Teori Pembentukan Minyak Bumi

Arli 13 Januari 2023

Minyak bumi atau julukannya adalah emas hitam yang merupakan cairan kental, berwarna hitam atau kehijauan, mudah terbakar dan berada di lapisan atas dari beberapa kerak bumi.

Hampir semua kegiatan manusia di era modern ini membutuhkan minyak bumi, sehingga minyak bumi dan gas alam menjadi sumber utama energi di dunia yaitu sekitar 65,5%, batubara 23,5%, air 6% serta sumber energi lainnya.

Pengertian lain, Minyak bumi juga disebut dengan Proteleum (Latin: petrus = batu , oleum = minyak) yang merupakan zat cair licin mudah terbakar

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang teori terbentuknya minyak bumi kemudian proses pembentukan minyak bumi. Untuk teorinya sendiri ada 3, yaitu :


Teori Pembentukan Minyak Bumi

teori pembentukan minyak bumi

1. Teori Biogenetik (Organik)

Teori ini menyebutkan bahwa Minyak Bumi dan Gas Alam terbentuk dari beraneka jasad organik seperti hewan dan tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan pasir dan lumpur.

Kemudian endapan lumpur ini menghanyutkan senyawa pembentuk minyak bumi ini dari sungai menuju ke laut dan mengendap di dasar lautun selama jutaan tahun.

Akibat pengaruh waktu, temperatur dan tekanan lapisan batuan di atasnya menyebabkan organisme itu menjadi bintik-bintik minyak ataupun gas.

2. Teori Anorganik

Teori menyebutkan bahwa minyak bumi terbentuk karena aktivitas bakteri. Unsur seperti oksigen, belerang dan nitrogen dari zat yang terkubur akibat aktivitas bakteri berubah menjadi zat minyak yang berisi hidrokarbon.

3. Teori Duplex

Teori ini merupakan teori yang banyak digunakan oleh kalangan luas karena menggabungkan Teori Biogenetik dengan Anorganik yang menjelaskan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk dari berbagai jenis organisme laut baik hewan maupun tumbuhan.

Akibat pengaruh waktu, temperatur, dan tekanan, maka endapan Lumpur berubah menjadi batuan sedimen.

Batuan lunak yang berasal dari Lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak dikenal sebagai batuan induk (Source Rock).

Selanjutnya minyak dan gas ini akan bermigrasi menuju tempat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat tertentu yang disebut dengan perangkap (Trap).

Dalam suatu perangkap (Trap) dapat mengandung (1) minyak, gas, dan air, (2) minyak dan air, (3) gas dan air.

Jika gas terdapat bersama-sama dengan minyak bumi disebut dengan Associated Gas. Sedangkan jika gas terdapat sendiri dalam suatu perangkap disebut Non Associated Gas.

Karena perbedaan berat jenis, maka gas selalu berada di atas, minyak di tengah, dan air di bagian bawah.

Karena proses pembentukan minyak bumi memerlukan waktu yang lama, maka minyak bumi digolongkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable).

Menurut berbagai teori tersebut, minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang sudah mati.

Jasad renik tersebut kemudian terbawa air sungai bersama lumpur dan mengendap di dasar laut.

Akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun, temperatur tinggi, dan tekanan oleh lapisan di atasnya, jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.

Lumpur yang bercampur dengan jasad renik tersebut kemudian berubah menjadi batuan sedimen yang berpori, sedangkan bintik minyak dan gas bergerak ke tempat yang tekanannya rendah dan terakumulasi pada daerah perangkap (trap) yang merupakan batuan kedap.

Pada daerah perangkap tersebut, gas alam, minyak, dan air terakumulasi sebagai deposit minyak bumi.

Rongga bagian atas merupakan gas alam, sedangkan cairan minyak mengambang di atas deposit air.


Proses Pembentukan Minyak Bumi

Nah kan kita sudah tahu mengenai teori pembentukan minyak bumi, sekarang kita tinggal mengetahui gimana sih proses terbentuknya.

Selain itu penjelasanya dilengkapi dengan gambar yang sudah disediakan oleh sumber terpercaya kami.

1. Fotosintesa Ganggang

Gambar Proses Pembentukan Minyak Bumi Pertama Kali
Gambar Proses Pembentukan Minyak Bumi Pertama Kali

Minyak bumi dibuat secara alami, pertama tama dihasilkan oleh ganggang yang berfotosintesa, kenapa ganggang?

Karena ganggang merupakan biota terpenting dalam menghasilkan minyak bumi, sebenarnya tumbuhan tingkat tinggi bisa saja namun tumbuhan tersebut cenderung lebih menghasilkan gas ketimbang minyak bumi.

2. Pembentukan Batuan Induk (Source Rock)

Gambar Proses Pembentukan Batuan Induk
Gambar Proses Pembentukan Batuan Induk

Proses terjadinya minyak bumi selanjutnya ialah pembentukan batuan induk. Batuan induk ini terbentuk karena ganggang yang sudah mati terendapkan di cekungan sedimen lalu membentuk Batuan Induk.

Batuan induk merupakan batuan yang memiliki kandungan Carbon yang tinggi (High Total Organic Carbon).

Namun tidak sembarang cekungan bisa menjadi Batuan Induk, makanya proses ini sangat spesifik.

3. Pengendapan Batuan Induk

Gambar Proses Pembentukan Hidrokarbon
Gambar Proses Pembentukan Hidrokarbon

Kemudian batuan induk tertimbun oleh batuan lain selama jutaan tahun, salah satu batuan yang menimbun Batuan Induk ini adalah batuan sarang.

Batu Sarang merupakan batu sarang ini umumnya terbentuk dari batu gamping, pasir maupun batu vulkanik yang tertimbun bersama dan terdapat ruang berpori.

Semakin lama, batuan lain akan menumpuk dan dasarnya akan semakin tertekan kedalam sehingga suhunya akan semakin bertambah.

Minyak terbentuk pada suhu antara 50 sampai 180 derajat Celsius.

Tetapi puncak atau kematangan terbagus akan tercapai bila suhunya mencapat 100 derajat Celsius.

Ketika suhu terus bertambah karena cekungan itu semakin turun dalam yang juga diikuti penambahan batuan penimbun, maka suhu tinggi ini akan memasak karbon yang ada menjadi gas.

4. Proses Akhir

Hydrocarbon Membentuk Minyak Bumi
Gambar Hydrocarbon Membentuk Minyak Bumi

Karbon terkena panas dan bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrokarbon. Minyak yang dihasilkan oleh batuan induk yang telah matang ini berupa minyak mentah.

Walaupun berupa cairan, ciri fisik minyak bumi mentah berbeda dengan air. Salah satunya yang terpenting adalah berat jenis dan kekentalan.

Kekentalan minyak bumi mentah lebih tinggi dari air, namun berat jenis minyak bumi mentah lebih kecil dari air.

Minyak bumi yang memiliki berat jenis lebih rendah dari air cenderung akan pergi ke atas.

Ketika minyak tertahan oleh sebuah bentuk batuan yang menyerupai mangkok terbalik, maka minyak ini akan tertangkap dan siap ditambang.

proses pembentukan minyak bumi
proses pembentukan minyak bumi

Proses pembentukan minyak bumi memerlukan waktu yang sangatlah lama. Maka dari itu, minyak bumi dikelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui sehingga harus digunakan secara tepat dan hemat.

Indonesia memiliki berbagai wilayah yang menjadi sumber (deposit) minyak bumi, umumnya berada di daerah pantai atau daerah lepas pantai.


Wilayah Sumber Minyak Bumi di Indonesia

  1. Sumatera bagian utara dan timur ( Aceh dan Riau)
  2. Kalimantan bagian timur ( Tarakan, Balikpapan )
  3. Pantai Utara Jawa ( Cepu, Wonokromo, Cirebon )
  4. Daerah kepala burung ( Papua )

Tempat Pengilangan Minyak di Indonesia

pengilangan minyak Indonesia
pengilangan minyak Indonesia
  1. Pangkalan Brandan 5.000 barel/hari
  2. Plaju dan Sungai Gerong 132.500 barel/hari
  3. Dumai dan Sungai Pakning 170.000 barel/hari
  4. Cilacap 300.000 barel/hari

Waw panjang banget ya? Minyak bumi tidak dapat dibuat dalam waktu singkat, sehingga kita harus benar-benar menghemat kepamaikan minyak bumi.

Terima kasih telah belajar tentang Teori dan Proses Lengkap Pembentukan Minyak Bumi dan Gas Alam

Arli Fauzi

Mahasiswa yang aktif dengan kepanitian dan pandai dalam public speaking

2 pemikiran pada “Teori Pembentukan Minyak Bumi”

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Sumber Daya Pariwisata


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
Arli
31 Mei 2023

Pelapukan


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
Arli
29 April 2023

Erosi


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
Arli
29 April 2023

Jenis Hujan


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
Arli
28 April 2023

Pengertian Hujan


Warning: Undefined variable $url in /www/wwwroot/cerdika.com/wp-content/themes/gpblogpro/single.php on line 74
Arli
26 April 2023