Sikap dan Perilaku yang Mencerminkan Komitmen Persatuan

Keluarga merupakan salah satu elemen penting dalam masyarakat buat terus membina persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Sikap dan perilaku kamu di luar rumah seperti di sekolah, lingkungan kerja, atau lingkungan masyarakat bisa jadi cerminan dari perilaku kamu di dalam lingkungan keluarga.

Makanya, akan sangat baik kalo kamu memulai sesuatu yang baik di dalam keluarga, supaya bisa menerapkan kebaikan tersebut di lingkungan yang lain.

Salah satu hal baik yang bisa kamu ambil dari lingkungan keluarga yaitu adanya sikap dan perilaku yang mencermikan komitmen persatuan di lingkungan keluarga.

Ingin tahu apa aja contoh sikap dan perilaku yang mencerminkan komitmen persatuan di lingkungan keluarga? Yuks langsung simak aja!


Contoh dari Sikap dan Perilaku Komitmen Persatuan

Dibawah ini, ada beberapa contoh Sikap dan perilaku yang mencermikan komitmen persatuan di lingkungan keluarga, yaitu:

1. Saling menghormati sesama anggota keluarga

Saling menghormati sesama anggota keluarga

Walau didalam sebuah keluarga ada urutan yang berdasarkan usia, tapi semua anggota harus bisa menghormati satu sama lainnya.

Bukan berarti, anggota yang lebih tua boleh gak menghormati anggota yang lebih muda. Semua anggota keluarga itu punya hak yang sama dan semuanya harus dihormati.

2. Saling mencintai sesama anggota keluarga

Saling mencintai sesama anggota keluarga

Dengan adanya rasa mencintai sesama anggota keluarga, maka secara otomatis orang yang dicintai juga akan membalas rasa cintanya.

Contohnya aja seperti orang tua dan anak, gak ada orang tua yang gak mencintai anaknya.

Begitu juga sebaliknya, walau anak gak akan bisa sepenuhnya membalas rasa cinta terhadap orang tua, tapi anak akan selalu membalas rasa cinta orang tuanya.

3. Bekerjasama dengan menyelesaikan urusan rumah

Bekerjasama dengan menyelesaikan urusan rumah

Jadi tuh, pelaku rumah tangga bukan cuma orang tua, anak juga udah seharusnya ikut bekerjasama dalam menyelesaikan urusan rumah tangga.

Anggota keluarga bisa saling membantu menyelesaikan urusan rumah tangga, sebagai wujud dari sikap dan perilaku yang mencermikan komitmen persatuan di lingkungan keluarga.

4. Menjalankan kewajiban dengan ikhlas dan tulus

Menjalankan kewajiban dengan ikhlas dan tulus

Udah selayaknya, kalo setiap anggota keluarga diberi kewajiban yang jadi tanggung jawab individu masing-masing.

Contohnya: Ayah wajib bekerja mencari nafkah, ibu wajib mengurus rumah tangga dan anak punya kewajiban buat belajar atau bekerja sesuai dengan yang dicita-citakan.

Kewajiban tersebut harus dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas.

Karena, dengan adanya komitmen persatuan, maka setiap anggota keluarga akan punya kesadaran buat menjalankan kewajiban sesuai dengan fungsinya.

5. Mengakui keberadaan fungsi setiap anggota keluarga

Mengakui keberadaan fungsi setiap anggota keluarga

Selain tulus dan ikhlas menjalankan kewajiban sesuai dengan fungsinya, anggota keluarga juga harus menyadari dan mengakui fungsi-fungsi tersebut.

Contohnya: Peran ayah dalam keluarga adalah sebagai kepala keluarga.

Makanya, anggota keluarga lain udah seharusnya menghargai keputusan-keputusan yang diambil oleh kepala keluarga buat kepentingan bersama.

6. Melakukan musyawarah bersama anggota keluarga

Melakukan musyawarah bersama anggota keluarga

Musyawarah dalam keluarga sangat penting. Keputusan yang menyangkut kepentingan bersama menyertakan anggota keluarga dalam proses musyawarah.

Selama proses musyawarah, harus ada sikap dan perilaku yang mencermikan komitmen persatuan di lingkungan keluarga. Karena kalo gak, maka mufakat gak akan tercapai.

7. Menyelesaikan masalah dalam keluarga dengan musyawarah

Menyelesaikan masalah dalam keluarga dengan musyawarah

Dalam keluarga pasti ada masalah yang yang akibatnya berimbas pada seluruh anggota keluarga. Makanya, dalam penyelesaiannya juga harus dilaksanakan dengan proses musyawarah.

Musyawarah akan mempersatukan pendapat dan pandangan dari setiap anggota keluarga. Dari situ keputusan akhir bisa diambil, dengan gak mengkesampingkan kepentingan bersama.

8. Adanya sikap saling terbuka antar anggota keluarga

Adanya sikap saling terbuka antar anggota keluarga

Dengan adanya sikap saling terbuka itu sangat penting buat memantau apakah semua berjalan lancar, apakah ada masalah yang terjadi pada tiap anggota keluarga.

Dengan begitu, masalah akan bisa diselesaikan sedini mungkin, tentu aja dengan musyawarah dengan anggota keluarga.

Dari situlah, juga keluarga bisa menjalankan Peran Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian.

9. Mengembangkan sikap tenggang rasa dalam keluarga

Mengembangkan sikap tenggang rasa dalam keluarga

Tenggang rasa gak cuma bisa diterapkan antar umat beragama dalam masyarakat. Tenggang rasa dalam keluarga juga penting buat memupuk komitmen terhadap nilai persatuan.

Contohnya: Saat kakak sedang sibuk belajar, adik gak boleh menganggunya.

Karena, komitmen terhadap nilai persatuan akan memberikan kesadaran kalo anggota keluarga akan ikut senang apabila salah satu anggota keluarga bisa mencapai cita-citanya.

Tapi, kesuksesan di masa yang akan datang nantinya gak boleh membuat anggota keluarga lupa dengan keluarganya. OKE!

10. Beribadah bersama anggota keluarga

Beribadah bersama anggota keluarga
Beribadah bersama anggota keluarga (ebookanak.com)

Beribadah merupakan salah satu upaya manusia buat selalu kembali ke jalan yang benar. Walau ibadah bisa dilakukan secara individual, tapi beribadah bersama keluarga akan lebih baik.

Anggota keluarga bisa saling mengingatkan dan bersama-sama menjalankan ibadah. Kalo kehidupan agama kamu berjalan baik, maka kamu bisa mengimplementasikannya dalam semua tingkatan kehidupan.

Walaupun pada kenyataannya ada satu keluarga dimana anggota keluarganya memeluk agama yang beda, tapi anggota keluarga bisa saling mengingatkan dalam hal ibadah dan tentu aja mengembangkan sikap tenggang rasa.

11. Melakukan kegiatan bersama tanpa adanya paksaan

Melakukan kegiatan bersama tanpa adanya paksaan

Kalo kamu berkomitmen pada rasa persatuan, maka udah seharusnya kamu melaksanakan segala sesuatu dalam keluarga dengan ikhlas tanpa dipaksakan.

Begitu juga dalam melakukan kegiatan bersama dengan keluarga.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga seperti berekreasi, belorahraga bersama, atau sekedar menonton televisi bersama akan jauh lebih menyenagkan kalo setiap anggota keluarganya menyadari kalo keluarga yaitu satu kesatuan.

12. Tidak memaksakan kehendak pada anggota keluarga lain

Tidak memaksakan kehendak pada anggota keluarga lain

Dalam melakukan sikap dan perilaku yang mencerminkan komitmen persatuan di lingkungan keluarga yaitu gak memaksakan kehendak.

Contohnya:

  • Gak seharusnya orang tua memaksakan cita-cita yang belum bisa ia capai kepada anaknya. Bukan juga berarti kalo orang tua yang seorang dokter harus punya anak seorang doketer juga.
  • Anak juga gak boleh memaksakan keinginannya pada orang tua tanpa tau kondisi dan situasi rumah tangga.

Nah, disitulah komunikasi dan musyawarah antar anggota keluarga mempunyai kedudukan yang sangat penting.


Manfaat dari Sikap dan Perilaku Komitmen Persatuan

Manfaat dari Sikap dan Perilaku Komitmen Persatuan

Dengan melaksanakan sikap dan perilaku yang mencerminkan komitmen persatuan, ada banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapatkan, lho!

Manfaat tersebut gak cuma hadir di lingkungan keluarga, tapi juga di lingkungan yang lain.

Karena, segala sesuatu yang kamu lakukan dalam lingkungan keluarga bisa jadi landasan atau pedoman tentang apa yang akan kamu dapatkan di lingkup yang lain.

Berikut ini, ada beberapa manfaat yang bisa kalian semua ambil, diantaranya yaitu:

  • Memperkokoh persatuan dalam lingkup lebih luas.
  • Rumah tangga aman dan tenteram.
  • Terjalin komunikasi yang baik.
  • Tercapainya tujuan-tujuan hidup.
  • Kebutuhan hidup terpenuhi.
  • Tercipta kerukunan.
  • Hidup lebih harmonis.

Akibat Tidak Melakukan Sikap dan Perilaku Komitmen Persatuan

Akibat Tidak Melakukan Sikap dan Perilaku Komitmen Persatuan

Jadi, sangat penting lho! Adanya sikap dan perilaku yang mencerminkan komitmen di lingkungan keluarga, yang buat kamu gak boleh lupa dalam melaksanakannya.

Karena kalo gak, tentu aja ada beberapa akibat yang kurang menyenangkan dalam kehidupan kita. Baik dalam lingkup keluarga, ataupun lingkup lainnya.

Apa aja akibatnya? Seperti dibawah ini nih:

  • Bersikap acuh tak acuh dan gak mengindahkan perkataan anggota keluarga lain.
  • Gak ada kepedulian anggota keluarga pada kebutuhan rumah tangga.
  • Kegiatan diluar lingkungan keluarga gak berjalan dengan baik.
  • Merasa terpaksa dalam melakukan kegiatan.
  • Sering terjadi masalah di lingkungan keluarga.
  • Gak ada keterbukaan antara anggota keluarga.
  • Sering terjadi perselisihan.
  • Gak tercapai tujuan hidup.

Gimana nih, ulasan tentang Sikap dan Perilaku yang Mencerminkan Komitmen Persatuan di Lingkungan Keluarga? Mudah dipahami kan?

Nah kalo kamu ada pertanyaan, kamu bisa langsung tulis aja yak dikolom komentar dibawah ini! Semoga bisa membantu dan bermanfaat 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 1]
Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 21 Juni 2020 - Published : 21 Juni 2020