Kerajaan Islam di Indonesia

Islam masuk ke Indonesia menurut teori yang paling kuat itu pada Abad ke7, dimana pada abad ke 7 ini Islam sudah ditemukan di Indonesia.

Abad ke 13 itu adalah abad dimana Islam semakin berkembang pesat, dan hal ini bisa dilihat dari munculnya berbagai kerajaan islam di Indonesia.

Kerajaan uslam di Indonesia inipun sudah hampir tersebar diberbagai wilayah di Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan juga Kalimantan.

Berikut beberapa daftar kerajaan Islam yang paling terkenal di Indonesia.


1. Kerajaan Demak (Jawa)

Kerajaan Demak ini adalah kerajaan islam terbesar dan pertama yang berdiri dipulau Jawa.

Tepatnya pada tahun 1478 yang pada masa itu dipimpin langsung oleh Raden Patah.

Kerajaan Demak sendiri adalah kerajaan yang melepori berdirinnya kerajaan Islam lainnya yang berada dipulau jawa dengan mendapat dukungan dari para Wali Songo.

Kerajaan Demak ini tercatat memiliki setidaknnya 5 raja yang berkuasa atas kerajaan Demak, yaitu Raden Patah, Pati Unus, Sultan Trenggono, Sunan Prawta, dan juga yang terkenal adalah Arya Penangsang.


2. Kerajaan Cirebon (Jawa)

Kesultanan Cirebon adalah salah satu kesultanan Islam yang cukup besar yang ada di provinsi Jawa Barat.

Kesultanan Cirebon pertama kali didirikan pada abad ke 15 Masehi atau sekitar tahun 1430 yang dimana pada waktu itu dipimpin oleh seorang penguasa yang beranama Pangeran Walangsungsang sebagai Sultan Cirebon I.

Sultan Cirbon I ini menjabat tidak lama hanya sekitar 49 Tahun, yaitu dari tahun 1430 sampai dengan 1479.

Baru setelah 1479 Sultan Cirebon I menyerahtugaskan jabatan dan kekuasaan Kerajaan Cirebon kepada salah satu dari para Wali Songo yaitu Sunan Gunung Jati, yang tidak lain dan tidak bukan adalah keponakannya sendiri.


3. Kerajaan Islam Banten (Jawa)

Kerajaan Islam Banten ini berada di pulau jawa tepatnnya di Pasundan, dimana yang memimpin dari kerajaan islam Banten ini adalah Sultan Maulana Hasanudin.

Kerajaan Banten ini berdiri pada tahun 1526, yang dimana pada akhirnnya kerajaan Banten ini harus dibubarkan secara paksa oleh para kolonial Inggris.

Banyak tokoh terkenal yang sebelum dibubarkan pernah memimpin kerajaan Banten ini seperti, Sultan Agung Tirtayasa, Sultan Maulana Muhammad Syafiudin.

Selain karena dibubarkan paksa oleh para kolonial Inggris, kerajaan banten ini harus berkahir karena dipicu adannya perang saudara hingga akhirnnya kesempatan ini dimanfaatkan oleh kolonial Inggris membubarkan kerajaan Banten.


4. Kerajaan Samudera Pasai (NAD)

Kerajaan Samudera Pasai berada di aceh Utara kabupaten Lhokseumawe yang dimana kerajaan ini adalah kerjaan islam pertama di Indonesia.

Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Meurah Silu pada tahun 1267M, yang bergelar sultan malik as-Saleh.

Eksistensi kerajaan samudera pasai ini dapat dilihat didalam kita Rihlah ila-I-Masyriq, karya Abu Abdullah ibn Baituthah, yang merupakan seorang musafir dari maroko.


5. Kerajaan Peureulak / Perlak (Aceh Timur)

Kerajaan Peureulak atau lebih dikenal sebagai Kesultanan Peureulak merupakan kerjaan Islam di Indonesia yang berkuasa di wilayah Peureulak, Aceh Timur.

Selain Kerajaan Samudera Pasai yang begitu terkenal, kerajaan Peureulak ini juga sangat terkenal di Aceh karena merupakan salah satu kerajaan penghasil kayu perlak yang merupakan kayu pembuat kapal terbaik di Aceh.

Kondisi Alam di wilayah Peureulak ini menjadikan kerajaan Peureulak sangat cepat berkembang, karena di masa itu pada abad ke-8 pelabuhan di Aceh banyak di singgahi oleh kapal kapal besar dari Arab ataupun Persia.

Kerajaan Peureulak ini dipimpin pertama kali oleh Sultan Aladdin Syed Maulana Abdul Aziz Syaik yang beraliran syiah.


6. Kerajaan Banjar (Kalimantan Selatan)

Kerajaan Banjar merupakan kerajaan Islam yang berada di wilayah Kalimantan Selatan.

Kerajaan Banjar ini awalnnya adalah kerajaan Hindu, namun berkah bantuan dari Sultan Demak, Sultan Tenggono, Raja Daha seluruh rakyah Kerajaan Banjar akhirnnya masuk Islam. sejak saat itu kerajaan hindu banjar berubah menjadi kerajaan islam Banjar.

Perkembangan Islam di kerajaan Banjar ini berkembang sangat pesat, terlebih pada tahun 1710 M, di bawah pemerintahan Sultan Tahmilillah, telah lahir seorang ulama besar yaitu Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjary, di desa Kalampayan Martapura.

Sejak saat itu Islam terus berkembang, dan semakin dikenal banyak orang bahkan hampir diseluruh masyarakat Banjar.


7. Kerajaan Mataram Islam (Jawa)

Kerajaan Mataram merupakan sebuah kerajaan berbentuk kesultanan yang berada dipulau jawa.

Kerajaan ini berdiri pada abad ke-16, namun baru di daulat sebagai sebuah kerajaan pada abad ke-17 yang dimana pada waktu itu dipimpin oleh Sultan Hadiwijaya.

Pada saat kejayaannya Kerajaan Mataram ini sempah menyatukan pulau Jawa, termasuk ke Madura dan pernah juga memerangi VOC di Batavia untuk mencegah luasnya kekuasaan VOC.


8. Kerajaan Pajang (Jawa Tengah)

Kerajaan Pajang merupakan sebuah kerajaan yang berada di wilayah Jawa Tengah yang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Demak.

Kerajaan Pajang ini pertama kali dipimpin oleh Joko Tingkir yang merupakan menantu dari Sultan Trenggono.

Kerajaan Pajang berdiri pada tahun 1568 dan langsung menyebarkan eksistensinnya sebagai kerajaan islam pada waktu itu, bahkan Kerajaan Pajang ini sempat memperluas wilayahnnya sampai ke pedalaman di area Madiun dan pada tahun 1581 kerajaan ini mendapat pengakuan dari kerajaan kerajaan islam di wilayah Jawa.

Kerajaan Pajang ini berdiri tidak berlangsung lama hanya sekitar 50 tahun, yaitu pada tahun 1568-1618, meskipun tidak berdiri lama namun Kerajaan Pajang ini telah menorehkan sejarah tentang eksistensinnya sebagai kerajaan islam berpengaruh di Jawa.


9. Kerajaan Ternate (Maluku)

Kerajaan Ternate atau dikenal juga dengan kerajaan Gapi merupakan salah satu dari empat kerajaan Islam di wilayah Maluku.

Kerajaan Ternate ini juga termasuk kerajaan tertua di Nusantara, yang dimana kerajaan ini didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada tahun 1257.

Kerajaan ini memiliki peran sangat penting dikawasan timur Nusantara tepatnya pada abad ke-13 hingga abad ke-19 dimana pada waktu itu Kerajaan Ternate menjadi central perdagangan Rempah rempah.

Selain itu kerajaan ternate ini juga memiliki peran yang besar dalam upaya pengislaman dan pengenalan syariat syariat islam yang berada di wilayah timur nusantara.


10. Kerajaan Gowa (Kalimantan Selatan)

Kerajaan Gowa merupakan salah satu kerajaan islam di Kalimantan tepatnya di Ujung selatan dan pesisir barat semananjung yang didiami oleh suku Makassar.

Berawal dari Chiefdom (sebuah organisasi) yang didirikan pada abad ke-14 Gowa mencapai puncak kejayaannya bersama Tallo pada abad ke-17 ketika kerajaan ini memegang hegemoni militer dan perdagangan atas wilayah timur nusantara.

Kerajaan Gowa telah mengalami pasang surut perkembangan sejak raja gowa ke-1, Tumanurung hingga mencapai puncak keemasan pada abad ke-17, hingga puncaknnya kerajaan Gowa akhirnnya bergabung menjadi bagian dari Republik Indonesia yang merdeka dan bersatu.

Dan sejak bergabung menjadi Republik Indonesia, kerajaan gowa berubah dari kerajaan menjadi daerah tingkat II atau Kabupaten Gowa, hingga saat ini.


11. Kerajaan Tidore (Maluku)

Kerajaan Islam Tidore ini berpusat di wilayah Maluku Utara, kerajaan ini juga menguasai sebagian besar Pulau Halmahera selatan, pulau buru, pulau seram dan banyak pulau pulau lainnya di pesisir Papua Barat.

Pada tahun 1494 kerajaan Tidore menjadi kerajaan paling merdeka di wilayah Maluku, karena pada waktu itu sekutu kerajaan tidore melanggar perjanjian Tordesillas sehingga menjadikan Tidore menjadi kerajaan paling merdeka.

Pada masa kepemimpinan Sultan Saifuddin, Tidore juga berhasil menolak penguasaan VOC terhadap wilayahnnya, dan tetap menjadi daerah merdeka hingga akhir abad ke 18.


12. Kerajaan Buton (Sulawesi Tenggara)

Kerajaan Buton merupakan sebuah kerajaan di wilayah Sulawesi Tenggara, wilayah kerajaan ini berada di Pulau Buton yang dimana pulau ini sudah sangat dikenal pada zaman Majapahit, Patih Gajah Mada dalam Sumpah Palapa.

Kerajaan Buton tadinnya bukanlah kerajaan Islam, namun setelah Syaikh Abdul Wahid bin Syarif Sulaiman al-Fathani mengIslamkan raja Buton pada abad ke-6 sejak saat itulah kerajaan ini berubah menjadi kerajaan Islam di Sulawesi.

Kerajaan Buton ini berdiri tahun 1332 M, yang pada saat itu dipimpin oleh Ratu Wa Kaa Kaa, yang dimana kerajaan ini didirikan atas kesepakatan tiga kelompok yaitu, kerajaan sriwijaya, kekaisaran cina dan juga kerajaan Majapahit.

Itulah informasi sekilas beberapa Kerajaan Islam di Indonesia yang memiliki historis besar dalam perjuangan Islam di Indonesia.


Daftar Pustaka :

Susmihara. (2018). Pendidikan Islam Masa Kerajaan Islam di Nusantara. Jurnal Rihlah Vol. 06 No. 01/2018

id.wikipedia.org. (2020, 26 September). Sejarah Nusantara pada era Kerajaan Islam diakses pada 15 Oktober 2020, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_pada_era_kerajaan_Islam

Avatar
Riki Ramdhani

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Founder salah satu program kemanusiaan terbaik di Purwokerto, Musharaka Project.

Update : 15 Oktober 2020 - Published : 15 Oktober 2020