Gangguan Sistem Eskresi

Ekskresi yaitu proses penghilangan atau pengeluaran produk limbah metabolisme dan bahan-bahan tidak berguna lainnya dari tubuh suatu organisme.

Organ-organ ekskresi dalam tubuh kita adalah paru-paru, kulit, dan ginjal. Paru-paru mengeluarkan karbon dioksida lewat respirasi.

Kulit mengeluarkan garam melalui keringat dan ginjal mengeluarkan limbah nitrogen seperti urea, asam urat, dan amonia.

Tapi seperti organ dalam tubuh pada umumnya, organ pada sistem ekskresi juga bisa mengalami gangguan.

Penyebabnya bisa berupa infeksi oleh bakteri dan virus, kerja berlebih, atau kekurangan zat tertentu.

Ingin tahu apa aja Gangguan Sistem Eskresi? Yuk simak ulasannya dibawah ini!


Gangguan pada Sistem Eskresi

Gangguan pada Sistem Eskresi

Ada beberapa gangguan pada sistem eskresi, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Diabetes Melitus

Diabetes melitus bisa dialami seseorang karena pankreas tidak menghasilkan insulin atau menghasilkan sedikit insulin.

Insulin merupakan hormon yang berperan mengendalikan kadar gula (glukosa) dalam darah.

Pada kondisi ini, kadar glukosa dalam urin dan darah orang itu sangat tinggi jadi perlu diperhatikan agar tidak berdampak pada penyakit lainnya.

2. Batu Ginjal

Batu ginjal yaitu gangguan berupa terbentuknya endapan garam kalsium didalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kantung kemih.

Endapan batu ginjal tersebut berbentuk kristal yang tidak bisa larut.

Endapan itu, terbentuk akibat seseorang terlalu banyak mengonsumsi terlalu banyak garam mineral dan terlalu sedikit mengonsumsi air.

3. Penyakit Kuning

Penyakit kuning yaitu penyakit yang disebabkan oleh saluran empedu yang tersumbat, jadi mengakibatkan cairan empedu tidak bisa dialirkan ke usus dua belas jari.

Cairan empedu itupun akhirnya masuk kedalam darah dan warna darah menjadi kuning.

Kulit seseorang yang mengalami penyakit kuning akan tampak pucat kekuningan. Lalu, bagian putih pada bola mata dan kuku jarinya juga berwarna kekuningan.

4. Biang Keringat

Biang keringat adalah kondisi gangguan yang dialami organ kulit. Biang keringat terjadi karena kelenjar keringat tersumbat.

Kondisi tersebut, nantinya akan menyebabkan timbulnya bintik-bintik kemerahan dan disertai gatal.

5. Albuminuria

Albuminuria merupakan gangguan ginjal di mana terdapat kadar albumin yang tinggi dalam urin.

Albumin adalah salah satu jenis protein, teman-teman.

Kondisi ini terjadi karena jumlah albumin terlalu banyak akibat bagian glomerulus pada ginjal yang berperan dalam proses penyaringan darah.

6. Nefritis

Nefritis yaitu gangguan pada bagian glomerulus di ginjal. Nefritis disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus nefritis.

Infeksi ini bisa menyebabkan asam urin dan urea kembali masuk ke pembuluh darah, dan adanya penimbunan air di kaki karena penyerapan air terganggu.

7. Wasir

Wasir atau hemoroid yaitu pembengkakan atau pembesaran dari pembuluh darah di usus besar bagian akhir (rektum), dan dubur atau anus.

Wasir adalah penyakit yang bisa menyerang segala usia, tapi umumnya lebih sering menimbulkan keluhan pada usia 50 tahun atau lebih.

Wasir tidak selalu menimbulkan keluhan, tapi kalo keluhan muncul, penderita bisa merasa tidak nyaman dan gatal pada anus, dan muncul perdarahan lewat anus.

Ada dua jenis ambeien atau wasir, yaitu hemoroid internal dan eksternal.

Pembuluh darah yang membengkak didalam anus dan tidak terlihat dari luar disebut sebagai hemoroid internal.

Sedangkan pembengkakan yang terjadi di luar anus dekat lubang anus, terasa lebih nyeri, serta tampak dari luar disebut hemoroid eksternal.

8. Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan salah satu kondisi saat sel ganas (kanker) terbentuk di paru-paru.

Kanker ini, lebih banyak dialami oleh orang yang memiliki kebiasaan merokok dan merupakan satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia.

Walaupun sering terjadi pada perokok, kanker paru-paru juga bisa terjadi pada orang yang bukan perokok.

Terutama pada orang yang sering terpapar zat kimia di lingkungan kerjanya atau terpapar asap rokok dari orang lain (perokok pasif).

Berikut dibawah ini, ada beberapa gejala yang bisa dirasakan penderita kanker paru-paru, yaitu:

  • Batuk kronis.
  • Batuk darah.
  • Penurunan berat badan drastis.
  • Nyeri dada dan tulang.
  • Sesak napas.

Cara Mencegah Gangguan pada Sistem Eskresi

Cara Mencegah Gangguan pada Sistem Eskresi

Ada banyak sekali cara yang bisa kamu lakukan buat menjaga sistem eskresi supaya tetap sehat, yaitu:

1. Konsumsi Air Putih yang Cukup

Air putih memiliki banyak manfaat buat tubuh, terutama untuk organ sistem ekskresi seperti kulit dan ginjal.

Minum air putih yang cukup bisa mencegah tubuh agar tidak kekurangan cairan (dehidrasi). Hal ini penting, karena kalo tubuh mengalami dehidrasi, tubuh tidak bisa berfungsi secara normal.

Kandungan air yang optimal dalam tubuh memiliki beberapa fungsi, seperti:

  • Untuk mengatur suhu tubuh agar tetap stabil.
  • Melindungi organ dan jaringan dalam tubuh.
  • Membantu kerja sistem pencernaan.
  • Membawa oksigen dan nutrisi dalam darah buat disalurkan ke sel-sel tubuh lain.
  • Menjaga kulit agar tetap lembab dan sehat.
  • Membantu kerja ginjal buat membersihkan racun yang ada pada tubuh.

2. Mengatur Pola Makan

Selain minum air putih yang cukup, makan juga harus diatur, nih. Kamu pasti pernah dengar istilah “makanan 4 sehat 5 sempurna”, kan.

Yap, istilah itu udah dijadikan ukuran kecukupan gizi yang ideal bagi tubuh kita semuanya.

Alasannya, karena “makanan 4 sehat 5 sempurna” mengandung zat gizi yang lengkap, mencakup karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.

Dengan mengatur pola makan yang benar, tubuh akan menjadi lebih berenergi karena sistem metabolisme yang meningkat.

Selain itu, kita juga akan membantu menjaga kesehatan hati dan ginjal dengan mengurangi makan makanan yang tidak baik buat tubuh.

3. Istirahat yang Cukup

Saat kamu tidur, kulit juga ikut beristirahat, loh. Jadi, kualitas tidur yang baik akan membuat kulit jadi sehat dan tidak kering.

Tidur yang cukup ternyata juga penting untuk masa pertumbuhanmu. Kenapa?

Karena saat tidur, tubuh akan melepaskan hormon yang membantu masa pertumbuhan tulang, memperbaiki sel dan jaringan, dan meningkatkan massa otot.

4. Rajin Berolahraga

Sebenarnya, olahraga itu tidak perlu yang berat-berat, kok. Cukup jalan kaki aja dari rumah kamu ke sekolah.

Itu juga udah membantu menjaga kesehatan ginjal dan paru-paru kamu. Tapi, kalo jarak rumah kamu ke sekolah cukup jauh, jangan dipaksa.

5. Tidak Merokok dan Minum Alkohol

Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan paru-paru, karena mengandung nikotin, tar, karbon monoksida, dan zat berbahaya lainnya.

Sedangkan, alkohol bisa membuat kerusakan pada hati karena harus bekerja jauh lebih keras untuk menetralisir racun yang terkandung dalam alkohol.

Makanya, kamu jangan merokok dan minum alkohol. Karena, merokok dan mabuk-mabukan itu tidak baik.


Itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai Gangguan Sistem Eskresi pada Manusia. Gimana? Sangat mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas, bisa membantu dan bermanfaat untuk kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 6 Juli 2021 - Published : 6 Juli 2021