Runtuhnya Vietnam Selatan

Perang Vietnam Utara dan Vietnam Selatan berlangsung selama 20 tahun yaitu dari 1955-1975.

Perang Vietnam merupakan salah satu bentuk nyata dari perbenturan ideologi demokrasi liberal dan komunis di masa Perang Dingin.

Ingin tahu? Penyebab runtuhnya Vietnam Selatan oleh Vietnam Utara? Yuk, simak ulasannya dibawah ini!


Berdirinya Vietnam Selatan

Berdirinya Vietnam Selatan

Awal berdirinya Vietnam Selatan itu, saat Perancis berusahan mendirikan negara-negara boneka di kawasan Indocina di akhir Perang Dunia ke II.

Dengan hadirnya Vietnam Selatan, otomatis membuat Vietnam terpecah. Hal tersebut membuat Ho Chi Minh sangat marah.

Karena, Ho Chi Minh menginginkan Vietnam menjadi negara yang merdeka dan utuh.

Kemudian terjadi perang Indocina I pada tahun 1946-1954, yaitu antara Vietnam Utara yang didukung oleh Tiongkok dan Vietnam Selatan didukung oleh Perancis.

Vietnam Utara yang dipimpin oleh Ho Chi Minh mendapat pengakuan dari Rusia dan Tiongkok pada tanggal 31 Januari 1950.

Lalu, Vietnam Selatan yang dipimpin oleh Bao Dai juga mendapat pengakuan dari Amerika Serikat dan Inggris pada 7 Februari 1950, tapi di satu sisi sebagian besar rakyat tidak mau mengakuinya.


Penyebab Vietnam Selatan Runtuh dan Bersatunya Vietnam

Penyebab Vietnam Selatan Runtuh dan Bersatunya Vietnam

Puncaknya yaitu saat kembali terjadinya perang Indocina II. Ho Chi Minh kembali melakukan serangan kepada Vietnam Selatan dengan bantuan Uni Soviet.

Kenapa Ho Chi Minh bersikeras ingin sekali menghancurkan Vietnam Selatan?

Hal tersebut dia lakukan, karena Vietnam Selatan dianggap sebagai penghalang persatuan Vietnam yang udah Ho Chi Minh cita-citakan dari dulu.

Dengan adanya serangan itu, Amerika Serikat juga ikut turun tangan membantu Vietnam Selatan, karena mereka masih berkepentingan pada wilayah tersebut.

Amerika Serikat yang berusaha mempertahankan wilayah Vietnam Selatan, terus memberikan bantuan pasukannya.

Akibatnya, perang Indocina II yang besar juga tidak bisa lagi dihindari dan berlangsung pada tahun 1957-1975.


Peran Indocina dalam Runtuhnya Vietnam Selatan

Peran Indocina dalam Runtuhnya Vietnam Selatan

Dengan banyaknya korban yang berjatuhan, akhirnya kedua belah pihak memutuskan untuk berunding dan melakukan gencatan senjata tahun 1970.

Perundingan itu diikuti oleh Vietnam Utara, Vietnam Selatan, dan juga Amerika Serikat di Paris.

Lalu, tahun 1972 diumumkan oleh AS kalo Indonesia, Kanada, Hongaria, dan Polandia menjadi pengawas gencatan senjata di Vietnam.

Perundingan yang hampir mencapai kesepatan, ternyata dilanggar. Karena, tiba-tiba Vietnam Utara menyerang Vietnam Selatan.

AS pun marah, lalu Presiden Richard Nixon memerintahkan pasukannya buat meranjau semua lalu lintas laut dan menghancurkan seluruh jalur komunikasi dan transportasi Vietnam Utara.

Karena mendapat serangan itu, akhirnya Vietnam Utara menyepakati gencatan senjata tersebut.

Ditandatangani pada 27 Januari 1973 dan perjanjian tersebut dinamakan sebagai Persetujuan Paris.

Sebenarnya, perang Vietnam ini udah hampir berakhir pada bulan April 1975.

Tapi pada 18 April 1975, Vietnam Utara kembali mengancam wilayah Vietnam Selatan dan wilayah yang dituju yaitu Saigon, ibu kota Vietnam Selatan.

Masyarakat Vietnam Selatan panik dan mulai mengungsi ke wilayah AS menggunakan 5 kapal induk Armada yang dikirimkan AS.

Presiden Vietnam sempat berganti 2 kali, pertama yaitu bergantinya Nguyen Van Thieu ke Tran Van Huong.

Nguyen Van Thieu yaitu presiden yang menandatangani Persetujuan Paris, karena AS berjanji mengirim pesawat B-52 yang akan mengebom Vietnam Utara kalo melakukan pelanggaran.

Tapi, hal tersebut tidak dilakukan oleh AS, dan Vietnam Selatan kekurangan kekuatan militernya.

Saat bantuan dari Amerika Serikat tidak datang, Vietnam Utara semakin diatas angin.

Lalu 28 April 1975, Tran Van Houng digantikan oleh Duong Van Minh sebagai Presiden Vietnam Selatan.

Tapi, baru sehari memimpin, wilayahnya langsung diserang oleh pasukan gerilya Vietnam Utara yaitu Vietcong.

Wilayah yang menjadi tujuan serangan Vietcong adalah Saigon.

Akhirnya, pasukan Vietnam Selatan kalah akibat hujan tembakan artileri yang dilakukan oleh Vietcong.

Lalu, pasukan Vietnam Utara mulai menduduki posisi-posisi penting di Saigon dan mengibarkan bendera mereka di istana kepresidenan Vietnam Selatan pada 30 April 1975.

Hal tersebut, menandakan menyerahnya pemerintahan Vietnam Sealtan tanpa syarat pada Vietcong.

Dan, kejatuhan Saigon pun menandakan berakhirnya Perang Vietnam dengan kemenangan Vietnam Utara.

Hal ini menjadi periode awal transisi Vietnam menjadi satu negara yang utuh.


Itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai Runtuhnya Vietnam Selatan. Gimana? Sangat mudah dipahami kan?

Semoga pembahasan diatas, bisa membantu dan bermanfaat untuk kalian semua sobat cerdika.com 😀

Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : [modified_date] - Published : [publish_date]