Teks Editoral

Kamu pernah gak, menemui sebuah teks yang isinya tentang pendapat pribadi dari seseorang terhadap suatu masalah?

Nah kalo pernah, artinya secara dasar atau gak sadar kamu itu udah membaca sebuah teks editoral atau teks opini.

Ingin tahu lebih tentang teks editoral? Yuks, langsung aja simak pembahasannya dibawah ini!


Apa Itu Teks Editoral?

Apa Itu Teks Editoral

Teks editoral merupakan teks yang berisi pendapat pribadi seseorang terhadap suatu masalah atau isu aktual.

Isu atau masalah tersebut meliputi masalah sosial, politi, ataupun ekonomi yang mempunyai hubungan secara signifikan dengan politik.

Meski begitu, pengungkapan teks tersebut harus juga didasari dan dilengkapi dengan bukti, data / fakta, ataupun alasan yang logis dan bijak supaya pembaca atau pendengar bisa menerimanya dengan baik dan bijak juga.

Ada ahli bernama Dja’far H Assegaf dalam bukunya “jurnalistik masa kini” menjelaskan tentang teks editoral, jadi isinya:

Pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dan tujuannya buat mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol sebegitu rupa, jadi buat kebanyakan pembaca surat kabar akan menyimak pentingnya arti berita yang ditajukkan tadi.


Tujuan dan Manfaat Teks Editoral

Tujuan dan Manfaat Teks Editoral

Tujuan teks editorial:

  • Mengajak pembaca buat ikut berpikir dalam masalah (isu/topik) yang sedang hangat terjadi di kehidupan sekitar.
  • Memberikan pandangan kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang.

Manfaat teks editorial:

  • Teks editorial memberikan informasi kepada pembaca.
  • Buat merangsang pemikiran.
  • Teks editorial bisa membantu menggerakkan pembaca buat melakukan suatu tindak.

Fungsi Teks Editoral

Fungsi Teks Editoral

Terdapat beberapa fungsi dari sebuah teks editorial, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Secara umum, fungsi tajuk rencana yaitu bisa menjelaskan suatu berita dan akibatnya kepada masyarakat.
  • Memberi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhi dengan lebih menyeluruh.
  • Terkadang ada analisis kondisi yang fungsinya buat mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan yang bisa terjadi.
  • Meneruskan penilaian moral mengenai berita tersebut.

Ciri – Ciri Teks Editoral

Ciri - Ciri Teks Editoral

Berikut ini, ada beberapa ciri-ciri dari sebuah teks editoral, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Topik tulisan teks editorial harus selalu yang sedang banyak di perbincangkan oleh kalangan masyarakat, bersifat aktual, dan juga faktual.
  • Teks editorial harus bersifat sistematis dan logis.
  • Teks editorial merupakan sebuah opini atau suatu pendapat yang bersifat argumentative.
  • Teks editorial sangat menarik buat dibaca, hal ini karena ditulis dengan memakai kalimat yang singkat, padat, dan yang pastinya jelas.

Jenis – Jenis Teks Editoral

Jenis - Jenis Teks Editoral

1. Interpretaive Editoral

Tujuannya yaitu buat menjelaskan isu dengan memberikan fakta dan juga figur buat memberikan pengetahuan.

2. Controversial Editoral

Tujuannya yaitu buat meyakinkan seorang pembaca pada keinginan atau menumbuhkan kepercayaan si pembaca terhadap suatu isu atau masalah.

Dalam jenis teks editorial ini, terkadang pendapat yang berlawanan akan digambarkan lebih buruk.

3. Explantory Editoral

Tujuannya yaitu buat menyajikan suatu masalah atau isu, supaya bisa dinilai oleh si pembaca.

Tujuan lain dari teks editoral ini yaitu buat mengidentifikasi suatu masalah dan membuka mata masyarakat supaya bisa memperhatikan suatu masalah atau isu.


Struktur Teks Editoral

Struktur Teks Editoral

Teks editoral ini mempunyai 3 struktur yang fungsinya buat menyusun suatu teks editoral tersebut, yaitu:

1. Pernyataan Pendapat (Tesis)

Tesis ini berisi suatu sudut pandang si penulis mengenai masalah atau isu yang sedang dibahas, biasanya berisi teori yang diperkuat dari sebuah argumen.

2. Argumentasi

Biasanya argumentasi ini berisi tentang alasan atau bukti yang gunanya buat memperkuat pernyataan dalam tesisi.

Argumentasi yang diberikan bisa berupa pertanyaan umum atau data hasil penelitian, pernyataan para ahli, atau fakta – fakta melalui referensi yang bisa dipercaya.

3. Pernyataan atau Penegasan Ulang Pendapat (Reiteration)

Reiteration ini berisi suatu penegasan ulang pendapat yang didukung oleh suatu fakta di bagian argumentasi, yang mana buat memperkuat atau menegaskan.

Nah, penegasan ulang pendapat ini ada di bagian akhir teks editoral.


Kaidah Kebahasaan Teks Editoral

Kaidah Kebahasaan Teks Editoral

Kaidah kebahasaan yang dipakai dalam teks editorial gak berbeda jauh dengan teks prosedur kompleks yaitu memakai verba material.

1. Menggunakan Adverbia

Menggunakan adverbia ini tujuannya supaya si pembaca meyakini teks yang dibahas dengan memakai kata seperti selalu, sering, jarang, kadang-kadang, biasanya, dan lain-lainnya.

2. Menggunakan Konjungsi

Konjungsi merupakan suatu kata penghubung pada sebuah teks. Contohnya: Bahkan, dan lain-lainnya.

3. Menggunakan Verba Material

Verba material merupakan verba yang menunjukkan suatu perbuatan fisik atau peristiwa.

4. Menggunakan Verba Rasional

Verba rasional adalah verba yang menunjukkan suatu hubungan intensitas (pengertian P adalah Q) dan milik (mengandung pengertian P adalah Q).

5. Menggunakan Verba Mental

Verba mental yaitu verba yang menunjukkan persepsi (melihat, dan lainnya), efeksi (khawatir, dan lainnya), serta kognisi (mengerti, dan lainnya).

Jadi, pada verba mental ini ada partisipan pengindra dan fenomena.


Contoh Teks Editoral Singkat

Contoh Teks Editoral Singkat

Pelayanan Rumah Sakit dan Mutu Kesehatan Harus Ditingkatkan

Pada tahun lalu, ada sekitar 300 pengaduan tentang kurangnya pelayanan kesehatan diberbagai rumah sakit yang ada di Indonesia, jumlah itu juga dilaporkan dan diterima di Kemenkes (Kementrian Kesehatan).

Buat yang belum dilaporkan tentu masih ada lebih banyak lagi, salah satu hal yang menjadikan mutu pelayanan dokter kurang memuaskan mengenai soal penanganan terhadap para pasien.

Ada banyak Dokter yang belum bisa mengetahui penyakit dari pasien yang sebenarnya, jadi sering sekali obat yang diberikan gak tepat.

Seharusnya pemerintah terutama di bidang kesehatan harus selalu memperbaharui/meningkatkan mutu dari dokter di seluruh Indonesia secara berkala.

Jadi, hal tersebut tentu tujuannya supaya pelayanan kesehatan masyarakat bisa terhubungan dengan baik.


Itulah tadi pembahasan lengkap mengenai Teks Editorial yang bisa kalian pelajari.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut, bisa menambah wawasan dan pengetahuan kamu semuanya, terima kasih banyak atas kunjungannya 😀

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 21 Juni 2020 - Published : 21 Juni 2020

       

Tinggalkan komentar