Klasifikasi Makhluk Hidup

Makhluk hidup yang ada di dunia ini sangat banyak jenisnya. Tapi, tahukah kamu apa aja jenis-jenis makhluk hidup itu?

Untuk memudahkan kamu mengenalnya, para ilmuan membagi makhluk hidup menjadi beberapa kelompok, dilihat dari kesamaan satu dengan yang lainnya.

Nah, pembagian kelompok tersebut dikenal dengan istilah Klasifikasi Makhluk Hidup.

Penasaran? Makanya, yuk simak ulasannya yang ada dibawah ini!


Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Apa sih, yang dimaksud dengan klasifikasi makhluk hidup itu?

Klasifikasi makhluk hidupyaitu suatu kegiatan buat mengelompokan makhluk hidup menjadi golongan atau unit yang lebih kecil.

Pada awalnya, seorang ahli biologi bernama Carlous Linnaeus, yang berasal dari Swedia, melakukan klasifikasi makhluk hidup jadi 2 kelompok.

Yaitu dunia tumbuhan dan dunia hewan. Tapi seiring berjalannya waktu, pengelompokan menjadi semakin banyak.

Alam semesta yang kamu pijak ini, ternyata gak cuma dihuni oleh bangsa manusia aja.

Yaitu ada beberapa makhluk hidup lainnya, yang mempunyai hak sama seperti kita ini.

Jumlah makhluk hidup yang ada di alam semesta ini mungkin gak terhitung. Dan, ada bermacam-macam juga.

Makanya, diperlukan sebuah klasifikasi atau pengelompokan supaya kita sebagai manusia, juga bisa lebih mudah buat mengingatnya.


Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Berikut dibawah ini, ada beberapa tujuan dari klasifikasi makhluk hidup, diantaranya yaitu:

  • Mengelompokkan makhluk hidup yang berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki.
  • Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup buat membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis lainnya.
  • Dapat mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.
  • Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya.

Manfaatnya:

  • Mengetahui jenis-jenis makhluk hidup.
  • Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam.
  • Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain.

Tahapan Klasifikasi Makhluk Hidup

Tahapan Klasifikasi Makhluk Hidup

Berikut ini, ada beberapa tahapan dari klasifikasi makhluk hidup, diantaranya yaitu:

1. Pengamatan Sifat Makhluk Hidup

Proses yang dilakukan adalah mengidentifikasi makhluk hidup dengan cara mengamati dari tingkah laku, bentuk morfolofi, anatomi, dan fisiologi (fungsi faal tubuh).

2. Pengelompokan Makhluk Hidup Berdasarkan Ciri yang Diamati

Proses pengelompokkan makhluk hidup dilakukan berdasarkan ciri dan sifat atau persamaan dan perbedaan yang diamati.

3. Pemberian Nama Makhluk Hidup

Setelah dikelompokkan, langkah klasifikasi selanjutnya adalah member nama makhluk hidup supaya lebih mudah dipahami.

Sistem penamaan makhluk hidup salah satunya adalah system tata nama ganda (Binomial Nomenclature).


Takson dalam Klasifikasi Makhluk Hidup

Takson dalam Klasifikasi Makhluk Hidup

Taksonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “taxis” yang berarti susunan, penyusunan, penataan atau “taxon” yang berarti unit dalam klasifikasi objek biologi, dan “nomos” yang berarti hokum.

Tingkatan makhluk hidup pada taksonomi disebut takson. Tiap takson menunjukkan kesamaan sifat yang banyak.

Tingkatan takson dari yang paling tinggi hingga paling rendah dituliskan sebagai berikut.

Bahasa IndonesiaBahasa Latin
DuniaRegnum
Anak DuniaSubregnum
DivisiDivisio/Phylum
Anak DivisiSubdivisio/Subphylum
KelasClassis
Anak KelasSubclassis
BangsaOrdo
Anak BangsaSubordo
SukuFamilia
Anak SukuSubfamilia
MargaGenus
Anak MargaSubgenus
JenisSpecies
Anak JenisSubspecies
VarietasVarietas
Anak VarietasSubvarietas

Berikut ini, ada tabel contoh klasifikasi manusia dengan takson utamanya aja, yaitu:

TaksonNama IndonesiaKlasifikasi manusia
DomainDomainEukariota
KingdomDuniaAnimalia
PhyllumFilumChordata
ClassisKelasMamalia
OrdoBangsaPrimata
FamiliaSukuHomonidae
GenusMargaHomo
SpeciesJenis/spesiesHomo sapiens

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

1. Sistem Nama Ganda (Binomial Numenclature)

Sistem Nama Ganda

A. Penulisan spesies

  • Terdiri atas dua kata
  • Menggunakan huruf latin
  • Ditulis cetak miring atau cetak tegak tapi digaris bawahi
  • Kata pertama menunjukkan marga (genus), diawali huruf kapital
  • Kata kedua menunjukkan penunjuk spesies, diawali huruf kecil
  • Kalo ada dua kata penunjuk spesies, maka untuk hewan kedua kata penunjuk spesies dipisah, sedangkan buat tumbuhan digabung atau diberi tanda hubung
  • Varietas tumbuhan dipisah.

Contoh penulisan:

  • Hibiscus rosasinensis atau Hibiscus rosa-sinensis (bunga sepatu)
  • Panthera tigris sondaica atau Panthera tigris sondaica (harimau jawa)

B. Penulisan Familia (suku)

  • Ditambah akhiran -aceae (untuk tumbuhan), dan diakhiri -idea (untuk hewan)
  • Contoh: Canidae (familia anjing) dan Solanaceae (familia terung-terungan)

C. Penulisan Ordo (bangsa)

  • Ditambah akhiran -ales
  • Contoh: Zingiberales

D. Penulisan Classis (kelas)

  • Ditambah akhiran -nae atau diambil dari ciri khas organisme tersebut
  • Contoh Equisetinae, Mycotina

2. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom

Sistem Klasifikasi 2 Kingdom

Sistem klasifikasi 2 kingdom pertama kali dikemukakan oleh seorang filsuf yang berasal dari Yunani yakni Aristoteles.

Pada zaman itu, mikroorganisme belum diketahui jadi Aristoteles cuma membagi makhluk hidup jadi 2 kelompok aja yaitu hewan dan tumbuhan.

Selang beberapa abad setelahnya, seorang ilmuan yang berasal dari Swedia, C. Linnaeus, mulai memperkenalkan sistem klasifikasi modern pada tahun 1735.

Organisme uniseluler udah ditemukan pada saat itu, tapi belum diklasifikasikan.

Adapun penjelasan mengenai sistem klasifikasi 2 kingdom tersebut adalah sebagai berikut ini:

A. Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae)

Tumbuhan yaitu makhluk hidup dengan karakteristik punya dinding sel, berbahan dasar selulosa dan memiliki zat hijau daun yang dikenal dengan istilah klorofil.

Dengan adanya klorofil ini, tumbuhan mampu memproduksi makanannya sendiri lewat proses fotosintesis.

Contoh dari kingdom ini yaitu keseluruhan tumbuhan termasuk paku-pakuan, lumut, dan ganggang. Jamur pun termasuk kedalam kingdom ini walau gak memiliki klorofil.

B. Dunia Hewan (Kingdom Animalia)

Ada banyak sekali jenis hewan yang hidup di dunia, dari yang ukurannya kecil hingga besar, dari yang hidupnya bebas atau jadi parsit pada organisme lain, dari yang hidupnya di air atau di darat.

Gak seperti tumbuhan, hewan adalah makhluk hidup yang dapat bergerak bebas dan gak memiliki dinding sel dan gak berklorofil.

Kelompok organsime yang termasuk ke dalam dunia hewan meliputi:

  • Hewan uniseluler Protozoa
  • Hewan berpori (Porifera)
  • Hewan berongga (Coelenterata)
  • Kelompok cacing (Vermes)
  • Hewan bertubuh lunak (Mollusca
  • Hewan beruas (Arthopoda)
  • Hewan berduri (Echinodermata)
  • Hewan bertulang belakang (Chordata).

3. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom

Sistem Klasifikasi 3 Kingdom

Sistem klasifikasi 2 kingdom diperbaharui menjadi sistem 3 kingdom yang dikemukakan oleh ilmuan berkebangsaan Jerman, Ernst Haeckel pada tahun 1866.

Kalo dalam sistem klasifikasi sebelumnya, jamur masuk kedalam dunia tumbuhan, maka pada sistem klasifikasi 3 kingdom ini, jamur gak termasuk kedalam dunia tumbuhan lagi.

Karena, dinding sel jamur bukan tersusun atas selulosa melainkan dari kitin.

Selain itu, jamur gak memiliki klorofil jadi gak bisa melakukan fotosintesis seperti tumbuhan.

Pengelompokkan makhluk hidup dalam sistem 3 kingdom sebagai berikut ini:

A. Dunia Jamur (Kingdom Fungi)

Organisme yang dikelompokkan kedalam kingdom fungi mendapat makanan dengan cara absorbsi (menyerap makanan) dari organisme lain (parasit) atau dari organisme yang udah mati (saprofit).

Berikut ini, ada beberapa ciri-ciri dari jamur yang perlu diketahui, yaitu:

  • Multiseluler (terdiri atas banyak sel)
  • Eukariotik (memiliki membran inti)
  • Dinding sel jamur tersusun atas kitin
  • Tidak dapat berfotosintesis.

B. Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae)

Dunia tumbuhan yaitu organisme yang mampu memproduksi makanannya sendiri atau dikenal dengan sebutan autotrof.

Ciri-khas dari tumbuhan, diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

  • Multiseluler
  • Eukariotik
  • Mampu berfotosintesis
  • Dinding sel terbuat dari selulosa.

C. Dunia Hewan (Kingdom Animalia)

Yaitu organisme eukariotik yang bergerak aktif dan mendapatkan makanan dengan cara memakan organisme lain atau disebut heterotrof.

Sama halnya dengan sistem klasifikasi 2 kingdom, kelompok organisme yang termasuk kedalam dunia hewan dimulai dari Protozoa hingga Chordata.

Kekurangan:

Pengelompokkan 3 kingdom oleh Ernst Haeckel ini, punya kekurangan yaitu bakteri gak bisa dimasukkan kedalam 3 kingdom tersebut.

Karena, bakteri berukuran sangat kecil dan gak memiliki membran nti sel, jadi gak memenuhi persamaan ciri dari salah satu kingdom tersebut.

4. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom

Sistem Klasifikasi 4 Kingdom

Klasifikasi ini berkembang pesat setelah ditemukannya nukleus atau inti sel.

Seorang ilmuan berkebangsaan Amerika, Herbert Copeland memisahkan organisme yang gak memiliki membran inti dan memasukkannya kedalam kingdom Monera dan dikenal sebagai organisme prokariotik.

Adapun keempat kingdom yang menyusun sistem ini adalah sebagai berikut ini:

A. Kingdom Monera

Kingdom ini, terdiri atas organisme yang gak memiliki membran inti atau sering disebut sebagai organisme prokariotik.

Contohnya yaitu seperti bakteri dan alga hijau-biru.

B. Kingdom Fungi (Jamur)

Kingdom ini terdiri atas organisme uniseluler atau multiseluler dengan dinding sel tersusun atas keseluruhan organisme.

Dalam kingdom ini, gak memiliki klorofil jadi dalam pemenuhan nutrisinya dilakukan dengan menjadi parasit atau saprofitik.

C. Kingdom Plantae

Anggota kingdom plantae yaitu keseluruhan organisme yang mampu melakukan fotosintesis yaitu ganggang, lumut, paku, dan tumbuhan berbiji.

D. Kingdom Animalia

Anggota kingdom animalia yaitu keseluruhan organisme yang gak berklorofil, tapi mampu bergerak aktif, mulai dari Protozoa sampai Chordata.

5. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Sistem ini dikemukakan oleh R.H. Whittaker pada tahun 1969 berdasarkan susunan sel, tingkatan organisme, dan cara pemenuhan makanannya.

Kalo dirujuk pada pembahasan sebelumnya, ganggang ada dalam kingdom Plantae dan protozoa ada dalam kingdom Animalia, kini keduanya berada dalam satu kingdom yaitu Protista.

A. Kingdom Monera

Kingdom monera memiliki anggota keseluruhan organisme uniseluler yang gak punya membran inti.

Contoh dari kingom ini adalah bakteri dan ganggang hijau biru.

B. Kingdom Protista

Yaitu keseluruhan organisme, baik uniseluler atau multiseluler yang mempunyai membran inti, tapi belum berdiferensiasi.

Contohnya seperti berikut ini:

  • Protista menyerupai ganggang
  • Protista menyerupai jamur
  • Protista menyerupai hewan

C. Kingdom Fungi

Keseluruhan organisme yang punya membran inti, terdiri atas banyak sel atau tunggal, dan mendapatkan makanan secara saprofit atau parasit.

D. Kingdom Plantae

Organisme bersel banyak atau tunggal yang dapat memproduksi makanannya sendiri (autotrof).

Karena, memiliki klorofil dan bereproduksi secara kawin (generatif) ataupun gak kawin (vegetatif).

Tidak seperti hewan, tumbuhan tidak dapat melakukan pergerakan secara aktif.

E. Kingdom Animalia

Keseluruhan organisme yang gak bisa melakukan fotosintesis, tapi bisa melakukan pergerakan yang aktif buat membantu dalam mencari makanan.

Cara mendapatkan makanan dalam kingdom animalia yaitu dengan cara memakan organisme lain.

6. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Sistem klasifikasi 6 kingdom dikembangkan berdasarkan data evolusi genetik dan molekuler yang dikemukakan oleh seorang ahli biologi molekuler Carl Woese pada tahun 1977.

Dalam klasifikasi ini, makhluk hidup dibedakan menjadi beberapa, yaitu:

A. Kingdom Eubacteria

Ciri dari kingdom ini yaitu organismenya bersel tunggal dan sel tersebut sifatnya prokariotik (gak punya membran inti).

Contoh anggota kingdom Eubacteria adalah bakteri yang ada dalam kehidupan kita sehari-sehari, seperti bakteri Escherichia coli yang ada di usus kita.

B. Kingdom Archaebacteria

Hampir mirip dengan Eubacteria, ciri dari Archaebacteria juga bersel tunggal dan prokariotik.

Hal yang bisa membedakan kedua kingdom itu adalah habitat atau tempat tinggal dari kebanyakan organisme Archaebacteria yang ada di tempat ekstrim.

Selain dari habitatnya, proses transkripsi dan translasi Archaebacteria lebih mirip dengan Protista daripada Eubacteria sehingga kingdom keduanya dipisahkan.

C. Kingdom Protista

Kingdom yang satu ini terbilang unik, karena mirip tumbuhan, mirip jamur, juga mirip hewan.

Jadi, dibedakan menjadi 3 jenis, seperti yang Burhan bahas pada klasifikasi sebelumnya, yaitu: Protista mirip jamur, Protista mirip tumbuhan dan Protista mirip hewan.

D. Kingdom Fungi

Ciri dari kingdom ini yaitu sel bersifat eukariotik yang tersusun atas sel tunggal atau banyak, gak memiliki klorofil, dan bisa bersifat saprofitik atau parasit.

E. Kingdom Plantae

Tumbuhan yaitu organisme dengan banyak sel dan memiliki klorofil, jadi bisa membuat makanan sendiri yang dibantu oleh sinar matahari.

Proses pembuatan makanan tersebut, dikenal dengan istilah fotosintesis.

F. Kingdom Animalia

Merupakan kelompok organisme yang bergerak aktif. Animalia dibagi lagi kedalam dua kelompok besar, yaitu:

  • Hewan bertulang belakang
  • Hewan yang tidak mempunyai tulang belakang.

Makhluk hidup yang ada di dunia ini memiliki beragam jenis, bentuk, dan ciri yang berbeda-beda.

Makanya, perlu dibedakan kedalam kelompok tertentu, seperti yang kamu pelajari pada ulasan diatas, supaya kamu lebih mudah mengenalnya.

Kategori yang ditetapkan tadi, udah melalui serangkaian kegiatan penelitian maupun observasi yang panjang.

Makanya, ulasan mengenai Klasifikasi makhluk hidup ini sangat penting karena memudahkan manusia dalam mengenali beragam jenis makhluk hidup yang ada di alam.

Semoga bemanfaat ya! 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 6 Average: 4.3]
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 12 Februari 2021 - Published : 12 Februari 2021