Cara Kerja Kapasitor

Kamu penasaran dan pengin tahu gimana cara kerjanya salah satu komponen elektronika, yaitu Kapasitor? Makanya, yuk langsung aja simak pembahasannya!


 

Pengertian Kapasitor

Pengertian Kapasitor

Kapasitor yaitu salah satu komponen elektronika pasif yang paling dasar dan paling banyak dipakai dalam sebuah rangkaian elektronika.

Komponen yang juga disebut dengan Kondensator (Condensator) ini, bisa menyimpan muatan listrik dalam sementara waktu, jadi sering dipakai sebagai penggeser fasa dan juga sebagai filter (penyaring) dalam pencatu daya.

Kapasitor juga punya sifat melewatkan arus AC (arus bolak – balik) dan menghambat arus DC (arus searah).

Kemampuan penyimpanan muatan listrik Kapasitor ini disebut dengan Kapasitansi dengan satuannya, yaitu Farad (F).


 

Struktur Dasar Kapasitor

Struktur Dasar Kapasitor

Sebuah kapasitor yang sederhana, pada dasarnya terdiri dari 2 keping pelat paralel yang dipisahkan oleh daerah non-konduktor.

Non-konduktor ini biasanya memakai bahan yang umumnya sering disebut dengan bahan dielektrik.

Bahan elektrik yaitu bahan yang sama dengan bahan isolator listrik yang bisa dipolaritaskan atau dikutubkan (polarize) dengan cara ditempatkan kedalam medan listrik.

Kalo bahan elektrik ditempatkan di medan listrik, muatan listrik gak mengalir lewat bahan tersebut seperti pada bahan konduktor, tapi cuma sedikit bergeser dari rata – rata posisi setimbangnya (equilibrium positions), jadi menyebabkan polarisasi yang disebut dengan polarisasi dielektrik.

Bahan – bahan dielektrik pada kapasitor dapat berupa kertas, film plastik, mika, kaca, keramik dan udara.

Sedangkan, pelat yang dipakai pada kapasitor bisa berupa cakram aluminium, aluminium foil atau lapisan tipis logam yang dipasangkan secara berlawanan sisi dengan dielektrik padat.

Lapisan konduktor dielektrik, konduktor biasanya digulung menjadi bentuk silinder ataupun dibiarkan rata.


 

Fungsi Kapasitor

Fungsi Kapasitor

Kapasitor yang banyak dipakai pada rangkaian elektronika sama halnya dengan Resistor. Karena, kapasitor ini mempunyai banyak sekali fungsinya, yaitu:

  1. Sebagai filter atau penyaring, biasanya dipakai pada sistem Radio, TV, Amplifier dan lainnya. Filter pada radio dipakai buat menyaring (penghambatan) gangguan – gangguan dari luar.

  2. Sebagai kopling, kapasitor sebagai kopling ( penghubung ) amplifier tingkat rendah ketingkat yang lebih tinggi. Pada power suppply, sebagai kopling diantara satu rangkaian tertentu dengan rangkaian lainnya.

  3. Pada lampu neon, fungsi kapasitor buat penghemat daya listrik.

  4. Sebagai pembangkit frekuensi pada rangkaian antena.

  5. Buat mencegah terjadinya loncatan listrik ini pada rangkaian yang ada kumparan dan terjadi pemutusan/terputusnya arus, jadi gak terjadi loncatan listrik.

  6. Pada mesin mobil bisa dipakai pada rangkaian yang berfungsi menghidupkannya.

  7. Pada pesawat penerima radio fungsinya buat pemilih panjang frekuensi/gelombang yang akan ditangkap.

  8. Sebagai Penyimpan sebuah arus atau tegangan listrik

  9. Sebagai konduktor yang bisa melewatkan arus AC (Alternating Curren).

  10. Sebagai isolator yang bisa menghambat arus DC (irect Current).

  11. Sebagai pemilih gelombang frekuensi (Kapasitor Variabel yang digabungkan dengan Spul Antena dan Osilator).

  12. Sebagai filter (penyaring) dalam rangkaian power supply (Catu Daya).

  13. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian osilator.

  14. Fungsi kapasitor sebagai penggeser fasa.


 

Satuan Kapasitas Kapasitor

Satuan Kapasitas Kapasitor

Kapasitansi yaitu kemampuan dari suatu kapasitor buat bisa menmpung muatan elektron sebuah kapasitor diukur dengan satuan yang sering disebut Farad (F).

1 Farad di satuan kapasitor bisa berukuran sangat besar, yaitu bisa sekitar sebesar gelas minuman, tapi tergantung juga berapa spesifikasi tegangan yang ada didalam kapasitor tersebut.

Kebanyakan kapasitor di rangkaian elektronika memakai kapasitas yang kecil, buat alasan itulah satuan yang sering dipakai pada prakteknya yaitu mikro Farad (mF).

Kapasitor yang ada di pasar umunya mempunyai satuan uF (10-6 F), nF (10-9 F), dan pF (10-12 F). Perlu kamu tahu, 1 Farad sama dengan 1.000.000 uF dan itu adalah sebuah energi elektron yang sangat besar.

Nah, buat memudahkan kamu dalam membaca nilai dari sebuah kapasitor, maka sering dikonversi menjadi satuan uF, contohnya:

  1. 0.047 uF bisa juga dibaca sebagai 47 nF
  2. 0.1 nF sama dengan 100 pF.

 

Cara Kerja pada Kapasitor

Cara Kerja pada Kapasitor

Kalo kedua pelat dihubungkan ke sumber tegangan DC atau tegangan searah (contohnya Baterai), Elektron didorong ke satu pelat oleh terminal negatif baterai, sedangkan elektron ditarik dari pelat lain oleh terminal positif baterai.

Perbedaan muatan antara kedua pelat tersebut terlalu besar, maka akan terjadi percikan (spark) yang melompati celah diantara kedua pelat tersebut dan membuang muatan yang tersimpan (discharge).

Buat meningkatkan jumlah muatan pada pelat, bahan dielektrik yang berupa non-konduktif (isolator) ditempatkan diantara kedua pelat tersebut.

Fungsi dielektrik tersebut dalam kapasitor yaitu sebagai pemblokir percikan atau spark blocker yang bermanfaat agar bisa meningkatkan kapasitas muatan kapasitor.

Bahan dielektrik

Nilai kapasitansi atau kapasitas muatan kapasitor ini juga tergantung pada bahan dielektrik yang kamu pakai pada rangkaian tersebut.

Lalu, kalo konstanta bahan dielektrik atau permitivitas bahannya bernilai besar, maka nilai kapasitansinya juga akan jadi besar juga loh.

Faktor lain yang bisa mempengaruhi tingkat kapasitansi kapasitor, yaitu luas daerah permukaan kepingan pelat dan jarak antara pelat paralel tersebut.

Semakin luas kepingan pelat – pelatnya, maka akan semakin besar jugla nilai kapasitansinya. Tapi, nilai kapasitansi ini berbanding terbalik dengan jarak antara kepingan pelat – pelatnya.

Sedangkan kalo semakin dekat jarak antara kedua pelatnya, maka akan semakin besar juga loh nilai kapasitansinya pada kapasitor.


 

Penggunaan Kapasitor

Cara kerja pada alat elektronika

Salah satu perbedaan anatara kapasitor dengan sebuah baterai yaitu kapasitor bisa membuang semua muatannya dalam sekian detik, sedangkan baterai perlu sampai beberapa menit buat muatannya benar-benar habis (dishcharge).

Makanya, kapasitor sering banget dipakai dalam lampu flash pada sebuah kamera, cara kerjanya yaitu baterai mengisi muatan kapasitor selama beberapa detik dan saat lampu flash dinyalakan, maka muatan akan dibuang dalam sepersekian detik.

Kapasitor ini dimanfaatkan dalam berbagai cara yang berbeda.

Contohnya: Penggunaan kapasitor dalam rangkaian power supply, dimana kapasitor elco sering dipakai buat mengurangi riak (ripple) tegangan/spike.

Caranya, dengan menyerap puncak tegangan dan mengisi lembah yang terbentuk dari sinyal arus DC. Cara kerja pada alat elektronika seperti gambar yang ada diatas tadi.

 

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu

Update : 26 Mei 2020 - Published : 19 Maret 2020

       

Tinggalkan komentar