Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari kegiatan manusia yang berhubungan dengan ditribusi, produksi, dan konsumsi barang atau jasa buat mencapai kebutuhan.

Secara garis besar, cabang ekonomi ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Tapi, ada perbedaannya loh pada ekonomi mikro dan ekonomi makro? Apa aja perbedaannya? Tapi sebelum tahu perbedaannya, lebih baik ketahui dulu pengertiannya.

Ekonomi Mikro merupakan teori ekonomi yang melihat permasalahan ekonomi secara sempit atau khusus.

Sedangkan, kalo

Ekonomi Makro merupakan teori ekonomi yang membahas permasalahan ekonomi yang dilihat secara keseluruhan atau dalam lingkup yang luas.

Selanjutnya, yuk kita ketahui seksama mengenai perbedaan – perbedaan dari ekonomi mikro dan makro pada artikel berikut ini!


Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Walaupun keduanya sama – sama mempunyai tujuan untuk membuat perekonomian yang lebih baik. Tapi, kamu perlu tahu perbedaan dari keduanya ini lho! Apa aja? Nih:

1. Ruang Lingkup Ekonomi Mikro

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

a. Teori Harga

Teori harga yaitu awal dari proses permintaan dan penerimaan suatu barang ataupun jasa. Nantinya juga akan berpengaruh dengan harga produk yang dijual.

Karena, sebelum menentukan harga pastikan dulubuat melakukan riset terkait apakah harga yang udah dipilih terlalu tinggi atau sebaliknya malah terlalu rendah.

Apabila dari harga yang udah ditetapkan gak sesuai dengan produk atau jasa yang dijual, maka udah pasti kamu akan kesulitan memasarkan produk tersebut dan akhirnya konsumen beralih ke kompetitor buat mencari harga dan produk yang lebih terjangkau.

b. Teori Produksi

Perbedaan dari ekonomi mikro dan ekonomi makro, karena ekonomi makro gak mempunyai teori produksi.

Teori produksi ini perlu diterapkan sebelum menentukan harga, hal ini agar sesuai antara pendapatan, pengeluaran dan persentase laba yang harusnya didapat.

Selain itu, perhitungan antara kualitas dan kuantitas juga menjadi sebuah hal yang perlu diperhatikan supaya gak membuat kerugian.

c. Teori Distribusi

Perbedaan lain dari ekonomi mikro dan ekonomi makro adalah ada pada teori distribusi.

Teori ini secara umum, membahas pengeluaran yang dikeluarkan oleh badan usaha buat kebutuhan seperti pembayaran upah atau gaji pada karyawan yang udah selesai mengerjakan tugasnya.

Selanjutnya, pembagian hasil dengan partner bisnis sampai kebutuhan lainnya yang mempunyai tujuan buat memajukan usaha.

 

2. Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

a. Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal mengatur tentang pendapatan dan pengeluaran dari suatu negara. Pendapatan negara bisa dihasilkan dari pemungutan pajak yang dilakukan oleh setiap warga negara.

Selain itu, pendapatan negara juga bisa dihasilkan dari hal diluar dari non-pajak seperti denda, lelang, gratifikasi dan pemberian dari negara lainnya.

Sedangkan, buat pengeluaran biasanya mengenai kegiatan impor barang dari luar negeri buat memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri.

Kebutuhan negeri yang dibutuhkan biasanya kebutuhan yang emang sulit buat diproduksi oleh negara. Jadi, akhirnya negara tersebut melakukan impor barang.

b. Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter juga merupakan kebijakan yang menjadi pembeda dari ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Kebijakan moneter ini, kebijakan yang mempunyai fungsi buat mengukur sebanyak apa dana yang dikeluarkan oleh bank sentral yang ada di Indonesia terhadap masyarakat Indonesia.

Kalo terjadi perputaran uang yang semakin banyak tentunya, akan mempengaruhi perputaran uang yang semakin banyak dan akan berpengaruh pada tingkat inflasi jadi menyebabkan harga suatu produk menjadi lebih tinggi.

Sebaliknya, apabila perputaran uang semakin kecil maka harga dari suatu produk yang ditawarkan relatif lebih murah atau yang sering disebut dengan deflasi.

Kebijakan inilah yang mempunyai peranan cukup penting dalam kehidupan masyarakat buat pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.

Karena, dengan mempelajari ilmu ekonomi ini tentunya akan sangat membantu dalam kegiatan sehari – hari.

c. Kebijakan Segi Penawaran

Kebijakan segi penawaran ini mempunyai fungsi buat menyeimbangkan neraca keuangan dalam sebuah perusahaan maupun negara.

Karena, wajar kalo banyak perusahaan membutuhkan orang yang ahli dalam bidang ilmu ekonomi.

Dengan ilmu tersebut, diharapkan segala pengelolaan keuangan terutama yang berkaitan dengan produksi bisa ditekan seoptimal mungkin dan tetap bisa menyeimbangkan kualitas produk, jadi produk yang dihasilkan bisa lebih berkualitas.

 

3. Harga Komoditas Barang

Harga Komoditas Barang

Komoditas yaitu suatu produk atau jasa yang diperjualbelikan secara nyata, jadi bisa dipakai buat kegiatan transaksi dalam waktu yang panjang.

Dalam ekonomi makro sesuatu yang bisa diperjualbelikan yaitu yang mempunyai indeks yang lebih besar karena mencakup negara.

Sedangkan, berbanding terbalik dengan ekonomi mikro yang cuma bisa meliputi kebutuhan sehari – hari seperti sandang dan pangan.

 

4. Tujuan dan Analisis

Tujuan dan Analisis

Tujuan dan analisis merupakan salah satu perbedaan dari ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Tujuan dari ekonomi mikro adalah sebagai cara buat mengalokasikan sumber daya buat mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan.

Sedangkan, kalo

Ekonomi makro yaitu lebih mengutamakan pengaruh dari kegiatan ekonomi sendiri dalam skala nasional atau internasional.

5. Fungsi dan Manfaat

Fungsi dan Manfaat

Meski ada dalam satu ruang lingkup ekonomi, tapi keduanya mempunyai fungsi dan manfaatnya masing – masing.

Perbedaan ekonomi mikro dan makro ini dibedakan dari segi fungsinya juga, kalo ekonomi mikro bermanfaat baut menentukan harga sebuah produk.

Sedangkan, berbeda dengan ekonomi makro yang lebih menitikberatkan kepada stabilitas buat menyelesaikan masalah ekonomi.


Hubungan Ekonomi Mikro dan Makro

Hubungan Ekonomi Mikro dan Makro

Meski mempunyai beberapa perbedaan antara keduanya, antara ekonomi mikro dan ekonomi makro ini juga saling berhubungan, lho!

Adanya perubahan dalam ekonomi makro akan memberikan dampak berupa perubahan pada ekonomi mikro.

Hal tersebut bisa dirasakan dalam contoh manakala harga minyak dunia naik, maka harga – harga kebutuhan pokok juga turut melonjak.


Manfaat Mempelajari Ekonomi Mikro dan Makro

Manfaat Mempelajari Ekonomi Mikro dan Makro

Dengan mempelajari ekonomi mikro dan ekonomi makro, seseorang bisa memperoleh manfaat seperti dibawah ini:

  • Manfaat mempelajari ekonomi mikro lebih kepada gimana memakai sumber daya dengan efisien dan efektif.
  • Dengan mempelajari ekonomi mikro bisa mengetahui penghematan sumber daya yang terbatas, dan mengetahui gimana cara meraih kepuasan tertinggi dalam pemanfaatan sumber daya yang terbatas.
  • Manfaat mempelajari ekonomi makro antara lain bisa tahu mengenai pendapatan nasional, neraca pembayaran nasional, dan gimana pertumbuhan ekonomi dalam skala nasional.

Contoh Ekonomi Mikro dan Makro

Contoh Ekonomi Mikro dan Makro

Ada banyak sekali contoh ekonomi mikro dan ekonomi makro yang bisa kalian jumpai atau temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

1. Contoh Ekonomi Mikro

  • Penetapan harga tertinggi
  • Penetapan harga pasar
  • Distribusi barang dan jasa
  • Laba perusahaan
  • Rugi perusahaan
  • Monopoli pasar
  • Gaji karyawan
  • Pembangunan infrastruktur
  • Stok dan persediaan barang dan jasa
  • Perilaku konsumen
  • Perilaku produsen
  • Penawaran
  • Permintaan
  • Investasi individu
  • Biaya.

2. Contoh Ekonomi Makro

  • Pertumbuhan ekonomi
  • Tingkat pengangguran
  • Pendapatan nasional
  • Kesempatan
  • Inflasi
  • Deflasi
  • Kerja sama antarnegara di dunia
  • Kebijakan ekonomi
  • Organisasi ekonomi internasional
  • Pendapatan per kapita
  • Ekspor
  • Impor
  • Investasi pemerintahan
  • Siklus ekonomi
  • Neraca pembayaran.

Nah, itulah beberapa perbedaan dari ekonomi mikro dan makro baik dari pengertian, ruang lingkup, fungsi, manfaat beserta contohnya.

Semoga bermanfaat dan bisa membantu. Oiya, jangan lupa yak! Share ke teman – teman kalian semua 😀

Avatar
Aditya Rangga

Pelajar yang insyaallah tidak pelit ilmu.

Update : 8 September 2020 - Published : 22 Mei 2020