lebih memahami pencatatan dasar dalam dunia akuntansi yang berkaitan dengan kedua istilah tersebut.


Pengertian Debit Kredit

Awalnya istilah debit dan kredit ditemukan oleh Luca Pacioli, seorang pendeta Ordo Fransiskus.

Di dalam bukunya, ia membahas double entry yang memperkenalkan debit dan juga kredit dalam proses pencatatan akuntansi.

Berikut pengertian dari masing-masing istilah tersebut.

Pengertian Debit

Debit (bahasa latin debere) merupakan model pencatatan akuntansi atas pertambahan nilai aset, biaya dan kerugian.

Juga pencatatan atas pengurangan nilai kewajiban dan modal pemilik.

Untuk letak saldo debit berada di sebelah kiri dalam catatan jurnal atau buku besar.

Pengertian Kredit

Kredit (bahasa latin credere) merupakan model pencatatan akuntansi atas pertambahan/peningkatan nilai kewajiban dan ekuitas.

Berseberangan dengan saldo debit, saldo kredit berada di sisi kanan dalam catatan jurnal atau buku besar.

Beberapa klasifikasi akun yang harus kamu ketahui dalam pencatatan di saldo debit atau kredit dalam jurnal atau buku besar.

  1. Asset, semua harta kekayaan perusahaan baik lancar maupun tidak lancar.
  2. Liabilities, atau juga hutang perusahaan.
  3. Modal pemilik, modal yang ditaruh di perusahaan oleh para investor/pemilik modal.
  4. Pendapatan/income, keuntungan dari usaha yang dijalankan.
  5. Pengeluaran, Segala bentuk pembelanjaan yang dilakukan perusahaan.

Dalam penulisan laporan debit dan kredit terdapat istilah akun lawan, yaitu kondisi saat sebuah transaksi mempengaruhi minimal dua akun (dalam hal ini debit dan kredit).

Sebagai contoh adalah ketika pembelian alat kantor secara kredit, maka alat kantor akan dimasukkan pada kolom debit dan utang usaha pada kolom kredit.


Perbedaan Debit dan Kredit

Sebuah transaksi akan menambah sisi debit dan secara otomatis akan diseimbangkan dengan menambah sisi kredit.

Adapun perbedaan debit dan kredit dari beberapa aspek adalah sebagai berikut.

1. Penyebab Kenaikan

Stabilitas Ekonomi

Debit mengalami kenaikan ketika aset seperti kas, piutang, peralatan kantor, gedung dan biaya seperti gaji, asuransi, biaya operasional bertambah.

Kredit mengalami kenaikan ketika dana kenaikan pemegang saham, pendapatan usaha, laba ditahan, hutang bertambah.

2. Posisi Pencatatan

  1. Debit dicatat di sebelah kiri pada jurnal atau buku besar
  2. Kredit dicatat di sebelah kanan pada jurnal atau buku besar

3. Pencatatan di Laporan Rugi/Laba

  1. Debit memasukkan semua unsur pengeluaran dan kerugian usaha
  2. Kredit memasukkan semua unsur pendapatan dan keuntungan usaha

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah transaksi akan menghasilkan nilai debit dan kredit yang berubah secara bersamaan.

Kamu tidak bisa hanya menginput nilai debit saja atau sebaliknya.

Keduanya harus ditulis secara seimbang di sisi kiri dan kanan dalam pencatatan


Daftar Pustaka

gambar-daftar-pustaka-

Hery. 2013. Ekonomi. Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang. Bandung: Alfabeta.

Harti, Dwi. 2019. Ekonomi. Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang SMK Kelas 2. Jakarta: Erlangga.

Avatar
Vira Mahdiya

Saya mendalami Ilmu Pengetahuan Sosial sewaktu SMA dan sekarang Alhamdulillah menjadi mahasiswi di salah satu universitas favorit di Yogyakarta

Update : 29 Juli 2020 - Published : 29 Juli 2020

       

Tinggalkan komentar