Erosi

Salah satu jenis kerusakan tanah yang paling sering terjadi adalah erosi.

Apa itu erosi?

Pengertian Erosi

Contoh deflasi pada batuan
Contoh batuan yang terkena deflasi.

Erosi adalah proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alami dari satu tempat ke tempat lain dengan perantara suatu tenaga yang bergerak di atas permukaan bumi.

Tenaga itu bisa berasal dari air, angin, es atau air hujan yang terjadi secara terus menerus.

Pengertian Erosi Menurut Ahli

1. Effendi

Erosi adalah suatu peristiwa hilang atau terkikisnya tanah atau bagian tanah dari satu tempat ke tempat lain, baik disebabkan oleh pergerakan air, angin,dan es. 

2. Kartasapoetra

Erosi merupakan proses penghanyutan tanah oleh desakan-desakan atau kekuatan air dan angin baik yang berlangsung secara alamiah ataupun sebagai akibat tindakan/perbuatan manusia.

3. Hardjowigeno

Erosi adalah suatu proses di mana tanah dihancurkan dan kemudian dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, angin, sungai atau gravitasi.

4. Arsyad

Erosi adalah proses hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat yang terangkut oleh air atau angin ke tempat lain. 


Jenis-Jenis Erosi

Eksasrasi
Erosi akibat es (Eksarasi)

1. Ablasi

Ablasi merupakan erosi yang disebabka oleh aliran air yang mengalir. Ablasi juga dibagi kedalam beberapa tingkatan, yaitu:

  • Erosi Percik (Splash Erosion)

Erosi ini merupakan pengikisan tanah yang disebabkan oleh percikan air.

  • Erosi Lembar (Sheet Erosion)

Erosi kembar merupakan proses pengikisan tanah yang permukaan tanahnya memiliki ketebalan yang sama dan merata.

  • Erosi Alur (Riil Erosion)

Erosi alur disesbabkan oleh air yang berkumpul pada satu cekungan yang menyebabkan cekungan tersebut mengamali erosi tanah dalam jumlah yang lebih besar.

Agar alur ini bisa hilang, maka perlu dilakukan pengolahan tanah. Sehingga erosi tidak semakin meluas.

  • Erosi Parit (Gully Erosion)

Erosi parit memiliki skema atau proses erosi yang hampir sama dengan erosi alur, hanya saja untuk penanganannya tidak bisa dengan metode pengolahan tanah biasa.

2. Abrasi

Abrasi merupakan jenis erosi yang disebabkan oleh gelombang air laut.

Tinggi rendahnya ablasi yang terjadi ditentukan oleh besar kecilnya kekuatan gelombang air laut.

Ablasi ini terjadi pada dinding pantai yang dihantam gelombang scara terus menerus.

Bentang alam yang disebabkan oleh ablasi antara lain cliff (tebing terjal), notch (takik), gua pantai, wave cut platform (punggung yang terpoting gelombang) tanjung, dan teluk.

3. Eksarasi

Eksarasi merupakan erosi yang disebabkan oleh es dan biasanya terjadi di daerah yang memiliki musim sub tropis, dan di pegunungan tinggi.

Erosi ini diawali oleh turunnya salju pada lereng atau lembah, kemudian lama-kelamaan salju ini menumpuk dan memadat menjadi es.

Karena adanya gaya gravitasi, es yang tadi berada pada lereng turun kebawah.

4. Deflasi

Deflasi merupakan erosi yang terjadi akibat tenaga angin. Dalam hal ini angin menjadi penyebab utama dalam pengikisan sebuah batu.

Hal ini disebabkan oleh adanya partikel pasir dan debu yang dijadikan sebagai senjata utama dalam mengikis batuan.


Dampak Erosi

dampak erosi
dampak erosi

Erosi merupakan sebuah pengikisan lapisan tanah atau batuan yang dapat memberikan sebuah dampak positif atau negatif.

1. Dampak Positif

Pada hakikatnya tanah yang terkikis akibat adanya erosi biasanya memiliki unsur hara serta berabagi macam bahan organik yang bagus bagi kesuburan tanah yang berada di daerah endapan.

Tanah jenis ini bisa kita temui pada aliran sungai.

2. Dampak Negatif

Jika tadi tanah di daerah endapan akan subur, sebaliknya tanah yang terkena erosi akan berkurang produktivitasnya. Karena kandungan zat hara yang terdapat di dalamnya terkikis dan terbawa aliran.

Selain itu, akibat adanya erosi maka sungai juga akan semakin dangkal. Hal ini diakibatkan oleh adanya endapan pada dasar sungai.

Akibat dari pendangkalan ini, ekosistem pada sungai tersebut akan terganggu dan dapat menyebabkan ketidak seimbangan.

Selain dua hal di atas, erosi juga menyebabkan kemampuan tanah untuk meresap air hujan menjadi berkurang. Sehingga bisa mengakibatkan menipisnya cadangan air tanah.


Cara Mengatasi Erosi

Pada dasaranya, usaha yang dilakukan untuk mengurangi erosi tanah adalah dengan menggunakan metode pengawetan tanah.

Metode ini dibedakan menjadi ke dalam tiga jenis, yaitu:

1. Metode Vegetatif

Metode vegetatif adalah metode pengawetan tanah dengan cara menanami vegetasi (tumbuhan) pada lahan yang akan dilestarikan.

Dengan menggunakan metode ini, diharapkan dapat mengontrol erosi yang terjadi. Karena tanah akan terikat oleh akar tumbuhan.

Contoh dari metode vegetatif antara lain:

  • Reboisasi.
  • Penanaman secara kontur.
  • Pergiliran tanaman.
  • Penanaman tanaman secara bergaris.
  • Penanamaman tumbuhan penutup.

2. Metode Mekanik

Metode mekanik adalah metode pengawetan tanah melalui teknik-teknik pengolahan tanah yang bisa memperlambat aliran permukaan (run off), menampung, dan menyalurkan aliran permukaan dengan kekuatan tidak merusak.

Dengan artian, melalui metode mekanik adalah cara yang dilakukan untuk mengurangi pengikisan tanah akibat dari air tanah.

Cara yang dilakukan pada metode mekanik antara lain:

  • Terasering.
  • Pembuatan tanggul yang sejajar dengan kontur.
  • Pembuatan saluran air (drainase).
  • Pengolahan tanah menurut gars kontur (contour village)

3. Metode Kimia

Metode kimia merupakan metode dengan menggunakan bahan kimia untuk memperbaiki lapisan struktur tanah.

Pengawetan tanah dengan menggunkana metode kimia masih belum banyak digunakan, dikarenakan biayanya yang terbilang cukup mahal.


Demikian adalah pembahasan mengenai erosi, semoga informasi di atas menjadikan kamu lebih paham akan materi ini.


Daftar Pustaka

Anjayani,Eni.2009.Geografi: Untuk Kelas X SMA/MA.Jakarta:PT. Cempaka Putih.

Hartono.2007. Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Bandung: CV. Citra Praya.

Avatar
Titan Hermawan

Mahasiswa pendidikan ekonomi yang ahli mata pelajaran Geografi tingkat SMA dan pernah ditunjuk untuk mengikuti OSN Geografi

Update : 3 Agustus 2020 - Published : 3 Agustus 2020