Runtuhnya Uni Soviet

Uni Soviet adalah salah satu (mantan) negara adidaya dunia yang sekaligus menjadi rival abadi dari Amerika Serikat.

Uni Soviet yaitu negara komunis teragung sejagat raya pada masanya. Jadi, kekuatan politiknya tidak bisa diremehkan sejak dia berdiri pada 25 Oktober 1917.

Lalu tepatnya di tahun 1920, Vladimir Lenin terus berusaha melebarkan sayap komunismenya ke luar Eropa Timur.

Usahanya tersebut dikenal dengan nama “Komintern” (Komunis Internasional).

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi keruntuhan negara sebesar Uni Soviet. Penasaran apa saja? Yuk simak ulasannya dibawah ini!


Penyebab Runtuhnya Uni Soviet

Penyebab Runtuhnya Uni Soviet

Dibawah ini, ada beberapa penyebab dari keruntuhannya negara adidaya Uni Soviet, diantaranya yaitu:

1. Keragaman Budaya

Keragaman budaya ternyata menjadi sumber permasalahan yang sangat membahayakan kedaulatan negara.

Jadi, negara kita bisa berkaca kepada sejarah runtuhnya Uni Soviet, suoaya bisa menjadikan perbedaan sebagai sumber kekuatan, bukannya keruntuhan.

Di Indonesia, kasus seperti ini bisa diatasi dalam sejarah Kerajaan Majapahit yang melahirkan sejarah Bhinekka Tunggal Ika.

Uni Soviet adalah sebuah pemerintahan pusat yang berada di Moskow, tapi dia membawahi 15 negara berbentuk republik.

Tentunya dengan jumlah negara sebanyak itu, luas wilayah Uni Soviet sangat lebar. Bahkan, jadi salah satu yang terbesar di dunia.

Selain luas wilayah, berpengaruh juga keragaman etnis, suku bangsa, adat istiadat, kebudayaan, dan berbagai ciri khas dari setiap negara bagian.

Etnosentrisme masih sangat kental terasa meskipun sudah ada pemersatunya, Uni Soviet.

Sayangnya, kenyataan tetap bersikukuh membuat setiap negara bagian dari Uni Soviet memegang ciri khas dan sifat kedaerahan masing-masing.

Tidak ada rasa nasionalisme bernama satu Uni Soviet saat itu. Jadi, faktor ini menjadi faktor utama dan pertama yang menyebabkan keruntuhan Uni Soviet.

Saat pemerintah pusat udah kewalahan menjamin kesejahteraan hidup seluruh negara bagiannya, ada banyak pihak yang tidak puas dengan kinerja pemerintah.

Mereka memutuskan melakukan gerakan sporadis yang menyerang pemerintah pusat.

Seperti di Indonesia, kebanyakan negara yang berani menentang pemerintah secara terang-terangan yaitu negara yang wilayahnya jauh dari ibukota, Moskow.

2. Totaliter

Bukan sejarah NAZI, tapi pemerintahan di Uni Soviet pada masa Lenin dan seterusnya menggunakan sifat totaliter.

Sebenarnya tujuan dari penerapan sifat tersebut pada kepemimpinan diktator tidak sepenuhnya jelek.

Para penguasa menginginkan sebuah keteraturan dalam negara agar cepat mencapai tujuannya. Jadi, rakyat harus sepenuhnya percaya pada negara dan pemerintah.

Karena, keharusan menghargai negara dengan sepenuh kepercayaan, akhirnya beberapa pihak dalam negeri yang mencari untung memanfaatkan keadaan ini.

Mereka bertindak sebagai orang-orang penjilat yang tidak benar-benar peduli dengan rakyat.

Mereka bersikap buat menyenangkan negara dan pemerintah demi kepentingannya sendiri.

Sedangkan, pemerintahan yang totaliter membius rakyat kecil dalam berkreasi dan berpendapat.

Mereka tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dengan cara sendiri, sifat totaliter ini sangat mengekang setiap gerakan yang berusaha meneriakkan kebebasan.

Buat memantapkan sifat totaliter di Uni Soviet, negara ini memiliki polisi rahasia bernama KGB bentukan Felix Dzerzhinsky yang terkenal kejam.

3. Miskin

Tidak ada negara maju yang kondisi ekonomi negaranya memburuk dari hari ke hari.

Kondisi miskin tersebut dinilai dari standar kesejahteraan atau taraf hidup rakyat dan beberapa indikator kemajuan ekonomi.

Terbukti, negara-negara blok barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat memiliki taraf hidup yang lebih baik dibanding negara sosialis-komunis.

Saat itu, perekonomian di Uni Soviet menerapkan sistem sosialis sebagai dampak dari ideologi yang dianut oleh pemerintah.

Karena memilih ideologi itu, segala hal yang berurusan dengan proses ekonomi dilakukan dengan keterlibatan pemerintah.

Tidak ada kebebasan berkreativitas supaya ekonomi pada negara Uni Soviet bisa semakin maju.

Akibatnya, kebutuhan dalam negeri tidak kunjung terpenuhi dan palah terjadi kemiskinan pada rakyat jelata.

4. Kemajuan Zaman

Kemajuan zaman selalu identik dengan globalisasi. Dan globalisasi ini selalu berkembang bersama kecanggihan tekhnologi.

Maklum, sebagai sebuah negara yang memiliki 2 generasi baru dan lama akan mengalami perbedaan pendapat.

Tapi, perbedaan tersebut tidak seperti perbedaan antar generasi pada sejarah Rengasdengklok di Indonesia.

Generasi muda Uni Soviet mengetahui perkembangan dunia internasional melalui alat komunikasi radio dan televisi.

Dari kedua media itu, keinginan menjadi individu yang bebas merdeka menyuarakan dan mengkreasikan pikiran tumbuh semakin subur.

Mereka memiliki ide merebut kembali HAM dari radio dan televisi yang memberitahu kemajuan dan kemapanan kehidupan negara luar tanpa totaliter, dengan demokrasi penuh.

Termasuk dalam golongan muda Soviet yaitu golongan Gorbachev dan golongan Yeltsin.

5. Generasi Baru

Generasi baru Uni Soviet lahir sebagai efek dari kemajuan zaman. Generasi ini, berhasil memegang kendali pemerintahan.

Mikhail Gorbachev yang berhasil menduduki kursi PKUS (Partai Komunis Uni Soviet).

Dia adalah seorang lelaki yang memiliki visi kuat ke depan dengan semangat mudanya yang membara buat mendapatkan perubahan.

Gorbachev selalu digadang-gadang dapat memperbaiki keadaan Uni Soviet yang sudah sangat buruk.

Dia lahir di era 1930an dan menjadi Sekretaris Jenderal PKUS di tahun 1985.

Dengan ide dan perencanaannya yang akan membawa rakyat keluar dari totalitarianisme, sosialisme dan komunisme, pria ini ternyata jadi penguasa terakhir di Uni Soviet.

6. Bubarnya Pakta Warsawa

Pakta Warsawa dilangsungkan di Warsawa, sebuah daerah milik negara Polandia. Pakta ini, menghasilkan kesepakatan diantara seluruh negara komunis yang ada di Eropa.

Kesatuan militer komunis lahir dari kesepakatan Warsawa tersebut yang resmi disepakati pada tanggal 14 Mei 1955.

Bubarnya pakta Warsawa ini diakibatkan oleh Uni Soviet sendiri. Sebagai negara adidaya diantara negara komunis Eropa, Uni Soviet memegang peran penting di dunia komunis internasional.

Kebijakan Gorbachev yang mulai membuka diri, pengaruh politik Amerika yang sangat kuat terhadap perekonomian Uni Soviet dan seluruh dunia mengakibatkan pakta itu perlahan melemah dan bubar.

Tujuan dari dibentuknya pakta Warsawa sebetulnya untuk mempersiapkan diri menerima serangan dari NATO aliansi militer milik blok barat yang dikepalai Amerika.

Tapi, pada tanggal 31 Maret tahun 1991 yaitu tahun runtuhnya Uni Soviet dan pakta bubar secara tidak resmi. Kebubarannya diresmikan pada tanggal 1 Juli 1991.


Proses Runtuhnya Uni Soviet

Proses Runtuhnya Uni Soviet

Pada tahun 1985, Mikhail Gorbachev sebagai presiden Uni Soviet menerapkan Perestroika (Restrukturisasi Politik dan Ekonomi) buat memperbaiki krisis Uni Soviet.

Secara umum, kebijakan Perestroika berusaha mengubah sistem komunisme menjadi lebih demokratis.

Baca juga : Proses Runtuhnya Vietnam Selatan

Kebijakan Perestroika memiliki 3 (tiga) prinsip utama, diantaranya yaitu:

  • Glasnost (Keterbukaan Politik).
  • Democratizatsiya (Demokratisasi).
  • Rule of Law.

Kebijakan Perestroika pada perkembangannya dianggap sebagai blunder yang mempercepat keruntuhan Uni Soviet.

Kebijakan itu, menyebabkan pertentangan antara kelompok moderat, konservatif, dan radikal tentang sistem komunisme di Uni Soviet.

Selain itu, kebijakan Perestroika juga memunculkan keinginan negara-negara bagian buat memerdekakan diri dari Uni Soviet.

Lalu pada tahun 1990, kekuasaan komunis mulai runtuh di negara-negara bagian Uni Soviet.

Mereka menganggap, kalo sistem komunis udah hancur karena tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Akhirnya, negara-negara tersebut mulai melepaskan diri pada pertengahan tahun 1991.

Uni Soviet secara resmi dibubarkan pada 25 Desember 1991 dan ditandai dengan mundurnya presiden mereka yaitu Mikhail Gorbachev.


Akibat Runtuhnya Uni Soviet

Akibat Runtuhnya Uni Soviet

Dengan keruntuhan Uni Soviet sebagai negara komunis adidaya dunia, maka runtuh juga kekuasaan komunis internasional.

Berarti hal tersebut membuat Amerika Serikat memenangkan perang dingin yang udah berakhir.

Banyaknya negara yang berbeda adat dibawah Uni Soviet pada akhirnya mendapatkan jati diri dan kebebasannya sendiri dalam menyelenggarakan pemerintahan dan kedaulatan sesuai kepribadian warganya sendiri.

Mereka mendirikan negara baru yang udah tidak lagi terikat dengan sosialis-komunis.

Bahkan hampir semua mantan negara bagian Uni Soviet lebih menyukai demokrasi dibandingkan meneruskan sistem warisan Uni Soviet.

Hak Asasi Manusia di seluruh negara bagian Uni Soviet yang dulu dikekang oleh pemerintah juga udah dihargai sepenuhnya.

Bahkan ada banyak kreativitas dan prestasi individu yang terus bermunculan seiring keruntuhan Uni Soviet dan kebebasan mantan negara bagian mengekspresikan adat istiadat dan budayanya sendiri.

Keruntuhan Uni Soviet yang sangat dramatis membuat beberapa negara komunis lain perlahan melemah.

Tidak ada lagi negara besar yang menjadi penyokong mereka menumbuhkan paham komunis di negaranya.

Lambat laun, pengaruh komunis sama sekali hilang dari muka bumi dan menjadi musuh buat banyak negara di dunia.


Itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai Runtuhnya Uni Soviet. Gimana? Sangat mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas, bisa membantu dan bermanfaat untuk kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 27 Juli 2021 - Published : 27 Juli 2021