Efek Rumah Kaca

Kok, semakin hari suhu di permukaan bumi ini terasa semakin panas yah? Kira – kira kenapa ya, suhu di bumi semakin meningkat?

Ternyata, peningkatan suhu di permukaan bumi ini disebabkan oleh adanya pemanasan global.

Jadi, pemanasan global tersebut dipicu dengan adanya aktivitas efek rumah kaca.

Efek rumah kaca? Apa sih itu efek rumah kaca? Gimana sih, proses terbentuknya efek rumah kaca itu? Penasaran? Yuk simak ulasannya berikut ini!


 

Apa Itu Efek Rumah Kaca?

Apa Itu Efek Rumah Kaca

Apa sih, yang kamu ketahui tentang efek rumah kaca itu? Nah sebelum mengetahui apa itu efek rumah kaca, sebaiknya kamu ketahui dulu apa itu rumah kaca.

Rumah kaca yaitu suatu bangunan yang didesain sedemikian rupa, jadi menyerupai rumah yang alas, dinding, dan atapnya terbuat dari kaca.

Dengan adanya rumah kaca ini, diharapkan udara panas bisa terperangkap didalamnya agar saat musim dingin tiba, para petani masih bisa bercocok tanam.

Terus, apa sih hubungan antara rumah kaca dan efek rumah kaca tersebut? Jadi,

Efek rumah kaca ini punya kesamaan dengan rumah kaca, yaitu terperangkapnya radiasi sinar Matahari di atmosfer Bumi.

Gas di atmosfer Bumi yang mampu menahan cahaya Matahari disebut sebagai gas rumah kaca. Contoh gas rumah kaca yaitu CO2 (karbondioksida).

Tanpa adanya efek rumah kaca ini, suhu Bumi cuma -18o C, jadi seluruh permukaan Bumi akan tertutup oleh es. 

Sebenarnya, efek rumah kaca yaitu fenomena yang memberikan banyak manfaat buat kelangsungan hidup di Bumi.

Masalahnya, kalo konsentrasi gas rumah kaca di udara semakin banyak, maka semakin banyak panas yang terperangkap di Bumi.

Hal itu menyebabkan, suhu bumi semakin meningkat setiap tahunnya. Kalo dibiarkan terus menerus, banyak populasi makhluk hidup yang akan musnah.


 

Penyebab Efek Rumah Kaca

Penyebab Efek Rumah Kaca

Apa aja sih, gas – gas yang bisa menyebabkan efek rumah kaca? Berikut beberapa jenis gas tersebut:

  1. Uap air (H2O)
  2. Karbondioksida (CO2)
  3. Metana (CH4)
  4. Ozon (O3)
  5. Nitrous Oksida (N2O)
  6. CFC (Chloro Fluoro Carbon) dan HFC (Hidro Fluoro Carbon).

Kontribusi masing-masing gas bergantung pada lamanya gas bertahan di atmosfer. Salah satu gas yang mampu bertahan cukup lama di atmosfer yaitu CO2.

Contoh aktivitas manusia yang menghasilkan banyak emisi gas CO2 atau gas rumah kaca lainnya yaitu sebagai berikut ini:

1. Industri Pertanian

Penggunaan pupuk nonorganik buat meningkatkan hasil pertanian ternyata membawa dampak buruk buat lingkungan sekitar.

Karena, penggunaan pupuk tersebut bisa menghasilkan gas rumah kaca seperti nitrous oksida (N2O) yang nantinya dilepaskan ke udara.

 

2. Pembakaran Hutan

Pembakaran hutan secara besar – besaran ini akan menyebabkan peningkatan efek rumah kaca yang cukup tinggi, lho!

Karena, akan terbentuk hasil samping berupa gas rumah kaca seperti CO2 dan gas ini akan dilepaskan ke udara serta jadi penahan radiasi sinar Matahari.

 

3. Penggunaan CFC (Chloro Floro Carbon)

CFC adalah salah satu senyawa kimia yang dipakai sebagai pendingin di dalam kulkas ataupun AC.

Penggunaan CFC secara berlebih bisa mengakibatkan penipisan lapisan ozon. Molekul CFC bersifat ringan, jadi mudah berikatan dengan molekul ozon.

Kalo CFC dan ozon tersebut bereaksi, lapisan ozon akan menjadi semakin tipis.

 

4. Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor

Pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor ini, akan menghasilkan gas rumah kaca berupa karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO2), dan uap air (H2O).

 

5. Industri Peternakan

Limbah industri peternakan seperti kentut dan kotoran sapi ternyata bisa menghasilkan gas rumah kaca, seperti karbondioksida (CO2) dan metana (CH4).

Jadi, semakin banyak limbah peternakan yang dibiarkan begitu aja, maka akan semakin besar juga gas rumah kaca yang dilepaskan ke udara.

 

6. Penebangan Pohon Secara Liar

Keberadaan tumbuhan sangat bermanfaat buat manusia. Selain buat sumber makanan, tumbuhan juga bisa dipakai buat media mengurangi efek rumah kaca.

Karena, buat melakukan fotosintesis, tumbuhan membutuhkan karbondioksida dan juga uap air.

Jadi, dengan semakin banyaknya penebangan pohon secara liar, maka keberadaan tumbuhan juga akan semakin terancam.

Artinya, kalo semakin berkurang tumbuhan, maka akan berkurang juga media buat mengurangi efek rumah kaca tersebut.

 

7. Penggunaan Bahan Bakar Batu Bara

Pembakaran batu bara secara berlebihan pada proses industri ataupun pembangkit listrik, maka akan menghasilkan gas sampingan yang berupa CO2.

Gas CO2 ini nantinya akan dilepaskan ke udara dalam bentuk emisi.


 

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca

Proses terjadinya efek rumah kaca juga berlangsung secara alami dengan bantuan sinar Matahari. Gimana prosesnya?

Atmosfer bumi terdiri dari 4 lapisan, diantaranya yaitu Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, dan juga Termosfer.

Saat Matahari memancarkan radiasinya, berlaku keadaan seperti berikut dibawah ini:

  1. 35% dari radiasi tersebut gak sampai di permukaan bumi. Buat radiasi gelombang pendek seperti alfa, beta, dan gamma, akan habis diserap oleh tiga lapisan teratas (termosfer, mesosfer, dan stratosfer) dan sisanya dipantulkan kembali ke luar angkasa.
  2. 65% sisanya masuk ke lapisan troposfer, seperti berikut ini:
    a. 14% diserap oleh uap air, debu, dan juga molekul gas.
    b. 51% sampai ke permukaan Bumi dengan ketentuan seperti ini:
    • 37% merupakan radiasi langsung.
    • 14% merupakan radiasi difus yang udah terhambur di lapisan troposfer oleh molekul gas atau partikel debu.
    • Radiasi yang sampai ke bumi ini, sebagian akan diserap dan sisanya dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi sinar inframerah.
  3. Sinar inframerah hasil pantulan tersebut nanti akan diserap oleh gas rumah kaca seperti uap air, CO2, CH4, dan O3.

Nah, sinar inframerah yang terperangkap didalam gas rumah kaca itulah yang akan menyebabkan baiknya suhu permukaan bumi.

Fenomena tersebut sering disebut juga sebagai efek rumah kaca.

Permasalahan yang muncul, kadar gas rumah kaca di atmosfer semakin banyak karena aktivitas dari manusia.

Hal tersebut, akan memicu dengan semakin banyaknya sinar inframerah yang terperangkap didalamnya, yang akan mengakibatkan dampak negatif dan bisa mengancam kehidupan makhluk di bumi.


 

Dampak dari Efek Rumah Kaca

Dampak dari Efek Rumah Kaca

Ada banyak sekali dampak kerusakan akibat peningkatan dari efek rumah kaca tersebut, yait sebagai berikut ini:

1. Tingkat Keasaman Air Laut Akan Meningkat

Dari gas rumah kaca yang di emisikan ke udara, sebagian akan terserap oleh air laut.

Nah, kalo kadar gas tersebut semakin banyak, maka yang terserap oleh air laut juga akan semakin banyak juga.

Akibat dari gas rumah kaca tersebut, tingkat keasaman air laut ini akan menjadi meningkat.

 

2. Naiknya Ketinggian Permukaan Air Laut

Dengan mencairnya es di kutub utara dan juga kutub selatan yang besar, maka akan berpengaruh pada ketinggian permukaan air laut.

Jadi, semakin banyak es di kutub yang mencair, maka akan semakin bertambah juga ketinggian pada permukaan air laut.

 

3. Naiknya Suhu Permukaan Bumi

Efek rumah kaca ini merupakan pemicu terjadinya pemanasan global (global warming).

Para ahli menyatakan, kalo pemanasan global yang terjadi sekarang diakibatkan oleh emisi rumah kaca pada masa lalu.

 

4. Rusaknya Ekosistem

Kenaikkan suhu permukaan bumi secara signifikan, mampu menyebabkan rusaknya habitat makhluk hidup. 

Akibatnya, semua ekosistem yang ada di bumi ini akan terancam rusak.

 

5. Mencairnya Es di Kutub

Kalo suhu pada permukaan bumi ini mengalami kenaikkan akibat efek rumah kaca, bukan gak mungkin bongkahan es di kutub utara dan juga selatan tersebut akan mencair dalam jumlah yang sangat besar.


 

Contoh dari Efek Rumah Kaca

Contoh dari Efek Rumah Kaca

Pemborosan Listrik

Penggunaan listrik yang boros, bisa menjadi salah satu contoh yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca.

Apalagi dengan kamjuan teknologi saat ini, pemakaian listrik jadi energi terbesar yang dipakai. Karena, saat ini manusia udah gak bisa hidup tanpa listrik.

Penggunaan listrik yang tinggi, maka akan mengakibatkan karbondioksida yang semakin banyak.

Sebagian pembangkit listrik akan mengeluarkan gas rumah kaca seperti gas CO2, melalui limbah asapnya dalam jumlah yang sangat banyak.

Karena, pembangkit tenaga listrik ini hampir ada di seluruh tempat, baik yang berskala kecil maupun berskala besar.


 

Cara Menanggulangi Tingginya Efek Rumah Kaca

Cara Menanggulangi Tingginya Efek Rumah Kaca

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan mulai sekarang, buat menanggulangi peningkatan efek rumah kaca, yaitu:

1. Menggalakan Reboisasi

Penanaman kembali hutan yang gundul merupakan salah satu solusi buat mengatasi emisi gas rumah kaca di udara.

Karena, tumbuhan akan menyerap karbondioksida dan juga uap air sebagai bahan baku fotosintesis.

 

2. Hemat Energi Listri

Cara buat mengatasi meningkatnya efek dari rumah kaca tersebut adalah dengan menghemat energi listrik dalam kehidupan sehari – hari.

Selain itu, kurangi juga pemakaian batu bara yang bisa menimbulkan emisi gas karbondioksida di udara.

 

3. Batasi Penggunaan Plastik

Plastik adalah senyawa polimer yang sangat sulit buat terdegradasi didalam tanah. Buat mengurangi limbah plastik di dalam tanah, cara yang paling tepat adalah dengan membakarnya.

Nah, pembakaran itulah yang akan menghasilkan gas karbondioksida dengan jumlah yang sangat besar.

Makanya, yuk kita semua kurangi atau mengganti penggunaan kantong plastik dengan kain dalam kehidupan sehari – hari.

 

4. Mengolah Limbah Peternakan

Limbah merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca, terlebih lagi limbah peternakan.

Nah, buat mengurangi emisi karbondioksida ataupun metana, maka limbah peternakan tersebut bisa diolah menjadi biogas.

Jadi, biogas inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif buat pengganti bahan bakar fosil.

 

5. Pakai Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Penggunaan bahan bakar ramah lingkungan ini, mungkin masih jarang ditemukan di Indonesia.

Contoh bahan bakar ramah lingkungan yaitu panel surya dan bahan bakar listrik.

Bahan bakar tersebut dikatakan ramah lingkungan, karena gak menghasilkan polutan yang berbahaya buat lingkungan sekitar.

 

6. Beralih dari Pupuk Nonorganik ke Pupuk Organik

Peningkatan hasil pertanian gak harus selalu memakai pupuk yang berbasis kimia atau nonorganik.

Kalo mampu memakai pupuk organik dengan kadar yang maksimal, maka hasil pertanian juga bisa melimpah, kok!

Nah, kalo pemakaian pupuk nonorganik ini bisa dikurangi, maka emisi gas N2O juga akan berkurang.

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 6 Juni 2020 - Published : 6 Juni 2020

       

Tinggalkan komentar