Tokoh Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda emang jadi salah satu bukti akan adanya perjuangan dan peran pemuda dalam upaya kemerdekaan Indonesia yang tercatat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia

Ikrar yang disampaikan dalam Sumpah Pemuda sendiri bukan ikrar yang begitu aja terbentuk dan disampaikan.

Tapi udah melalui 2 kali kongres dan akhirnya disampaikan pada 28 Oktober 1928.

Gak cuma Moehammad Yamin dan Soegondo aja sebagai tokoh dalam Sumpah Pemuda, tapi terdapat pula beberapa tokoh Sumpah Pemuda yang punya peran penting lainnya.

Siapa aja tokoh Sumpah Pemuda tersebut? Penasaran kan? Hayuk deh, simak langsung ulasannya pada artikel dibawah ini!


1. Mohammad Yamin

Mohammad Yamin

Mohammad Yamin lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat pada tanggal 24 Agustus 1903 dan beliau wafat di Jakarta pada 17 Oktober 1962.

Mohamad Yamin juga dikenal sebagai seorang penyair atau sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan juga dikenal sebagai seorang ahli hukum yang sangat di hormati.

Jadi seorang yang dikenal sebagai salah satu perintis puisi modern Indonesia, Mohammad Yamin juga jadi salah satu tokoh penting dalam Sumpah Pemuda.

Dimana, beliau jadi salah satu tokoh yang mendorong penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan jadi pelopor utama Sumpah Pemuda.

Dan, Mohammad Yamin diketahui sebagai “pencipta imaji keindonesiaan” yang pastinya juga memberi pengaruh pada sejarah persatuan Indonesia.


2. Soegondo Djojopoespito

Soegondo Djojopoespito

Soegondo Djojopoespito lahir pada tanggal 33 Februari 1905 dan wafat pada 23 April 1978 di Yogyakarta.

Beliau yang menerima pertama rumusan ikrar Sumpah Pemuda yang ditulis oleh Mohammad Yamin pada secarik kertas.

Soegondo sendiri adalah salah satu aktivis pendidikan yang ikut tinggal dengan Ki Hajar Dewantara.

Emang gak banyak yang tahu, tapi perlu diketahui kalo Soegondo adalah tokoh yang memimpin jalannya Kongres Pemuda Indonesia ke-2.

Dimana, kemudian beliau menghasilkan Sumpah Pemuda yang dikenal pada masa sekarang.

Motto pentingnya dalam Sumpah Pemuda yaitu “Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia”, yang akhirnya jadi catatan penting dalam peran pemuda pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.


3. Soenario Sastrowardoyo

Soenario Sastrowardoyo

Prof. Mr. Soenario Sastrowardoyo lahir di Madiun pada 28 Agustus 1902 dan beliau wafat di Jakarta pada 18 Mei 1997.

Soenario Sastrowardoyo merupakan seorang pengacara dan aktif membela para aktivis kemerdekaan.

Peran Sunario dalam Sumpah Pemuda yaitu menjabat sebagai seorang penasihat panitia perumusan Sumpah Pemuda dan jadi pembicara pada Kongres Pemuda II.

Selain itu, Sunario juga sempat jadi pengurus Perhimpunan Indonesia di Belanda pada saat melanjutkan pendidikannya di Belanda.

Sebagai seorang tokoh sejarah, beliau juga berperan aktif pada Manifesto 1925 sebagai salah satu tonggak sejarah bangsa Indonesia.

Kamu tahu nama aktris tanah air Dian Sastrowardoyo? Nah, Dian merupakan cucu dari Soenario Sastrowardoyo lho! Baru tahu kan? hehe


4. Johannes Leimena

Johannes Leimena

Johannes Leimena lahir di Ambon, Maluku pada tanggal 6 Maret 1905 dan beliau wafat di Jakarta pada 29 Mei 1977.

Beliau adalah salah satu anggota panitia Kongres Pemuda II dan salah satu tokoh politik yang sering juga menjabat sebagai salah satu Menteri Kabinet Indonesia.

Bahkan, juga menjadi satu-satunya Menteri Indonesia yang sempat menjabat sebagai Menteri selama kurang lebih 21 tahun secara berturut-turut.

Johannes Leimena udah bergabung sejak Kabinet Sjahrir II pada tahun 1946, sampai bergabung pada sistem kabinet Dwikora II pada tahun 1966.

Setidaknya, ada 18 kabinet di masa jabatannya sebagai seorang Menteri Kesehatan, Wakil Perdana Menteri, Wakil Menteri Pertama, dan juga menjabat sebagai seorang Menteri Sosial.

Gak cuma berperan aktif sebagai seorang Menteri aja, tapi Leimena juga sempat bergabung jadi anggota dari KOTI atau Komando Operasi Tinggi dalam rangka Trikora.

Jadi, Johannes Leimena juga menyandang pangkat Laksamana Madya atau Tituler di TNI-Angkatan Laut.


5. Djoko Marsaid

Djoko Marsaid

Djoko Marsaid yang punya nama lain Tirtodiningrat ini mempunyai peran sebagai wakil ketua pada Kongres Pemuda II berlangsung.

Selain sebagai wakil ketua, Djoko Marsaid juga jadi perwakilan dari organisasinya yang bernama Jong Java.

Walaupun gak banyak informasi tentang Djoko Marsaid, tapi Djoko Marsaid tetap tercantum sebagai salah satu tokoh penting selama perumusan Sumpah Pemuda berlangsung pada waktu itu.


6. Amir Syariffudin Harahap

Amir Syariffudin Harahap

Tokoh sejarah yang bernama Amir Syariffudin Harahap ini lahir di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 27 April 1907.

Beliau merupakan seorang politikus sosialis dan juga sempat menjadi pemimpin terawal bangsa Indonesia melalui sistem kabinetnya.

Sebagai perwakilan dari Jong Batak Bond, Amir Syariffudin Harahap jadi anggota aktif dalam perumusan Sumpah Pemuda, dimana beliau sering menyumbangkan ide-ide baru sampai proses perumusan selesai.

Beliau sangat aktif dalam pergerakan anti penjajahan Jepang dan keaktifannya itu membuat dia terancam hukuman mati.

Bahkan waktu itu, Amir Syariffudin Harahap menjabat sebagai perdana menteri saat masa-masa Revolusi Nasional.

Sayangnya, dia harus dihukum mati karena keterlibatannya dalam pemberontakan kaum komunis di Madiun pada tahun 1948.


7. Wage Rudolf Supratman

Wage Rudolf Supratman

Wage Rudolf Supratman ini lahir di Purworejo, Jawa Tengah pada tanggal 9 Maret 1903 dan beliau wafat di Surabaya pada 17 Agustus 1938.

W.R. Supratman emang udah gak asing lagi buat seluruh warga Indonesia, dimana beliau diketahui sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Emang gak banyak yang tahu, kalo W.R. Supratman merupakan seorang wartawan, tokoh pers Indonesia, dan pengarah pada waktu itu.

Bahkan, beliau juga mempunyai kemampuan yang mahir dalam memainkan biola, dan beliau jadi salah satu tokoh penting dalam Sumpah Pemuda.

Dimana, pada malam penutupan Kongres Pemuda II, W.R Supratman memainkan suatu lagu secara instrumental tanpa teks dengan biola, dan lagu itu yang sekarang jadi lagu kebangsaan Indonesia Raya.


8. Sarmidi Mangunsarkoro

Sarmidi Mangunsarkoro

Tokoh sumpah pemuda bernama Sarmidi Mangunsarkoro ini lahir di Surakarta pada tanggal 23 Mei 1904 dan beliau wafat di Jakarta pada 8 Juni 1957.

Beliau merupakan salah satu aktivis atau pejuang pendidikan nasional di Indonesia. Dan, di tahun 1949-1950 beliau sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

S. Mangunsarkoro ini punya peran dalam perumusan Sumpah Pemuda. Beliau sering mengutarakan ide-ide atau sering juga berbicara tentang pendidikan, terutama bagi anak bangsa Indonesia.


9. Kartosoewirjo

Kartosoewirjo

Tokoh Sumpah Pemuda bernama Sekarmdji Maridjan Kartosoewirjo lahir di Cepu, Jawa Tengah pada tanggal 7 Februari 1905.

Beliau bersekolah di Holland Inlandsche School (HIS) di Rembang. Sekolah tersebut merupakan sekolah elit buat anak Eropa dan Indonesia.

Kartosoewirjo merupakan seorang pimpinan DI/TII yang sempat mendeklarasikan Negara Islam Indonesia dan punya peran aktif juga dalam Sumpah Pemuda.

Sebagai seorang tokoh Islam Indonesia, Kartosoewirjo sempat juga jadi pemimpin dalam pemberontakan Darul Islam melawan pemerintahan Indonesia yang berlangsung pada sekitar tahun 1949-1962.

Salah satu tujuan yang dilontarkan yaitu buat mengamalkan Pancasila dan keinginan buat mendirikan Negara Islam Indonesia yang berdasar pada hukum syariah.

Tapi Kartosuwiryo berakhir tragis, sampai akhirnya dia mengalami kekalahan dari harus dieksekusi pada tahun 5 September 1962 di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu.


10. Kasman Singodimedjo

Kasman Singodimedjo

Kasman Singodimedjo ini lahir di Purworejo, Jawa Tengah pada tanggal 25 Februari 1904 dan beliau wafat di Jakarta pada 25 Oktober 1982.

Kasman Singodimedjo adalah salah satu tokoh sejarah yang berhasil merintis adanya Pramuka di Indonesia dan juga salah satu tokoh yang berperan dalam Kongres Pemuda II.

Selama masanya, beliau sempat jadi Jaksa Agung Indonesia pada periode 1945-1946 dan juga sempat jadi Menteri Muda Kehakiman pada masa Kabinet Amir Syariffudin II di Indonesia.

Bahkan beliau juga merupakan ketua dari KNIP atau Komite Nasional Indonesia Pusat yang kemudian jadi cikal terbentuknya DPR atau Dewan Perwakilan Rakyat.


11. Mohammad Roem

Mohammad Roem

Mohamma Roem merupakan tokoh Sumpah Pemuda yang lahir di Jawa Tengah pada 16 Mei 1908 dan beliau wafat di Jakarta pada 24 September 1983.

Mohammad Roem merupakan seorang aktivis pemuda dan juga seorang mahasiswa hukum. Sempat juga mendapatkan perlakuan diskriminatif di sekolah Belanda.

Kemudian, Mohammad Roem bertekad dan aktif bergabung dalam perumusan Ikrar Sumpah Pemuda yang dilandaskan pada jiwa Nasionalisme didalam dirinya.


12. Adnan Kapau Gani

Adnan Kapau Gani

Adnan Kapau Gani adalah tokoh sejarah yang lahir di Palembayan, Agam, Sumatera Barat pada 16 September 1905 dan beliau wafat di Palembang pada 23 Desember 1968.

A.K. Gani gak cuma jadi seorang aktivis pemuda yang aktif dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia, seperti dalam perumusan Sumpah Pemuda.

Tapi, beliau juga merupakan seorang dokter. Selain itu, beliau juga sempat menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada masa Kabinet Amir Syariffudin I dan II.


13. Sie Kong Liong

Sie Kong Liong

Sie Kong Liong mempunyai peran yang sangat penting dalam peristiwa kongres Sumpah Pemuda II atau perumusan ikrar Sumpah Pemuda berlangsung.

Kenapa begitu?

Karena, rumah milik Sie Kong Liong lah yang menjadi tempat berkumpul sampai berlangsungnya Kongres Sumpah Pemuda II.

Rumahnya sendiri yang berada di Jalan Kramat Raya nomor 106, dimana sekarang udah dijadikan sebagai salah satu museum sejarah, yaitu Museum Sumpah Pemuda.


Itulah tokoh Sumpah Pemuda yang mempunyai peran penting masing-masing dalam pelaksanaan Kongres Pemuda II atau perumusan ikrar Sumpah Pemuda.

Walau semua anggota atau tokoh yang tergabung didalamnya berasal dari latar belakang yang beda-beda, tapi mereka tetap berjuang bersama atas nama pemuda Indonesia buat mengupayakan kemerdekaan Indonesia itu sendiri.

Dimana, kemudian menghasilkan suatu ikrar yang mengandung 3 poin penting sebagai dasar cita-cita akan lahirnya “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”.

Semoga ulasan diatas bisa membantu dan bermanfaat 😀

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 30 Juli 2020 - Published : 30 Juli 2020