Mendengar kata tanah pasti langsung terlintas kotor, media untuk tanaman dan lain sebagainya.
Namun apakah kamu tahu bagaimana proses tanah bisa terbentuk?
Jika belum artikel ini sangat tepat sekali untuk kamu baca.
Tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang tersusun dari berbagai macam faktor seperti, iklim, organisme, bahan induk, waktu, dan topografi.
Nah, berikut ini adalah proses pembentukan tanah.
1. Proses Pelapukan Batuan
Secara umum pelapukan adalah proses rusaknya batu-batuan (jenis lainnya) oleh berbagai macam faktor, keadaan struktur batuan, keadaan topografi, cuaca dan iklim, serta keadaan vegetasi.
Proses pelapukan batuan membutuhkan waktu yang sangat lama. Batuan yang telah mengalami proses pelapukan akan berubah menjadi tanah.
Proses pelapukan dibedakan menjadi 3 jensi yaitu, pelapukan fisik, kimiawi, dan biologis.
Pelapukan Fisik
Pelapukan fisik atau bisa disebut juga dengan pelapukan mekanik adalah proses atau peristiwa hancur dan lepasnya material batuan, tanpa mengubah struktur kimiawi batuan tersebut.
Pelapukan mekanik merupakan penghancuran bongkah batuan menjadi bagian-bagian yang jauh lebih kecil.
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pelapukan fisik yaitu:
1) Perbedaan temperatur, akibatnya batuan akan mengalami proses pemuaian apabila panas dan sekaligus pengerutan pada waktu dingin.
Jika proses ini terus berlangsung maka lambat laun batuan akan mengelupas, terbelah, dan pecah menjadi bongkah-bongkah yang keci
2) Erosi di daerah pegungan dan akibat membekunya air di sela-sela batauan.
Air yang membeku di sela-sela batuan volumenya akan membesar, sehingga air tersebut akan menjadi sebuah tenaga tekanan yang merusak struktur dari suatu batuan.
3) Berubahnya air garam menjadi kristal. Jika terjadi pada air tanah yang mengandung garam, pada siang hari airnya menguap dan garam akan mengkristal.
Kristal garam ini tajam sekali dan dapat merusak batuan yang tersebar di sekitarnya, terutama batuan karang yang terdapat di daerah pantai.
Pelapukan Kimiawi
Pelapukan kimiawi, yaitu proses pelapukan massa batuan disertai dengan perubahan susunan kimiawi batuan yang lapuk tersebut.
Pelapukan ini terjadi dengan bantuan air dan dibantu dengan suhu yang tinggi. Proses yang terjadi dalam proses pelapukan kimiawi disebut Dekomposisi
Sama halnya dengan pelapukan fisik, pelaupukan kimiawi juga di sebabkan oleh beberpa faktor yaitu:
1) Hidrasi, yaitu proses pembentukan batuan dengan cara mengikat batuan di atas permukaannya saja.
2) Hidrolisa, yaitu proses penguraian air (H2O) atas unsur-unsurnya menjadi ion-ion positif dan negatif.
Jenis proses pelapukan ini terkait dengan pembentukan tanah liat.
3) Oksidasi, yaitu proses pengkaratan besi. Batuan yang mengalami proses oksidasi umumnya akan memiliki warna kecokelatan karena kandungan besi dalam batuan mengalami pengkaratan.
Proses pengkaratan ini ber langsung sangat lama, tetapi batuan akan mengalami pelapukan.
4) Karbonasi, yaitu proses pelapukan batuan oleh karbondioksida (CO2). Gas ini terkandung pada air hujan ketika masih menjadi uap air.
Jenis batuan yang mudah mengalami karbonasi adalah jenis batuan kapur.
Pelapukan Biologis
Pelapukan biologis atau pelapukan organik, adalah pelapukan batuan yang terjadi dikarenakan oleh makhluk hidup.
Pelapukan jenis ini dapat bersifat kimiawi ataupun mekanis, yang menjadi pembedanya adalah subjek pelakunya, yaitu makhluk hidup berupa manusia, hewan, ataupun tumbuhan.
Misalnya, lumut, cendawan, ataupun bakteri yang merusak permukaan batuan.
2. Proses Pelunakan Struktur
Batuan yang sudah mengalami proses pelapukan dan belum menjadi tanah atau masih dalam bentuk batuan rempahan kemudian akan mengalami pelunakan.
Dalam proses ini dipengaruhi oleh air dan udara, dimana kedua faktor tersebut akan masuk ke dalam sela-sela rempahan batuan dan melunakan strukturnya.
Kamu pasti pernah melihat atau mungkin memecahkan batu kecil hanya dengan tangan kosong?
Batuan tersebut adalah contoh dari proses pelunakan struktur.
3. Proses Tumbuhnya Tumbuhan Perintis
Proses yag keitga adalah tumbuhnya tumbuhan perintis, yang dimaksud dari tumbuhan perintis adalah tumbuhan yang akarnya lebih besar dari lumut.
Sehingga akar ini bisa masuk kedalam batuan yang lunak dan memecahkan batuan tersebut.
4. Proses Penyuburan
Proses terakhir dalam pembentukan tanah adalah penyuburan. Dalam proses ini tanah yang terbentuk akan mengalami proses pengayaan bahan-bahan organik.
Tanah yang pada awalnya berisi mineral yang berasal dari batuan karena pelapukan, akan menjadi lebih subur dengan adanya pelapukan organik.
Disini peran mikroorganisme tanah memgang peranan yang paling penting, karena harus menguraikan bahan organik tersebut sehingga tanah menjadi subur.
Nah, demikian pembahasan proses pembenukan tanah, semoga informasi di atas membuat kamu lebih paham dan menguasai materi ini.
Pelajari Juga
Daftar Pustaka
Hartono.2007. Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Bandung: CV. Citra Praya.
Jujun, Sartohadi. 2010. Pengantar Geografi Tanah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.