Produksi Massal

Saat ingin menjalankan bisnis, faktor biaya produksi sering membuat pengusaha UMKM kesulitan bersaing dengan perusahaan lain dalam hal harga produk.

Hal itu tidak terlepas dari pengaruh biaya tetap yang akan selalu ada berapa pun produk yang dihasilkan.

Padahal, untuk kelas UMKM biasanya masih dikerjakan oleh tenaga manusia dan jumlahnya sangat terbatas.

Salah satu cara untuk mengurangi biaya produk adalah dengan produksi massal dan terus-menerus.

Hal itu dapat dilakukan dengan bantuan mesin dan biasanya dilakukan oleh pabrik-pabrik besar.

Pada artikel kali ini, akan dibahas tentang apa itu produksi massal.

Di samping itu, akan dibahas juga mengenai keuntungan maupun kerugian produksi massal.

Definisi Produksi Massal

Produksi massal atau mass production adalah standar pembuatan suatu produk atau barang beserta alur produksinya dan dilakukan secara berkelanjutan dalam jumlah yang sangat besar.

Proses produksi pada metode ini menggunakan assembly line atau dengan bantuan teknologi seperti mesin.

Untuk proses produksi biasanya dilakukan secara berulang, sehingga akan lebih efisien.

Untuk menerapkan produksi massal, diperlukan peralatan yang dapat mendukung pembuatan produk yang terstandarisasi atau produk yang sama dalam jumlah besar.


Karakteristik Produksi Massal

Secara pengertian, kamu tentu sudah mengerti tentang pengertian itu produksi massal.

Kamu akan mempelajari tentang karakteristik produksi massal. Berikut adalah beberapa karakteristik dari produksi massal.

Jumlah Produksi Sangat Banyak (Partai Besar)

Karakteristik pertama tentu pada jumlah produksinya yang sangat besar.

Skala produksinya bisa mencapai ribuan atau bahkan jutaan.

Hal itu tentu ditentukan juga oleh faktor jenis barang yang diproduksi dan juga target pasarnya.

Produk Sejenis

Pada saat dilakukan produksi massal, secara umum dilakukan hanya untuk produk-produk sejenis.

Seperti pada produksi mobil, sebuah pabrik biasanya hanya akan memproduksi satu jenis mobil saja dalam satu alur proses produksi.

Sedangkan untuk membuat varian yang berbeda, maka  akan dibuat alur produksi yang lain.


Proses Pengerjaan Berurutan

Produksi massal dikerjakan melalui rangkaian proses yang berurutan di masing-masing sektornya.

Setiap sektor akan berfokus pada pekerjaannya sendiri.

Di bagian pemasangan pintu mobil misalnya, semua kegiatan yang dilakukan pada sektor ini tidak jauh dari menyiapkan daun pintu yang sudah dibuat dan proses pemasangannya.

Penggunaan Mesin dan Proses Pekerjaan yang Berulang

Selain karena mesin tidak terpengaruh oleh kondisi psikis, mesin juga dapat bekerja lebih konsisten dan terus menerus.

Misalnya dalam pembuatan sepatu, proses pemotongan pola dasar tentu merupakan hal yang mudah dan bisa dilakukan manusia.

Namun, jika harus dilakukan hingga puluhan ribu kali tentu sangat berat bila dilakukan oleh manusia.

Minim Supervisi

Semakin canggihnya mesin yang digunakan, peran supervisi menjadi semakin minim.

Hal itu dkarena proses produksi dilakukan oleh mesin.

Sehingga peran supervisi hanya untuk memantau sektor produksi yang terhambat atau mesin yang tidak berjalan secara normal.


Kelebihan Produksi Massal

Semakin diminatinya sebuah produk, maka akan semakin besar pula kebutuhan produksinya.

Untuk itulah produksi massal dilakukan.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa kelebihan dari produksi jenis ini.

Meningkatkan Produktifitas

Tidak bisa dipungkiri bahwa produksi massal akan menambah produktifitas dari sebuah perusahaan.

Dengan begitu, perusahaan dapat melayani lebih banyak pasar dan mampu melayani pembelian dalam jumlah besar.

Menurunkan Biaya Produksi

Biaya produksi erat kaitannya dengan biaya variabel (variable cost) dan biaya tetap (fix cost).

Kedua biaya tersebut dapat dikurangi dengan proses produksi secara massal.

Untuk membeli bahan dasar berupa kain, tentu membeli kain akan lebih murah dengan pembelian dalam jumlah besar atau secara grosir.

Selain itu, dari segi fix cost juga dapat mengurangi biaya per unit yang diproduksi.

Misalnya biaya sewa gedung, memproduksi 10 barang dengan 10.000 barang akan dibebani biaya yang sama.

Tentu dengan produksi massal, beban yang ditanggung setiap unit produk akan lebih sedikit karena akan dibagi ke lebih banyak produk.

Waktu Lebih Efisien

Penggunaan mesin dalam proses dalam jumlah banyak memungkinkan pembuatan barang hingga puluha nribu unit hanya dalam beberapa jam saja.

Hal ini akan lebih efisien dan dapat meningkatkan daya saing perusahaan dalam memenuhi permintaan lebih cepat dan lebih banyak.


Kekurangan Produksi Massal

Selain memberikan kelebihan pada perusaahaan, produksi massal juga memiliki beberapa kekurangan.

Beberapa di antaranya sebagai berikut.

Membutuhkan Modal yang Besar

Penggunaan mesin-mesin produksi tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Untuk dapat memenuhinya dibutuhkan investasi yang sangat besar.

Sehingga produksi massal hanya bisa dilakukan oleh orang-orang atau perusahaan yang memiliki modal besar.

Motivasi Pekerja Menurun

Kapasitas produksi yang tinggi membuat pekerja juga harus menyesuaikan dengan target tersebut.

Hal ini membuat pekerjaan semakin melelahkan bagi tenaga manusia.

Meski hanya pada bagian-bagian yang tidak terlalu rumit, namun dilakukan secara terus-menerus dapat menurunkan motivasi para pekerja.

Kurang Fleksibel

Produksi massal tidak akan berjalan dengan baik karena dikerjakan secara berurutan.

Jika salah satu proses produksinya tersendat dapat terjadi gagal produksi sesuai target.

Resiko Perombakan Total

Ketika menentukan desain alur produksi, sebuah perusahaan harus memikirkannya dengan matang.

Karena jika terjadi kesalahan, maka harus dilakukan perombakan seluruh infrastruktur pendukungnya.

Tentu ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.


Proses Produksi Massal

Produksi massal dikenal istilah assembly line atau proses perakitan.

Proses ini membagi kegiatan manufaktur ke dalam beberapa tahapan.

Sehingga pekerja hanya berfokus pada bagiannya saja.

Hal ini dapat mengurangi beban gaji yang dibutuhkan.

Karena tidak perlu merekrut pekerja dengan skill yang tinggi.

Adanya assembly line ini, standar produk dapat terjamin, volume produksi lebih besar dan biaya juga lebih sedikit.

Dari artikel di atas, kini kamu dapat semakin memahami pengertian produksi massal dan juga kelebihan serta kekurangannya.

Secara garis besar, produksi massal dilakukan agar produktifitas semakin tinggi namun tetap menggunakan biaya yang lebih sedikit.


Daftar Pustaka

daftar pustaka

Ginting, Rosnani. 2008. Ekonomi. Sistem Produksi. Yogyakarta : Graha Ilmu

Furqon, Z. 2019. Ekonomi. Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Yogyakarta : Andi

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 0 Average: 0]
Avatar
Vira Mahdiya

Saya mendalami Ilmu Pengetahuan Sosial sewaktu SMA dan sekarang Alhamdulillah menjadi mahasiswi di salah satu universitas favorit di Yogyakarta

Update : 7 September 2020 - Published : 4 Agustus 2020

       

Satu pemikiran pada “Produksi Massal”

  1. persaingan antarpelaku usaha dalam menjalankan kegiatan produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa. Masyarakat Indonesia khususnya para pelaku bisnis sangat merindukan sebuah undang-undang yang secara komprehensif mengatur tentang persaingan sehat.

    Balas

Tinggalkan komentar