Rumusan Masalah

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan rumusan masalah itu?

Rumusan masalah yaitu sebuah pertanyaan lengkap dan terperinci tentang ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi masalah tersebut.

Perumusan masalah didasarkan pada alasan yang ingin dicapai peneliti melalui pencarian penelitiannya dan jadi hal pertama yang  ditulis peneliti terkait dengan penelitiannya.

Tujuan dari perumusan masalah juga buat menetapkan kerangka kerja untuk penelitian.

Jadi, perumusan masalah yang baik sangat penting buat menyelesaikan studi yang baik.

Ingin tahu lebih lengkap? Makanya, langsung simak ulasannya berikut ini yuk!


Pengertian Rumusan Masalah Menurut Ahli

Pengertian Rumusan Masalah Menurut Ahli

Ada beberapa para ahli mendefinisikan mengenai rumusan masalah, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Menurut Albert Einstein

Perumusan masalah jauh lebih penting dari pada solusinya, yang mungkin cuma masalah keterampilan matematika atau eksperimental.

Buat mengajukan pertanyaan baru, kemungkinan baru, untuk mempertimbangkan masalah lama dari sudut pandang baru membutuhkan imajinasi kreatif dan menandai kemajuan nyata dalam sains.

2. Menurut Pariata Westra (1981:263)

Rumusan masalah yaitu sebuah masalah yang terjadi kalo seseorang itu lalu berusaha buat mencoba suatu tujuan atau percobaannya yang pertama buat bisa atau dapat mencapai tujuan tersebut sampai berhasil.

3. Menurut Sutrisno Hadi (1973:3)

Masalah ini merupakan suatu kejadian yang menimbulkan pertanyaan kenapa dan mengapa.

4. Sugiyonno

Rumusan masalah yaitu sebagai sebuah pertanyaan yang dicari jawabanya dengan mengumpulkan data dalam bentuk berbagai rumusan masalah berdasarkan penelitian berdasarkan tingkat eksplanasi.


Fungsi Rumusan Masalah

Fungsi Rumusan Masalah

Rumusan masalah ini memiliki beberapa fungsi utama didalamnya, yaitu seperti berikut ini:

  • Rumusan masalah bisa membuka pikiran kamu terhadap suatu masalah.
  • Sebagai titik sentral atau sebuah pedoman pada sebuah penelitian.
  • Rumusan masalah bisa memberikan sebuah solusi.
  • Sebagai pendorong dalam kegiatan penelitian.

Ciri-Ciri Rumusan Masalah

Ciri-Ciri Rumusan Masalah

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri dari rumusan masalah yang harus diketahui, yaitu seperti:

  • Memberikan petunjuk atau menjadi poin sentral dalam kegiatan penelitian, jadi para peneliti mampu mengumpulkan data dan menjawab pertanyaan yang disampaikan dalam rumusan masalah.
  • Masalah yang diangkat sebaiknya sesuai dengan kualifikasi atau kemampuan peneliti.
  • Harus mengarahkan cara berpikir kamu terhadap suatu permasalahan yang sedang dibahas.
  • Masalah yang diangkat sebaiknya sesuai dengan kualifikasi atau kemampuan peneliti.
  • Dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
  • Dibuat dalam kalimat yang singkat, jelas, dan juga padat.
  • Harus memiliki nilai penelitian.
  • Harus memiliki fisibilitas.

Jenis Rumusan Masalah

Ada tiga jenis dalam penulisan perumusan masalah dalam penelitian, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Rumusan Masalah Asosiatif

Rumusan Masalah Asosiatif

Rumusan masalah asosiatif yaitu pertanyaan pada sebuah penelitian yang sifatnya punya hubungan antar dua variabel atau lebih.

Rumusan masalah asosiatif ini terbagi lagi menjadi 3 bagian, diantaranya yaitu:

1. Hubungan Timbal Balik

Yaitu hubungan yang mempengaruhi satu sama lain. Dalam hal ini, gak diketahui antara variabel independen dan variabel dependen.

Contohnya:

  • Hubungan antara memiliki motivasi tinggi dengan prestasi gemilang. Dalam hal ini, bisa disebutkan kalo motivasi berpengaruh pada prestasi dan sebaliknya.

2. Hubungan Kausal

Yaitu rumusan masalah yang memiliki sifat sebab dan akibat. Didalamnya, ada variabel bebas (independen) dan variabel dependen.

Dalam hal tersebut, variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

Contohnya:

  • Apakah ada pengaruhnya antara kinerja kerja dengan sistem penggajian?
  • Seberapa besar tata ruang kota kepada kebahagiaan penduduknya?
  • Adakah pengaruh diantara pendidikan yang dikerjakan oleh orang tua dengan prestasi belajar pada anak?

3. Hubungan Simetris

Hubungan simetris dalam rumusan masalah, pada dasarnya adalah prosesi dalam hubungan diantara dua variabel atau bisa lebih kebetulan nampak secara bersama.

Contohnya:

  • Apakah ada kaitannya antara tingkat kriminal dengan jumlah pengangguran?
  • Adakah kaitannya antara banyak semut pada pohon dengan kemanisan pada buah?

2. Rumusan Masalah Komparatif

Rumusan Masalah Komparatif

Rumusan masalah komparatif ini, sifatnya membandingkan sebuah variabel atau beberapa variabel yang ada pada suatu penelitian atau karya ilmiah yang lain.

Contohnya:

  • Apa ada perbedaaan antara ketahanan fisik pada orang pedalaman dengan orang kota?
  • Adakah perbedaan motivasi belajar siswa SMA negeri Jakarta dengan SMA swasta yang ada di Bandung?
  • Adakah perbedaan kapabilitas dengan kedisiplinan kerja antara pegawai pada perusahaan nasional dengan pegawai swasta nasional?
  • Apakah ada perbedaannya pada tingkat produktivitas antara pegawai swasta dengan pegawai negeri?

3. Rumusan Masalah Deskriptif

Rumusan Masalah Deskriptif

Rumusan masalah deskriptif yaitu rumusan masalah yang mempertanyakan penjelasan atau deskripsi pada suatu sebuah atau beberapa variabel.

Pada rumusan masalah ini, pertanyaannya gak membandingkan variabel satu dengan variabel yang lainnya.

Umumnya, rumusan masalah ini dimulai dengan penggunaan kata “Apa”, “Bagaimana”, dan “Mengapa” yang perlu buat dijawab secara jelas dan rinci pada hasil penelitian.

Contohnya:

  • Apa pengertian narkoba?
  • Seberapa bagus kebijakan yang telah diterapkan oleh pemerintah?
  • Bagaimana sikap masyarakat terkait perguruan tinggi yang mempunyai badan hukum?
  • Seberapa tinggi tingkat dari kepuasaan serta aspirasi masyarakat dalam pelayanan publik di ibu kota?

Penempatan Sebuah Rumusan Masalah

Penempatan Sebuah Rumusan Masalah

Ada beberapa alternatif buat menentukan suatu rumusan masalah pada sistematika penulisan, diantaranya yaitu:

  • Menempatkan rumusan masalah di bagian awal pada sistematika penelitian.
  • Menempatkan rumusan masalah setelah latar belakang atau bersamaan dengan latar belakang.
  • Menempatkan rumusan masalah setelah tujuan penelitian.

Dalam penempatan suatu rumusan masalah, sebenarnya gak begitu penting dan gak akan menggangu penelitian yang akan dikerjakan.

Tapi, yang penting adalah bagaimana cara buat merumuskan masalah buat mencapai tujuan yang diinginkan itu.

Oleh karena itulah, antara judul penelitian dengan rumusan masalah harus sama atau sinkron.


Tiga Kriteria Rumusan Masalah

Tiga Kriteria Rumusan Masalah

Berikut ini, ada 3 kriteria yang harus ada saat kamu akan membuat suatu rumusan masalah, yaitu:

1. Menggunakan Kalimat Interogatif

Menggunakan kalimat interogatif atau kalimat tanya, baik itu dalam bentuk pertanyaan yang perlu jawaban eksplanatoris atau jawaban yang deskriptif.

Eksplanatoris adalah menghubungkan dua atau lebih fenomena atau gejala pada kehidupan manusia.

2. Mengembangkan Teori

Saat kamu membuat rumusan masalah, usahakan untuk membuat dan mengembangkan teori yang ada.

Artinya, nanti diarahkan dalam memberikan teoritik bermutu, baik itu dalam bentuk teori baru atau mengembangkan suatu teori yang terdahulu.

3. Aktual

Dalam membuat suatu rumusan masalah yang benar, maka sebaiknya dirumuskan pada konteks yang aktual.

Jadi, pemecahannya akan memberikan keterlibatan kebijakan yang sesuai dan pengaplikasiannya jelas buat proses perumusan masalah dalam kehidupan manusia.


Cara Membuat Rumusan Masalah

Cara Membuat Rumusan Masalah

Berikut ini, ada beberapa panduan mengenai bagaimana cara untuk membuat suatu rumusan masalah, yaitu:

  • Mengetahui apa yang menjadi masalah pada penelitian yang kamu lakukan.
  • Memikirkan terkait hal-hal yang bisa jadi pertanyaan dalam suatu penelitian secara kritis. Jabarkan seluruh pertanyaan yang muncul dengan memakai rumus 5W+1H (when, why, where, who, what, and how). Lalu, kerucutkan pertanyaan yang paling kritis dan juga penting.
  • Pastikan kalo rumusan masalah yang kamu pilih mempunyai nilai penelitian (bermanfaat), padat, jelas, dan gak bertele-tele.
  • Rumusan masalah bisa dijadikan sebagai petunjuk atau pusat penelitian yang memungkinkan buat dijawab dengan data aktual.
  • Menghubungkan rumusan masalah yang diperoleh dengan teori-teori yang ada. Karena, bisa jadi kalo penelitian kamu melahirkan beberapa dalil yang bisa membentuk teori baru.
  • Rumusan masalah harus bisa diterapkan dalam judul penelitian.

Baca juga : Contoh Rumusan Masalah yang Baik dan Benar


Itulah pembahasan lengkap mengenai pengertian rumusan masalah diatas. Gimana? Mudah dipahami kan?

Oiya, kalo ada kekurangan atau pertanyaan lainnya, langsung tulis aja dikolom komentar dibawah ini yak!

Semoga pembahasan diatas membantu dan bermanfaat buat kalian semua 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 13 Februari 2021 - Published : 13 Februari 2021