Dioda Bridge

ranggaku 20 Februari 2023

Dasar pengembangan dioda Bridge sebenarnya yaitu sebuah dioda yang tersusun dari 4 buah dioda dengan polaritas yang udah di allign buat menghasilkan listrik DC.

Pengin tau lebih lengkap lagi? Langsung aja simak pembahasannya berikut dibawah ini.


Pengertian Dioda Bridge

Pengertian Dioda Bridge

Dioda Bridge merupakan sebuah komponen yang berisi 4 buah dioda yang berguna buat mengatur arah polaritas DC yang keluar dari kaki DC supaya gak terjadi pembalikan fase, saat sumber arus listrik AC dibalik atau ditukar.

Didalam sebuah dioda Bridge, ada 4 buah terminal diantaranya yaitu 2 buah terminal AC sebagai input sumber arus. Sedangkan, 2 kaki lainnya yaitu arus DC positif dan negatif.

Dioda Bridge sering dikenal dengan banyak nama, baik itu resmi atau gak resmi. Berikut sebutan beberapa nama lainnya:

  • Dioda Bridge
  • Dioda Kiprok
  • Dioda Modul
  • Dioda Kotak
  • Dioda Sisir

Fungsi Dioda Bridge

Fungsi Dioda Bridge

Dioda Bridge (Bridge Diode) atau sering disebut dengan Dioda Jembatan yaitu jenis dioda yang berfungsi sebagai penyearah arus bolak – balik (Alternating Current/AC) jadi arus searah (Direct Current/DC).

Konfigurasi rangkaian jembatan Bridge Diode ini bisa menghasilkan polaritas atau arah yang sama pada Output dari kedua polaritas Input yang bolak – balik.

Sama seperti dioda pada umumnya, Dioda Bridge juga terbuat dari bahan semikonduktor. Dioda Bridge atau Dioda Jembatan ini biasanya ada dalam bentuk Single In Line (SIL) dan Dual In Line (DIL).

Diode Bridge yang yaitu komponen buat penyearah gelombang penuh (full wave rectifier) ini adalah penyearah yang banyak dipakai dalam rangkaian Pencatu Daya (Power Supply).

Karena, kinerjanya lebih baik dengan ukuran yang lebih kecil dan juga biaya yang relatif murah, dibanding dengan penyearah gelombang penuh yang dihubungkan dengan transformator center tap (trafo CT).

Fitur terpenting pada Dioda Bridge ini yaitu mempunyai polaritas output yang sama, meskipun polaritas Inputnya terbalik atau bolak – balik.

1. Full Bridge Rectifier Menggunakan Trafo CT 2 Dioda

Seperti sirkuit setengah gelombang, rangkaian penyearah gelombang penuh menghasilkan tegangan keluaran atau arus yang murni DC atau ada beberapa komponen DC.

Penyearah gelombang penuh punya beberapa keunggulan mendasar atas alat penyearah separuh gelombang mereka. Tegangan output rata – rata (DC) lebih tinggi daripada setengah gelombang.

Output dari penyearah gelombang penuh lebih rapat dibanding dengan penyearah gelombang setengah yang menghasilkan bentuk gelombang keluaran yang lebih halus.

Dalam rangkaian Full Wave Rectifier, 2 dioda sekarang dipakai, satu buat setiap setengah siklus. Sebuah trafo dengan CT yang dibagi secara merata jadi 2 bagian dengan koneksi Center Tap.

Hasil konfigurasi ini pada setiap dioda yang dilakukan pada gilirannya saat terminal anoda bernilai positif terhadap titik pusat trafo yang menghasilkan output selama kedua setengah siklus.

Gelombang yang dihasilkan dua kali lipat buat penyearah gelombang setengah, jadi 100% efisien seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Tapi, arus yang bekerja pada trafo jenis ini bekerja secara bergantian, jadi trafo yang besar cuma dimanfaatkan setengah dari kapasitasnya setiap saat.

2. Penyearah Full Bridge Menggunakan Dioda Bridge

Tipe lain dari rangkaian yang menghasilkan gelombang keluaran yang sama dengan rangkaian penyearah gelombang full bridge yaitu pakai dioda Bridge.

Jenis penyearah fase tunggal ini pakai 4 dioda. Keempat penyearah individual terhubung dalam konfigurasi Bridge atau jembatan loop tertutup buat menghasilkan output yang diinginkan.

Keuntungan utama dari rangkaian jembatan ini yaitu gak memerlukan trafo khusus yang memakai center tap.

Karena itu, trafo jadi lebih kecil atau jumlah lilitan trafo cuma separuh dari jumlah lilitan trafo CT, tentunya menghemat biaya.

Gulungan sekunder tunggal terhubung ke satu sisi jaringan dioda bridge dan output ke sisi lain seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Penyearah Full Bridge Menggunakan Dioda Bridge

Dari gambar diatas bisa dilihat, kalo Fungsi Dioda Bridge sebagai Full Bridge Rectifier lebih menguntungkan dari segi biaya, karena trafo bekerja secara full.

Sedangkan, trafo CT tape lebih besar karena walaupun cuma memakai 2 buah dioda, diperlukan trafo lebih besar bekerja dengan kapasitas setengah secara bergantian setiap lilitan.


Bentuk dan Simbol Dioda Bridge

Bentuk dan Simbol Dioda Bridge

Dari segi bentuk, dioda bridge ini punya bentuk mulai dari bulat, meja dan sisir. Biasanya, dioda bridge berukuran besar akan memiliki bentuk meja.

Sedangkan, kalo yang berukuran kecil biasanya berbentuk seperti tabung dan sisir.

Penyearah bentuk dioda bridge membuat pemasangan komponen semakin mudah, karena punya susunan yang lebih kompak dan ukurannya lebih kecil.


Kelebihan dan Kekurangan Dioda Bridge

Kelebihan dan Kekurangan Dioda Bridge

Kelebihan:

  • Full Wave Rectifier yaitu sebuah dioda bridge mampu menghasilkan arus DC dengan gelombang Full Wave. Gelombang tersebut lebih unggul dan lebih baik, jadi lebih efisien dibanding dengan gelombang Half Wave.
  • Dioda Bridge memungkinkan pemasangan heatsink yang lebih besar dan lebih mudah.
  • Dioda bridge jauh lebih mudah dalam pemasangan. Gak perlu skill khusus buat menangani polaritas. Seluruh polaritas dan input udah tertera dalam dioda, jadi gak perlu terlalu banyak melakukan rancangan.
  • Harga komponen dioda bridge jauh lebih murah dari dioda stud yang besar. Perbandingan harga dioda bridge dengan dioda stud buat full wave sampai 2x lipat.
  • Harga trafo yang dipakai lebih murah. Dengan memakai trafo non center tap trafo ini udah mampu menghasilkan arus yang besar dengan ukuran lebih kecil.
  • Dioda bridge lebih mudah ditemukan dibanding dengan dioda stud yang berukuran besar.

Kekurangan:

  • Adanya rugi tegangan berlapis yaitu sebesar 1.4V (2 x0.7V) yang disebabkan oleh penggunaan dua dioda secara seri.
  • Penyearah dengan sistem jembatan juga gak cocok untuk membuat power supply dengan output tegangan ganda.

Prinsip Kerja Dioda Bridge

Prinsip Kerja Dioda Bridge

Prinsip Kerja Dioda Bridge pada dasarnya sama dengan 4 buah dioda penyearah biasa yang disusun dalam rangkaian jembatan.

Cara kerjanya pun sama dengan cara kerja Penyearah Gelombang Penuh (Full Wave Rectifier).

Seperti yang dilihat pada gambar diatas, keempat Dioda yang diberi label D1, D2, D3 dan D4 disusun secara seri berpasangan dengan cuma 2 dioda aja yang lewat arus satu sisi sinyal atau arus setengah siklus gelombang (half cycle).

Pada saat sisi sinyal positif (+) diberikan ke Input-1 dan sinyal negatif (-) diberikan ke Input-2 Dioda bridge, rangkaian internal D1 dan D2 akan berada dalam kondisi Forward Bias.

Jadi, melewatkan sinyal positif tersebut, sedangkan D3 dan D4 akan ada dalam kondisi Reverse Bias yang menghambat sinyal sisi negatifnya (lihat gambar (a) diatas).

Kemudian, pada saat sinyal berubah jadi sinyal negatif (-) yang diberikan ke Input-1 dan sinyal positif (+) ke Input-2 Dioda bridge maka D3 dan D4 akan berubah juga jadi kondisi Forward Bias yang melewatkan.

Sedangkan, D1 dan D2 jadi reverse bias yang menghambat sinyal sisi negatif (lihat gambar (b) diatas). Hasil dari Penyearah gelombang penuh yaitu seperti yang bisa kamu lihat di gambar (c) diatas.


Cara Mengukur Dioda Bridge

Cara Mengukur Dioda Bridge

Sebenarnya, cara mengukur dioda bridge gak jauh berbeda dari cara mengukur dioda biasa. Cuma aja, kamu harus tahu susunan kaki – kakinya.

Caranya:

  • Pertama, gunakan multitester atau avometer dan set ke satuan ohm dan letakkan probe merah pada kaki dengan simbol +, dan probe hitam pada kaki dengan simbol.
  • Setelah itu, amati display avometer, kalo jarum bergerak, maka dioda bridge normal alias gak rusak dan kalo probe dibalik, maka jarum gak akan bergerak, kalo jarum bergerak maka dioda bridge rusak.

Tips Memakai dan Membeli Dioda

Tips Memakai dan Membeli Dioda

Nih, berikut ada beberapa tips buat kamu yang pengin membeli dioda jenis Bridge dan dioda jenis lainnya juga, simak:

  • Perhatikan buat memberikan spare saat membeli dioda.
  • Penggunaan dioda bridge sebaiknya memperhatikan besar amper yang tersedia.
  • Jangan memakai dioda dengan amper dibawah amper jaringan atau trafo, karena bisa menyebabkan kerusakan pada dioda bridge.

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Rumus Usaha


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
ranggaku
21 Juli 2023

Konduktor


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
ranggaku
20 Juli 2023

Satuan Berat


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
ranggaku
19 Juli 2023

Massa Jenis


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
ranggaku
19 Juli 2023

Rumus Percepatan


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
ranggaku
19 Juli 2023