Doa Masuk Kamar Mandi

Kamar Mandi atau WC adalah tempat najis yang dimana kita biasa membuang hajat, baik besar maupun kecil.

Tempat ini menjadi tempat favorit bagi para jin untuk menetap, dimana sebagaimana dikatakan guru kami Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal MSc.

Sesungguhnya jin dan syaitan itu juga memiliki tempat tinggal, sebagaimana kita memiliki tempat tinggal, dan salah satu tempat tinggal jin dan syaitan ini adalah kamar mandi atau jamban.

Maka dari itu didalam kitab Tharah mengenai bab bersuci sebagaimana dikatakan Syaikh Abdul Azhim bin badawi al -khalafi, apabila kita hendak masuk wc atau buang hajat sebaiknya memperhatikan adab adab berikut :


Adab adab Buang Hajat

1. Membaca Doa

Apabila kita hendak memsuki al-khalaa’ atau WC hendaknnya kita membaca doa untuk melindungi diri kita dari gangguan jin dan syaitan.

Dari ‘Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Nabi shalalllahu alaihi wa sallam, apabila hendak memasuki wc maka membaca :

Bacaan Doa Masuk Wc Arab

بِسْمِ اللهِ، اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

Bacaan Doa Masuk Wc Latin

Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits

Arti Bacaan Doa Masuk Wc

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan

HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375

2. Masuk dengan Kaki Kiri

Apabila kita dihadapkan dalam perkara yang tidak baik maka hendaknnya kita mendahulukan yang kiri dibanding kanan, contohnnya adalah memasuki kamar mandi ini.

Namun apabila kita dihadapkan dalam perkara yang baik, seperti memakai baju, menyisir dll, maka hendaknnya kita mendahulukan yang kanan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap  perkara (yang baik-baik)

HR. Bukhari no 168

3. Menjauhkan diri ketika buang hajat

Apabila kita hendak membuang hajat, maka hendaklah kita menutup dan menjauh dari manusia.

Hal ini berlaku apabila kita berada di daerah terbuka, sebagaimana dikatakan oleh Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata :

Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.

HR Ibnu Majah no 335, shahih

4. Tidak Membawa Sesuatu yang bertuliskan Nama Allah

Rasulullah memiliki cincin, dimana cincin tersebut bertuliskan “Muhammaf Rasulullah”, dan ketika beliau memasuki wc beliau meletakannya diluar, tidak membawannya masuk.

Apakah hanya cincin ? Tentu tidak semua hal yang terdapat tulisan Allah maka itu dilarang untuk dibawa ke wc.

Ada yang mengatakan bahwa hadist diatas mungkar, tapi memang benar cincin beliau shallallahu alaihi wa sallam bertuliskan “Muhammad Rasulullah”

Mungkar atau tidaknnya hadist diatas, namun sudah tertulis jelas didalam Al Qur’an surah Al Hajj ayat 32, Allah subhanahu wa ta alla berfirman :

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”

QS. Al Hajj: 32

5. Tidak Menghadap Kiblat / Membelakangi

Ketika kita hendak membuang hajat, hendaklah jangan hadapkan diri kita kearah kiblat atau membelangaki kiblat, maka hendaklah kita mengarah ke utara atau kesalatan.

Dimana hal ini tentu lebih baik, dan mengikuti sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

6. Jangan Berbicara di Kamar Mandi

Sering sekali dilalaikan atau bahkan dilupakan, pahala berbicara dikamar mandi ketika buang hajat itu sangat dilarang.

Namun banyak dikalangan masyarakat kita yang bahkan tidak hanya berbicara melainkan bernyanyi didalam wc.

Syaikh Ali Basam mengatakan bahwa, Haram berbicara dengan orang lain ketika buang hajat, karena perbuatan ini adalah perbuatan yang hina, menunjukan kurangnya rasa malu dan merendahkan murua’ah (harga diri).

7. Membaca Doa Keluar Wc

Setelah selesai dengan hajat yang kita tunaikan didalam wc, maka apabila kita hendak keluar wc maka ucapkanlah doa “Ghufronaka“.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata :

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa setelah beliau keluar kamar mandi beliau ucapkan “ghufronaka” (Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu).

HR. Abu Daud no 30

Syaikh Muhammad bin sholih Al’ Utsaimin rahimahullah menjelaskan, kenapa seseorang yang keluar dari wc, di sunnahkan untuk membaca “Ghufronaka” ketika ia keluar dari Wc.

Karena pada saat itu ia telah dimudahkan oleh Allah dalam mengeluarkan hajatnya, maka dari itu ia kemudian diperintahkan berdoa untuk menghapuskan segala dosa dosanya.


Daftar Pustaka :

  1. Rumaysho.com, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc “Adab ketika buang hajat”
  2. Almanhaj.or.id, Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi “Adab adab buang hajat”
  3. Muslim.or.id, Ustadz Muhammaf Abduah Tuasikal, MSc “Kediaman Jin”
Avatar
Riki Ramdhani

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Founder salah satu program kemanusiaan terbaik di Purwokerto, Musharaka Project.

Update : 2 Agustus 2020 - Published : 2 Agustus 2020