Perjanjian Linggarjati

Apa sih yang dimaksud dengan perjanjian linggarjati? Jadi,

Perjanjian Linggarjati adalah suatu perundingan yang berlangsung antara pihak Indonesia dengan Belanda yang ditengahi oleh Inggris.

Hasil perundingan yang berlangsung di awal-awal masa kemerdekaan tersebut, membuahkan hasil suatu kesepakatan yang kemudian disebut sebagai “Perjanjian Linggarjati”.

Ingin tahu lebih lengkap? Langsung aja, simak pembahasannya berikut dibawah ini!


Latar Belakang Perjanjian Linggarjati

Latar Belakang Perjanjian Linggarjati

Selepas Indonesia memproklamasikan dirinya sebagai negara yang Merdeka tepat di tanggal 17 Agustus 1945.

Dan udah terlepas dari jajahan Jepang. Belanda yang sebelumnya udah menjajajah Indonesia selama kurun waktu 350 tahun, kemudian ingin kembali menjajah Indonesia.

Awalnya, pada tanggal 29 September 1945 pasukan sekutu dan AFNEI datang ke Indonesia (salah satunya) buat melucuti tentara Jepang sesudah kekalahan negara tersebut dalam perang dunia ke II.

Tapi, kemudian kedatangan mereka ternyata udah diboncengi oleh NICA atau kepanjangan dari (Netherlands-Indies Civil Administration).

Hal tersebut, lantas memicu munculnya kecurigaan dari pemerintah sekaligus rakyat Indonesia.

Mereka berpendapat, kalo Belanda ingin kembali mencoba buat menguasai negara Indonesia. Pada akhirnya, berbagai pertempuranpun terjadi.

Contohnya: Pertempuran yang terjadi pada tanggal 10 November di Surabaya, Pertempuran di Ambarawa, Medan area, Pertempuran Merah putih di Manado, dan lainnya.

Karena, sering terjadinya berbagai pertempuran yang merugikan kedua belah pihak dan beberapa alasan lainnya.

Maka, pihak dari kerajaan Belanda dengan Indonesia pun lalu sepakat buat melakukan kontak diplomasi pertama didalam sejarah kedua negara.

Pemerintah Inggris yang merupakan selaku mediator penanggung jawab, berupaya dalam menangani konflik politik dan militer di Asia.

Diplomat Inggris yang pada waktu itu bernama Sir Achibald Clark Kerr, lalu mengundang Indonesia dan Belanda buat melakukan perundingan di Hooge Veluwe.

Pemimpin negara lalu menyadari, kalo dalam menyelesaikan konflik dengan pertempuran cuma akan memakan korban dari kedua belah pihak.

Lalu, perundingan yang direncanakanpun gagal, karena Indonesia meminta supaya Belanda mengakui kedaulatannya atas Pulau Jawa, Pulau Madura, dan Pulau Sumatera.

Tapi, Belanda cuma akan mengakui Indonesia dari bagian Jawa dan Madura aja.

Lalu di akhir Agustus 1946, pemerintah Inggris kemudian mendatangkan Lord Killearn ke negara Indonesia sebagai usaha dalam menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda.

Barulah di tanggal 7 Oktober 1946, lalu dilaksanakan perundingan antara Indonesia dengan Belanda yang dipimpin oleh Lord Killearn dan bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di kota Jakarta.

Dalam perundingan awal, akhirnya menghasilkan kesepakatan buat melakukan gencatan senjata di tanggal 14 Oktober 1946 dan berencana kembali buat melakukan perundingan lebih lanjut.

Akhirnya, perundingan lebih lanjut tersebut dilakukan dengan sebutan Perjanjian Linggarjati yang akan nantinya akan dilaksanakan mulai pada tanggal 11 November 1946.


Waktu dan Tempat Sejarah Perjanjian Linggarjati

Waktu dan Tempat Sejarah Perjanjian Linggarjati

Perjanjian Linggarjati berlangsung diantara pihak Belanda dan Indonesia, yang ditengahi oleh Inggris pada tanggal 11-13 November 1946.

Linggarjati atau Linggajati merupakan suatu nama dari sebuah desa yang terletak diantara Cirebon dengan Kuningan.

Dan, ada di kawasan kaki Gunung Ciremai. Pemilihan kata Linggarjati sebagai tempat perundingan dikarenakan tempat ini netral buat pihak Belanda atau Indonesia.

Jadi, waktu itu Belanda dengan Sekutu yang menguasai Jakarta. Sedangkan, buat Indonesia yang tengah menguasai Yogyakarta.

Walaupun Perundingan Linggarjati dilakukan pada tanggal 11-13 November 1946, tapi para delegasi udah sampai di Linggarjati pada tanggal 10 November atau sehari sebelumnya.

Pada waktu senggang, para delegasi kemudian memperbaiki isi-isi perjanjian supaya kedua belah pihak bisa menemui titik temu buat menyetujui perjanjian tersebut.

Hasil dari perundingan diparaf pada tanggal 15 November 1945 di kota Jakarta dan diratifikasi 25 Maret 1947 di Istana Negara.

Isi perjanjian tersebut menyatakan, kalo Belanda mengakui wilayah Indonesia secara de facto dan juga pembentukan negara Republik Indonesia Serikat (RIS).


Tokoh Perjanjian Linggarjati

Tokoh Perjanjian Linggarjati

Ada beberapa tokoh penting yang terlibat di dalam Perjanjian Linggarjati. Beberapa tokoh yang menandatangani Perjanjian Linggarjati, yaitu:

  • Pemerintah Indonesia mendelegasikan Sutan Syahrir yang berperan sebagai Ketua, A.K. Gani, Susanto Tirtoprojo, dan Mohammad Roem.
  • Pemerintah Belanda mendelegasikan Wim Schermerhon yang berperan sebagai Ketua, H. J. van Mook, Max van Pool, F. de Boer.
  • Pemerintah Inggris yang berperan sebagai mediator atau penengah diwakili oleh Lord Killearn.
  • Saksi tamu yang hadir didalam perjanjian tersebut yaitu: Amir Syarifudin, dr. Leimena, dr. Sudarsono, Ali Budiharjo, Presiden Soekarno, serta Mohammad Hatta.

Lalu, Perjanjian Linggarjati ditandatangani pada sebuah upacara kenegaraan yang bertempat di Istana Negara Jakarata pada tanggal 25 Maret 1947.


Isi Perjanjian Linggarjati

Isi Perjanjian Linggarjati

Perjanian Linggarjati yang udah disahkan di tanggal 25 Maret 1947 memiliki 17 pasal. Inti dari hasil Perjanjian Linggarjati, yaitu:

  • Belanda secara de facto mengakui apabila wilayah Republik Indonesia meliputi Jawa, Sumatera, dan juga Madura.
  • Belanda diwajibkan buat meninggalkan wilayah baru Republik Indonesia paling lambat pada tanggal 1 Januari 1949.
  • Pihak Indonesia dengan Belanda mencapai kata sepakat buat membentuk negara Republik Indonesia Serikat atau RIS yang meliputi wilayah Indonesia, Kalimantan dan Timur Besar sebelum pada tangga 1 Januari 1949.
  • Dalam konteks Republik Indonesia Serikat, Pemerintah Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth atau Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai kepalanya.

Dampak Perjanjian Linggarjati

Dampak Perjanjian Linggarjati

1. Dampak Positif

Ada beberapa dampak positif dari Perjanjian Linggarjati, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Posisi Indonesia dalam mata dunia Internasional semakin kuat, dengan adanya pengakuan dari pihak Belanda pada kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut yang mendorong berbagai negara lain buat mengakui kemerdekaan Republik Indonesia secara sah.
  • Belanda juga mengakui negara Republik Indonesia memiliki kuasa atas tanah Jawa, Madura, dan Sumatera. Secara de facto, Indonesia menguasai atas wilayah tersebut.
  • Berakhirnya konflik antara Belanda dengan Indonesia.

2. Dampak Negatif

Ada beberapa dampak negatif atau kerugian dari Perjanjian Linggarjati, diantaranya yaitu:

  • Wilayah kekuasaan dari negara Indonesia menjadi sangat kecil, karena cuma mencangkup Pulau Jawa, Sumatera, dan Madura aja.
  • Indonesia harus mengikuti pula persemakmuran antara Indo-Belanda.
  • Perjanjian ini pada hakikatnya yaitu memberikan waktu Belanda buat membangun kekuatan, yang kemudian akan melakukan agresi militernya.
  • Partai nasional kemudian mengkritik pemerintah Indonesia, karena dianggap lemah dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.
  • Perjanjian Linggarjati kemudian ditentang oleh masyarakat dan kalangan tertentu yang diawali dengan Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, and Partai Rakyat Jelata.

Pemerintah pada waktu itu, memberi alasan mengapa menyetujui isi Perjanjian Linggarjati tersebut.

Yaitu memilih cara damai dalam menyelesaikan konflik demi menghindari jatuhnya korban lebih banyak dan buat menarik simpati dalam dunia Internasional.

Perdamaian dengan cara gencatan senjata ini, lalu mampu memberi peluang buat pasukan militier Indonesia dalam melakukan berbagai hal, contohnya Konsolidasi.

Pada perundingan itu, juga diketahui kalo pemimpin yang ditunjuk yaitu Sutan Syahrir yang udah dianggap memberikan dukungan terhadap Belanda.

Hal ini, lantas membuat anggota dari Partai Sosialis yang ada didalam Kabinet tersebut dan KNIP mengambil langkah penarikan dukungan terhadap pemimpin perundingan tersebut.

Penarikan dukungan yang ditujukan terhadap Sutan Syahrir berlangsung pada tanggal 26 Juni 1947.


Pelanggaran Perjanjian Linggarjati

Pelanggaran Perjanjian Linggarjati

Belanda pada akhirnya, melanggar kesepakatan yang udah disepakati bersama yang tertera didalam Perjanjian Linggarjati.

Gubernur Jenderal H. J. van Mook pada akhirnya menyatakan, kalo Belanda tidak lagi terikat dengan perjanjian itu yang dilontarkan pada tanggal 20 Juli 1947.

Lalu, di tanggal 21 Juli 1947, Belanda kemudian melancarkan Agresi Militer Belanda I yaitu terjadinya serangan dari Tentara Belanda ke wilayah Indonesia.

Konflik yang terjadi diantara Indonesia dengan Belanda kembali memanas.

Konflik tersebut, kemudian diselesaikan lewat jalur perundingan yang menimbulkan sejarah Perjanjian Renville.

Meski begitu, ada banyak hasil dalam Perjanjian Renville yang merugikan pihak Indonesia. Ada beberapa hal lainnya yang berlangsung sebelum, selama, dan selepas Perjanjian Linggarjati dilakukan.

Ada beberapa kejadian yang berhubungan dengan peristiwa ini, diantaranya yaitu:

  • Perundingan dalam penyelesaian konflik Indonesia dengan Belanda sesungguhnya udah dilakukan dari bulan Februari 1946.
  • Pemilihan dari lokasi Linggarjati atau Linggajati sebagai tempat pertemuan yang diusulkan oleh Maria Ulfah Santoso.
  • Delegasi Belanda menginap di kapal perang kepunyaan mereka. Delegasi Indonesia menginap di Linggasama yang lokasinya berdekatan dengan desa Linggarjati.
  • Rumah yang dijadikan sebagai tempat pertemuan merupakan tempat milik Kulve van Os.
  • Perundingan ternyata tidak berjalan dengan mulus. Ada beberapa poin dari kedua belah pihak yang tidak disepakati, tapin juga ada hal yang bisa disepakati. Delegasi Belanda juga disela pertemuan sempat buat menemui Soekarno yang datang sebagai tamu yang bertujuan buat membicarakan beberapa poin yang menjadi perdebatan antara pihak Belanda dengan Indonesia yang diketuai oleh Syahrir.
  • Pro-kontra terus berlangsung selepas perjanjian tersebut diberitahukan terhadap publik. Penolakan utamanya datang dan disuarkan oleh oposisi pemerintahan pada saat itu.
  • Belanda udah menodai hasil perjanjian dengan cara membatalkan kesepakatan secara sepihak.

Gimana tuh pembahasannya tentang Perjanjian Linggarjati diatas tadi? Mudah dipahami kan?

Semoga bisa membantu dan bermanfaat. Jangan lupa share ke teman kalian dan selalu kunjungi cerdika.com 😀

Beri konten ini 5 bintang dong
[Total: 1 Average: 5]
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 8 Mei 2021 - Published : 8 Mei 2021