Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita merupakan salah satu istilah dalam bidang ilmu ekonomi yang sudah tidak asing.

Seharusnya saat kamu mulai bekerja, kamu akan menghasilkan pendapatan dari hasil kerja kerasmu.

Namun, apa yang dimaksud dengan pendapatan per kapita tersebut?

Simak penjelasan di bawah ini.


Apa Itu Pendapatan Perkapita?

Adapun yang dimaksud dengan pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata semua penduduk di satu tempat.

Adanya pendapatan rata-rata ini dijadikan sebagai indikasi sejauh mana kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

Pendapatan rata-rata penduduk sangat berkaitan erat dengan pendapatan nasional suatu negara, termasuk di dalamnya Indonesia.

Pendapatan rata-rata adalah angka lebih baik, meskipun tidak akurat 100% yang bisa menentukan kesejahteraan penduduk suatu negara.

Penilaian terhadap tinggi rendahnya kesejahteraan tidak bisa ditentukan dari GNP saja.

Sebab bisa saja tingkat GNP-nya tinggi, akan tetapi jumlah penduduk yang harus dibiayai hidupnya juga sangat banyak.

Pendapatan per kapita ini merupakan pendapatan penduduk pada periode tertentu, seperti contohnya tahun 2019.

Kian waktu berjalan, tingkat pendapatan per kapitanya pun akan ikut berubah-ubah. Bisa saja tahun berikutnya lebih tinggi atau justru sebaliknya, lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Sayangnya, pendapatan per kapita ini tidak bisa menjadi acuan apakah sebuah negara terbilang sejahtera atau tidak.

Ada beberapa ukuran yang bisa menentukan sebuah negara itu sejahtera, di antaranya sebagai berikut.

  • Merata atau tidaknya pendapatan pada setiap orang. Jika pendapatan per kapita tinggi, namun berdasarkan data hanya mengandalkan segelintir orang maka negara tersebut tidak bisa dikatakan makmur secara keseluruhan.
  • Berapa banyak penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan? Jika banyak penduduk yang masih tercatat sebagai orang miskin maka negara tidak bisa dianggap sejahtera.
  • Mudah atau tidaknya penduduk mendapatkan bahan pokok, seperti halnya sandang, pangan, dan juga papan.
  • Mudah atau tidaknya semua penduduk mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan bayaran dengan angka memuaskan sebagai upah.

Ada banyak faktor yang akhirnya menentukan kesejahteraan sebuah negara.

Berbagai pertimbangan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus saling mendukung untuk menentukan kemakmurah.

Perihal kesejahteraan bukan hanya dilihat dari pendapatan yang tinggi, namun dari mental para penduduknya.


Cara Menghitung Pendapatan Perkapita

Untuk menghitung pendapatan perkapita, kamu harus memerhatikan dua hal di bawah ini.

1. Berdasarkan Harga yang Berlaku

Untuk menghitung pendapatan rata-rata penduduk negara dengan cara ini, otomatis kamu akan mendapatkan hasil pendapatan nominal.

Ada dua hal yang harus kamu perhatikan ketika menghitung pendapatan rata-rata, yakni jumlah penduduk dan pendapatan itu sendiri.

2. Berdasarkan Harga Konstan

Untuk penghitungan pendapatan per kapita berdasarkan harga konstan, kamu akan mendapatkan hasil pendapatan riil di akhir.

Dalam menghitung pendapatan riil, beberapa kondisi yang tidak terukur pada penghitungan pendapatan nominal, seperti inflasi telah diperhitungkan.

Kedua cara di atas dapat membantu kamu mendapatkan angka pendapatan per kapita yang sesuai.

Kamu tinggal menghitung sesuai kebutuhan.

Jika ingin mendapatkan pendapatan nominal maka gunakan harga yang berlaku. Sebaliknya, jika ingin mendapatkan harga riil maka terapkan harga konstan.


Rumus Pendapatan Perkapita

Untuk mengetahui rumus pendapatan perkapita, harus dibedakan dulu menjadi dua pembagian di atas.

Jika kamu ingin mencari tahu rumus pendapatan nominal maka rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.

Produk Nasional Bruto (PNB) yang sedang berlaku : Jumlah penduduk

Sementara apabila kamu ingin mencari hasil pendapatan per kapita riil maka rumus yang harus kamu kerjakan juga berbeda.

Lebih detailnya, rumus pendapatan per kapita riil dapat kamu pahami dari ketentuan di bawah ini.

Produk Nasional Bruto (PNB) harga konstan : Jumlah penduduk

Dari dua cara penghitungan di atas, kamu tidak akan mendapati nominal yang sama.

Biasanya hasil pendapatan per kapita nominal yang didasarkan pada harga yang sedang berlaku lebih tinggi beberapa kali lipat dari pendapatan riil.

Sebagai pengaplikasikan paling akurat, rumus yang sudah tertera di atas akan lebih mudah kamu pahami apabila diterapkan pada contoh soal di bawah.

Contoh hanya berupa ilustrasi, kamu tetap bisa menerapkan rumus dan cara perhitungan yang sama pada berbagai kondisi dan nominal pendapatan negara-negara lain.


Contoh Perhitungan Pendapatan Perkapita

Dari dua rumus penentuan pendapatan rata-rata di atas, kamu bisa mengetahui ada pendapatan nominal dan pendapatan riil.

Jenis pendapatan mana yang ingin kamu cari maka rumusnya pun harus menyesuaikan untuk mendapatkan angka akurat.

Mudahnya, pertama kita akan masuk ke contoh perhitungan secara nominal dulu yang diilustrasikan dalam kasus di bawah ini.

Dari jumlah penduduk sebanyak 262.000.000, didapati Produk Nasional Bruto atau PNB dengan harga yang sedang berlaku sebesar Rp 1.300.567 miliar.

Untuk mendapatkan pendapatan rata-rata dengan rumus ini kamu harus membagi antara PNB dari harga yang sedang berlaku dengan jumlah penduduk yang ada.

Jadi, apabila diaplikasikan ke dalam rumus, hasilnya Rp 1.300.567 miliar : 262.000.000.

Dari penghitungan ini akan didapati hasil sebesar Rp 4.963.996 juta.

Itu untuk rumus mencari pendapatan per kapita nominal yang didasarkan pada harga berlaku.

Sementara untuk mencari pendapatan riil yang didasarkan pada harga konstan, maka kamu harus memerhatikan contoh perhitungan secara riil di bawah ini.

Ditetapkan harga konstan sebesar Rp 400.00 miliar dengan jumlah penduduk sebanyak 262.000.000.

Untuk mencari pendapatan per kapita riil, rumusnya PNB harga konstan dibagi jumlah penduduk, yakni Rp 400.000 miliar : 262.000.000.

Otomatis hasil yang didapatkan adalah Rp 1.526.717 juta.

Dari penghitungan di atas, bahwa jumlah pendapatan nominal jauh 3 kali lipat lebih besar dibandingkan pendapatan riil.

Dengan mengetahui rumus perhitungan pendapatan per kapita tersebut, negara mana pun yang mau kamu cari tahu angka pendapatan perkapitanya akan mudah ditemukan.


Daftar Pustaka

Todaro, Michael. 2008. Ekonomi. Pembangunan Ekonomi Edisi Kesembilan Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Triyono, Aris. 2020. Ekonomi. Pengantar Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta : Deepublish.

Avatar
Vira Mahdiya

Saya mendalami Ilmu Pengetahuan Sosial sewaktu SMA dan sekarang Alhamdulillah menjadi mahasiswi di salah satu universitas favorit di Yogyakarta

Update : 26 Juni 2020 - Published : 26 Juni 2020